Benarkah Open Source adalah Solusi?

Sesuai dengan program Migrasi Menuju Open Source yang diusung Pemerintah Kabupaten Wonogiri, melalui Dinas Kominukasi dan Informatika Kabupaten Wonogiri mengadakan kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi Migrasi Menuju Open Source bagi operator komputer/petugas input data dari seluruh OPD di Kabupaten Wonogiri. Acara ini diadakan pada hari Selasa, 25 Juli 2017 dan bertempat di Ruang Khayangan Setda Kabupaten Wonogiri.

Inixindo Jogja dalam acara ini didaulat untuk menjadi narasumber. Sebagai praktisi di bidang IT dan penerapannya, Inixindo jogja membagikan wawasan mengenai perbedaan antara open source dengan close source. Kelebihan dan kekurangan masing-masing dari open maupun close source. Selain itu, Inixindo Jogja juga memberikan wawasan mengenai bagaimana dan hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih menggunakan open source atau close source. Dengan berbagi informasi dengan operator komputer dari masing-masing OPD di Kabupaten Wonogiri diharapkan dapat membuka wawasan peserta yang selama ini masih belum banyak mengetahui dan terbiasa menggunakan open source.

Wacana mengenai migrasi ke open source di Indonesia sebenarnya sudah didengungkan sejak tahun 2005 lalu. Pada saat itu pemerintah melalui Kemkominfo dan Kemenristek menargetkan pada tahun 2010 seluruh instansi pemerintah sudah menggunakan piranti lunak yang legal. Meski sampai saat ini hal tersebut belum bisa diwujudkan sepenuhnya, namun upaya untuk migrasi ke open source masih terus digalakan.

Berdasarkan pertimbangan Pemerintah cecara teoritis, penggunaan open source dapat menghemat sampai 40%-60% dibanding penggunaan peranti lunak berbayar atau proprietary software. Diharapkan open source dapat menjadi solusi untuk mengatasi belanja TI negara yang besar. Pemerintah berkomitmen terhadap program ini melalui Surat Edaran Menteri Negara PAN (Pemberdayaan Aparatur Negara) No 1/2009 yang diterbitkan pada Maret 2009. Dalam surat edaran ini Kemenpan mewajibkan seluruh instansi pemerintah dari pusat hingga daerah harus bermigrasi ke sistem terbuka.

Pada dasarnya migrasi ke open source memang bisa menjadi pilihan yang bijaksana jika dilakukan dengan komitmen yang kuat. Bukan hal yang mudah untuk “memaksa” departemen dan pemda beralih ke open source karena belum terbiasa dengan environment open source. Meskipun banyak peranti lunak open source yang mirip dengan peranti lunak yang sudah biasa kita gunakan, diperlukan proses migrasi yang bertahap dan komitmen untuk kesiapan infrastruktur serta kemampuan SDM.

 

[onyxfile id=11752]

Chat via Whatsapp