Microsoft Access 2013: Universitas Syah Kuala

Microsoft Access 2013: Universitas Syah Kuala

Universitas Syiah Kuala mengikuti pelatihan Microsoft Access 2013 di Inixindo Jogja pada tanggal 31 Agustus – 2 September 2016. Pelatihan ini terdiri dari 3 bagian yang masing-masing bagian diselenggarakan dalam 1 hari.

Data bisa tersebar dimana-mana, bisa di toko kelontong, kantor, laboratorium, ruang kelas, dll. Data-data tersebut bisa terdiri dari berbagai macam bentuk, mulai dari harga, jadwal, ukuran kinerja, hasil lab, resep, informasi kontak, metrik kualitas, indeks pasar, nilai, dan pekerjaan statistik. Pelatihan ini akan menyampaikan beberapa bentuk pengelolaan data.

Untuk seorang pengelola data, mungkin hal ini adalah tugas utama mereka. Namun untuk beberapa orang, seperti ilmuwan penelitian dan akuntan, manajemen data dapat menjadi komponen yang kuat dari pekerjaannya. Tapi hampir semua orang membutuhkan cara untuk mengelola data tersebut. Sebuah aplikasi database seperti Microsoft Office Access 2013 dapat membantu personal dan organisasi dalam mengumpulkan dan mengelola data dalam jumlah besar. Access dapat digunakan sebagai alat manajemen data pribadi atau dapat menggunakannya sebagai satu set konstruksi untuk mengembangkan aplikasi seluruh departemen atau organisasi.

Dalam pelatihan ini, peserta akan belajar bagaimana menggunakan Access 2013 untuk mengelola data, termasuk menciptakan database baru, membuat tabel, merancang bentuk dan laporan; dan menciptakan permintaan untuk bergabung, filter dan mengurutkan data.

Pelatihan dan pengalaman menggunakan Microsoft Access 2013 telah memberikan keterampilan manajemen database dasar seperti membuat tabel, merancang formulir dan laporan, dan building queries. Di pelatihan selanjutnya, peserta akan memperluas pengetahuannya tentang relational database design, write advanced queries, structure existing data, share data across applications, and customize reports. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan mempelajari fitur Access yang canggih seperti database management, advanced form design,packaging a database,encrypting a database, preparing a database for multi-user access, dll. Pengetahuan tentang fitur ini memisahkan profesional database dari  casual database users or occasional designers.

Pelatihan ini juga dapat digunakan untuk mempersiapkan ujian sertifikasi Microsoft Office Specialist (MOS) untuk Microsoft Access 2013.

Certified Data Centre Professional (CDCP) Training

Certified Data Centre Professional (CDCP) Training

Mr. John Sole dari EPI kembali menjadi instruktur di pelatihan CDCP (Certified Data Centre Professional) di Inixindo Jogja. Pelatihan ini berlangsung pada tanggal 10 – 11 Oktober 2016. Dengan peserta pelatihan berasal dari Bank BPD DIY, Universitas Ahmad Dahlan dan PT Global Prima Utama.

Pelatihan CDCP ini akan membahas bagaimana menyiapkan beberapa komponen utama seperti power, pendinginan, keamanan, kabel, dll untuk memastikan pembeliharaan data center dengan baik. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta akan dapat:

  1. Menjelaskan semua komponen penting yang harus tersedia di data center
  2. Menjelaskan berbagai teknologi untuk UPS, pencegahan kebakaran, pendinginan, pemantauan sistem
  3. Meninjau sistem distribusi listrik untuk menghindari downtime
  4. Meningkatkan kemampuan dan efisiensi pendinginan di Data Center
  5. Mendesain arsitektur jaringan yang sangat handal
  6. Membuat kontrak pemeliharaan yang efektif dengan pemasok peralatan
  7. Pengaturan efektif monitoring data center, memastikan orang yang tepat mendapatkan pesan yang tepat
  8. Memastikan langkah-langkah keamanan yang tepat

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, peserta melakukan ujian di hari terakhir.

IT Risk Management Essentials

IT Risk Management Essentials

Peran  IT dalam sebuah organisasi adalah menjadi enabler atau support bagi suatu business process organisasi. Tentunya keputusan organisasi untuk mengunakan IT dalam mendukung bisnis memiliki resiko reskio yang harus siap di respon atau ditanggapi. Yang menjadi barometer IT sukses adalah jika IT mampu selaras dengan bisnis untuk mencapai tujuan bisnis, yang kedua apabila IT mampu menjamin keamanan informasi organisasi. Kedua aspek tersebut dapat diminimalis kegagalannya melalui pendekatan resiko. Jika resiko yang menggagalkan kesuksesan IT dapat teridentifikasi dan ditangani dengan baik, maka peluang IT untuk mencapai sukses akan lebih tinggi.

Pada tanggal 28 – 30 November 2016 telah terlaksana kelas pelatihan IT Risk Management Essentials yang diikuti oleh peserta dari Dishubkomintel Provinsi Aceh. Sasaran dari pelatihan ini diantaranya:

  • Mampu mendefinisikan sasaran IT organisasi
  • Mampu memahami standar pengelolaan resiko berbasis ISO 31000
  • Mampu memahami framework pengelolaan resiko khusus IT dari ISACA
  • Mampu mengidentifikasikan resiko IT
  • Mampu menganalisa resiko IT
  • Mampu menentukan deal resiko IT ( diterima, dihindari, dipindahkan atau dimitigasi)
  • Mampu membuat perencanaan respond an prioritas terhadap resiko IT

Semoga dengan mengikuti pelatihan ini, Dishubkomintel Provinsi Aceh dapat mengimplementasikan ilmunya dalam pekerjaan sehari-hari di kantor.

Chat via Whatsapp