Bagaimana Menggali Kebutuhan Sistem dari User yang Tidak Paham Teknis?

Tantangan yang Sering Diabaikan

Salah satu penyebab utama kegagalan proyek IT bukanlah teknologi, melainkan miskomunikasi antara tim teknis dan user bisnis. Studi dari Standish Group dalam laporan CHAOS Report menunjukkan bahwa lebih dari 30% proyek gagal karena kebutuhan yang tidak jelas atau berubah-ubah.

Masalahnya menjadi semakin kompleks ketika user yang diwawancarai tidak memiliki latar belakang teknis. Mereka sering kali tidak tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan, cenderung menyampaikan solusi alih-alih masalah, dan menggunakan bahasa bisnis yang ambigu bagi tim IT.

Di sinilah kemampuan menggali kebutuhan (requirements elicitation) menjadi kompetensi strategis, bukan sekadar teknis.

Key Takeaways

    • Kebutuhan yang tidak jelas adalah penyebab utama kegagalan proyek IT
    • User non-teknis berbicara dalam konteks bisnis, bukan teknologi
    • Fokus pada problem menghasilkan insight yang lebih akurat
    • Observasi dan visualisasi meningkatkan kualitas requirement
    • Requirement harus diperlakukan sebagai proses iteratif

Memahami Akar Masalah: User Tidak Salah

Kesalahan umum dalam proses analisis adalah menganggap user “tidak jelas”. Padahal, user berpikir dalam konteks target bisnis, proses kerja sehari-hari, dan pain point operasional, bukan dalam konteks database schema atau system architecture.

Menurut International Institute of Business Analysis (IIBA), lebih dari 60% kebutuhan sistem yang tidak akurat berasal dari kegagalan menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam spesifikasi teknis.

Artinya, peran analis bukan sekadar mencatat, tetapi menerjemahkan.

Pendekatan yang Efektif: Dari “Apa yang Diinginkan” ke “Masalah yang Dihadapi”

Alih-alih bertanya “fitur apa yang Anda butuhkan?”, pendekatan yang lebih efektif adalah menggali kendala nyata dalam pekerjaan sehari-hari.

Perubahan kecil ini menggeser fokus dari solusi ke problem space.

1. Problem Framing Interview

Mulai dengan eksplorasi konteks: tujuan pekerjaan, proses yang paling memakan waktu, serta titik-titik di mana kesalahan sering terjadi.

Pendekatan ini membantu menghindari bias solusi yang sering diberikan user.

2. Gunakan Bahasa yang Dipahami User

Hindari istilah teknis yang tidak familiar. Gunakan pertanyaan sederhana yang dekat dengan aktivitas harian mereka.

Ini bukan sekadar simplifikasi, tetapi strategi komunikasi yang menentukan kualitas insight.

3. Teknik “5 Whys” untuk Menggali Akar Masalah

Dengan menanyakan “mengapa” secara berulang, analis dapat menemukan akar masalah yang sebenarnya.

Sering kali kebutuhan awal seperti “butuh sistem baru” berubah menjadi kebutuhan yang lebih spesifik seperti integrasi data atau otomatisasi proses.

4. Observasi Langsung (Contextual Inquiry)

Apa yang dikatakan user seringkali berbeda dengan apa yang mereka lakukan. Observasi membantu memahami workflow nyata dan menemukan kebutuhan implisit.

5. Gunakan Visualisasi, Bukan Dokumen Panjang

Diagram alur, wireframe, atau mockup membantu menyamakan persepsi antara tim teknis dan user.

Menghindari Kesalahan Klasik

Banyak proyek gagal bukan karena kompleksitas teknologi, tetapi karena kesalahan dasar dalam memahami kebutuhan.

Terlalu cepat menawarkan solusi, hanya bergantung pada satu stakeholder, dan tidak melakukan validasi ulang adalah beberapa jebakan yang paling umum.

Framework Praktis: Translasi Kebutuhan User ke Sistem

Untuk memastikan kebutuhan tetap terstruktur, gunakan kerangka berikut:

Business Need → User Pain Point → Functional Requirement → Success Metric

Contoh:

  • Business Need: Mempercepat proses approval
  • Pain Point: Approval manual via email lambat
  • Requirement: Sistem approval berbasis dashboard
  • Metric: Waktu approval turun signifikan

Insight Strategis: Requirement adalah Proses Iteratif

Dalam pendekatan modern seperti Agile, kebutuhan sistem tidak bersifat statis.

Requirement berkembang seiring waktu, mengikuti feedback user dan dinamika bisnis.

Pendekatan iteratif terbukti meningkatkan keberhasilan proyek digital secara signifikan dibanding model tradisional.

Peran Analis sebagai “Penerjemah Strategis”

Menggali kebutuhan dari user non-teknis bukan tentang bertanya lebih banyak, tetapi bertanya dengan cara yang tepat.

Analis sistem berperan sebagai penerjemah antara dunia bisnis dan teknologi, memastikan bahwa solusi yang dibangun benar-benar relevan dan berdampak.

Dampak terhadap Cara Organisasi Bekerja

Menariknya, sistem IT juga memengaruhi cara organisasi beroperasi. Ketika sistem sulit diubah, proses kerja cenderung menjadi lebih lambat dan kaku. Tim menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, dan ruang untuk eksperimen menjadi terbatas.

Sebaliknya, organisasi dengan sistem yang lebih modern biasanya memiliki pola kerja yang lebih adaptif. Mereka lebih cepat merespons perubahan dan lebih terbuka terhadap inovasi.

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya alat pendukung, tetapi juga faktor yang membentuk budaya kerja.

 Fondasi yang Menentukan Kecepatan Inovasi

Pada akhirnya, inovasi tidak hanya ditentukan oleh ide, tetapi juga oleh kemampuan untuk mengeksekusinya dengan cepat dan konsisten. Sistem IT yang tidak lagi relevan dapat menjadi penghambat utama dalam proses tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk mulai melihat kembali peran sistem yang digunakan saat ini. Modernisasi tidak harus dilakukan secara drastis, tetapi perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

Dengan fondasi teknologi yang tepat, IT tidak lagi menjadi beban operasional, melainkan menjadi enabler yang mendorong pertumbuhan dan inovasi bisnis.

Inixindo Jogja
Mon, July 13, 2026
Strategi, Proses Bisnis, dan Teknologi Informasi adalah komponen yang harus diintegrasikan dalam sebuah organisasi. Tujuan dari Integrasi tersebut, agar ketersediaan data dan informasi lebih cepat, valid, dan berguna.Langkah awal untuk mewujudkan integrasi, bisa dimulai dengan membuat arsitektur organisasi/enterprise. Arsitektur Enterprise merupakan sebuah visualisasi bentuk, proses dan fungsi dari integrasi strategi, proses bisnis, dan teknologi informasi.Dengan begitu, akan sangat banyak sekali manfaat yang dapat Anda dapatkan dengan memiliki arsitektur enterprise ini. Apa yang Anda pelajari? Fondasi Enterprise Architecture Konsep dasar Arsitektur. Konsep dasar Enterprise Architecture dengan framework TOGAF. Metode Pembuatan Arsitektur enterprise dengan ADM. Enterprise Continuum (Organisasi Berkelanjutan). Komponen Framework TOGAF…
Inixindo Jogja
Mon, July 20, 2026
Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Digital Marketing ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengevaluasi strategi pemasaran digital secara efektif. Program ini ditujukan bagi profesional yang bertanggung jawab dalam aktivitas pemasaran perusahaan, termasuk strategi periklanan, manajemen media sosial, dan keterampilan penjualan modern. Setelah mengikuti pelatihan dan lulus ujian sertifikasi, peserta akan memperoleh pengakuan resmi sebagai Digital Marketing yang berkompeten yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kompetensi yang Dicapai Peserta akan menguasai kompetensi berikut: Mengidentifikasi elemen pemasaran perusahaan Melakukan pendekatan kepada calon pelanggan potensial Membuat perencanaan periklanan Merancang strategi kreatif dan pembuatan iklan Merancang strategi dan pembelian…
Inixindo Jogja
Mon, July 20, 2026
Kode aplikasi merupakan garda terdepan pertahanan sistem, dan sangat mungkin seluruh jaringan dalam organisasi. Kadang hal ini tidak disadari oleh programmer, bahwa aplikasi yang dibuat harus tetap aman. Tidak hanya sekedar teknik, namun mindset atau pola pikir seorang programmer dalam pembuatan aplikasi juga sangat penting, sebab keamanan sebuah aplikasi merupakan salah satu tanggung jawab seorang programmer. “Application Security is Every Developer’s Responsibility” Apa yang Anda Pelajari? Taxonomic model of insecurity Dependency Management HTTPS and Browser Security Developing Secure PHP Software Searchable Encryption Token-Based Authentication Developing Secure API Security Event Logging × 1 Step 1 Permintaan Penawaran Nama Lengkapnama lengkap Emailemail…
Inixindo Jogja
Mon, July 20, 2026
Kode aplikasi merupakan garda terdepan pertahanan sistem, dan sangat mungkin seluruh jaringan dalam organisasi. Kadang hal ini tidak disadari oleh programmer, bahwa aplikasi yang dibuat harus tetap aman. Tidak hanya sekedar teknik, namun mindset atau pola pikir seorang programmer dalam pembuatan aplikasi juga sangat penting, sebab keamanan sebuah aplikasi merupakan salah satu tanggung jawab seorang programmer. “Application Security is Every Developer’s Responsibility” Apa yang Anda pelajari? Taxonomic model of insecurity Dependency Management HTTPS and Browser Security Developing Secure PHP Software Searchable Encryption Token-Based Authentication Developing Secure API Security Event Logging × 1 Step 1 Permintaan Penawaran Nama Lengkapnama lengkap Emailemail…
Inixindo Jogja
Mon, July 20, 2026
Adanya Security Operation Center (SOC), sebagai bagian pengamanan dari sebuah aset informasi di suatu organisasi. SOC berfungsi melakukan proses pengawasan, perlindungan, dan penanggulangan insiden keamanan TIK (Jaringan dan Data Center), dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengetahui keadaan jaringan dan menerima peringatan atau notifikasi, apabila terjadi insiden keamanan informasi. Penyelenggaraan SOC, bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi ancaman keamanan informasi, dengan kolaborasi bersama Network Operation Center (NOC). Apa yang Anda pelajari? Cybercrime. Cyber Security. NOC vs SOC. SOC Essensial. SIEM (ELK). Vulnerability Management (VA). Security Incident Response. × 1 Step 1 Permintaan Penawaran Nama Lengkapnama lengkap Emailemail yang validemail Instansi/Perusahaan JabatanJabatan Nomor KontakNomor HP/Telepon Formatpilih salah satuOnline/Offline/Onsite TrainingOnline…
Inixindo Jogja
Mon, July 27, 2026
Certified Information Systems Auditor (CISA) adalah sertifikasi untuk auditor Sistem Informasi yang diakui di tingkat Internasional yang disponsori oleh ISACA. Pada training ini, peserta akan belajar mengenai audit, kontrol dan keamanan Sistem Informasi untuk menjadi auditor Sistem Informasi (IS auditor) yang profesional. Training ini juga bertujuan untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian sertifikasi CISA. Garis Besar Pelatihan The Process of Auditing Information Systems Management of the IS Audit Function ISACA IS Audit and Assurance Standards and Guidelines Risk Analysis and Internal Controls Performing an IS Audit Control Self-assessment The Evolving IS Audit Process Governance and Management of IT Corporate Governance…

Mengapa Sistem IT Lama Menghambat Inovasi Bisnis?

Ketika Ambisi Transformasi Tidak Didukung oleh Fondasi Teknologi

Transformasi digital telah menjadi agenda utama banyak organisasi. Perusahaan berlomba mengadopsi teknologi baru, memanfaatkan data secara lebih cerdas, serta meningkatkan pengalaman pelanggan. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit inisiatif tersebut berjalan lebih lambat dari yang direncanakan.

Sering kali, penyebabnya bukan terletak pada strategi atau kurangnya ide, melainkan pada fondasi teknologi yang digunakan. Banyak organisasi masih mengandalkan sistem IT lama yang pada masanya sangat andal, tetapi kini tidak lagi selaras dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Data industri menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan masih bergantung pada legacy system untuk menjalankan operasi inti. Pada saat yang sama, porsi besar anggaran IT terserap untuk maintenance. Kondisi ini secara tidak langsung membatasi ruang untuk inovasi dan pengembangan.

Key Takeaways

    • Sistem IT lama bukan hanya isu teknis, tetapi hambatan strategis yang memperlambat inovasi bisnis
    • Kompleksitas arsitektur dan technical debt membuat perubahan menjadi lebih mahal dan berisiko
    • Ketergantungan pada maintenance mengurangi kapasitas organisasi untuk menciptakan nilai baru
    • Keterbatasan integrasi menyebabkan data tidak termanfaatkan secara optimal
    • Modernisasi IT menjadi langkah penting untuk meningkatkan agility dan daya saing

Ketika Perubahan Menjadi Proses yang Kompleks

Dalam lingkungan bisnis yang dinamis, kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat menjadi kunci. Perubahan harus dapat dilakukan secara berkelanjutan, baik dalam pengembangan produk maupun peningkatan layanan.

Namun pada banyak sistem lama, perubahan justru menjadi proses yang kompleks. Struktur sistem yang saling terhubung membuat setiap penyesuaian, sekecil apa pun, berpotensi berdampak luas. Proses pengujian menjadi lebih panjang, implementasi membutuhkan kehati-hatian ekstra, dan risiko gangguan operasional meningkat.

Dalam situasi seperti ini, organisasi cenderung menjadi lebih konservatif. Keputusan untuk melakukan perubahan tidak lagi didasarkan pada kebutuhan bisnis semata, tetapi juga pada pertimbangan apakah sistem mampu menanganinya. Akibatnya, kecepatan inovasi pun menurun.

Fokus yang Bergeser: Dari Inovasi ke Pemeliharaan

Dampak lain yang sering muncul adalah pergeseran fokus dalam tim IT. Alih-alih mengembangkan solusi baru, sebagian besar waktu dan sumber daya justru digunakan untuk menjaga sistem tetap berjalan.

Aktivitas seperti perbaikan bug, penyesuaian kecil, hingga memastikan kompatibilitas dengan infrastruktur yang ada menjadi prioritas utama. Sementara itu, ruang untuk eksplorasi dan inovasi menjadi semakin terbatas.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan. Organisasi memiliki kebutuhan untuk berkembang, tetapi kapasitas untuk menciptakan hal baru tidak sebanding dengan tuntutan tersebut.

Technical Debt dan Kompleksitas yang Terakumulasi

Seiring waktu, sistem lama juga membawa akumulasi kompleksitas yang dikenal sebagai technical debt. Ini merupakan konsekuensi dari berbagai keputusan teknis di masa lalu yang kini tidak lagi optimal.

Technical debt membuat sistem menjadi semakin sulit dipahami dan dikelola. Perubahan membutuhkan usaha yang lebih besar, risiko kesalahan meningkat, dan ketergantungan pada individu tertentu menjadi lebih tinggi.

Tanpa pengelolaan yang baik, kondisi ini dapat menghambat produktivitas tim secara signifikan. Waktu yang seharusnya digunakan untuk inovasi justru terserap untuk memahami dan menyesuaikan sistem yang ada.

Hambatan dalam Integrasi dan Pemanfaatan Data

Di era digital, kemampuan untuk mengintegrasikan sistem dan memanfaatkan data secara optimal menjadi sangat penting. Banyak inovasi lahir dari keterhubungan antar platform dan kemampuan mengolah data secara real-time.

Namun sistem lama sering kali tidak dirancang untuk mendukung kebutuhan tersebut. Integrasi dengan teknologi modern menjadi lebih sulit, dan data cenderung tersebar dalam berbagai silo.

Akibatnya, organisasi tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan potensi data yang dimiliki. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat, dan peluang untuk menciptakan insight berbasis data tidak dimaksimalkan.

Risiko yang Semakin Meningkat

Selain menghambat inovasi, sistem lama juga membawa risiko yang semakin besar. Teknologi yang tidak diperbarui secara berkala lebih rentan terhadap ancaman keamanan dan sering kali tidak sepenuhnya memenuhi standar regulasi terbaru.

Risiko ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga pada reputasi dan kepercayaan pelanggan. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, hal tersebut menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan.

Dampak terhadap Cara Organisasi Bekerja

Menariknya, sistem IT juga memengaruhi cara organisasi beroperasi. Ketika sistem sulit diubah, proses kerja cenderung menjadi lebih lambat dan kaku. Tim menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, dan ruang untuk eksperimen menjadi terbatas.

Sebaliknya, organisasi dengan sistem yang lebih modern biasanya memiliki pola kerja yang lebih adaptif. Mereka lebih cepat merespons perubahan dan lebih terbuka terhadap inovasi.

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya alat pendukung, tetapi juga faktor yang membentuk budaya kerja.

 Fondasi yang Menentukan Kecepatan Inovasi

Pada akhirnya, inovasi tidak hanya ditentukan oleh ide, tetapi juga oleh kemampuan untuk mengeksekusinya dengan cepat dan konsisten. Sistem IT yang tidak lagi relevan dapat menjadi penghambat utama dalam proses tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk mulai melihat kembali peran sistem yang digunakan saat ini. Modernisasi tidak harus dilakukan secara drastis, tetapi perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

Dengan fondasi teknologi yang tepat, IT tidak lagi menjadi beban operasional, melainkan menjadi enabler yang mendorong pertumbuhan dan inovasi bisnis.

Inixindo Jogja
Mon, July 13, 2026
Strategi, Proses Bisnis, dan Teknologi Informasi adalah komponen yang harus diintegrasikan dalam sebuah organisasi. Tujuan dari Integrasi tersebut, agar ketersediaan data dan informasi lebih cepat, valid, dan berguna.Langkah awal untuk mewujudkan integrasi, bisa dimulai dengan membuat arsitektur organisasi/enterprise. Arsitektur Enterprise merupakan sebuah visualisasi bentuk, proses dan fungsi dari integrasi strategi, proses bisnis, dan teknologi informasi.Dengan begitu, akan sangat banyak sekali manfaat yang dapat Anda dapatkan dengan memiliki arsitektur enterprise ini. Apa yang Anda pelajari? Fondasi Enterprise Architecture Konsep dasar Arsitektur. Konsep dasar Enterprise Architecture dengan framework TOGAF. Metode Pembuatan Arsitektur enterprise dengan ADM. Enterprise Continuum (Organisasi Berkelanjutan). Komponen Framework TOGAF…
Inixindo Jogja
Mon, July 20, 2026
Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Digital Marketing ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengevaluasi strategi pemasaran digital secara efektif. Program ini ditujukan bagi profesional yang bertanggung jawab dalam aktivitas pemasaran perusahaan, termasuk strategi periklanan, manajemen media sosial, dan keterampilan penjualan modern. Setelah mengikuti pelatihan dan lulus ujian sertifikasi, peserta akan memperoleh pengakuan resmi sebagai Digital Marketing yang berkompeten yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kompetensi yang Dicapai Peserta akan menguasai kompetensi berikut: Mengidentifikasi elemen pemasaran perusahaan Melakukan pendekatan kepada calon pelanggan potensial Membuat perencanaan periklanan Merancang strategi kreatif dan pembuatan iklan Merancang strategi dan pembelian…
Inixindo Jogja
Mon, July 20, 2026
Kode aplikasi merupakan garda terdepan pertahanan sistem, dan sangat mungkin seluruh jaringan dalam organisasi. Kadang hal ini tidak disadari oleh programmer, bahwa aplikasi yang dibuat harus tetap aman. Tidak hanya sekedar teknik, namun mindset atau pola pikir seorang programmer dalam pembuatan aplikasi juga sangat penting, sebab keamanan sebuah aplikasi merupakan salah satu tanggung jawab seorang programmer. “Application Security is Every Developer’s Responsibility” Apa yang Anda Pelajari? Taxonomic model of insecurity Dependency Management HTTPS and Browser Security Developing Secure PHP Software Searchable Encryption Token-Based Authentication Developing Secure API Security Event Logging × 1 Step 1 Permintaan Penawaran Nama Lengkapnama lengkap Emailemail…
Inixindo Jogja
Mon, July 20, 2026
Kode aplikasi merupakan garda terdepan pertahanan sistem, dan sangat mungkin seluruh jaringan dalam organisasi. Kadang hal ini tidak disadari oleh programmer, bahwa aplikasi yang dibuat harus tetap aman. Tidak hanya sekedar teknik, namun mindset atau pola pikir seorang programmer dalam pembuatan aplikasi juga sangat penting, sebab keamanan sebuah aplikasi merupakan salah satu tanggung jawab seorang programmer. “Application Security is Every Developer’s Responsibility” Apa yang Anda pelajari? Taxonomic model of insecurity Dependency Management HTTPS and Browser Security Developing Secure PHP Software Searchable Encryption Token-Based Authentication Developing Secure API Security Event Logging × 1 Step 1 Permintaan Penawaran Nama Lengkapnama lengkap Emailemail…
Inixindo Jogja
Mon, July 20, 2026
Adanya Security Operation Center (SOC), sebagai bagian pengamanan dari sebuah aset informasi di suatu organisasi. SOC berfungsi melakukan proses pengawasan, perlindungan, dan penanggulangan insiden keamanan TIK (Jaringan dan Data Center), dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengetahui keadaan jaringan dan menerima peringatan atau notifikasi, apabila terjadi insiden keamanan informasi. Penyelenggaraan SOC, bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi ancaman keamanan informasi, dengan kolaborasi bersama Network Operation Center (NOC). Apa yang Anda pelajari? Cybercrime. Cyber Security. NOC vs SOC. SOC Essensial. SIEM (ELK). Vulnerability Management (VA). Security Incident Response. × 1 Step 1 Permintaan Penawaran Nama Lengkapnama lengkap Emailemail yang validemail Instansi/Perusahaan JabatanJabatan Nomor KontakNomor HP/Telepon Formatpilih salah satuOnline/Offline/Onsite TrainingOnline…
Inixindo Jogja
Mon, July 27, 2026
Certified Information Systems Auditor (CISA) adalah sertifikasi untuk auditor Sistem Informasi yang diakui di tingkat Internasional yang disponsori oleh ISACA. Pada training ini, peserta akan belajar mengenai audit, kontrol dan keamanan Sistem Informasi untuk menjadi auditor Sistem Informasi (IS auditor) yang profesional. Training ini juga bertujuan untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian sertifikasi CISA. Garis Besar Pelatihan The Process of Auditing Information Systems Management of the IS Audit Function ISACA IS Audit and Assurance Standards and Guidelines Risk Analysis and Internal Controls Performing an IS Audit Control Self-assessment The Evolving IS Audit Process Governance and Management of IT Corporate Governance…

5 Sertifikasi IT Security yang Bawa Karirmu Sampai Luar Negeri

Sertifikasi IT security saat ini jadi suatu hal yang harus dimiliki, khususnya bagi kamu yang berkecimpung di bidang cybersecurity.

Sebenarnya jenis sertifikasi IT security sangat bermacam-macam. Hampir sebagian besar dari sertifikasi IT security tersebut, memiliki fokus pada jaringan dan perlindungan, tentunya pada tingkat yang berbeda-beda.

Hal yang perlu kamu ingat, tiap sertifikasi IT security tersebut memiliki tujuan tertentu. Pastinya, sertifikasi IT security harus disesuaikan dengan peruntukannya.

Jadi, ada baiknya sebelum kamu memilih sertifikasi IT security, penting untuk memastikan jika sertifikasi IT security yang kamu ikuti sudah terakreditasi dan selaras dengan tujuan karir yang ditargetkan.

Supaya tidak penasaran apa saja macam-macam sertifikasi IT security, di bawah ini telah kami rangkum lima sertifikasi IT security yang bisa kamu ikuti, simak penjelasan lengkapnya.

Rekomendasi Sertifikasi IT Security

1. CEH: Certified Ethical Hacker

Sertifikasi IT security yang pertama adalah CEH (Certified Ethical Hacker). Sertifikasi IT security CEH adalah salah satu tingkatan sertifikasi yang ditawarkan oleh EC-Council.

EC-Council sendiri adalah sebuah lembaga sertifikasi di bidang cyber security. CEH bisa dibilang merupakan jenis sertifikasi IT security yang sangat populer. Sebab, rangkaian pembelajaran yang diajarkan dalam CEH sangat unik.

Dalam CEH, kamu diajarkan bagaimana cara untuk menjadi seorang hacker. Tapi yang membedakan, kamu akan diajari menjadi seorang hacker yang memiliki etika dan tidak bertujuan merugikan orang lain.

Sertifikasi IT security CEH sangat direkomendasikan, terutama jika kamu sudah memiliki pengalaman di bidang IT security dan bekerja sebagai security auditor, security administrator, juga berbagai bidang lainnya.

2. Comptia Security+

Sertifikasi IT security selanjutnya adalah Comptia Security+. Sertifikasi IT security ini menguji keahlian dan pengetahuan di dalam bidang keamanan komputer.

Pemilik sertifikasi IT security ini akan memiliki pemahaman lebih mengenai prinsip-prinsip serta konsep dasar keamanan komputer, baik secara lokal atau dalam ruang lingkup jaringan.

Bisa dikatakan, jika kamu memiliki sertifikasi ini, maka kamu sudah mempersiapkan diri menjadi seorang profesional di bidang IT security.

 3. CHFI: Computer Hacking Forensic Investigator

Selanjutnya, sertifikasi IT security ini dIselenggarakan oleh EC-Council, yang menawarkan program pelatihan dan sekaligus ujian sertifikasi internasional Certified Hacking Forensics Investigator (CHFI).

Sertifikasi IT security ini mempelajari teknik identifikasi terjadinya sebuah kejahatan yang melibatkan sistem komputer.

Sebenarnya, teknik investigasi komputer tersebut juga bisa digunakan oleh instansi kepolisian, pemerintah, dan entitas perusahaan global untuk mengumpulkan bukti-bukti serta melakukan analisis terhadap bukti-bukti kejahatan.

Tujuan pengumpulan bukti-bukti tersebut, untuk ditunjukkan dalam pengadilan sebagai dasar penangkapan dan pidana para pelaku kejahatan komputer.

4. CND: Certified Network Defender

Selanjutnya, lembaga sertifikasi EC-Council juga meluncurkan sertifikasi IT security Bernama CND (Certified Network Defender).

Peluncuran sertifikasi IT security ini didasari oleh fokus perusahaan-perusahaan pada cyber defense yang jauh lebih dalam dari sebelumnya.

Perusahaan lebih sadar, jika pembobolan cyber dapat menyebabkan dampak finansial yang sangat besar dan akan menyebabkan rusaknya reputasi sebuah perusahaan.

Bahkan, meskipun upaya perlindungan sudah dilakukan, masih banyak perusahaan masih menjadi korban dari pembobolan cyber.

Itulah mengapa, sebuah perusahaan harus memiliki network engineer yang terlatih dan fokus melindungi, mendeteksi, dan merespon ancaman pada jaringan mereka sebagai metode pertahanan.

Dengan mengikuti sertifikasi IT security CND, kamu akan mendapatkan pemahaman yang rinci dan memiliki kemampuan yang dapat digunakan pada kehidupan nyata yang melibatkan jaringan pertahanan.

Kamu juga bisa memperoleh kedalaman teknis yang diperlukan untuk secara aktif merancang jaringan yang aman dalam organisasimu.

5. CISA: Certified Information Systems Auditor

Salah satu sertifikasi IT security yang juga bisa kamu ikuti adalah CISA. Sertifikasi IT security ini diselengarakan oleh ISACA (Information Systems Audit and Control Association).

Sertifikasi IT security CISA sudah berlangsung sejak tahun 1978. Pengaturan dalam ujian CISA yang pertama dilaksanakan pada tahun 1981, dan jumlah pendaftar selalun bertambah pada tiap tahunnya menyentuh angka hampir di atas 60.000 auditor.

Calon-calon peserta yang akan mengikuti sertifikasi IT security CISA wajib melewati ujian tertulis, kemudian harus setuju pada aturan ISACA Professional Ethics, menyerahkan bukti dari sedikitnya lima tahun pengalaman profesional bidang auditing, pengedalian , atau keamanan IT dan lainnya.

Setelah lulus sertifikasi IT security CISA, kamu akan dituntut memiliki kesiapan khusus dan juga pengalaman yang memadai di bidang audit sistem informasi.

Selain itu, sertifikasi IT security CISA diakui secara internasional. Pemiliki sertifikasi IT security ini dianggap sebagai professional dengan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kredibilitas, sehingga mampu memberikan value lebih bagi perusahaan.

Perlukah Memiliki Sertifikasi IT Security?

Mungkin kamu masih bertanya-tanya, apakah perlu mengambil sertifikasi IT security? Apakah bisa berdampak positif bagi kamu secara pribadi, baik dari sisi peningkatan karir, penghasilan, penghargaan dan lain-lain?

Tahukah kamu, mengambil sertifikasi sangat berguna. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa didapatkan apabila kamu mengambil program sertifikasi IT security, antara lain:

a. Syarat Administratif

Saat ini, sudah banyak institusi yang menerapkan syarat kualifikasi personil tertentu. Salah satunya dengan adanya pengakuan dari kompetensi yang didapatkan.

Setelah melalui ujian sertifikasi IT security yang dilalui dan sudah lulus, maka kamu akan diakui telah memiliki kompetensi minimal yang disyaratkan lewat ujian.

b. Peluang Kerja Terbuka Lebar

Jika kamu memiliki sertifikasi IT security, maka besar kemungkinan kamu mendapatkan peluang kerja lebih besar, dengan bermodal kompetensi yang dimiliki.

Sebagai contoh, dalam merekrut seorang konsultan IT security, tentu perusahaan akan melakukan proses screening, dan salah satu yang diminta adalah daftar kompetensi konsultan tersebut.

Dengan memiliki sertifikasi security yang reputasinya bagus, tentu nilai jual konsultan tersebut menjadi lebih tinggi dibandingkan konsultan yang hanya mengandalkan nama saja.

Maka tidak heran, jika beberapa perusahaan internasional mulai memasang kualifikasi tertentu di iklan lowongan kerjanya.

c. Mendapat Kompensasi yang Lebih Baik

Kemudian, setelah kamu mengikuti sertifikasi IT security, tentu besar peluang organisasi atau perusahaan akan menghargai kompetensi di bidang IT security tersebut.

d. Peluang Berkarir di Luar Negeri

Selanjutnya, jika kamu memiliki sertifikasi IT security berkelas internasional, peluangmu untuk berkarir di luar negeri tentu akan sangat terbuka lebar.

Sebab, mayoritas perusahaan atau organisasi luar negeri akan lebih yakin dengan kompetensi internasional milikmu, dibandingkan rekan-rekanmu yang hanya mengandalkan nama saja.

Itulah mengapa, jangan sampai kamu menyesal karena tidak mengikuti sertifikasi IT security seperti yang dijelaskan tadi. Sebab, dunia IT security di depan semakin terbuka lebar, dan besar peluang insan IT security Indonesia mampu bersaing dan berkarir hingga mancanegara.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Community Day : Meningkatkan Integritas, Kapabilitas dan Kredibilitas IT Support

Community Day : Meningkatkan Integritas, Kapabilitas dan Kredibilitas IT Support

Apakah Anda seorang IT Support? Atau pernah menjadi seorang IT Support? Ataukah Anda memiliki karyawan IT Support yang tidak cakap?

Jika iya, maka biasanya ada dilema yang mungkin pernah dialami, seperti :

  1. Tugas kerja yang tidak definitif/tidak terpola. Muncul istilah PALUGADA, Copang, Master IT, Dewa IT, “Kamu kan IT!”, dan sebagainya.
  2. Load kerja yang tinggi.
  3. Permasalahan yang terus muncul yang mungkin membuat Anda stress dan capek (biasanya karena masalahnya itu-itu saja).
  4. Dipandang sebelah mata oleh pengelola keuangan, karena seringnya/besarnya biaya yang dikeluarkan untuk keperluan IT.
  5. Sering menjadi kambing hitam atas sebuah masalah yang sebenarnya permasalahannya dimulai oleh User/Client atau faktor eksternal.
  6. dan lain sebagainya.

Namun begitu, tidak semua IT Support mengalami hal di atas terus menerus. Ada masa di mana mereka menemukan titik suksesnya dengan meningkatnya integritas, kapabilitas dan kredibilitas nya di mata perusahaan.

Bagaimana caranya? ikuti Community Day Inixindo Jogja kali ini

This form does not exist

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

Kamis, 8 November 2018
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

7 Jurus (Tips & Trik) Belajar Coding Secara Otodidak

Di artikel sebelumnya, telah dibahas tentang kondisi yang dapat mempersulit ataupun mempermudah untuk belajar coding. Seperti yang kita janjikan di artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana kita memanfaatkan kondisi yang mempermudah dan mengatasi kondisi yang mempersulit saat ini untuk belajar pemrograman.

Di dunia musik, tak jarang kita selalu menjumpai gitaris-gitaris hebat yang dulunya belajar memainkan gitar secara otodidak. Hal ini tidak jauh berbeda dengan dunia per-coding-an atau pemrograman. Sebut saja Bill Gates, Elon Musk, dan Larry Page para pendiri perusahaan raksasa di bidang teknologi informasi ini belajar pemrograman secara otodidak di usia dini walaupun pada akhirnya mereka mengambil kuliah di jurusan ilmu komputer.

Memang banyak yang bilang seiring bertambahnya umur, neuron yang ada di otak tidak selentur saat umur kita masih muda. Jangan patah semangat dulu jika Anda bukan lulusan ilmu komputer atau teknik informatika dan baru tertarik belajar coding saat sudah beranak-pinak. Selama logika Anda masih jalan, tidak ada istilah ‘tidak mungkin’ untuk belajar pemrograman walaupun membutuhkan ketekunan ekstra. Lalu apakah ada tips, trik, jurus, atau aji-ajian khusus bagi orang awam untuk belajar coding? Tentu saja ada dan tidak perlu mengguyur komputer Anda dengan air kembang tujuh rupa agar Anda bisa mengetik kode pemrograman selancar mengetik di group chat Whatsapp atau komentar di media sosial. Berikut tips, trik, atau aji-ajian yang kami siapkan khusus untuk Anda yang masih ragu untuk belajar coding :

 

Belajar Bahasa Inggris

Trik ini adalah yang paling tidak berhubungan dengan dunia per-coding-an atau pemrograman tapi justru yang paling penting. Kenapa? Karena dokumentasi tools & framework serta tutorial bahasa pemrograman jauh lebih banyak yang ditulis menggunakan Bahasa Inggris. Akan beda ceritanya jika Anda mempunyai penerjemah pribadi dan menerjemahkan setiap kata demi kata di layar monitor Anda. Coba saja bandingkan kata kunci “tutorial pemrograman” dan “programming tutorial” di mesin pencari Google. Selain itu forum-forum developer juga banyak menggunakan Bahasa Inggris seperti Stack Overflow contohnya. Dan kita tidak mungkin berkomunikasi dengan developer dari seluruh dunia dengan menggunakan Bahasa Swahili bukan?

Tidak hanya itu saja, Bahasa Inggris juga penting jika kita sudah ahli dalam per-coding-an dan berniat menjadi seorang freelancer dan mencari pekerjaan dari situs crowdsourcing. Ditambah lagi jika kita menganggap nilai tukar Dollar ke Rupiah lebih menguntungkan bagi seorang developer. Mulailah belajar Bahasa Inggris sejak dini karena belajar Bahasa Inggris bukan hal yang sulit untuk dilakukan dan juga bisa dilakukan secara otodidak.

 

Menguasai Konsep Dasar Terlebih Dahulu

Segala yang instan tidak selalu baik apalagi dalam hal pembelajaran. Godaan dalam belajar coding yang paling besar adalah framework. Dengan framework kita bisa membuat sebuah app dalam hitungan hari dari yang sebelumnya belum pernah membuat app sama sekali. Masalahnya adalah jika kita dihadapkan dengan masalah-masalah spesifik yang harus diselesaikan dengan fungsi-fungsi dasar bahasa pemrograman. Tentunya kita akan kebingungan karena kita baru berputar-putar di permukaaan.

Belajar konsep dasar pemrograman terlebih dahulu seperti ‘if’ dan ‘loops’ juga akan meningkatkan kemampuan kita dalam membaca kode yang ditulis orang lain. Hal ini berguna dalam mengerjakan project kolaborasi dengan developer lain. Dan yang paling penting dalam menguasai konsep dasar pemrograman adalah kita bisa menuangkan kreativitas kita dalam wujud baris kode. Anda akan merasakan sendiri saat Anda sudah terbiasa untuk menulis kode pemrograman.

 

Buat Rencana dan Jadwal Latihan Tersendiri

Musuh paling besar dalam latihan coding yang datang dari diri sendiri adalah rasa malas. Rasa malas inilah yang menghentikan semangat menggebu-gebu yang lahir di awal proses belajar coding. Kondisi yang sering dialami para coder (sebutan orang yang melakukan aktivitas coding, Red.) adalah ketika mereka sudah bisa membuat suatu aplikasi sederhana dari tutorial dan kemudian berhenti di situ saja. Mereka tidak mencari tutorial membuat jenis aplikasi yang lain.

Untuk menghindari hal tersebut, kita bisa membuat jadwal khusus untuk latihan pemrograman. Jika diibaratkan seorang Samurai, seorang coder haruslah menempuh “jalan pedang”. Mungkin istilah “jalan pedang” ini bisa diganti dengan “jalan keyboard” karena senjata yang digunakan adalah keyboard bukan pedang.

Bagi para coder yang menganggap coding cuma sebagai hobi, latihan tidak harus setiap hari. Sabtu & Minggu yang sering digunakan untuk aktivitas hobi bisa menjadi hari di mana latihan coding dijadwalkan. Bagi yang serius mendalami dunia per-coding-an untuk dijadikan profesi, mungkin Anda harus menyisihkan waktu 2-4 jam setiap hari untuk latihan. Ingat! Coding bisa dikategorikan sebagai keterampilan yang jika tidak rutin diasah keterampilan tersebut akan tumpul dengan sendirinya.

 

Buat Fungsi/Program Yang Belum Pernah Anda Buat

Apakah app developer bisa dikategorikan sebagai profesi kreatif? Tentu saja bisa! Secara umum, aplikasi atau program dibuat untuk memecahkan masalah dan tentunya kreativitas diperlukan untuk mencari solusi yang akan dituangkan dalam baris kode pemrograman. Apalagi jika Anda berniat untuk menjadi front-end developer, tentunya Anda akan sering berurusan dengan desain dan tata letak.

Selain itu, kreativitas juga diperlukan saat kita masih dalam tahap belajar. Kreativitas akan membuat kita tertantang untuk menciptakan program dan fungsi baru. Sebenarnya poin ini berhubungan dengan poin sebelumnya, jika kita merasa tertantang untuk membuat fungsi yang belum pernah kita buat tentu, kita akan merasa penasaran dan tentunya kita akan meluangkan waktu untuk latihan coding. Dengan menentukan objective pembelajaran kita dan perencanaan yang baik, kita bisa menjadikan latihan coding layaknya sebuah game yang selalu membuat kita ingin terus naik level.

 

Bersosialisasi Dengan Teman Seperjuangan

I feel you, bro!” Kalimat yang sering dijadikan meme ini menunjukan simpati dan empati ini sangat membantu kita untuk menumbuhkan rasa semangat dalam belajar coding. Inilah manfaat utama mengapa kita juga harus bersosialisasi dengan sesama coder ataupun developer yang sudah berpengalaman. Kebanyakan dari mereka yang sudah malang melintang di dunia per-coding-an juga tak segan berbagi ilmu dengan para “juniornya.” Mereka sudah pernah berada dalam posisi baru belajar.

Ada bermacam-macam cara untuk bersosialisasi dengan para coder. Selain aktif bertanya-tanya di forum online nasional maupun internasional, kita ikut acara-acara komunitas IT yang biasanya tidak dipungut biaya. Tidak tertutup kemungkinan pula jika kita akan mendapatkan kesempatan bekerja di acara-acara tersebut.

 

Ikut Pelatihan, Kursus, Training, Atau Workshop

Cara yang terakhir adalah cara shortcut jika Anda tidak punya banyak waktu untuk melakukan tips & trik sebelumnya. Anda bisa ikut kursus programming di lembaga pelatihan IT. Memang kita harus mengeluarkan uang yang cukup lumayan. Akan tetapi jika kita menghargai waktu yang kita miliki secara tinggi maka uang yang kita keluarkan untuk pelatihan tentu akan sebanding dengan apa yang kita dapatkan.

Coding bootcamp juga dapat jadi pilihan. Beberapa coding bootcamp bahkan ada yang menggratiskan pelatihan yang bersifat intensif tapi Anda harus diseleksi secara ketat mirip dengan melamar pekerjaan. Ada juga coding bootcamp dengan biaya puluhan juta rupiah yang menjanjikan pesertanya akan ditempatkan ke perusahaan bergengsi maupun start up. Tinggal pandai-pandainya Anda memilih mana yang lebih cocok dengan tujuan Anda belajar coding.

(Jika Anda tertarik dengan coding bootcamp dari Inixindo Jogja silakan menuju laman Full-Stack Web Programming Bootcamp.)

***

 

Nah, bagaimana? Masih ragu untuk belajar coding? Jika masih bingung mulai dari mana mungkin syllabus training IT di Inixindo Jogja dapat dijadikan panduan dari mana Anda harus memulai menempuh “jalan keyboard” seorang coder.