Benarkah Belajar Coding Saat Ini Lebih Mudah Dibanding Dulu?

Apr 24, 2018

Minat orang-orang untuk belajar pemrograman atau yang sekarang lebih ngetren disebut dengan belajar coding meningkat pesat belakangan ini. Selain karena kebutuhan industri dan sumber daya manusia untuk bidang tersebut memang meningkat, banyak di antara anak-anak muda yang menjadikan pemrograman sebagai hobi. Bisa menciptakan suatu program untuk memecahkan masalah yang dialami sendiri atau orang lain tentu menjadi tantangan sendiri bagi mereka.

Banyak orang yang bilang anak-anak sekarang hidupnya lebih enak apalagi kalau mau belajar sesuatu hal yang baru terutama belajar yang agak-agak berbau teknologi informasi atau IT. Sudah ada Google dan Wikipedia yang bisa menjelaskan semua hal yang ingin diketahui. Tinggal ketik kata kuncinya, ribuan halaman web tersedia dari institusi resmi maupun blog personal.

Lalu benarkah belajar coding sekarang lebih gampang bila dibandingkan dengan dulu? Belum tentu! Banyak juga hal-hal yang ada sekarang justru membuat kita semakin susah untuk belajar pemrograman. OK, mari kita bandingkan kondisi yang mempermudah dan yang mempersulit belajar coding saat ini.

 

Kondisi Yang Mempermudah Belajar Coding

 

Hadirnya Internet

Sebenarnya alasan ini sudah dibahas di awal artikel. Yup! Dengan kehadiran internet, kita dengan mudah bertanya apa saja ke mesin pencari seperti Google. Bahkan jika kita aktif di forum seperti Stack Overflow seringkali kita disuguhkan dengan kode yang sudah jadi. Cukup tekan “ctrl+C” dan “ctrl+V” saja untuk menyalin kode tersebut ke text editor yang kita gunakan seperti Sublime, Atom, atau Visual Studio.

Adanya internet juga mempermudah kita untuk mendapatkan tools dan dependencies yang dibutuhkan. Cuma butuh kesabaran dalam mengunduh file-file yang dibutuhkan dengan koneksi di negara kita yang alakadarnya ini.

 

Lahirnya Bermacam-macam Framework

Adalah sebuah kodrat jika manusia suka dengan hal yang cepat dan instan, seperti mie kardus yang laris dimana-mana. Begitu juga dengan bahasa pemrograman. Jangan mengaku gaul di dunia coding kalau belum pernah mencoba framework yang dibuat di atas bahasa pemrograman tertentu seperti Laravel, Vue.js, Spring, .NET, dan lain sebagainya.

Framework memang dibuat untuk memudahkan para developer untuk menuliskan kode pemrogramannya. Dengan framework, beberapa baris kode bisa disingkat menjadi satu baris kode saja. Selain memudahkan para developer, framework ini juga dianggap sebagai dewa penyelamat bagi orang yang sedang belajar coding tapi juga ingin langsung praktek membuat suatu project sendiri.

 

Coding Bootcamp yang Kian Menjamur

Bagi yang belum mengetahui istilah yang digunakan pada sub judul di atas, coding bootcamp adalah program pelatihan intensif belajar pemrograman. Biasanya yang sering kali diajarkan dalam coding bootcamp ini adalah pemrograman web dan mobile. Mungkin karena memang dua hal tersebut lebih sederhana daripada membuat aplikasi desktop.

Ada bermacam-macam metode coding bootcamp. Ada metode online yang tidak mewajibkan peserta datang ke tempat pelatihan dan ada metode offline yang mewajibkan pesertanya hadir ke ruang kelas. Seringnya penyedia layananan coding bootcamp ini tidak mematok syarat yang tinggi untuk menjadi pesertanya. Minimal paham caranya menggunakan komputer dan internet, walaupun ada beberapa bootcamp yang menyeleksi ketat pesertanya karena keterbatasan tempat.

Adanya coding bootcamp ini membuat orang-orang tidak harus kuliah di jurusan IT untuk bisa membuat aplikasi web atau mobile. Dan mengingat bahwa banyak tech start up yang tidak mensyaratkan ijazah dari Teknik Informatika dalam menerima karyawan baru, semakin menambah semangat kita yang ingin atau sedang belajar coding.

(Jika Anda tertarik dengan coding bootcamp dari Inixindo Jogja silakan menuju laman full-stack web programming bootcamp.)

 

Orang Yang Mengerti IT Jauh Lebih Banyak

Setidaknya di zaman sekarang, pemahaman IT masyarakat Indonesia sudah cukup lumayan. Hampir setiap orang yang kita jumpai paling tidak memiliki komputer kecil berwujud smartphone di sakunya. Hampir setiap universitas pun punya jurusan IT. Kenapa hal ini membantu? Ya paling tidak semakin besar jumlah orang yang paham IT semakin besar pula kemungkinan orang yang kita kenal bisa kita jadikan Google berjalan yang siap ditanya-tanya saat mengobrol di warung kopi atau di warteg.

Selain untuk ditanya-tanya, kehadiran teman yang memiliki minat dan keahlian di bidang yang sama tentu saja akan memberikan dukungan psikologis. Itulah kenapa komunitas sering berkumpul untuk sekedar sharing.

 

Kondisi Yang Mempersulit Belajar Coding

 

Teknologi Yang Berkembang Terlalu Cepat

Semakin canggih teknologi tentu saja juga mendatangkan masalah baru yaitu perubahan yang sangat cepat. Masalah ini sering dialami oleh mahasiswa IT yang baru saja lulus dari perguruan tinggi. Materi-materi kuliah yang diajarkan pada awal semester terkadang sama sekali berbeda dengan kondisi saat mereka lulus. Satu per satu framework lahir menggantikan framework populer yang dipakai sebelumnya.

Repotnya lagi, industri saat ini menuntut para calon karyawannya untuk menguasai framework baru. Tidak sedikit dari mahasiswa yang belum sempat istirahat sambil kipas-kipas setelah wisuda harus belajar lagi agar bisa diterima di perusahaan tempat incarannya untuk bekerja. Kondisi inilah yang kadang-kadang membuat bingung orang yang akan belajar coding. Mereka takut pembelajarannya akan sia-sia setelah setahun atau dua tahun lagi.

 

Distraksi

Sebenarnya ini adalah hambatan yang muncul dari faktor internal diri kita sendiri. Pernakah Anda mencari-cari tutorial di internet dan tanpa Anda sadari Anda tiba-tiba menonton video musik yang sedang populer saat ini? Jika pernah, Anda tidak sendirian.

Jika dulu hanya ada komputer, buku teknis tentang pemrograman, dan cemilan saat kita belajar. Sekarang kita diberikan pilihan konten yang dapat mendistraksi fokus kita dalam belajar coding. Tentunya hal ini akan mengurangi efisiensi waktu yang dibutuhkan untuk mendalami dan mempraktikkan setiap baris kode yang kita dalami.

 

Project Dengan Skala Besar

Hadirnya platform kolaborasi dalam pemrograman seperti Git membuat suatu project berkembang dari skala kecil hingga ke skala besar dengan sangat cepat. Lalu? Jika Anda baru belajar coding dan belum punya pengalaman mengerjakan project dengan skala besar, bersiaplah untuk ternganga melihat ribuan baris kode yang dibuat oleh puluhan orang. Tentu saja dengan alur logika mereka masing-masing.

Satu hal yang lebih susah daripada coding itu sendiri adalah memahami kode yang dibuat oleh developer lain. Hal ini akan terasa mudah saat dulu procedural programming masih berjaya dan belum diserang oleh “negara api” (object-oriented programming, Red.).  Memang secara garis besar OOP (object-oriented programming) memang dibuat untuk memudahkan developer dalam mengembangkan aplikasi dengan skala besar, tapi beda ceritanya jika kita masuk saat project berjalan ditengah-tengah dan kita harus melakukan reverse engineering terhadap aplikasi yang dibuat oleh banyak orang.

 

Telah sampailah kita pada penghujung artikel yang tidak memberikan kesimpulan dan agak berbau click bait ini. Lalu bagaimana tips dan trik agar belajar coding atau pemrograman bisa berjalan efektif dan menyenangkan? Baca artikel dari kami tentang 7 jurus (tips & trik) belajar coding secara otodidak!

Chat via Whatsapp