Tahukah Anda kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang dan jarang atau tidak pernah dilakukan sebelumnya pada 10 tahun yang lalu? Yup! Mencari colokan listrik untuk mengisi daya baterai pada smartphone dan kebiasaan ini tentu saja kita lakukan minimal satu kali sehari. Tuntutan ‘kemajuan teknologi’ justru sedikit merepotkan kita. “Dasar anak zaman sekarang, sedikit-sedikit cari colokan,” begitu kata para orang tua kepada anak millenial-nya.

Sebenarnya ‘mencari colokan’ itu bukan kemauan anak zaman sekarang. Banyak di antara mereka yang menyebutkan kata kopi, senja, dan puisi di profil sosial media yang mereka miliki, tapi sepertinya jarang yang menyebutkan colokan, stop kontak, apalagi power socket. Ini merupakan tanda bahwa mencari colokan bukanlah hobi melainkan sebuah keterpaksaan.

Penyebab perbudakan manusia oleh colokan ini disebabkan karena perkembangan teknologi baterai sebagai penyimpan energi tidak secepat perkembangan chipset, layar, atau komponen lain yang mengkonsumsi energi. Samsung pernah nekat memasukan kapasitas baterai yang besar pada perangkat andalannya yaitu Galaxy Note 7. Langkah ini berujung pada ditariknya perangkat tersebut dari pasaran karena banyak kasus baterai meledak. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa kapasitas penyimpanan baterai akan menurun seiring dengan masa pakai.

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pengguna? Tentu saja kita hanya bisa merawat agar kapasitas baterai di perangkat kita tidak cepat menurun dan panjang umur.

 

Mitos Seputar Bagaimana Merawat Baterai

Tidak dipungkiri bahwa keinginan kita agar baterai awet melebihi keinginan kita untuk ganti perangkat 6 bulan sekali. Tapi tingginya keinginan ini terkadang tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang baterai itu sendiri. Akibatnya, banyak spekulasi tentang cara merawat baterai yang bahkan bisa disebut disebut suatu mitos.

 

Mencharge Baterai di Atas 100% Akan Menambah Kapasitas Baterai

Ini adalah mitos yang paling tidak masuk akal tapi tetap saja ada yang percaya. Entah datang dari mana anjuran charge delapan jam untuk perangkat baru sempat berkeliaran beberapa tahun lalu. Faktanya tetap mencharge baterai kita walau sudah penuh justru akan semakin mengurangi umur baterai kita.

 

Usahakan Menunggu Daya Baterai Benar-Benar Habis Sebelum Men-charge

Mitos ini dapat dimaklumi karena dapat ditelusuri asal-usulnya. Mitos ini berasal dari baterai berbahan metal seperti nickel cadmium atau nickel-metal hydride yang bisa ‘lupa’ dengan berapa kapasitas baterainya jika arus yang ada di dalamnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sekarang hampir semua perangkat menggunakan baterai lithium ion atau lithium polymer yang justru akan mempercepat penurunan kapasitas jika sering-sering ‘dikuras’.

 

Selalu Gunakan Adaptor Original dari Manufaktur Perangkat Agar Tidak Merusak Baterai

Mitos ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Hanya saja bahasa yang digunakan merupakan bahasa pemasaran yang tentu saja bertujuan mendatangkan keuntungan bagi produsen perangkat. Poin utama yang diperhatikan sebenarnya bukan merk dari charger tersebut melainkan besarnya tegangan dan arus keluarannya. Tidak sedikit merek-merek charger di pasaran yang memiliki kualitas yang bagus dan bahkan mungkin lebih bagus daripada charger bawaan perangkat. Lagipula smartphone sekarang sudah memiliki chipset yang dapat mengatur arus masuk ke baterai.

 

Terdapat Aplikasi yang Dapat Memperpanjang Umur Baterai

Faktanya awet tidaknya baterai tergantung dari pemakaian kita. Yang ada hanya aplikasi untuk memonitor baterai seperti suhu serta arus keluar atau arus masuk. Menutup aplikasi yang ada di ‘recent apps’ juga percuma karena aplikasi tersebut tersimpan di RAM yang tidak seberapa membutuhkan daya. Justru jika kita membuka aplikasi tersebut otomatis prosesor sebagai komponen yang paling haus daya akan bekerja memindahkan ribuan baris kode kembali dari internal storage ke RAM.

 

Faktor-faktor yang Dapat Memperpendek Umur Baterai

Sebelum kita beranjak ke bagian tips memperpanjang umur baterai, mari kita pahami dulu apa faktor yang dapat mengikis kapasitas sel yang ada dalam baterai itu sendiri. Karena sekali lagi, kita tidak dapat membuat baterai dapat dipakai selama-lamanya yang bisa kita lakukan hanya memperpanjang umurnya.

 

Panas

Faktor yang paling berpengaruh sebenarnya adalah panas. Sel lithium merupakan sel baterai yang paling sensitif terhadap panas bila dibandingkan dengan jenis sel baterai yang lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Battery University, baterai yang digunakan dengan suhu maksimal antara 25 derajat celcius dapat mempertahankan 80% dari kapasitasnya setelah pemakaian 1 tahun walaupun di-charge dengan siklus penuh (0-100%). Kapasitas ini akan lebih besar lagi jika kita dapat mempertahankan suhu di bawah 25 derajat tapi akan sangat sulit karena kita tinggal di negara tropis.

 

Ion yang Bergerak

Sama seperti komponen mekanik yang aus karena pemakaian, proses charge atau discharge (menggunakan daya yang tersimpan dalam baterai) membutuhkan perpindahan ion yang membuat sel di baterai ‘aus’. Inilah mengapa tadi disebutkan kita tidak bisa mencegah proses penuaan baterai tapi hanya bisa memperlambatnya saja. Kita akan membahas tentang ini di bagian selanjutnya.

 

Cara yang Bisa Kita Lakukan Untuk Memperpanjang Umur Baterai

Partial Charge

Partial charge adalah mencharge baterai sebentar saja dan tidak dalam satu siklus penuh (0-100%). Masih ingat tentang masalah sel yang bisa ‘aus’ di atas? Jika menerapkan partial charge kita hanya memakai sebagian sel dari baterai. Menggunakan penelitian yang sama dari Battery University, semakin sedikit tambahan persentase yang kita naikkan setiap kali charge semakin awet baterai kita. Tapi hal ini tidak mungkin kita lakukan karena jika kita hanya menambah daya 10% saja tak akan terbayang betapa sibuknya kita dengan urusan colok-mencolok ini.

Partial charge akan lebih efektif jika dilakukan di tengah siklus. Misal kita inigin mengisi daya sebesar 20%, mulai mencharge saat daya di baterai 40% dan cabut di 60%. Yang paling ideal untuk pengguna biasa adalah mencharge antara 30-70%. Dalam rentang tersebut kita hanya butuh mencharge sekali setiap hari. Apalagi jika kita menggunakan perangkat yang sudah mendukung Quickcharge di mana pada rentang tersebut kita bisa mencharge baterai kita secara lebih singkat.

 

Melepas Soft/Hard Case saat Mencharge

Seperti yang telah disebutkan di atas, panas merupakan musuh bagi sel lithium. Maka dari itu melepas case atau cover yang kita pasang akan membuat perangkat kita lebih mudah melepaskan panas. Bagi yang memakai kipas angin di rumah mungkin bisa mendekatkan perangkat ke kipas angin tersebut saat di-charge. Memasukkan perangkat ke dalam kulkas mungkin bisa menjadi opsi, tapi tampaknya solusi tersebut terlalu ekstrim untuk dilakukan.

 

Tidak Melakukan Aktivitas Berat Saat Mencharge

Selain dapat menimbulkan panas yang berlebihan pada perangkat, menonton video secara streaming atau bermain game saat melakukan proses charging dapat menimbulkan sesuatu yang disebut parasitic loads. Parasitic loads adalah kondisi di mana arus masuk masuk ke dalam baterai tapi juga terdapat arus keluar yang besar untuk memenuhi kebutuhan perangkat. Hal ini dapat mendistorsi siklus pengisian, sama halnya dengan mencolokkan dan mencabut charger dari stop kontak secara terus menerus dan cepat.

 

Tidak Mencharge Semalaman Penuh

Men-charge semalaman penuh menimbulkan potensi terjadinya overcharge. Kondisi di mana kita mencharge baterai yang sudah terisi penuh. Hal ini dapat menimbulkan tekanan pada sel baterai yang dapat mengurangi umur baterai tersebut. Beberapa perangkat memang sudah bisa mengatur arus masuk, tapi hanya beberapa perangkat flagship yang dapat mengecilkan arus hingga menjadi sekitar 20 mA sedangkan rata-rata perangkat tetap memasukkan arus antara 200 – 500 mA. Solusi agar kita dapat mencharge saat tidur adalah dengan memakai powerbank yang dilengkapi dengan fitur auto-power-cut yang dapat memutus arus saat baterai sudah terisi penuh.

***

Itulah tadi hal yang dapat kita lakukan untuk merawat baterai. Dengan langkanya perangkat yang memudahkan pengguna untuk mengganti sendiri baterainya, tentu saja merawat lebih baik daripada datang ke tempat servis smartphone.

WhatsApp Chat via Whatsapp