Banyak Dibutuhkan Perusahaan, Berapa Kisaran Gaji Data Scientist?

Banyak Dibutuhkan Perusahaan, Berapa Kisaran Gaji Data Scientist?

Banyak Dibutuhkan Perusahaan, Berapa Kisaran Gaji Data Scientist?

Di era yang serba digital seperti sekarang, karier Data Scientist diprediksi akan memiliki masa depan yang cerah.

Sebab, banyak perusahaan yang membutuhkan seorang Data Scientist, baik perusahaan multinasional maupun start up.

Tentunya semakin banyak perusahaan konvensional bertransformasi ke perusahaan yang berbasis IT, profesi Data Scientist juga semakin dibutuhkan.

Lalu, berapa gaji seorang Data Scientist?

Kisaran Gaji Seorang Data Scientist

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Indeed, Data Scientist memiliki peluang yang sangat besar untuk mendapatkan pekerjaan dan karier yang cemerlang.

Seorang Data Scientist juga bisa mendapatkan pendapatan yang sangat besar, yaitu sekitar 10 ribu dollar AS perbulan.

Bahkan, Data Scientist masuk kedalam daftar 100 pekerjaan berpengasilan tertinggi di Amerika Serikat

Riset PHI-Integration menunjukkan, gaji profesi Data Scientist untuk freshgraduate sudah mencapai sekitar Rp 12-15 juta, kemudian untuk profesional sendiri mendapat lebih dari Rp 20 juta.

Tentunya, sebanding dengan gajinya yang tinggi, Data Scientist juga punya tanggung jawab yang tinggi pula.

Tugas Data Scientist

Seorang Data Scientist tentunya harus siap dengan tugas-tugas yang berkaitan dengan kemajuan perusahaan.

Perusahaan sangat membutuhkan Data Scientist untuk menghasilkan analisa dan keputusan yang berpengaruh pada perusahaan.

Data Scientist bertugas mengolah data dalam jumlah besar atau dikenal dengan Big Data, sehingga menghasilkan informasi yang bergunabagi pengambilan keputusan.

Dalam proses pengolahan data, membutuhkan berbagai macam algoritma, tools, serta pemahaman akan proses kerja dari mesin.

Untuk meningkatkan skill, Data Scientist perlu menerapkan konsep akan ilmu data dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah dengan melihat tren yang sedang berkembang di masyarakat, sehingga mampu menghasilkan pengambilan keputusan yang tepat.

Berdasarkan data yang dimuat oleh Towards Data Science, seorang Data Scientist bertugas dalam menuliskan data yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya:

  1. Memberikan penilaian pada kinerja perusahaan
  2. Memecahkan berbagai permasalahan yang sedang terjadi
  3. Meningkatkan customer experience
  4. Memahami tren, kondisi pasar, dan kompetisi yang ada
  5. Dan lain-lain

Oleh karena itu, seorang Data Scientist sangat dibutuhkan oleh perusahaan manapun, dan hal ini membuat lapangan kerja yang begitu besar untuk profesi Data Scientist.

Semua orang dari latar belakang pendidikan apapun bisa menjadi seorang Data Scientist, namun perlu memiliki kemampuan dasarnya terlebih dahulu.

Kemampuan dasar untuk menjadi seorang Data Scientist bisa didapatkan dengan mengikuti pelatihan atau training.

Inixindo Jogja menyediakan pelatihan untuk menjadi seorang Data Scientist, mulai dari Python Programming for Data Science, Data Analytic with Machine Learning, hingga Data Visualization with Power BI.

Segera daftarkan diri melalui platform Eduparx untuk mendapatkan pelatihan Data Scientist.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

3 Perusahaan yang “Mencuri” Ide dan Jadi Sukses

3 Perusahaan yang “Mencuri” Ide dan Jadi Sukses

3 Perusahaan yang “Mencuri” Ide dan Jadi Sukses

Picasso had a saying — ‘good artists copy; great artists steal’ — and we have always been shameless about stealing great ideas.

Ketika kita belajar di bangku sekolah, kita terus-terusan diberitahu bahwa orang yang pertama kali melakukan akan sukses. Jadi kita selalu mempelajari bagaimana menjadi yang pertama, terus mencari keuntungan dari persaingan waktu dibandingkan kompetitor, dan terus menerus dikejar kebutuhan untuk memunculkan ide baru dan inovatif.
Kita mungkin membutuhkan beberapa jam untuk menemukan ide baru, kemudian membuatnya. Tapi kenyataannya yang pertama tidak selalu yang terbaik.
Terkadang kita perlu bersabar menunggu dan melihat apa yang terjadi di pasar kemudian mereplikasi ide ke tempat yang lebih sesuai, meningkatkan produk dan layanannya, atau dalam beberapa kasus kita cukup menyalinnya saja.
Bahkan Steve Jobs yang ironisnya sering menggugat beberapa perusahaan yang mencoba mencuri dan menyalin kekayaan intelektualnya, pernah berkata:
“Picasso had a saying — ‘good artists copy; great artists steal’ — and we have always been shameless about stealing great ideas.”
Mungkin dalam kasus steve jobs tidak apa-apa ketika dia mencuri ide seseorang tetapi akan marah ketika idenya dicuri. Tapi mari kita lihat perusahaan lain yang menikmati kesuksesan melalui proses “pencurian ide”:

Alando

Samwer Bersaudara (Alexander, Oliver dan Marc) merupakan peniru handal. Pada tahun 1998, Marc Samwer tinggal di San Fransisco melihat banyak teman-temannya menggunakan Ebay. Merasa punya peluang di negara asalnya Jerman, dia mengirim email ke eBay apakah dia bisa meluncurkan eBay di Jerman.

Seiring waktu tidak ada jawaban, Marc dan saudara-saudaranya memutuskan untuk membangun tiruan eBay. Pada Februari 1999 mereka meluncurkan Alando yang pada dasarnya adalah eBay dengan Bahasa jerman. Dalam tiga bulan kemudian, eBay membeli Alando seharga 43 juta dollar. Sebuah return on investment yang sangat cepat dan menunjukkan bahwa eBay harus membayar kesalahan mereka tidak membalas email yang Marc Samwer kirim.

Instagram

Pada tahun 2015 ada kekhawatiran Instagram bahwa mereka akan kehilangan pengguna karena hadirnya Snapchat. Pengguna media social saat itu pindah ke Snapchat karena Snapchat Stories yang sangat populer. Fitur itu mempermudah pengguna untuk menangkap momen yang lebih realistis dan dapat diedit dengan mudah menggunakan filter dan effect. Dan bagian terbaiknya adalah cerita itu akan hilang setelah periode waktu tertentu.

Mark Zuckerberg pemilik Facebook yang juga Instagram mengajukan penawaran senilai 3 milliar dollar untuk membeli Snapchat dan ditolak. Mungkin penolakan inilah yang menyebabkan tim Instagram merilis salinan dari Snapchat Stories dan bahkan menggunakan nama Stories.

Hanya dalam delapan ulan sejak perilisannya, Instagram Sotries melampaui jumlah pengguna aktif harian Snapchat. Instagram Stories mendapatkan tambahan 250 juta pengguna dalam tahun pertama, sementara harga saham Snapchat anjok. Sangat brutal dan tentu saja brilian.

Apple

Kita semua mengakui bahwa Steve Jobs adalah orang yang sangat jenius. Jika anda berpikir kejeniusannya hanya didapatkan dari pemikirannya, anda salah. Salah satu sifat jeniusnya adalah dia berani mengakui bahwa orang lain di industrinya memiliki produk yang lebih baik dan dia tertarik belajar dari mereka dan mencuri ide-ide mereka.

Kembali pada tahun 1979, Apple sedang naik daun dan bersiap untuk IPO. Pada saat itu Xerox menjalankan Palo Alto Research Company (PARC), tempat dimana para pemikir terbaik dapat berinovasi dan mengembangkan ide-ide baru yang akhirnya bisa digunakan untuk Xerox.

Dengan imbalan 1 juta saham pre-IPO Apple, Xerox mengundang Steve Jobs dan timnya untuk mengunjungi PARC, dan tentu saja anda bisa memprediksi apa yang terjadi. Jobs dan timnya melihat antarmuka GUI yang lebih maju dari yang pernah diproduksi Apple. Dan tentu saja tim Apple mereplikasinya kedalam produk baru mereka, Apple Macintosh.

Xerox memang menuntut Apple atas kejadian ini. Kasusnya menguap menjadi sejarah “pencurian” yang sukses. Apple menjual jutaan computer, sementara Xerox menghilang dari pasar computer.

Sejarah dipenuhi dengan peusahaan seperti Google dan acebook yang tidak menjadi pertama tetapi berinovasi dengan produk yang sudah ada dan menjadi pemimpin pasar.
Namun ada lebih dari sekadar meningkatkan produk tetapi mereka “mencuri” produk dan berhasil. Baik dengan meluncurkannya di wilayah baru (Alando), menggunakan market share yang sudah ada (Instagram) atau menjadi lebih cepat dalam mengeksploitasi produk (Apple).

Dapatkan Artikel Ekslusif tiap Jum’at Pukul 07:09 langsung ke email kamu.

Data Scientist Diprediksi Menjadi Profesi yang Paling Banyak Dicari Pada Tahun 2025

Data Scientist Diprediksi Menjadi Profesi yang Paling Banyak Dicari Pada Tahun 2025

Data Scientist Diprediksi Menjadi Profesi yang Paling Banyak Dicari Pada Tahun 2025

Profesi Data Scientist memang belum begitu populer di kalangan kerja, namun ternyata profesi ini memiliki peluang yang sangat besar dan banyak dicari.

Berdasarkan laporan dari World Economic Forum (WEF), ada beberapa pekerjaan yang paling dibutuhkan pada 2025 mendatang, salah satunya adalah Data Scientist.

Seiring perkembangan teknologi, WEF memprediksi ada sekitar 85 juta pekerjaan yang akan digantikan oleh mesin.

Pada tahun 2025, WEF memprediksikan manusia dan mesin akan bekerja secara berdampingan untuk menyelesaikan tugas.

Data Scientist menjadi salah satu pekerjaan yang paling dicari pada tahun 2025, berdasarkan Future of Jobs Survey 2020 oleh World Economic Forum.

Lalu, apa itu profesi Data Scientist?

Profesi Data Scientist

Data Scientist adalah profesi yang ada di bidang interdisipliner, dimana mereka fokus pada teknologi informasi.

Seorang Data Scientist bekerja dengan mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan atau organisasi.

Maka dari itu, seorang Data Scientist perlu menguasai berbagai disiplin ilmu, seperti matematika statistika, ilmu komputer, dan pengetahuan terhadap salah satu domain tertentu.

Dilansir dari springboard.com, menurut buku Doing Data Science, seorang Data Scientist adalah orang yang menghabiskan banyak waktu dalam proses mengumpulkan, membersihkan, dan merapikan data.

Selain itu, profesi ini perlu mengasai proses membuat algoritma, menemukan pola, merancang eksperimen, dan membagikan hasil data dengan tim dalam format yan mudah dicerna.

Jobdesc Data Scientist

Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, Data Scientist bertugas melakukan pre-processing data yang melibatkan transformasi data dan pembersihan data.

Mereka perlu memahami persyaratan perusahaan serta model bisnis yang dijalankan oleh perusahaan.

Untuk menjadi seorang Data Scientist yang kompeten, perlu memiliki pola pikir yang kritis dalam menghadapi masalah sehingga bisa mencari sebuah solusi yang terbaik.

Selain itu, perlu juga untuk mengkomunikasikan hasil olahan data, pembersihan, dan transformasi tahap awal.

Skill yang Harus Dimiliki

Seorang Data Scientist perlu memiliki berbagai skill guna menunjang kinerjanya, mereka membutuhkan keterampilan dan tools berupa software.

Data Scientist perlu memahami statistika dan matematika untuk mempermudah pekerjaan mereka.

Selain itu, Data Scientist juga perlu mahir dalam menjalankan algoritma machine learning dan berpengalaman dalam menangani teknik data mining.

Berbagai tools software yang biasa digunakan oleh Data Scientist adalah Python, SAS, dan R.

Menjadi Seorang Data Scientist

Kebanyakan orang yang berprofesi sebagai Data Scientist adalah para lulusan Matematika, Teknik Informatika, dan Statistika.

Namun tidak menutup kemungkinan untuk jurusan lain yang ingin terjun sebagai Data Scientist.

Pengetahuan yang dibutuhkan oleh Data Scientist bisa didapatkan melalui pelatihan atau training.

Inixindo Jogja menyediakan pelatihan untuk menjadi seorang Data Scientist, mulai dari Python Programming for Data Science, Data Analytic with Machine Learning, hingga Data Visualization with Power BI.

Ketiga pelatihan tersebut merupakan modal awal untuk menjadi seorang Data Scientist, maka dari itu, daftarkan segera untuk mendapatkan pelatihan terkait Data Scientist.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Pentingnya Cyber Security, 4 Bentuk Serangan Siber Ini Bisa Timbulkan Kerugian

Pentingnya Cyber Security, 4 Bentuk Serangan Siber Ini Bisa Timbulkan Kerugian

Pentingnya Cyber Security, 4 Bentuk Serangan Siber Ini Bisa Timbulkan Kerugian

Di era yang serba digital, cyber security menjadi hal yang wajib diketahui untuk melindungi data-data penting.

Tidak hanya untuk personal saja, pemahaman terkait cyber security juga perlu dilakukan oleh sebuah perusahaan, terutama perusahaan yang sidah mengimplemetasikan sistem teknologi informasi.

Peran cyber security sangat penting karena perusahaan sangat berpotensi mendapatkan serangan (cyber attack) yang bisa menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Cyber attack bisa menimbulkan kerugian bagi perusahaan, baik finansial, hilangnya data yang disimpan, dan proses pemulihan yang membutuhkan waktu lama serta biaya yang tidak sedikit.

Lalu, serangan siber seperti apa yang seringkali mengincar perusahaan yang sudah terintegrasi dengan teknologi informasi?

Inilah 4 serangan siber yang seringkali terjadi:

1. Malware dan Virus

Malware dan virus bisa menyebar melalui e-mail, website mencurigakan, dan perangkat keras yang dihubungkan secara langsung dalam perangkat yang digunakan oleh perusahaan.

Umumnya, malware dan virus menggunakan program jahat yang sengaja disusupkan dengan berbagai cara.

Virus yang masuk bisa merusak data yang ada, sesuai dengan tujuan pembuatannya.

Tujuannya pun sangat beragam, mulai dari sekedar menyembunyikan data hingga menghapus data yang ada.

2. Denial of Service

Pada dasarnya, serangan Denial of Service bertujuan untuk memanipulasi sistem, jaringan, maupun aplikasi.

Hal ini akan membuat kinerja sistem menjadi sangat berat dan menguras daya.

Jika sistem perusahaan mendapatkan serangan Denial of Service, maka peretas bisa meminta tebusan untuk mengembalikan sistem perusahaan menjadi seperti semula.

3. Botnets dan Zombies

Serangan siber berjenis botnets atau robot network melancarkan serangannya pada komputer yang terhubungan pada jaringan setral.

Yang menjadi korban akan disebut dengan zombies, sebab mereka berada di bawah kendali hacker atau peretas.

Selain itu, data yang dicuri nantinya akan terus meningkatkan kemampuan enkripsinya, sehingga makin sulit untuk dideteksi atau dikembalikan.

4. Scareware

Scareware juga biasa disebut dengan peringatan keamanan palsu, dimana hal ini termasuk tipuan atau scam.

Scam tersebut biasa digunakan oleh peretas untuk mengecoh penggunanya, karena berbentuk seperti pop-up peringatan dari sistem.

Saat pengguna berhasil masuk kedalam jebakan, maka pengguna akan diarahkan untuk mengakses hal-hal tertentu, yang pada akhirnya mengarah pada penipuan.

Bagaimana cara menghadapi serangan siber?

Untuk menghadapi serangan siber atau cyber crime, dibutuhkan pengetahuan mengenai proses penanganan insiden keamanan dan peretasan.

Menurut laporan Cybersecurity Venture yang bekerjasama dengan Herjavec Group, dalam laporannya Cybercrime Report, kejahatan siber semakin hari semakin meningkat. Selain itu, pihak-pihak yang menjadi sasaran kejahatan siber juga lebih bervariatif dan tidak pandang bulu.

Hal ini mencakup teknik investigasi, baik dalam pengumpulan data dan pengamanan bukti, forensik digital, serta standar pemulihan data komputer dan perangkat mobile.

Tentunya dibutuhkan Cyber Security Specialist untuk menghadapi serangan siber di sebuah perusahaan.

Inixindo Jogja menyediakan pelatihan untuk Cyber Security Specialist, dari pelatihan Secure Web Programmer hingga Computer Forensic Analysis.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

4 Fakta Teknologi Blockchain yang Perlu Diketahui, Tidak Hanya Digunakan pada Cryptocurrency

4 Fakta Teknologi Blockchain yang Perlu Diketahui, Tidak Hanya Digunakan pada Cryptocurrency

4 Fakta Teknologi Blockchain yang Perlu Diketahui, Tidak Hanya Digunakan pada Cryptocurrency

Teknologi blockchain mungkin masih belum banyak dikenal oleh kalangan umum, namun siapa sangka, teknologi ini disebut-sebut sebagai teknologi masa depan.

Blockchain awalnya banyak digunakan dalam transaksi uang crypto atau cryptocurrency, seperti Bitcoin.

Ternyata, teknologi blockchain tidak terbatas hanya digunakan pada cryptocurrency saja, namun bisa digunakan pada berbagai aspek lainnya.

Kini teknologi blockhain mulai dikembangkan untuk beragam industri seperti finansial, logistik, dan lainnya.

Hal inilah yang membuat teknologi blockchain disebut-sebut sebagai teknologi masa depan, sebab bisa digunakan di berbagai aspek industri.

Lalu, seperti apa teknologi blockchain yang disebut-sebut sebagai teknologi masa depan itu? Berikut 4 faktanya:

1. Berbeda dengan Bitcoin

 

Banyak orang yang mengenal cryptocurrency seperti Bitcoin, namun sangat sedikit yang mengenal teknologi blockchain.

Meski seringkali bersinggungan dan sangat dekat, blockchain berbeda dengan Bitcoin.

Blockchain ada di balik Bitcoin, dengan kata lain, adanya Bitcoin dan cryptocurrency lainnya adalah implementasi dari teknologi blockchain.

Dalam cryptocurrency, blockchain berperan sebagai buku besar digital publik yang mencatat setiap transaksi yang terjadi.

2. Blockchain sangat aman

Sebagai buku besar digital yang mencatat berbagai transaksi, blockchain tentunya memiliki keamanan yang sangat tinggi.

Segala sesuatu yang dicatat tidak akan bisa dirusak atau diubah secara retrospektif, hal inilah yang membuat blockchain sangat aman.

Co-founder Global Blockchain di Shanghai, Sam Lee mengatakan, blockchain adalah distribusi data dengan sistem yang memiliki keamanan tingkat tinggi, sehingga mustahil untuk diretas.

3. Dapat digunakan untuk berbagai industri

Berdasarkan data dari Alibaba Damo Academy, ada 10 teknologi digital yang paling banyak digunakan pada 2020.

Salahsatunya adalah tenologi blockchain yang diprediksi akan digunakan dalam kegiatan bisnis dunia.

Setidaknya 46% layanan finansial telah menggunakan teknologi blockchain, disusul dengan produk industri dan manufaktur serta energi dan utiltas masing-masing menguasai 12% pengembangan teknologi blockchain.

4. Membuka peluang kerja dengan gaji fantastis

Berdasarkan survey yang diterbitkan oleh Deloitte Insights, sebanyak 86% responden setuju bahwa teknologi blockchain bisa dikembangkan.

Dengan meningkatnya pemanfaatan blockchain untuk berbagai industri, maka permintaan akan pekerja blockchain juga meningkat.

Banyak perusahaan yang mencari pekerja blockchain untuk memenuhi kebutuhan teknologi perusahaan.

Bahkan, gaji rata-rata tahunan pekerja blockchain berkisar antara USD 60.500 – USD 81.000 atau sekitar Rp 847 juta hingga Rp 1,13 miliar per tahun.

Tentunya untuk menjadi pekerja blockchain atau Blockchain Developer harus memiiki kemampuan khusus.

Hal ini bisa didapatkan dengan mengikuti pelatihan atau training dan sertifikasi spesifik terkait blockchain.

Inixindo menyediakan Blockchain Developer Training & Certification untuk semua kalangan yang ingin menjadi seorang Blockchain Developer.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Pemkot Semarang Pamerkan Tilik Semar dan Robot Pelayanan di Indo Smart City Forum & Expo 2021

Pemkot Semarang Pamerkan Tilik Semar dan Robot Pelayanan di Indo Smart City Forum & Expo 2021

Pemkot Semarang Pamerkan Tilik Semar dan Robot Pelayanan di Indo Smart City Forum & Expo 2021

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menggelar acara bertajuk Indo Smart City Forum & Expo 2021 di The Rich Jogja Hotel, Yogyakarta. Acara tersebut digelar selama dua hari, yakni pada 13-15 Oktober 2021.

Indo Smart City Forum & Expo diikuti oleh sejumlah pemerintah kota dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam APEKSI.

Dengan tagline “Membangun Ekosistem Smart City Berkelanjutan bagi Penanggulangan Pandemi”, acara ini menjadi ajang untuk menunjukkan potensi daerah dan sejauh mana implementasi Smart City di masing-masing kota peserta.

Tilik Semar dan Robot Pelayanan Publik

Dalam acara tersebut, Pemerintah Kota Semarang tampil dengan berbagai inovasi yang menjadi bagian dari Semarang Smart City.

Salah satunya adalah teknologi Tilik Semar yang mampu memantau berbagai permasalahan di Kota Semarang.

Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi Publik, Pemerintah Kota Semarang, Arif Budiman mengatakan, Tilik Semar adalah implementasi dari teknologi Artificial Intelligence dan Big Data Analytics.

“Tilik Semar sendiri adalah hasil penggabungan dua teknologi yakni AI dan Big Data Analytics, sehingga menciptakan suatu sistem informasi” ujar Arif ketika ditemui di acara Indo Smart City Forum & Expo 2021.

Tilik Semar atau Monitoring Terintegrasi Beranalitik Kota Semarang memanfaatkan perangkat CCTV yang dipasang di berbagai wilayah untuk mendeteksi permasalahan yang sering terjadi, seperti genangan air, kemacetan, hingga parkir liar.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum usai, teknologi Tilik Semar juga digunakan untuk memantau dan memastikan langkah pencegahan penularan virus corona, yakni dengan mendeteksi pelanggaran protokol kesehatan yang selama ini diterapkan. Kemudian data pelanggaran tersebut diteruskan kepada Satgas Covid-19 Kota Semarang.

“ Di masa pandemi ini, Tilik Semar digunakan untuk memantau kerumunan di suatu tempat dan penerapan protokol kesehatan seperti halnya memakai masker, hasilnya kemudian akan diteruskan ke Satgas Covid-19 untuk dievaluasi.” papar Arif.

Selain teknologi Tilik Semar, Pemerintah Kota Semarang juga sedang mengembangkan prototype robot pelayanan yang sebelumnya adalah hibah dari Universitas Diponegoro (Undip). Kemudian robot pelayanan publik akan dikembangkan sendiri oleh Pemerintah Kota Semarang.

Robot pelayanan tersebut digunakan untuk meminimalisir kontak di tempat-tempat pelayanan publik seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan, sehingga mengurangi penyebaran Covid-19.

Hingga saat ini, setidaknya sudah ada delapan robot pelayanan yang ditempatkan di pusat layanan publik, diantaranya Kantor Walikota Semarang, rumah sakit, dan puskesmas.

“Awalnya robot ini adalah hibah dari Undip, kemudian tahun depan akan dikembangkan lebih baik lagi oleh pemkot Semarang melalui Kominfo kami” ujar Arif.

Robot pelayanan publik tersebut juga merupakan implementasi dari Artificial Intelligence dan Big Data Analytics.

Pemkot Semarang Pamerkan Tilik Semar dan Robot Pelayanan di Indo Smart City Forum & Expo 2021 1

Bekerjasama dengan Inixindo Jogja

Dalam mengembangkan teknologi untuk mencapai Semarang Smart City, Pemerintah Kota Semarang juga bekerjasama dengan Inixindo Jogja sebagai penyedia layanan pelatihan IT.

Arif menjelaskan, untuk mengembangkan Tilik Semar dan Robot Pelayanan Publik tersebut, Pemerintah Kota Semarang mengirimkan pegawainya untuk belajar Artificial Intelligence dan Big Data Analytics di Inixindo Jogja.

“Kami akan belajar untuk Arficial Intelligence, Big Data Analytics, dan IoT untuk mengembangkan teknologi ini, agar nantinya dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan publik” jelas Arif.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

ajax-loader
× Butuh bantuan?