Mengenal Teknologi Artificial Intelligence atau AI yang Disebut-sebut Bisa Gantikan Pekerjaan Manusia

7 Dec 2021 | Blog, Article, Featured

Artificial Intelligence atau AI sedang menjadi perbincangan hangat di Tanah Air, setelah Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan bahwa dirinya akan segera mengganti tenaga kerja PNS dengan tenaga robot AI.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa struktur Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dipangkas menjadi dua tingkat, yakni eselon I dan II, kemudian untuk eselon III dan IV akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.

Hal ini bakal dilakukan tahun depan atau tahun 2022, berdasarkan pernyataanya dalam acara Kompas CEO 100 Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

“Yang Eselon III dan IV akan kami potong,” ujar Presiden RI Joko Widodo.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tugas administratif yang dipegang oleh jabatan tersebut akan digantikan oleh teknologi AI, agar proses birokrasi Indonesia menjadi lebih cepat.

Lalu, apa itu teknologi Artificial Intelligence (AI) yang disebut-sebut bakal menggantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan ASN?

Teknologi Artificial Intelligence atau AI

Mengenal Teknologi Artificial Intelligence atau AI yang Disebut-sebut Bisa Gantikan Pekerjaan Manusia 1

Dilansir dari Stanford Computer Science, Artificial Intelligence merupakan kecerdasan buatan manusia, yang diciptakan berdasarkan ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas.

Dalam pembuatannya, melibatkan berbagai mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan komputer.

Artificial Intelligence merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sistem komputer, perangkat lunak, program, dan robot melakukan pekerjaan manusia, dan berpikir secara cerdas layaknya manusia.

Tentunya kecerdasan buatan ini dibuat oleh manusia melalui algoritma pemograman yang kompleks dan tingkat tinggi.

Kategori Artificial Intelligence

Mengenal Teknologi Artificial Intelligence atau AI yang Disebut-sebut Bisa Gantikan Pekerjaan Manusia 2
  1. AI lemah atau Weak AI

Weak AI merupakan sistem AI yang dirancang dan dilatih untuk tugas tertentu. Contoh Weak AI adalah asisten virtual pribadi seperti Apple Siri, Amazon Alexa, dan lain-alainnya.

2. AI Kuat atau Strong AI

Strong AI juga dikenal sebagai kecerdasan buatan umum, dimana AI ini memiliki kecerdasan yang hampir menyerupai manusia, dengan kemampuan kognitif yang sangat baik. Dalam mengerjakan tugasnya, Strong AI akan menemukan solusi tanpa campur tangan manusia.

Perkembangan Artificial Intelligence

Mengenal Teknologi Artificial Intelligence atau AI yang Disebut-sebut Bisa Gantikan Pekerjaan Manusia 3

Dilansir dari Science in the News, kemunculan konsep Artificial Intelligence pertama kali ditemukan setelah Perang Dunia II oleh seorang matematikawan dan filusuf muda bernama Alan Turing, pada tahun 1947 silam.

Alan beranggapan bahwa, apabila manusia bisa mengolah informasi dan memecahkan masalah, serta membuat keputusan dari informasi tersebut, maka mesin juga bisa melakukannya.

Dari kerangka pemikiran tersebut, kemudian Alan Turing membuat suatu makalah pada 1950 tentang bagaimana membangun mesin yang memiliki kecerdasannya sendiri.

Sejak saat itu, Artificial Intelligence mulai dikembangkan dan menemui perkembangan yang sangat pesat sekarang ini.

Saat ini, komputer telah menggunakan kecerdasan buata beradasaran pemrograman logika, dimana komputer bisa mengolah stimulasi yang diberikan manusia menjadi suatu keputusan berdasarkan ahli.

Artificial Intelligence terus berkembang dengan tujuan menciptakan kecerdasan yang mirip dengan manusia.

Bagaimana Artificial Intelligence bekerja?

Mengenal Teknologi Artificial Intelligence atau AI yang Disebut-sebut Bisa Gantikan Pekerjaan Manusia 4

Dilansir dari Brookings, Artificial Intelligence bekerja sesuai dengan algoritma pemrograman pada sistem komputer yang diberikan dalam proses pembuatannya.

Algoritma kemudian akan digunakan Artificial Intelligence dalam memproses berbagai jenis data.

Untuk membedakan pola yang berbeda, algoritma pemrograman Artificial Intelligence memerlukan data yang banyak dan kuat.

Dengan banyaknya data yang didapatkan dan algoritma yang kompleks, mesin seakan-akan dapat berpikir dengan sendirinya, membuat keputusan, belajar, bahkan beradaptasi dengan kondisi tertentu.

Bagaimana dampak Artificial Intelligence?

Mengenal Teknologi Artificial Intelligence atau AI yang Disebut-sebut Bisa Gantikan Pekerjaan Manusia 5

Artificial Intelligence tentunya memiliki berbagai dampak yang sangat baik untuk pekerjaan manusia, sebab manusia akan sangat dipermudah oleh hadirnya teknologi Artificial Intelligence.

Pekerjaan dengan teknologi Artificial Intelligence tentunya cenderung lebih cepat, mudah, akurat, dan minim kesalahan yang diakibatkan oleh kelelahan.

Namun, Artificial Intelligence mungkin juga dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif untuk umat manusia, sebab banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh kecerdasan buatan ini.

Tentunya segala dampak negatif maupun positif terkait penggunaa Artificial Intelligence ini sangat bergantung pada penggunaan dan pemanfaatnya.

Nick Bostrom, seorang professor dari Oxford sekaligus penulis buku berjudul Superinelligence: Paths, Dangers, Strategies menjelaskan bahwa ada berbagai hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari adanya Artificial Intelligence.

Dilansir dari Forbes, Nick Bostrom menjelaskan bahwa masa depan teknologi AI dan keberlangsungan manusia tidak bisa diprediksi.

Namun jika umat manusia dan AI bisa bekerja secara beriringan dan teknologi AI digunakan secara bijaksana, maka semakin banyak peluang untuk hasil yang lebih bermanfaat.

“Pengaruh jangka pendek Artificial Intelligence sangat positif. Jangka panjangnya adalah pertanyaan terbuka dan sangat sukar diprediksi. Jika kita melakukan tugas kita dan bekerja sama sebagai sebuah dunia dan spesies, semakin baik persiapan kita, makin bagus pula peluang untuk hasil yang bermanfaat,” ujar Bostrom seperti dilansir dari Forbes.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta