Mungkin kamu penasaran sekaligus bingung, kenapa saat akan belajar Flutter, kamu diharuskan memahami Dart? Apakah Dart memegang peranan penting ketika akan menggunakan Flutter?

Ya, tentu saja. Salah satu alasannya, karena Flutter dibangun menggunakan Dart.

Tapi, tahukah kamu, sebenarnya karena Dart pula lah yang menjadikan flutter sebagai cross platform framework tercepat saat ini, bahkan bisa memilik performa seperti native.

Mengapa bisa memiliki performa seperti native? Sebab, Dart mendukung banyak arsitektur seperti IA-32, X64, MIPS, ARMv5TE, ARMv6, ARMv7, dan arsitektur ARM64.

Berbekal kemampuan yang dimiliki Dart, sehingga mendukung pengembangan aplikasi mobile secara native untuk ke dua platform Android dan iOS

Kemudian, Dart juga bisa dibilang merupakan bahasa pemrograman yang dinamis.

Dart VM punya kemampuan untuk menjalankan secara langsung kode tanpa diperlukan proses penyusunan terlebih dulu.

Maka tidak heran, dengan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan Dart seperti di atas, menjadi syarat wajib sebelum kamu belajar lebih jauh menggunakan Flutter.

Empat Cara Mengoperasikan Dart

Setelah kamu mengetahui alasan mengapa harus belajar Dart sebelum menggunakan Flutter, kamu juga harus memahami bagaimana cara mengoperasikan Dart tersebut. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

1. Syntax Dart

Syntax Dart dapat dijalankan dalam mode lain lewat browser Dartium. Browsert Dartiun adalah browser Web Chromium khusus yang menyertakan VM Dart.

Salah satu yang menarik, browser ini mendukung secara langsung kode Dart, jadi kamu tidak perlu mengubahnya jadi JavaScript.

2. Dart SDK

Dart SDK termasuk di dalam Dart VM, yang mana Dart SDK adalah stand-alone execution. Ini yang membuat Dart dapat dijalankan melalui terminal atau CMD.

Kemudian, terdapat juga package manager yang powerfull dengan nama “pub“. Package manager pada Dart berkode “pub” tersebut, memiliki sebutan npm di nodejs, apt-get di ubuntu, composer di PHP.

3.  dart2js

Dengan dart2js, kamu bisa menyusun Dart menjadi JavaScript. Maka dari itu, dart juga bisa mendukung proses web programming di seluruh browser modern.

4. AOT (Ahead-Of-Time compilation)

Dart juga bisa dijalankan dalam mode AOT (Ahead-Of-Time compilation). Dengan mode ini, kode Dart bisa langsung diubah jadi native code.

Dan tahukah kamu, mode AOT ini yang digunakan Dart pada Flutter.

Fundamental Dart Libraries

Di bawah ini ada beberapa library Dart yang sangat umum digunakan, antara lain:

dart:core = untuk memroses semua fungsi dasar pada Dart seperti manipulasi string, collection, dan tanggal.

dart:html = untuk manipulasi DOM yang banyak digunakan pada aplikasi Web.

dart:io = digunakan untuk aplikasi baris console.

dart:math = untuk menjalankan fungsi matematis.

dart:developer = untuk debugging dan inspector.

dart:js = library untuk beroperasi dengan JavaScript.

dart:async = untuk support perintah asynchronous.

Ingin Tahu Dart dan Flutter Lebih Dalam?

Jika pembahasan di atas masih belum menjawab semua pertanyaanmu tentang Dart dan Flutter, nampaknya kamu masih harus belajar lebih dalam lagi.

Itulah kenapa, kalau kamu mau belajar lebih dalam lagi atau bahkan bertanya dengan instruktur, kamu bisa mengikuti workshop yang sesuai dengan kebutuhanmu dengan klik link dibawah ini:

 

Dan jangan ketinggalan informasi seputar webinar gratis dari kami, supaya kamu bisa berdiskusi dengan narasumber kami saat webinar dengan klik link dibawah ini:

ajax-loader
× Butuh bantuan?