4 Fakta Teknologi Blockchain yang Perlu Diketahui, Tidak Hanya Digunakan pada Cryptocurrency

18 Oct 2021 | Blog, Article

Teknologi blockchain mungkin masih belum banyak dikenal oleh kalangan umum, namun siapa sangka, teknologi ini disebut-sebut sebagai teknologi masa depan.

Blockchain awalnya banyak digunakan dalam transaksi uang crypto atau cryptocurrency, seperti Bitcoin.

Ternyata, teknologi blockchain tidak terbatas hanya digunakan pada cryptocurrency saja, namun bisa digunakan pada berbagai aspek lainnya.

Kini teknologi blockhain mulai dikembangkan untuk beragam industri seperti finansial, logistik, dan lainnya.

Hal inilah yang membuat teknologi blockchain disebut-sebut sebagai teknologi masa depan, sebab bisa digunakan di berbagai aspek industri.

Lalu, seperti apa teknologi blockchain yang disebut-sebut sebagai teknologi masa depan itu? Berikut 4 faktanya:

1. Berbeda dengan Bitcoin

 

Banyak orang yang mengenal cryptocurrency seperti Bitcoin, namun sangat sedikit yang mengenal teknologi blockchain.

Meski seringkali bersinggungan dan sangat dekat, blockchain berbeda dengan Bitcoin.

Blockchain ada di balik Bitcoin, dengan kata lain, adanya Bitcoin dan cryptocurrency lainnya adalah implementasi dari teknologi blockchain.

Dalam cryptocurrency, blockchain berperan sebagai buku besar digital publik yang mencatat setiap transaksi yang terjadi.

2. Blockchain sangat aman

Sebagai buku besar digital yang mencatat berbagai transaksi, blockchain tentunya memiliki keamanan yang sangat tinggi.

Segala sesuatu yang dicatat tidak akan bisa dirusak atau diubah secara retrospektif, hal inilah yang membuat blockchain sangat aman.

Co-founder Global Blockchain di Shanghai, Sam Lee mengatakan, blockchain adalah distribusi data dengan sistem yang memiliki keamanan tingkat tinggi, sehingga mustahil untuk diretas.

3. Dapat digunakan untuk berbagai industri

Berdasarkan data dari Alibaba Damo Academy, ada 10 teknologi digital yang paling banyak digunakan pada 2020.

Salahsatunya adalah tenologi blockchain yang diprediksi akan digunakan dalam kegiatan bisnis dunia.

Setidaknya 46% layanan finansial telah menggunakan teknologi blockchain, disusul dengan produk industri dan manufaktur serta energi dan utiltas masing-masing menguasai 12% pengembangan teknologi blockchain.

4. Membuka peluang kerja dengan gaji fantastis

Berdasarkan survey yang diterbitkan oleh Deloitte Insights, sebanyak 86% responden setuju bahwa teknologi blockchain bisa dikembangkan.

Dengan meningkatnya pemanfaatan blockchain untuk berbagai industri, maka permintaan akan pekerja blockchain juga meningkat.

Banyak perusahaan yang mencari pekerja blockchain untuk memenuhi kebutuhan teknologi perusahaan.

Bahkan, gaji rata-rata tahunan pekerja blockchain berkisar antara USD 60.500 – USD 81.000 atau sekitar Rp 847 juta hingga Rp 1,13 miliar per tahun.

Tentunya untuk menjadi pekerja blockchain atau Blockchain Developer harus memiiki kemampuan khusus.

Hal ini bisa didapatkan dengan mengikuti pelatihan atau training dan sertifikasi spesifik terkait blockchain.

Inixindo menyediakan Blockchain Developer Training & Certification untuk semua kalangan yang ingin menjadi seorang Blockchain Developer.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

ajax-loader
× Butuh bantuan?