Dulu CIO Dinilai dari Infrastruktur TI. Kini, Mereka Dinilai dari Dampak Bisnis.

Selama bertahun-tahun, Chief Information Officer (CIO) dipandang sebagai sosok yang bertanggung jawab menjaga sistem TI tetap berjalan. Keberhasilannya diukur dari stabilitas infrastruktur, keamanan jaringan, hingga minimnya downtime. Kemampuan teknis menjadi syarat utama untuk menduduki posisi ini.

Namun, gelombang transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah ekspektasi tersebut secara fundamental. Dewan direksi tidak lagi hanya bertanya apakah sistem berjalan dengan baik, tetapi juga bagaimana teknologi dapat mempercepat inovasi, meningkatkan produktivitas, memperkuat pengalaman pelanggan, dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Perubahan ini tercermin dalam Salesforce CIO Study 2026. Studi tersebut menemukan bahwa 96% CIO di Asia Pasifik menyatakan peran CIO kini telah berkembang melampaui keahlian teknis, sementara 75% di antaranya secara aktif meningkatkan kemampuan change management dan komunikasi, 55% mengembangkan kemampuan storytelling, dan 53% memperkuat kemampuan kepemimpinan untuk mendukung implementasi AI di organisasi.

Temuan tersebut mengirimkan pesan yang jelas: kemampuan teknis tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi pembeda utama. Yang membedakan CIO masa depan adalah kemampuan memimpin organisasi melewati perubahan, menyatukan berbagai kepentingan bisnis, dan memastikan teknologi benar-benar menghasilkan nilai.

Lalu, soft skill apa saja yang perlu dimiliki seorang CIO modern?

1. Business Acumen: Memahami Bisnis Sama Pentingnya dengan Memahami Teknologi

Salah satu perubahan terbesar dalam peran CIO adalah bergesernya fokus dari pengelolaan teknologi menuju penciptaan nilai bisnis.

Seorang CIO modern tidak cukup memahami cloud, AI, cybersecurity, atau data analytics. Mereka juga harus memahami model bisnis perusahaan, perilaku pelanggan, dinamika industri, hingga strategi pertumbuhan organisasi.

Ketika CEO membahas ekspansi pasar atau efisiensi operasional, CIO harus mampu menjelaskan bagaimana teknologi dapat menjadi pengungkit untuk mencapai tujuan tersebut.

Inilah alasan mengapa 96% CIO di Asia Pasifik mengakui bahwa peran mereka kini telah berkembang jauh melampaui kemampuan teknis. AI membuat teknologi semakin mudah diakses, tetapi kemampuan menghubungkan teknologi dengan strategi bisnis justru menjadi kompetensi yang semakin langka.

Dengan business acumen yang kuat, CIO tidak lagi dipandang sebagai kepala divisi TI, melainkan sebagai mitra strategis dalam pengambilan keputusan bisnis.

2. Change Leadership: Memimpin Organisasi, Bukan Sekadar Implementasi Teknologi

Banyak organisasi berinvestasi besar pada AI, cloud, atau otomatisasi, tetapi tidak semuanya berhasil memperoleh manfaat yang diharapkan. Penyebabnya sering kali bukan karena teknologinya kurang canggih, melainkan karena organisasinya belum siap berubah.

Di sinilah kemampuan change leadership menjadi sangat penting.

Menurut Kyndryl People Readiness Report 2025, 71% pemimpin bisnis menilai organisasinya belum siap memanfaatkan AI secara efektif. Hambatan terbesar bukan terletak pada perangkat atau platform AI, tetapi pada kesiapan SDM, budaya kerja, dan proses bisnis.

Artinya, CIO masa depan harus mampu membangun visi perubahan, mengurangi resistensi, serta memastikan setiap transformasi teknologi benar-benar diadopsi oleh seluruh organisasi.

Keberhasilan implementasi AI pada akhirnya lebih banyak ditentukan oleh kesiapan manusia daripada kesiapan teknologi.

3. Executive Communication & Storytelling: Mengubah Bahasa Teknis Menjadi Bahasa Bisnis

Salah satu tantangan terbesar seorang CIO adalah menjelaskan teknologi kepada orang yang tidak memiliki latar belakang TI.

Direksi tidak membutuhkan penjelasan mengenai arsitektur cloud atau algoritma AI. Mereka ingin mengetahui dampaknya terhadap pendapatan, efisiensi operasional, risiko bisnis, atau kepuasan pelanggan.

Karena itu, kemampuan komunikasi seorang CIO tidak lagi sebatas menyampaikan informasi teknis, tetapi juga membangun narasi yang meyakinkan.

Data dari Salesforce CIO Study 2026 menunjukkan bahwa 55% CIO kini secara aktif mengembangkan kemampuan storytelling sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan mereka.

Storytelling membantu CIO menerjemahkan investasi teknologi menjadi cerita bisnis yang mudah dipahami. Kemampuan ini juga mempermudah memperoleh dukungan dari CEO, dewan direksi, maupun pemangku kepentingan lain ketika organisasi akan menjalankan transformasi digital berskala besar.

4. Talent Development: Membangun Tim yang Siap Menghadapi Era AI

AI memang mampu mengotomatisasi berbagai pekerjaan, tetapi AI tidak dapat menggantikan pentingnya membangun tim yang adaptif dan terus berkembang.

Peran CIO kini semakin erat dengan pengembangan talenta. Mereka tidak hanya bertanggung jawab menyediakan teknologi, tetapi juga memastikan organisasi memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkannya.

Hal ini semakin penting mengingat laporan Kyndryl People Readiness Report 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar organisasi masih menghadapi kesenjangan kesiapan SDM dalam mengadopsi AI.

Seorang CIO yang efektif perlu menjadi coach bagi timnya, mendorong budaya belajar berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan yang aman untuk bereksperimen dengan teknologi baru.

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kualitas manusia yang mengoperasikannya.

5. Adaptability & Continuous Learning: Belajar Lebih Cepat daripada Perubahan Teknologi

Perkembangan AI berlangsung begitu cepat sehingga keterampilan yang relevan hari ini bisa menjadi usang dalam beberapa tahun ke depan.

Karena itu, kemampuan belajar secara berkelanjutan menjadi salah satu karakteristik utama CIO modern.

Laporan Future of Jobs dari World Economic Forum menempatkan resilience, flexibility, agility, curiosity, dan lifelong learning sebagai kompetensi yang pertumbuhannya paling cepat di era transformasi digital dan AI.

Bagi CIO, kemampuan ini berarti memiliki rasa ingin tahu terhadap teknologi baru, terbuka terhadap perubahan model bisnis, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang terus berkembang.

CIO yang terus belajar akan lebih siap menghadapi perubahan dibanding CIO yang hanya mengandalkan pengalaman masa lalu.

CIO Masa Depan Bukan Lagi Chief Information Officer, tetapi Chief Influence Officer

Jika dicermati, kelima kompetensi di atas memiliki benang merah yang sama. Semuanya berkaitan dengan kemampuan mempengaruhi manusia, membangun kolaborasi, dan mengarahkan organisasi menuju tujuan bisnis.

Teknologi memang menjadi fondasi pekerjaan seorang CIO. Namun, di era AI, teknologi semakin mudah diakses dan diimplementasikan. Nilai seorang CIO justru semakin ditentukan oleh kemampuannya memimpin perubahan, menyelaraskan kepentingan berbagai pihak, serta mengubah investasi teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata.

Dengan kata lain, CIO masa depan tidak akan dikenang karena memilih platform AI terbaik atau membangun infrastruktur paling canggih. Mereka akan dikenang karena mampu membawa organisasi beradaptasi, tumbuh, dan berinovasi di tengah perubahan yang sangat cepat.

Inixindo Jogja
Mon, October 19, 2026
Pelatihan ini akan memenuhi kebutuhan pengetahuan dan keterampilan dalam memahami, mengukur dan menerapkan Tata Kelola TI di ruang lingkup organisasi bedasarkan Framework COBIT 2019 dalam berbagai topik bahasan Tata Kelola TI dan Managemen TI seperti Pengelolaan, Resiko dan Kesesuaian (GRC), Manajemen Layanan TI, Manajemen Keamanan Informasi, Audit Sistem Informasi, COBIT Enablers dan prinsip dalam proses Tata Kelola TI dan Manajemen TI. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan nilai tambah melalui pemahaman dari Tata Kelola TI dan Manajemen TI berdasarkan Framework COBIT 2019. IT Governance with COBIT Cobit 2019 Framework Introduction Governance System Principles Governance Framework Principles Governance System and…
Inixindo Jogja
Mon, October 26, 2026
Pelatihan ini memberikan kepada peserta suatu gambaran yang menyeluruh untuk memahami berbagai konsep, proses, dan tata cara pelaksanaan audit terhadap sistem informasi berbasis Teknologi Informasi (TI). Topik yang dibahas meliputi konsep & proses audit sistem informasi, tata kelola & manajemen TI, pengadaan & pengembangan sistem informasi, kegiatan operasional sistem informasi, serta perlindungan terhadap aset data & informasi. Pelatihan ini juga dapat digunakan sebagai persiapan untuk mengambil ujian sertifikasi CISA (Certified Information Systems Auditor) dari ISACA yang diakui secara internasional. Pada akhir pelatihan ini, peserta akan mampu melakukan kegiatan audit terhadap sistem informasi di organisasi atau perusahaan berbasis standar ITAF (Information…
Inixindo Jogja
Mon, October 26, 2026
Pelatihan dan Sertifikasi Pengelolaan Data Center ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengelola pusat data (Data Center) secara profesional. Program ini mencakup aspek keamanan fisik, operasi harian, kebersihan, siklus hidup perangkat, hingga perawatan pusat data agar berjalan optimal dan sesuai standar industri. Setelah menyelesaikan pelatihan dan lulus ujian sertifikasi, peserta akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai bukti kemampuan mengelola Data Center secara andal dan profesional. Manfaat Pelatihan Peserta akan memiliki kompetensi untuk: Mengelola keamanan fisik pusat data Menjalankan kegiatan operasi harian pusat data Mengelola kebersihan dan pemeliharaan lingkungan Data Center Memastikan siklus hidup…
Inixindo Jogja
Mon, October 26, 2026
Adanya Security Operation Center (SOC), sebagai bagian pengamanan dari sebuah aset informasi di suatu organisasi. SOC berfungsi melakukan proses pengawasan, perlindungan, dan penanggulangan insiden keamanan TIK (Jaringan dan Data Center), dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengetahui keadaan jaringan dan menerima peringatan atau notifikasi, apabila terjadi insiden keamanan informasi. Penyelenggaraan SOC, bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi ancaman keamanan informasi, dengan kolaborasi bersama Network Operation Center (NOC). Apa yang Anda pelajari? Cybercrime. Cyber Security. NOC vs SOC. SOC Essensial. SIEM (ELK). Vulnerability Management (VA). Security Incident Response. × 1 Step 1 Permintaan Penawaran Nama Lengkapnama lengkap Emailemail yang validemail Instansi/Perusahaan JabatanJabatan Nomor KontakNomor HP/Telepon Formatpilih salah satuOnline/Offline/Onsite TrainingOnline…
Inixindo Jogja
Mon, October 26, 2026
Adanya Security Operation Center (SOC), sebagai bagian pengamanan dari sebuah aset informasi di suatu organisasi. SOC berfungsi melakukan proses pengawasan, perlindungan, dan penanggulangan insiden keamanan TIK (Jaringan dan Data Center), dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengetahui keadaan jaringan dan menerima peringatan atau notifikasi, apabila terjadi insiden keamanan informasi. Penyelenggaraan SOC, bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi ancaman keamanan informasi, dengan kolaborasi bersama Network Operation Center (NOC). Apa yang Anda pelajari? Cybercrime. Cyber Security. NOC vs SOC. SOC Essensial. SIEM (ELK). Vulnerability Management (VA). Security Incident Response. × 1 Step 1 Permintaan Penawaran Nama Lengkapnama lengkap Emailemail yang validemail Instansi/Perusahaan JabatanJabatan Nomor KontakNomor HP/Telepon Formatpilih salah satuOnline/Offline/Onsite TrainingOnline…
Inixindo Jogja
Mon, November 2, 2026
Pelatihan dan Ujian Sertifikasi ini memberikan kepada para peserta berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan sehingga menjadi kompeten dalam melaksanakan tugas sebagai seorang pengelola Sistem Keamanan Informasi di organisasinya. Berbagai hal yang akan mampu dilakukan oleh peserta antara lain adalah mengelola keamanan fisik, mengelola sistem pertahanan & perlindungan keamanan informasi, melakukan implementasi konfigurasi keamanan informasi, mengelola perimeter keamanan informasi, dan menerapkan kontrol akses. Setelah mengikuti pelatihan serta lulus ujian sertifikasi ini, maka peserta akan mendapatkan pengakuan sebagai seorang pengelola Sistem Keamanan Informasi yang kompeten dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta akan memiliki kompetensi dalam Skema Pengelolaan…