6 Manfaat Microlearning, Solusi Pengembangan SDM yang Efektif dan Efisien

3 Aug 2021 | Blog, Article, Featured

Microlearning, mungkin Anda masih asing dengan istilah ini. Memang, penerapan Microlearning di dunia pendidikan masih cukup jarang.

Sebab, kehadiran Microlearning sebagai salah satu alternatif pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia), tidak lepas dari perubahan dan perkembangan teknologi di kehidupan manusia sehari-hari.

Namun, apa sebenarnya makna Microlearning itu sendiri? Microlearning terdiri dari dua kata, yaitu (Micro/Mikro: ukuran kecil) dan (Learning: kegiatan belajar).

Dari dua kata tersebut, maka Microlearning bisa diartikan sebagai kegiatan belajar dengan skala yang kecil.

Jadi, tidak heran apabila Microlearning sendiri bisa disebut sebagai sebuah strategi, dalam mempercepat proses pengembangan SDM yang lebih efektif dan efisien.

Karena di dalam Microlearning, sebuah topik belajar, dibuat menjadi beberapa segmen-segmen kecil dan lebih terfokus.

Itulah mengapa, Microlearning akan membantu lebih mudah menerima, serta memahami informasi yang diberikan.

Tidak hanya itu, belajar dengan konten yang ringkas dan singkat juga sangat memudahkan untuk mengingat materi dan mampu mempraktikkannya.

Coba Anda bayangkan, jika seluruh materi dari sebuah topik belajar harus Anda telan sekaligus dalam waktu bersamaan.

Tentu hal tersebut justru tidak efektif. Bahkan, tidak menutup kemungkinan seluruh materi yang sebenarnya penting, hanya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri.

Manfaat Microlearning

Tahukah Anda, ada enam manfat Microlearning yang bisa dirasakan secara nyata, antara lain:

1. Meningkatkan Kemampuan

Manfaat Microlearning yang pertama, yaitu mampu meningkatkan kemampuan peserta atau karyawan dalam bekerja sesuai bidangnya, karena telah mendapatkan pembelajaran atau pelatihan.

2. Meningkatkan Keterampilan saat Bekerja

Manfaat Microlearning berikutnya adalah meningkatkan keterampilan saat bekerja. Hal ini karena Microlearning memiliki sifat aplikatif.

Sehingga tidak heran, apabila seluruh ilmu yang didapatkan dari Microlearning bisa langsung diaplikasikan ke dunia kerja.

3. Meningkatkan Prestasi

Selanjutnya, manfaat Microlearning bisa meningkatkan prestasi. Maksudnya, para karyawan yang telah mengikuti Microlearning mampu menunjukkan prestasinya di dunia kerja, dibanding karyawan yang tidak mengikuti Microlearning.

4. Lingkungan Kerja Jadi Lebih Baik

Kemudian, manfaat Microlearning yang berikutnya bisa membuat lingkungan kerja menjadi lebih baik.

Ini karena pembelajaran Microlearning biasanya disematkan games, sehingga interaksi antar karyawan bisa jadi lebih santai.

Bahkan, Microlearning mampu memberikan manfaat yang lebih signifikan untuk keterampilan karyawan, dibanding pembelajaran lisan atau nasihat saja.

5. Microlearning Lebih Cepat Diselesaikan

Dengan Microlearning, tidak perlu banyak waktu untuk menyelesaikan kursus tersebut. Sehingga, karyawan masih sangat mungkin, mengerjakan tanggung jawab mereka dengan maksimal.

6 .Micro Learning Lebih Efektif dan Efisien

Dengan waktu belajar yang lebih cepat, serta mudahnya proses materi bisa diserap oleh peserta pelatihan, menjadikan Microlearning metode belajar yang efektif untuk dilakukan.

Selain itu, Microlearning memiliki harga yang lebih terjangkau. Sehingga, dari sisi biaya akan lebih minimal.

Bagi perusahaan, hal ini sangat cocok, khususnya bagi perusahaan yang ingin secara serentak, karyawan mereka memiliki kemampuan dengan tingkat yang sama dalam satu waktu.

Perusahaan bisa langsung mendaftarkan karyawan mengikuti Microlearning secara bersama-sama, dengan biaya yang sangat minimal. Menarik bukan?

Microlearning dalam Pengembangan SDM

Kegiatan pengembangan SDM adalah kegiatan yang perlu dilakukan untuk memperbarui dan mengembangkan keterampilan serta kompetensi karyawan, agar bisa menyelesaikan pekerjaan.

Dilansir dari World Economic Forum (WEF), sebanyak 50% karyawan nyatanya sangat perlu mendapat pelatihan keterampilan baru pada tahun 2025.

Hal tersebut, sebenarnya juga karena ada perkembangan teknologi yang sangat cepat. Sehingga, perusahaan perlu memberikan pelatihan keterampilan bagi karyawan agar dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi.

Kemudian, melansir elearningindustry.com, banyak karyawan tidak mau menghadiri sesi pelatihan dengan durasi yang lama dan membaca materi yang panjang.

Bahkan ditemukan fakta, bahwa karyawan dengan usia 35-44 dan 45-54 merasa proses belajar Microlearning, lebih efektif membantu peran pekerjaan mereka dan lebih mudah untuk diimplementasikan.

Microlearning juga dinilai lebih efektif, karena bisa menghemat waktu dan biaya. Selain itu, Karyawan juga lebih menyukai belajar dalam waktu singkat.

Tidak kalah mengejutkan, bahwa ditemukan juga fakta, sebanyak 70% perusahaan sudah berinvestasi untuk kegiatan belajar daring.

Dengan berbagai fakta tersebut, semakin meyakinkan bahwa Microlearning menjadi salah satu cara terbaik yang bisa diberikan organisasi kepada karyawan, dalam hal mengembangkan kemampuan mereka.

Semakin efektif dan efisiennya proses belajar yang dilakukan, tentu akan memberi dampak signifikan bagi kemajuan organisasi.

Di mana bisa mengikuti Microlearning?

Sebagai salah satu metode yang mungkin jarang diaplikasikan dalam dunia pendidikan, tidak heran jika belum banyak lembaga pegembangan SDM yang mampu menyediakan metode Microlearning tersebut.

Tapi tidak perlu khawatir, Inixindo Jogja sebagai lembaga pengembangan SDM terkemuka di Indonesia, secara resmi telah menghadirkan Microlearning.

Microlearning dari Inixindo Jogja bisa Anda temukan dengan mengunjungi situs eduparx.inixindojogja.co.id.

Selain Microlearning, di Eduparx Anda bisa menikmati berbagai produk-produk pengembangan SDM yang menarik dan tentunya dengan harga sangat terjangkau.

Segera kunjungi situs eduparx.inixindojogja.co.id dan nikmati pengalaman belajar Microlearning yang menyenangkan serta bermanfaat bagi Anda.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

ajax-loader
× Butuh bantuan?