Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, perusahaan perlu berinovasi dan merespon kemajuan teknologi tersebut dengan cepat juga tepat.

Tidak hanya dari sisi perangkat saja yang perlu diperhatikan. Perusahaan juga harus memastikan sudah memiliki aset berupa sumber daya manusia yang mampu membantu perusahaan untuk menghadapi kemajuan di bidang IT.

Salah satu posisi yang sedang banyak dibutuhkan perusahaan untuk menyambut era digital adalah DevOps Engineer. Posisi ini merupakan pekerjaan di bidang IT yang terus berkembang.

DevOps sendiri merupakan singkatan dari ‘Software Development’ dan ‘IT Operations’. Posisi ini biasanya terdiri dari tim.

Tapi, ada kemampuan yang diperlukan oleh seorang DevOps Engineer, antara lain:

1. Mampu komunikasi dan kolaborasi dengan baik

Kenapa seorang DevOps Engineer perlu memiliki kemampuan tersebut? Alasan terpenting mengapa seorang DevOps Engineer wajib memiliki komunikasi dan kolaborasi dengan baik, karena mereka akan bekerja sama dalam tim.

Kemampuan komunikasi tersebut harus mencakup secara lisan maupun secara tulisan. Dengan begitu, komunikasi dan kolaborasi bisa membuat tim jadi lebih mudah menyelesaikan suatu kasus atau masalah karena akan lebih banyak otak yang ikut berpikir.

 

2. Paham metodologi DevOps dan Agile

Untuk membantu kerja DevOps Engineer, metodologi DevOps dan Agile sangat dibutuhkan dalam bekerja. Ini karena metodologi Agile bisa memberi kecepatan pada proyek pengujian.

Sedangkan DevOps, mampu membantu kerja tim lintas fungsi langsung dari pengembangan, analisis, dan menghasilkan produk akhir dengan lebih berkualitas.

Dengan mempelajari metodologi ini, akan memungkinkan tim untuk memperhatikan pengembangan bertahap pada sistemnya.

 

3. Terampil mengembangkan perangkat lunak dan keamanan

Jika Anda ingin menjadi seorang DevOps Engineer, maka Anda harus memiliki pengetahuan berbagai macam bahasa pemrograman serta familiar dengan konsep dasar dari Linux.

Di sisi lain, keamanan dari sebuah sistem juga menjadi sangat penting. Menciptakan keamanan sistem bisa karena beberapa hal, seperti kerahasiaan, integritas, ketersediaan, autetintikasi data, serta akses kontrol.

 

4. Bisa coding dan scripting

Anda juga harus mengerti cara coding dan scripting. Sebab, kedua bahasa pemrograman ini yang akhirnya sering dipakai dalam keseharian pekerjaan Anda sebagai DevOps Engineer.

Ini dikarenakan Anda mungkin akan melihat kode-kode coding dan scripting. Ada beberapa jenis coding seperti HTML dan CSS. Sedangkan scripting seperti PHP, Ruby, dan JavaScript.

 

5. Paham tentang otomatisasi teknologi dan alat

Sebagai DevOps Engineer, Anda harus siap apabila sewaktu-waktu diminta untuk mengotomatisasi dan mengontrol big data yang digunakan membangun pipeline.

Selain itu, ada tugas lain juga seperti untuk mengembangkan aplikasi dan sistem manajemen, mengimplementasikan sistem manajemen yang sudah diotomatisasi, serta mencari kegagalan pada sistem.

 

6. Mampu melakukan testing

Dengan melakukan testing, sebagai DevOps Engineer Anda bisa mengetahui sejauh mana software mampu bertahan.

Anda bisa melihat pada titik mana website atau sistem yang digunakan akan berjalan dengan baik atau mungkin akan down.

Jika tidak dilakukan testing, Anda tidak akan bisa mengoptimalkan kerja dari DevOps. Hal ini juga bisa berdampak dan berisiko kepada pengalaman user ketika menggunakan program.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448