Pentingnya Certified Ethical Hacker (CEH), Bisa Menjaga Kedaulatan Negara

Pentingnya Certified Ethical Hacker (CEH), Bisa Menjaga Kedaulatan Negara

Certified Ethical Hacker (CEH) merupakan salah satu sertifikasi IT security yang patut diikuti. Semakin banyaknya peminat Certified Ethical Hacker, tidak lain karena makin maraknya kasus peretasan yang dilakukan hacker.

Para pelaku cybercrime, tentunya sangat meninginkan data suatu perusahaan atau pihak tertentu, agar kepentingan mereka terwujud.

Itulah mengapa, sertifikasi IT security Certified Ethical Hacker perlu dipertimbangkan oleh pihak penyedia layanan pusat data. Tidak hanya penyedia layanan pusat data, namun Certified Ethical Hacker ini juga diperlukan berbagai sektor industri, karena perusahaan harus mampu melindungi data klien mereka dari jangkauan para pelaku cybercrime yang tidak bertanggung jawab.

Certified Ethical Hacker sendiri adalah salah satu tingkatan sertifikasi yang ditawarkan oleh EC-Council, sebuah lembaga sertifikasi di bidang cyber security yang terpercaya di seluruh dunia.

Selain karena meningkatnya kasus cybercime, Certified Ethical Hacker juga makin populer, karena rangkaian pembelajaran yang diajarkan sangat unik. Di dalam Certified Ethical Hacker, Anda akan dibimbing untuk menjadi seorang hacker. Namun jangan kaget dulu, Anda akan dibimbing menjadi seorang hacker yang memiliki etika.

Sertifikasi Bertaraf Internasional

Certified Ethical Hacker atau CEH juga sudah diakui secara internasional. Jadi, ketika sebuah layanan pusat data telah mendapatkan sertifikasi Certified Ethical Hacker, sudah terjamin dari sisi keamanannya.

Selain itu, dengan memiliki Certified Ethical Hacker ini, kemampuan Anda akan diakui secara sah di dunia cyber security dunia. Bahkan, besar peluang dengan memiliki Certified Ethical Hacker ini, Anda bisa berkarir hingga luar negeri.

Dengan mengikuti training Certified Ethical Hacker, tentu besar harapan agar Anda mendapatkan cukup pengetahuan dan mendapatkan kemampuan yang sama seperti seorang hacker.

Selain itu, biasanya pemegang sertifikat Certified Ethical Hacker, kerap diberi wewenang untuk mengelola jaringan, serta keseluruhan sistem komputer menggunakan metode pengerjaan yang mirip layaknya seorang hacker.

Namun, satu hal yang perlu Anda ingat. Program Certified Ethical Hacker, bertujuan bukan untuk mendidik para peserta menjadi hacker profesional, dan bisa membobol data milik orang lain. Justru sebaliknya, Certified Ethical Hacker bisa melahirkan para ahli di bidang cyber security yang mampu mengalahkan hacker tidak bertanggung jawab.

Apa Tujuan Program Certified Ethical Hacker?

Seperti yang kita ketahui, bahwa keberadaan data sangatlah penting untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Itulah mengapa, menjaga supaya data tersebut tetap dapat diakses menjadi hal yang sangat perlu untuk dilakukan.

Jadi tidak perlu heran, apabila di dalam dunia pusat data akan terdapat banyak sekali sertifikasi yang disarankan, salah satunya Certified Ethical Hacker.

Jika dilihat dari penjelasan di atas tadi, sebenarnya tujuan dari pelatihan Certified Ethical Hacker adalah untuk meningkatkan sistem keamanan pada suat perusahaan.

Bagi sebuah pusat data, keamanan tentunya menjadi hal yang sangat penting. Mengingat ada banyak data dari berbagai perusahaan di sana, sehingga setiap data harus dilindungi dari risiko cybercrime yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab.

Masih belum yakin untuk mengikuti Certified Ethical Hacker? Jika Anda masih ragu untuk mengikuti Certified Ethical Hacker, mungkin Anda akan menyesal kemudian.

Sebab, seperti judul dari artikel ini, Certified Ethical Hacker nyatanya berperan dalam menjaga kemanan data sebuah negara.

Salah satu sosok yang mendapat sertifikat ini adalah Nicholas Charles Paul Humphrey dari Kementerian Pertahanan Inggris. Dirinya merupakan pemegang Certified Ethical Hacker sejak 2016 lalu.

“Dengan (memiliki) kualifikasi CEH, berarti saya telah mampu membuktikan pengetahuan saya dalam bidang pen-testing pada kolega dan orang luar. Menggabungkan kualifikasi EC-Council dengan sertifikasi ISC2 dan CISCO memungkinkan saya untuk menunjukkan pemahaman yang luas, tentang banyak bidang utama yang menjadi fokus peran pekerjaan saya saat ini. Saya merasa bahwa ini meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan “ketenangan pikiran” orang-orang yang menggunakan jasa saya”, ujarnya seperti yang dikutip dari situs EC-Council.

Kemudian, Daniel A. Ricci yang merupakan Chief Warrant Officer/Cyber ​​Analyst dari Angkatan Laut AS juga mengungkapkan, bahwa dirinya merasa terbantu setelah mengikuti sertfikasi Certified Ethical Hacker.

“(Saya) sangat menikmati kursus ini, karena membuat saya up-to-date dengan beberapa eksploitasi yang muncul dan belum saya temukan selama pekerjaan saya. Lab praktik sangat baik dan membantu dalam memahami fungsionalitas alat dan menantang ketika mempertahankannya untuk jaringan organisasi”, jelasnya.

Bayangkan saja, ternyata Certified Ethical Hacker sangat membantunya dalam menjaga data-data penting dan tentunya sangat rahasia dari sebuah negara.

Namun untuk bisa mengikuti Certified Ethical Hacker, Anda perlu memiliki minimal satu tahun dalam bidang teknologi jaringan.

Jadi, tidak semua orang dapat dengan mudahnya mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat Certified Ethical Hacker.

Apabila Anda memang sangat tertarik dengan pelatihan dan sertifikasi Certified Ethical Hacker, segera hubungi kontak tertera di bawah ini, sekarang juga.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Webinar Dampak, Urgensi, dan Prioritas IT Service Management

Inixindo Webinar

Dampak, Urgensi, dan Prioritas IT Service Management

IT Service Management adalah model yang paling banyak digunakan untuk mengelola sumber daya TI. Dirancang untuk memenuhi tuntutan yang berkembang dari suatu organisasi dalam hal operasi sehari-hari dan masa depan, ITSM melibatkan penerapan dan pemeliharaan layanan TI untuk meningkatkan proses kerja internal dan memberikan layanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Untuk lebih memahami ITSM, Anda perlu memahami dampak yang dihasilkan darinya, seperti apa urgensinya dan jika ingin masuk pada penerapannya, apa yang menjadi prioritas? Dalam webinar ini poin-poin tersebut akan dibahas. Daftar sekarang webinar ini secara gratis untuk mendapatkan aksesnya!

Waktu

21 Juli 2021

Mulai

14.00

Waktu Indonesia Barat

Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Webinar Optimasi Bandwidth dan Manajemen Traffic dengan Mikrotik

Inixindo Webinar

Optimasi Bandwith dan Manajemen Traffic dengan Mikrotik

Apakah kecepatan perangkat Anda melambat? Dari mulai keluar terus saat meeting menggunakan zoom di laptop anda atau voice call dengan ponsel tiba-tiba putus? peningkatan request data pada bandwidth internet anda mungkin menjadi penyebabnya.

Pikirkan bandwidth sebagai pipa yang harus dilalui oleh banyak data dari sebuah situs ke Anda, dan dari Anda ke titik lain melalui internet. Semakin besar pipa, semakin baik. Tapi ada beberapa masalah yang dapat memengaruhi bandwidth, termasuk penambahan banyaknya orang yang mengakses internet. Oleh karena itu perlu dilakukannya optimasi sehingga masalah bandwith ini tidak mengganggu produktifitas anda.

Dalam webinar ini kita akan membahas tentang bagaimana Optimasi Bandwith dan Manajemen Traffic dengan Mikrotik. Daftar sekarang webinar ini secara gratis untuk mendapatkan aksesnya!

Waktu

28 Juli 2021

Mulai

14.00

Waktu Indonesia Barat

Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Computer Hacking Forensic Investigator (CHFI) Bantu Ungkap Beragam Kasus Cybercrime

Computer Hacking Forensic Investigator (CHFI) Bantu Ungkap Beragam Kasus Cybercrime

Computer Hacking Forensic Investigator atau CHFI merupakan salah satu sertifikasi IT security, dan ada baiknya untuk Anda miliki. Mengingat, semakin maraknya kasus cybercrime saat ini.

Dalam menangani kasus cybercrime, dibutuhkan pengetahuan mengenai proses penanganan insiden hacking dan cybercrime, di mana mencakup teknik investigasi komputer (digital investigation), baik itu pengumpulan dan pengamanan bukti, forensik digital, serta standar pemulihan data komputer serta perangkat mobile.

Teknik investigasi komputer tersebut, dapat digunakan instansi kepolisian, pemerintah, dan entitas perusahaan global untuk mengumpulkan bukti-bukti serta melakukan analisis pada bukti-bukti tersebut.

Sehingga bisa menjadi bukti dalam pengadilan untuk menangkap dan mempidanakan pelaku cybercrime.

Semakin populernya Computer Hacking Forensic Investigator ini sendiri, tidak lepas dari kasus cybercrime yang semakin kerap terjadi, bahkan parahnya menimbulkan kerugian dalam bentuk materi yang tidak sedikit.

Menurut studi rutin yang dilakukan The World Economic Forum (WEF), cybercrime merupakan salah satu ancaman terbesar di dunia karena selain memiliki kemungkinan besar dan berpotensi untuk membuat dampak yang cukup besar.

Maka tidak heran, memiliki bukti keahlian dalam bidang cyber security seperti Computer Hacking Forensic Investigator ini, menjadi nilai tambah dan bisa dikatakan sebagai investasi bagi karir Anda di masa depan.

Kenapa Harus Computer Hacking Forensic Investigator?

Mungkin Anda masih bertanya-tanya, mengapa sebenarnya Anda perlu mengikuti Computer Hacking Forensic Investigator atau CHFI ini.

Terdapat sangat banyak alasan yang bisa menguatkan alasan, mengapa Anda sangat perlu mengikuti Computer Hacking Forensic Investigator.

Pertama, program Computer Hacking Forensic Investigator sangat disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini, job task analisis, serta fokus industri baru khususnya pada keterampilan forensik

Kemudian, Computer Hacking Forensic Investigator sendiri merupakan vendor kursus yang netral dan telah mencakup semua solusi serta teknologi investigasi forensik

Di dalam Computer Hacking Forensic Investigator sendiri, sudah mencakup seluruh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan memenuhi standar peraturan seperti ISO 27001, PCI DSS, SOX, HIPPA, dan lain sebagainya.

Dengan mengikuti Computer Hacking Forensic Investigator ini, tentu diharapkan Anda bisa memahami proses investigasi kejahatan komputer serta hukum yang terkait.

Anda juga bisa lebih paham mengenai berbagai jenis bukti digital, proses pemeriksaan bukti digital, serta kejahatan elektronik.

Tidak hanya itu saja, dengan mengikuti Computer Hacking Forensic Investigator, Anda juga bisa memahami proses penanganan pertama, alat penanganan pertama, mengamankan dan mengevaluasi TKP elektronik, serta bagaimana proses pengumpulan barang bukti.

Dalam Computer Hacking Forensic Investigator, Anda juga bisa memahami bagaimana cara memulihkan file dan partisi yang sudah dihapus dalam Windows, Linux, maupun perangkat mobile.

Siapa yang Membutuhkan Computer Hacking Forensic Investigator?

Ternyata, pelatihan Computer Hacking Forensic Investigator ini sendiri sangat direkomendasikan untuk diikuti beberapa pemilik kepentingan dari berbagai sektor industri, seperti:

  1. Polisi dan penegak hukum lainnya;
  2. Staf pertahanan dan militer;
  3. Staf keamanan IT organisasi;
  4. Administrator system;
  5. Forensic investigator;
  6. Manager IT;
  7. Profesional IT Bank.

Tapi adakah syarat yang perlu dimiliki sebelum mengikuti pelatihan Computer Hacking Forensic Investigator? Tentu saja, terdapat beberapa syarat yang diperlukan jika Anda ingin mengikuti pelatihan Computer Hacking Forensic Investigator atau CHFI ini.

Baca juga: Pentingnya Certified Ethical Hacker (CEH), Bisa Menjaga Kedaulatan Negara

Syarat pertama yang perlu Anda miliki, adalah memiliki pemahaman secara menyeluruh mengenai platform sistem operasi Windows, Linux, Android, iOs, dan lain sebagainya.

Kemudian, Anda juga diharuskan memiliki pengetahuan mengenai jaringan, paham juga mengenai dasar-dasar keahlian komputer, dan yang terakhir, Anda juga perlu memahami dasar dari keamnan IT.

Manfaat Punya Sertifikasi Computer Hacking Forensic Investigator

Tentu sebelum mengikuti pelatihan Computer Hacking Forensic Investigator, mungkin Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya manfaat yang bisa Anda dapatkan, dan tidak sekadar memiliki ilmu baru di bidang cyber security.

Tentunya, jika Anda berkecimpung di dunia cyber security, Anda perlu memiliki pengakuan dari keahlian Anda. Dengan memiliki kemampuan di bidang cyber security seperti Computer Hacking Forensic Investigator, maka bukan tidak mungkin, bisa menjadi nilai tambah bagi diri Anda.

Manfaat memiliki sertifikasi Computer Hacking Forensic Investigator yang paling terasa, salah satunya di dunia kerja atau karir Anda.

Dengan sertifikasi Computer Hacking Forensic Investigator yang Anda miliki, perusahaan akan tertarik untuk menjadikan Anda karyawan tetap di perusahaan, tentu dengan gaji menarik.

Atau, jika Anda sudah menjadi salah satu ahli IT di sebuah perusahaan, dengan memiliki Computer Hacking Forensic Investigator ini, bisa meningkatkan kepercayaan perusahaan pada Anda.

Tidak hanya itu, bahkan bukan tidak mungkin Computer Hacking Forensic Investigator akan menjadi syarat jika Anda akan naik ke level selanjutnya.

Jadi, sangat disayangkan jika Anda tidak segera mengikuti pelatihan Computer Hacking Forensic Investigator atau CHFI tersebut.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Migrasi ke COBIT 5, Strategi yang Membuat Organisasi Lebih Berkembang

Migrasi ke COBIT 5, Strategi yang Membuat Organisasi Lebih Berkembang

COBIT 5 telah hadir dan menjadi sebuah revolusi, terutama dalam bagaimana memandang manajemen serta tata kelola TI yang ada di dalam sebuah organisasi.

Di dalam COBIT 5, terdapat sejumlah perubahan yang cukup penting apabila dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Lantas, terdapat pertanyaan yang muncul, yaitu apakah organisasi yang sudah mengeluarkan sejumlah investasi untuk mengimplementasikan COBIT versi sebelumnya, harus segera bermigrasi ke COBIT 5?

Tentu jawabannya “iya”. Sebab, zaman akan terus berkembang, begitu juga ilmu pengetahuan. Tentu, dengan begitu ada baiknya segera migrasi ke COBIT 5.

Jika dilihat lebih jauh, memang, migrasi menuju COBIT 5 tidak seperti migasi software dan hardware.

Hal ini sejalan dengan pendapat dari Sudarsan Jayaraman dalam sebuah artikel yang dia tulis dan telah dimuat di dalam bulletin Cobit Focus dari ISACA volume 3, pada Juli 2013 lalu.

Dirinya menyatakan, bahwa untuk berpindah ke COBIT 5 itu tidak seperti migrasi software, hardware atau platform tertentu.

Akan tetapi, proses migrasi tersebut perlu dilihat sebagai sebuah transisi dari bagaimana aktifitas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari para para pemangku kepentingan.

Namun, akan muncul pertanyaan pastinya, apakah apa yang dilakukan dalam COBIT 5 ini tidak dilakukan pada COBIT versi sebelumnya?

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi faktor pembeda antara COBIT 5 dari COBIT 4.1, dan apa saja manfaat yang bisa diambil dari COBIT 5 ini?

Nah, untuk membahasnya satu persatu, simak penjelasannya di bawah ini.

Perlunya Migrasi ke COBIT 5

Meski COBIT 4.1 menjadi sebuah framework yang sangat populer, akan tetapi framework ini sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai framework TI, bukan framework bisnis organisasi.

Dalam COBIT 4.1 lebih menjelaskan kebutuhan TI sebagai sebuah model operasi dan pedoman praktik-praktik bagus dalam proses-proses TI.

Akan tetapi, di dalam COBIT 4.1 kurang memiliki perspektif tata kelola secara organisasi karena lebih berorientasi kepada proses TI.

Kendati COBIT 4.1 juga melakukan penyelarasan bisnis TI, yaitu dengan memetakan tujuan bisnis ke tujuan TI.

Sedangkan di sisi lain, pada COBIT 5 melakukan perubahan lebih jauh pada model proses tersebut, dengan memberi pembeda yang lebih jelas antara proses-proses dalam lingkup tata kelola dan proses-proses dalam lingkup manajemen.

Kemudian, sudah terdapat juga domain baru dalam model referensi proses yang diperkenalkan dalam COBIT 5, yaitu domain governance.

Hal ini tentunya menjadi sebuah perubahan besar yang bisa memberi kejelasan pada fungsi-fungsi manajemen, serta tata kelola di dalam sebuah organisasi.

Inovasi lain besar lainnya yang ada di COBIT 5 adalah diperkenalkannya lima prinsip utama, serta tujuh enabler yang menjadi pilar penyokong framework COBIT 5 ini.

Dengan adanya penambahan ini, maka COBIT 5 sendiri sudah mulai menyelaraskan dirinya lebih dekat dengan framework ISO 38500.

Meskipun, COBIT 5 masih mempertahankan model penurunan tujuan, seperti yang digunakan dalam COBIT 4.1.

Tapi, COBIT 5 sudah memasukkan identifikasi kebutuhan stakeholder sebagai titik awal dalam proses pemetaan tersebut.

Maka, berdasar kebutuhan stakeholder tersebut, kemudian diturunkan lebih jauh menjadi tujuan organisasi, tujuan TI, hingga akhirnya tujuan dari enabler.

Cukup berbeda dengan COBIT 4.1, di mana ujungnya adalah tujuan proses TI. Sementara dalam COBIT 5 penurunannya kepada tujuan dari enabler yang memiliki tujuh poin.

Selanjutnya, ada juga perbedaan signifikan lainnya yaitu dalam hal model asesmen proses yang dibawa oleh COBIT 5.

Model asesmen yang dibawa oleh COBIT 5 ini selaras dengan kebutuhan standard ISO 155004.

Ini mengartikan, bahwa asesmen yang dilakukan akan menjadi lebih ketat dan juga lebih akurat terhadap proses-proses yang relevan.

Manfaat COBIT 5 Bagi Organisasi

Pada dasarnya, dengan migrasi menggunakan COBIT 5, organisasi akan merasakan manfaat yang tentunya cukup siginifikan.

Beberapa manfaat dari COBIT 5 bagi organisasi antara lain adalah sebagai berikut:

  • COBIT 5 mampu menyelaraskan bisnis dan TI lebih dekat. Hal ini didukung dengan menggunakan kebutuhan stakeholder (internal dan eksternal) sebagai pijakan awal, sehingga membuat COBIT 5 lebih fokus pada bisnis.
  • Selanjutnya, dalam COBIT 5 Memperkenalkan tujuh enabler, di mana ini merupakan cara yang lebih efisien dan efektif dalam penggunaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bisnis.
  • COBIT 5 juga membantu organisasi untuk memahami perspektif bisnis secara lebih jelas, dengan memetakan tujuan-tujuan serta obyektif-obyektifnya ke sebuah model scorecard bisnis.
  • Tidak sampai situ saja, COBIT 5 juga menunjukkan tanggung-jawab dari keseluruhan bagian organisasi secara lebih komprehensif dalam tata kelola TI organisasi, melalui RACI chart yang tentunya lebih lengkap dibandingkan versi sebelumnya.

Kapan Harus Migrasi ke COBIT 5?

Jika sebuah organisasi sudah implementasi COBIT 4.1 dan dirasa sudah mencapai tujuan organisasi itu sendiri, maka ada baiknya segera mempertimbangkan migrasi ke COBIT 5.

Sebab, dengan migrasi ke COBIT 5, artinya juga mengubah pengaturan tata kelola TI (IT Governance) menjadi tata kelola orgnisasi terhadap TI (Governance of Enterprise IT/GEIT).

Hal ini menyebabkan keterlibatan stakeholder organisasi memiliki peran yang amat sangat penting di dalam COBIT 5.

Namun, jika dijabarkan secara rinci, terdapat beberapa faktor yang mendukung keputusan organisasi untuk segera migrasi ke COBIT 5, antara lain:

– Langkap pengawasan yang diimplementasikan lebih berorientasi TI, dan cenderung tidak mencakup keseluruhan organisasi.

– Terjadinya kegagalan berulang dari proses-proses TI.  Di mana hal tersebut disebabkan oleh permasalahan pada sisi layanan yang seharusnya dilakukan oleh sisi bisnis.

– Selanjutnya, penting juga mempertimbangkan migrasi ke COBIT 5 jika risiko yang bisa menjadi hambatan bisnis, masih saja tidak berkurang secara signifikan dan risiko TI tidak selaras dengan risiko organisasi.

Tentu saja terdapat pemicu-pemicu lainnya yang dapat mengarah kepada keputusan untuk migrasi ke COBIT 5.

Itulah mengapa, bagi organisasi yang sudah mengimplementasikan COBIT 4.1, pilihan untuk migrasi ke COBIT 5 adalah langkah yang diambil jika organisasi ingin berkembang.

Selain itu, dengan COBIT 5, organisasi bisa memperluas lingkup yang hanya inisiatif tata kelola TI, menjadi inisatif tata kelola organisasi secara lebih luas.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta