Menteri Kesehatan Republik (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan meningkatkan efisiensi layanan kesehatan di Tanah Air.

Sehingga di depan nanti, para peneliti dan profesional kesehatan bisa lebih fokus pada tugas kognitif serta perawatan pasien.

Seperti yang dilansir dari Investor.id, hal tersebut disampaikan oleh Menkes sebagai pembicara utama (keynote speaker) dalam webinar bertema ‘Membangun dan Meningkatkan Layanan Kesehatan Digital di Era Pandemi’ yang digelar oleh Asosiasi Cloud Computing Indonesia bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Rabu (17/3).

Bahkan, Menkes Budi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah melaju dengan pesat.

Adanya TIK bisa membantu umat manusia saling terhubung tanpa mengenal batas wilayah negara dan juga menjadi salah satu pendorong globalisasi.

Inovasi-inovasi TIK di Bidang Kesehatan

Inovasi teknologi juga semakin tumbuh pesat dengan berkembangnya cyber physical system, internet of thing (IoT), cloud computing, kecerdasan buatan (artifisial intelligence/AI), cyber security, serta big data analytics.

Di dalam bidang kesehatan sendiri, seluruh inovasi di bidang TIK tersebut akhirnya melahirkan beragam produk, seperti sistem manajemen kesehatan (health management), information system electronic medical, atau health surveillance system, hingga pada akhirnya berfungsi untuk mendesain layanan kesehatan bergerak/digital (mobile health) dan lain sebagainya.

“Kecerdasan buatan (AI) juga akan membawa dunia medis ke tingkat selanjutnya, walaupun masih terdapat permasalahan menyangkut data privasi, potensi kesalahan mesin, dan penerapan regulasi yang tepat,” jelas Menkes Budi.

Dengan adanya teknologi digital, bisa membebaskan para peneliti, dokter, atau perawat, supaya lebih banyak mencurahkan energi dan mentalnya pada tugas-tugas kognitif tingkat tinggi dan peningkatan perawatan pasien.

“Kita menyadari bahwa inovasi teknologi memiliki potensi yang tinggi untuk membantu bidang kesehatan. Para profesional medis pun nantinya tidak perlu lagi menghafal banyak hal, termasuk istilah-istilah dalam bidang kesehatan,” lanjut Budi.

Beliau juga menekankan perlunya peran kepemimpinan inovatif untuk membangun tim kesehatan yang terintegrasi, sehingga layanan kesehatan dapat berkembang serta berkontribusi lebih baik untuk pembangunan nasional.

Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Dosen dan peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Anis Fuad menjelaskan, bahwa tingkat adopsi layanan kesehatan berbasis digital (telemedicine) di Indonesia berkembang pesat, khususnya pasca adanya pandemi Covid-19.

Mengacu pernyataan Presiden Joko Widodo, tepatnya pertengahan April 2020, pemanfaatan layanan telemedicine yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan oleh masyarakat Indonesia, mulai naik pesat menjadi 15 juta. Angka ini meningkat dibandingkan sebelum pandemi yang hanya sekitar 4 juta.

“Waktu itu, Presiden menyampaikan ada sekitar 15 juta pengguna telemedicine dari sebelumnya masih 4 juta. Ini catatan menariknya. Artinya, kita bisa melihat dalam kurun waktu 1-2 bulan pacsapandemi, ada peningkatan akses terhadap fasilitas kesehatan digital sekitar 7 juta per bulan,” ungkap Anis.

Menurut Anis, ke depan nanti cloud computing memiliki peran penting dalam layanan kesehatan digital.

Jadi tidak heran, apabila Kementerian Kesehatan dirasa perlu memperkuat regulasi yang kuat serta melindungi profesional kesehatan maupun pasien.

Tantangan Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Memang seiring dengan penerapan TIK di bidang kesehatan, proses pelayanan seharusnya lebih praktis dan efisien, serta bisa menekan biaya, baik untuk lembaga layanan kesehatan atau bahkan masyarakat.

Meski begitu, masih terdapat tantangan yang perlu dihadapi. Sebab, layanan kesehatan digital perlu sinkronisasi data yang berasal dari berbagai lembaga. Tujuannya agar platform dapat memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya.

Selain itu, dari segi infrastrukturnya juga harus dikelola dengan enkripsi end-to-end. Hal ini agar data pribadi pengguna senantiasa terjamin keamanannya.

Perlunya Pengembangan SDM

Kemudian untuk mewujudkan layanan kesehatan yang optimal dengan bantuan TIK, diperlukan SDM yang kompeten.

Infrastruktur TIK yang bagus sekalipun, tidak bisa memberi dampak signifikan apabila SDM dalam organisasi tersebut tidak mampu memanfaatkan infrastruktur tersebut.

Itulah mengapa, pengembangan SDM diperlukan dalam rangkan mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan organisasi.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.