Di era digital ini, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah menjadi pusat perhatian dalam dunia teknologi. 

Teknologi ini telah berkembang pesat dan merambah ke berbagai aspek kehidupan kita, dari aplikasi bisnis hingga layanan kesehatan dan hiburan.

AI telah merambah ke berbagai aspek kehidupan kita, mengubah cara kita bekerja, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. 

Namun, ketika kita berbicara tentang AI, seringkali kita mendengar tentang “tingkatan” atau “level” kecerdasan buatan.

Tingkatan Artificial Intelligence

Secara umum, Artificial Intelligence atau AI memiliki 3 tingkatan yakni lemah, sedang, dan superintelligence. 

Ketiga tingkatan ini memiliki kemampuan masing-masing dan digunakan untuk berbagai keperluan yang berbeda.

Berikut penjelasan tentang tingkatan AI dari paling lemah hingga paling kuat:

Ilustrasi AI

Tingkatan AI Lemah (Weak AI) atau Sistem AI Spesifik

Tingkat AI ini merujuk pada sistem yang dibuat untuk menangani tugas-tugas tertentu yang bersifat khusus. Contoh yang sering ditemui adalah chatbot, sebuah program komputer yang dibuat untuk berkomunikasi dengan manusia melalui teks atau suara. 

Chatbot biasa digunakan dalam layanan konsumen, di mana perusahaan-perusahaan e-commerce memanfaatkannya untuk memandu pelanggan dalam mencari produk, menjawab pertanyaan seputar kebijakan pengiriman, serta menangani aduan konsumen secara efektif dan efisien. 

Selain itu, AI jenis ini juga terdapat pada sistem rekomendasi yang dipakai oleh layanan streaming seperti Netflix dan Spotify, yang memanfaatkan algoritma machine learning untuk mempelajari kebiasaan pengguna dan memberikan saran konten yang sesuai dengan kesukaan mereka.

ilustrasi ai

Tingkatan AI yang Kuat (Strong AI) atau Sistem AI Umum

Pada tingkatan ini, AI memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai tugas dan belajar dari pengalaman mereka. Salah satu contoh yang paling terlihat dari strong AI adalah mobil otonom. 

Mobil otonom menggunakan teknologi AI yang canggih, seperti sensor radar dan kamera, untuk mengemudi tanpa bantuan manusia.

Mereka dapat mendeteksi dan menanggapi perubahan di lingkungan sekitarnya, seperti lampu lalu lintas, pejalan kaki, dan kendaraan lain di jalan. Selain itu, asisten virtual seperti Google Assistant dan Amazon Alexa juga merupakan contoh dari AI yang kuat. 

Mereka dapat menjawab pertanyaan, memberikan informasi, mengatur jadwal, dan bahkan mengeksekusi perintah suara dengan menggunakan pemahaman bahasa alami dan konteks pengguna.

ilustrasi AI

Superintelligence

superintelligence adalah tingkatan tertinggi AI yang mungkin akan melebihi kecerdasan manusia dalam segala hal. 

Meskipun masih merupakan konsep teoritis, beberapa contoh aplikasi potensial dari superintelligence termasuk pemecahan masalah kompleks dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian ilmiah hingga pengembangan teknologi baru. 

Misalnya, dalam bidang kesehatan, superintelligence dapat digunakan untuk menganalisis data genomik dan memprediksi risiko penyakit genetik dengan tingkat akurasi yang tinggi. 

Dalam bidang finansial, superintelligence dapat digunakan untuk menganalisis pasar keuangan dan membuat prediksi investasi dengan akurasi yang lebih baik daripada manusia.