Perkembangan Artificial Intelligence atau AI kini sangatlah pesat. OpenAI akan memperkenalkan model AI terbaru GPT-5 yang rencananya akan dirilis pada musim panas tahun ini.

Akses awal sudah diberikan pada beberapa perusahaan pelanggan, dan indikasinya adalah GPT-5 memiliki kecanggihan dan perubahan yang signifikan.

Pelanggan perusahaan yang sudah menerima demo GPT-5 melaporkan pengalaman yang sangat positif, digambarkan bahwa GPT-5 lebih baik secara material dibandingkan dengan model sebelumnya. Selain itu presentasi OpenAI juga mengisyaratkan GPT-5 memiliki kemampuan seperti agen AI independen.

Seperti dilansir dari Business Insider, GPT-5 mendapatkan sejumlah perbaikan dan peningkatan yang signifikan dari versi sebelumnya. GPT-5 dirancang untuk meningkatkan konsistensi, kreativitas, dan responsivitas teks yang dihasilkan oleh ChatGPT. Dengan pembaruan ini, pengguna diharapkan akan mendapatkan pengalaman berinteraksi yang lebih alami dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Melalui laman resminya, GPT-5 disebut-sebut akan menjadi iterasi kelima dari model bahasa GPT (Generative Pre-Training Transformer) yang menunjukkan lompatan besar di bidang pemrosesan bahasa alami. Model GPT-5 memiliki kemampuan untuk memahami dan menghasilkan teks mirip manusia, memiliki potensi untuk merevolusi cara berinteraksi dengan mesin dan mengotomasi berbagai tugas berbasis bahasa.

GPT-5 juga disebut-sebut mampu memecahkan masalah sulit dengan akurasi yang lebih besar berkat pengetahuan umum dan kemampuan pemecahan masalah yang lebih luas.

Meskipun banyak spekulasi yang muncul terkait tanggal rilis pasti GPT-5, OpenAI masih tetap merahasiakannya. Namun laporan terbaru mengindikasikan bahwa pelatihan GPT-5 telah selesai pada tahun 2023 lalu, dan peluncurannya diharapkan akan terjadi pada 2024.

Sejarah versi GPT

GPT-1

Model pertama dari GPT ini diluncurkan pertama kali pada 11 Juni 2018. GPT-1 dilatih menggunakan pendekatan semi-supervised.  Tahap pertama adalah pre-training, di mana model dilatih pada dataset besar (dalam hal ini, BookCorpus) untuk memahami struktur bahasa. Tahap kedua, atau fine-tuning, kemudian menyesuaikan model yang telah dilatih sebelumnya untuk tugas spesifik.

GPT-1 terdiri dari 12 lapisan transformator dan menggunakan mekanisme self-attention yang di-mask. Hal ini meungkinkan model untuk mempertimbangkan konteks sekitar kata saat membuat prediksi.

Tujuan utama dari GPT-1 adalah untuk menghasilkan teks yang koheren dan relevan, dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi seperti penulisan otomatis, penyelesaian teks, dan lainnya.

Secara keseluruhan, GPT-1 adalah langkah penting dalam pengembangan model bahasa berbasis transformer dan telah membuka jalan bagi model-model lanjutan seperti GPT-2 dan GPT-3.

GPT-2

GPT-2 dirilis secara bertahap mulai Februari 2019 dan model dengan 1,5 miliar parameter dirilis pada November 2019. 

Dengan 1,5 miliar parameter, GPT-2 punya peningkatan yang signifikan dibandingkan GPT-1 yang hanya memiliki 117 juta parameter.

GPT-2 dilatih pada dataset yang terdiri dari 8 juta halaman website, dan memiliki skor kredibilitas 6.91 dari 10.

Secara keseluruhan, GPT-2 merupakan langkah besar dalam pengembangan model bahasa berbasis transformer dan telah membuka jalan bagi model-model lanjutan seperti GPT-3.

Ilustrasi OpenAI

GPT-3

Dengan 175 miliar parameter, GPT-3 merupakan model bahasa terbesar pada saat peluncurannya. Model ini dilatih pada dataset yang sangat besar yang mencakup sebagian besar internet. 

GPT-3 telah digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pencarian dan percakapan hingga penyelesaian teks, melalui API OpenAI. Salah satu implementasi paling populer dari GPT-3 adalah ChatGPT, yang dapat menghasilkan teks yang mirip dengan manusia berdasarkan konteks dan percakapan sebelumnya. 

Meskipun ada tantangan, GPT-3 telah membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut dalam bidang model bahasa berbasis transformer.

GPT-3.5

Diluncurkan pada 22 Agustus 20231, GPT-3.5 dirancang untuk membantu profesional di berbagai bidang. Model ini dapat memahami dan menghasilkan bahasa alami atau kode dan telah dioptimalkan untuk percakapan menggunakan API Chat Completions. 

GPT-3.5 juga memberikan pengembang kemampuan untuk menyesuaikan model agar lebih baik sesuai dengan kasus penggunaan mereka.

Misalnya, pengembang dapat menjalankan fine-tuning yang diawasi untuk membuat model lebih baik mengikuti instruksi, seperti membuat output menjadi ringkas atau selalu merespon dalam bahasa tertentu. 

Selain itu, fine-tuning juga memungkinkan bisnis untuk mempersingkat prompt mereka sambil memastikan kinerja yang serupa.