Inilah Faktor-Faktor Yang Sering Menyebabkan Terjadinya Kesalahan Atau Failure Di Data Center

Mar 16, 2018 | Article, Halaman Depan, Knowledge Center | 0 comments

Keberadaan data center sudah menjadi suatu yang mewah lagi bagi perusahaan maupun instansi pemerintah. Terpusatnya data di suatu lokasi memudahkan perusahaan atau instansi tersebut melakukan pengawasan, perawatan, dan perbaikan  terhadap server. Terlepas dari semua kemudahan tersebut, data center juga memiliki resiko yang sangat besar jika tidak dioperasikan secara baik.

Bayangkan saja jika semua data terkumpul di suatu tempat dan terjadi kesalahan di dalam operasional data center tersebut sehingga menyebabkan seluruh server yang ada di dalamnya menjadi down. Sebuah resiko yang sama sekali tidak diharapkan baik oleh perusahaan atau instansi maupun publik yang membutuhkan layanan data.

Lalu faktor apa saja yang dapat menyebabkan kegagalan atau yang sering disebut dengan downtime di data center? Inilah 4 faktor yang paling sering menyebabkan downtime pada data center.

 

Keamanan

Faktor keamanan menempati urutan ke-4. Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu lalu sempat terjadi DDoS attack yang menyebabkan layanan media sosial seperti Twitter sempat tidak bisa diakses selama beberapa jam. Faktor keamanan tidak hanya dipengaruhi oleh serangan dari luar tapi bisa juga disebabkan dari internal data center itu sendiri, seperti data center professional yang tidak sengaja mengizinkan skema phishing berjalan di suatu server.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, Anda harus memastikan keamanan di setiap level terlindungi mulai dari perimeter sampai ke port. Anda juga harus merancang sistem pengawasan dan pelaporan yang memungkinkan Anda untuk melacak siapa dan kapan seseorang dapat mengakses data center Anda.

 

Kabel

Di urutan ke-3, penyebab lambatnya koneksi atau bahkan failure datang dari kabel. Bagi sebagian besar orang, kabel merupakan masalah sepele yang sering luput dari perhatian. Beberapa hal yang dapat menyebabkan kabel di data center Anda bermasalah antara lain :

  • Bundel kabel yang terlalu padat dan kencang.
  • Kabel yang terputar atau tertekuk
  • Kabel dengan Return Loss (RL) dan Near-End Crosstalk (NEXT) yang buruk.
  • Pemilihan kabel yang salah untuk aplikasi jaringan tertentu

Satu-satunya solusi untuk masalah kabel ini adalah memilih orang yang benar-benar mengerti tentang manajemen kabel untuk data center dalam mendesain dan mengoperasikan data center kita.

 

Pendinginan Udara

Masalah pendinginan berada di urutan ke-2 untuk faktor yang dapat menyebabkan failure di data center. Karena di Indonesia sendiri beriklim tropis, masalah pendinginan bisa menjadi masalah yang sangat penting. Sebenarnya, pendinginan di data center cuma berkutat di tiga hal:

  • Pendingin Udara
    Di banyak data center di dunia, hal ini dianggap sebagai satu-satunya penyebab masalah. Jika sering terjadi overheating, mereka memandang bahwa menambah daya pendinginan merupakan satu-satunya solusi. Padahal, berapa daya pendinginan udara yang dibutuhkan seharusnya dapat diketahui pada tahap perencanaan sehingga penambahan daya hanya dilakukan pada saat data center menambah kapasitas rak server.
  • Sirkulasi Udara
    Hal yang paling sering menyebabkan terjadinya overheating di data center adalah sirkulasi udara yang buruk. Merancang sistem sirkulasi udara yang baik tidak hanya menghindarkan data center Anda dari masalah overheating tetapi juga memberikan benefit berupa efisiensi. Anda bisa membaca Kami artikel tentang sirkulasi udara di data center yang telah kami tulis.
  • Kontrol & Monitoring Suhu
    Terkadang masalah overheating terjadi bukan karena pendingin udara atau kipas sirkulasi udara yang tidak berjalan dengan baik tetapi monitoring suhu yang buruk. Banyak data center yang tidak memiliki sistem monitoring suhu yang baik. Monitor kelembapan dan tekanan udara juga selayaknya dimiliki oleh data center.

 

Human Error

Di urutan teratas untuk penyebab terjadinya failure di data center adalah faktor kesalahan manusia. Menurut The Uptime Institute, 70% hilangnya koneksi ke server disebabkan oleh human error. Kasus terbesar data center failure dialami British Airways di tahun 2017. Kesalahan ini terjadi karena seorang pegawai kontraktor maintenance di data center tidak sengaja mematikan seluruh sistem UPS di data center milik British Airways. Akibat kejadian ini, 800 penerbangan British Airways batal dan British Airways harus menanggung kerugian sebesar 53 Juta Poundsterling.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kesalahan manusia yang menyebabkan failure di data center Anda.

  • Mengadakan training bagi karyawan di data center dan menyiapkan dokumentasi prosedur.
  • Menentukan tugas secara spesifik untuk setiap data center professional.
  • Membuat standar solusi untuk masalah yang mungkin akan terjadi.
  • Mengadakan simulasi dowtime secara rutin.

 

Jika Anda sudah merencanakan untuk pelatihan untuk karyawan di data center Anda, Anda bisa mengikuti program training CDCP (Certified Data Center Specialist), CDCS (Certified Data Center Specialist), dan CDCE (Certified Data Center Expert) di Inixindo Jogja.

Chat via Whatsapp