Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI menegaskan pentingnya peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dalam memperkuat tata kelola pemerintahan digital. Penegasan tersebut disampaikan melalui konsep metaforis “mantra penjinak naga”, yakni kemampuan Diskominfo dalam mengelola data, informasi, dan opini publik secara efektif sehingga membantu kepala daerah menjalankan mandat pemerintahan secara optimal.

Metafora itu disampaikan Staf Khusus Wakil Menteri Komdigi RI, Riant Nugroho, saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 4 Tahun 2024 di Lorin Solo Hotel, Surakarta, Rabu (12/11/2025).

Kepala Diskominfo sebagai Pengendali Informasi Daerah

Dalam paparannya, Riant menyampaikan bahwa keberhasilan daerah sangat dipengaruhi oleh kemampuan Kepala Dinas Kominfo dalam menyediakan data dan membangun komunikasi publik. Ia menggambarkan Kepala Diskominfo sebagai figur kunci yang dapat menjadi sandaran kepala daerah dalam menghadapi dinamika informasi pemerintahan.

Riant menekankan bahwa sebuah daerah akan berjalan lebih efektif apabila kepala daerah didukung oleh manajemen data yang kuat. Karena itu, Diskominfo harus mampu bertransformasi menjadi “ensiklopedia berjalan”, yaitu unit yang menyediakan data komprehensif, akurat, dan real-time untuk kebutuhan pengambilan keputusan.

Diskominfo sebagai Perekat Kolaborasi Pemerintahan

Riant juga mengingatkan bahwa peran Diskominfo bukanlah berdiri di atas dinas lain, melainkan menjadi penghubung yang memastikan seluruh instansi bergerak selaras. Untuk itu, seorang Kepala Diskominfo harus mampu berperan sebagai generalis yang memahami berbagai fungsi pemerintahan, sekaligus tetap memiliki kompetensi teknis sebagai spesialis komunikasi dan digital.

Dalam konteks kepemimpinan, Riant menegaskan perlunya karakter level five leadership yang dicetuskan Jim Collins—pemimpin kompeten yang tetap rendah hati. Menurutnya, organisasi akan semakin kuat apabila dipimpin oleh sosok yang mengedepankan kemampuan, integritas, dan kerendahan hati.

Paradigma Komunikasi Pemerintah Harus Lebih Partisipatif

Memasuki era digital, Riant menilai pemerintah tidak lagi cukup hanya menguasai informasi. Pemerintah harus membangun hubungan yang lebih manusiawi dan partisipatif dengan masyarakat. Pendekatan komunikasi satu arah dianggap tidak lagi memadai.

Riant menegaskan bahwa aparatur Kominfo harus mampu bekerja melalui kolaborasi lintas sektor. Prinsipnya adalah menyelesaikan sesuatu dengan dan melalui orang lain, bukan bekerja sendiri. Kolaborasi ini menjadi fondasi utama percepatan transformasi pemerintahan digital.

Implementasi Permenkominfo 4/2024: Mendorong Integrasi Tata Kelola Digital

Ketua CEO Paguyuban Kepala Dinas Kominfo Jawa Tengah, Gotri Wijianto, menjelaskan bahwa substansi Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024 sejalan dengan semangat open government dan percepatan digitalisasi pelayanan publik.

Ia mencontohkan penerapan di Kabupaten Temanggung, di mana empat pilar—keterbukaan informasi publik, SPBE, Satu Data Indonesia, dan Smart City—telah dipadukan menjadi satu layanan digital terpadu. Integrasi ini dimulai dari tingkat desa, karena desa memiliki data dasar pelayanan publik yang menjadi fondasi tata kelola digital.

Menurut Gotri, prinsip mendasar digitalisasi pemerintahan adalah tidak menambah beban birokrasi, melainkan menyederhanakan proses. Layanan manual harus dapat diubah menjadi layanan digital yang ringkas, mudah, dan relevan bagi masyarakat.

Ia berharap integrasi layanan dari desa, kabupaten/kota, hingga provinsi dapat difasilitasi oleh Diskominfo Jawa Tengah agar data dan kebijakan saling terhubung secara utuh. Inilah yang disebutnya sebagai wujud konkret “mantra penjinak naga” dalam tata kelola pemerintahan.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Menguatkan Transformasi Digital

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung sejak Selasa (11/11/2025) ini turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Jawa Tengah, Agung Hariyadi, serta CEO Inixindo Jogja, Andi Yuniantoro, yang memberikan perspektif mengenai penguatan kapasitas aparatur pemerintahan dalam menghadapi tantangan digitalisasi.

Sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman dan konsolidasi antar instansi agar implementasi Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024 dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Inixindo Jogja
Mon, May 4, 2026
Pelatihan dan Sertifikasi Certified Ethical Hacker (CEH): Membangun Karier Keamanan Siber Anda! Mengapa CEH? Sertifikasi No. 1 Dunia: CEH telah menjadi standar industri dalam keamanan siber selama 20 tahun, diakui oleh lebih dari 50 perusahaan terkemuka dan pemerintah di seluruh dunia. Pengakuan Global: CEH diperingkat #1 dalam Ethical Hacking Certifications oleh ZDNet dan peringkat ke-4 di antara 50 Sertifikasi Keamanan Siber Terkemuka. Apa yang dipelajari di CEH ? Dasar-Dasar Ethical Hacking: Pelajari dasar-dasar isu utama dalam dunia keamanan informasi, termasuk kontrol keamanan informasi, undang-undang yang relevan, dan prosedur standar. Teknik Penyerangan: Menguasai berbagai teknik penyerangan seperti eksploitasi Border Gateway Protocol…
Inixindo Jogja
Mon, May 4, 2026
Network Operation Center merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam komponen defence in depth. Dengan Network Operation Center segala bentuk insiden akan lebih mudah terdeteksi dan dapat diminimalisir dampak negatifnya. Training ini membahas cara konfigurasi dan implementasi zabbix sebagai solusi Network Operation Center. Dengan berbagai macam study case implementasi di dunia nyata sehingga dapat dijadikan acuan dalam implementasi Network Operation Center. Apa yang akan anda pelajari? Dengan mengikuti pelatihan ini anda akan mempelajari: Installing Zabbix and Getting Started Using the Frontend Getting Things Ready with Zabbix User Management Setting Up Zabbix Monitoring Working with Triggers and Alerts Visualizing Data, Inventory, and Reporting…
Inixindo Jogja
Mon, May 4, 2026
Pelatihan ini akan memenuhi kebutuhan pengetahuan dan keterampilan dalam memahami, mengukur dan menerapkan Tata Kelola TI di ruang lingkup organisasi bedasarkan Framework COBIT 2019 dalam berbagai topik bahasan Tata Kelola TI dan Managemen TI seperti Pengelolaan, Resiko dan Kesesuaian (GRC), Manajemen Layanan TI, Manajemen Keamanan Informasi, Audit Sistem Informasi, COBIT Enablers dan prinsip dalam proses Tata Kelola TI dan Manajemen TI. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan nilai tambah melalui pemahaman dari Tata Kelola TI dan Manajemen TI berdasarkan Framework COBIT 2019. IT Governance with COBIT Cobit 2019 Framework Introduction Governance System Principles Governance Framework Principles Governance System and…
Inixindo Jogja
Tue, May 5, 2026
Tata Kelola Menjadi Trigger Keberhasilan IT Anda Studi McKinsey (2022) menunjukkan bahwa 70% transformasi digital gagal karena kurangnya keselarasan antara IT dan prioritas bisnis. COBIT 2019 mengatasi hal ini dengan menyediakan mekanisme untuk memetakan tujuan IT ke tujuan organisasi. Berikut ini mengapa COBIT 2019 menjadi awal keberhasilan Anda: Memastikan Keselarasan IT dengan Tujuan Bisnis Forbes (2023) menekankan bahwa perusahaan dengan tata kelola IT yang kuat mencapai ROI 40% lebih tinggi pada proyek teknologi, karena fokus pada inisiatif yang berdampak langsung pada bisnis. Mengelola Risiko dan Kepatuhan Regulasi Riset McKinsey (2021) menemukan bahwa perusahaan dengan tata kelola IT yang matang (seperti…
Inixindo Jogja
Mon, May 11, 2026
Network Operation Center merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam komponen defence in depth. Dengan Network Operation Center segala bentuk insiden akan lebih mudah terdeteksi dan dapat diminimalisir dampak negatifnya. Training ini membahas cara konfigurasi dan implementasi zabbix sebagai solusi Network Operation Center. Dengan berbagai macam study case implementasi di dunia nyata sehingga dapat dijadikan acuan dalam implementasi Network Operation Center. Apa yang akan anda pelajari? Dengan mengikuti pelatihan ini anda akan mempelajari: Installing Zabbix and Getting Started Using the Frontend Getting Things Ready with Zabbix User Management Setting Up Zabbix Monitoring Working with Triggers and Alerts Visualizing Data, Inventory, and Reporting…
Inixindo Jogja
Mon, May 11, 2026
Strategi, Proses Bisnis, dan Teknologi Informasi adalah komponen yang harus diintegrasikan dalam sebuah organisasi. Tujuan dari Integrasi tersebut, agar ketersediaan data dan informasi lebih cepat, valid, dan berguna.Langkah awal untuk mewujudkan integrasi, bisa dimulai dengan membuat arsitektur organisasi/enterprise. Arsitektur Enterprise merupakan sebuah visualisasi bentuk, proses dan fungsi dari integrasi strategi, proses bisnis, dan teknologi informasi.Dengan begitu, akan sangat banyak sekali manfaat yang dapat Anda dapatkan dengan memiliki arsitektur enterprise ini. Apa yang Anda pelajari? Fondasi Enterprise Architecture Konsep dasar Arsitektur. Konsep dasar Enterprise Architecture dengan framework TOGAF. Metode Pembuatan Arsitektur enterprise dengan ADM. Enterprise Continuum (Organisasi Berkelanjutan). Komponen Framework TOGAF…