Machine Learning With Microsoft Azure

19 JULI 2018

Machine Learning With Microsoft Azure

FREE

This form does not exist

This form does not exist

About this Event

Machine Learning With Microsoft Azure

Teknologi Internet of Things (IoT) sudah mulai dijumpai dalam aktivitas sehari-hari di negara-negara maju. Smart city merupakan konsep yang paling getol dalam menerapkan teknologi IoT. Selain smart city, salah satu bidang usaha yang juga getol menerapkan IoT adalah perusahaan retail. Dengan IoT, kita bisa menganalisa perilaku pelanggan langsung dari point of sales (POS) seperti mesin penjual otomatis yang kita kenal dengan sebutan vending machine.

Membuat mesin penjual otomatis pintar (intelligent vending machine) bukanlah sesuatu yang tidak mungkin lagi di era digital ini. Hadirnya teknologi cloud yang mendukung IoT seperti Microsoft Azure memungkinkan kita menambahkan fitur-fitur canggih  di dalam vending machine.

Acara Community Day dengan materi “Machine Learning With Microsoft Azure. Studi Kasus : Intelligent Vending Machine’’ memberikan gambaran tentang :

  • penerapan IoT sebagai solusi untuk membuat intelligent vending machine,
  • pemanfaatan fitur pengenalan wajah & Azure Machine Learning untuk mengendalikan harga permintaan (on demand pricing),
  • mengaktifkan real time analytics dan cloud-to-device messaging flows.

Acara ini akan memberikan pemahaman kepada Anda dalam mengembangkan aplikasi berbasis cloud dengan melakukan in-memory & columnar indexing pada SQL database.

DATE AND TIME

19 Juli 2018
14.00 WIB – End

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

EduparX - Inixindo Jogja

EduparX – Inixindo Jogja

Workshop Kotlin Dalam Pengembangan Aplikasi Android

12 JULI 2018

Workshop Kotlin Dalam Pengembangan Aplikasi Android

FREE

This form does not exist

This form does not exist

About this Event

Topic: Kotlin Dalam Pengembangan Aplikasi Android

Seperti yang kita ketahui, bahasa ibu bagi developer Android di seluruh jagat raya adalah Java. Mobile OS yang paling populer ini memakai Java untuk pengembangan aplikasi yang diterjemahkan ke dalam DEX bytecode dan kemudian dieksekusi oleh ART atau DVM (versi di bawah 5.0). Pada tahun 2016 penantang baru Java yaitu Kotlin resmi dirilis dan pada konferensi Google I/O 2017, Google mengumumkan bahwa Android Studio 3.0 mendukung penuh Kotlin. Bahasa pemrograman open source yang dipelopori oleh JetBrains ini dinilai lebih singkat dan padat bila dibandingkan dengan Java. Walaupun begitu, Kotlin dapat dikombinasikan dengan Java dalam penggunaannya. Para developer bisa menggunakan Java Framework dalam Kotlin atau bahkan memasukkan perintah Java dalam kode Kotlin.

Inilah beberapa alasan yang membuat Kotlin digandrungi oleh banyak developer :

  • Memiliki ‘smart extension’ yang akan membantu kita membuat API yang bersih
  • Kotlin memiliki ‘null’ dalam type system-nya yang akan memecahkan masalah ‘nullability’ yang sering dijumpai developer Android yang menggunakan Java.
  • Developer dapat terbantu dengan hadirnya library seperti Anko dan 2000 Kotlin project di GitHub.

Jika Anda mulai bosan dengan Java atau mencari pilihan lain untuk pengambangan aplikasi Android, Anda dapat mengikuti workshop ‘Kotlin Dalam Pemrograman Android’ yang diadakan Inixindo Jogja

DATE AND TIME

12 Juli 2018
14.00 WIB – End

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

EduparX - Inixindo Jogja

EduparX – Inixindo Jogja

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM

Dalam pengembangan aplikasi mobile untuk Android, Android Studio dan Android SDK menyediakan tool AVD (Android Virtual Device) sehingga kita bisa menggunakan emulator Android untuk melakukan pengujian terhadap aplikasi mobile yang kita kembangkan. Agar emulator Android bisa berjalan dengan cepat dan lancar di PC atau laptop kita, maka Intel menyediakan Hardware Accelerated Execution Manager (Intel HAXM) yang mampu mempercepat kinerja dari emulator Android termasuk akselerasi 3D melalui OpenGL.

Intel HAXM versi terbaru bisa diunduh secara gratis dari situs Intel berikut: http://software.intel.com/en-us/android/articles/intel-hardware-accelerated-execution-manager

Bila ingin menggunakan Intel HAXM, maka ada beberapa syarat yang harus terpenuhi di PC atau laptop kita:

  1. Prosesor Intel dengan dukungan 64-bit (EM64T), virtualisasi (VT-x), dan Execute Disable (XD). Kadang-kadang fitur VT-x dan Execute Disable perlu diaktifkan dahulu melalui konfigurasi BIOS di motherboard.
  2. RAM 8GB sangat disarankan. Bila RAM di PC hanya 4GB, maka sebaiknya menggunakan HP Android aktual dan bukan emulator. Intel HAXM sendiri akan membutuhkan RAM sebesar 2GB untuk mendukung emulator Android.

Untuk versi Windows, Intel HAXM terbaru saat ini adalah versi 6.1.0 yang bisa jalan di Windows 7, 8, 8.1, maupun 10 baik versi 32-bit maupun 64-bit. Setelah berhasil mengunduh file dalam format zip, kita tinggal melakukan ekstraksi file zip tersebut dan menjalankan file installer “intelhaxm-android.exe” seperti gambar di bawah ini:

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM 1

Pada saat melakukan instalasi di Windows, kadang kala akan muncul pesan error seperti berikut:

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM 2

Bila muncul error seperti itu, jangan langsung klik pada tombol OK namun gunakan Windows Explorer untuk menyalin folder “C:\Program Files\Intel\HAXM” ke tempat lain yang aman seperti berikut:

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM 3

Setelah folder HAXM berhasil disalin ke folder lain yang aman, baru klik tombol OK yang akan menyebabkan folder pertama dihapus karena instalasi gagal. Barulah kita menyalin kembali folder HAXM yang diamankan tadi ke lokasi yang semula yaitu di “C:\Program Files\Intel\HAXM” agar bisa melakukan instalasi secara manual. Untuk melakukan instalasi secara manual, jalankan command prompt (cmd) di Windows dengan “Run as administrator” seperti berikut:

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM 4

Setelah berhasil menjalankan command prompt dengan tingkat Administrator, maka tinggal mengetik ketiga perintah berikut secara urut:

cd “\Program Files\Intel\HAXM”

HaxInst64.exe /i intelhaxm.inf 16

sc query intelhaxm

Perintah pertama digunakan supaya kita berpindah folder ke tempat instalasi Intel HAXM. Perintah kedua digunakan untuk melakukan instalasi driver dan service Intel HAXM secara manual. Perintah ketiga dan terakhir digunakan untuk melakukan verifikasi bahwa instalasi telah berhasil. Bila STATE sudah RUNNING maka instalasi berhasil. Berikut adalah tampilan hasil instalasi manual tersebut:

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM 5

Setelah melakukan instalasi secara manual, installer “intelhaxm-android.exe” masih tetap perlu dijalankan lagi agar terdaftar di Windows registry dan terdeteksi oleh Android Studio. Kali ini, seharusnya instalasi tidak lagi error dan bisa selesai seperti berikut:

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM 6

Agar emulator Android bisa memanfaatkan Intel HAXM yang baru saja kita install, pastikan di Android SDK Manager bahwa kita menggunakan file system image yang versi “Intel x86 Atom System Image” atau “Google APIs Intel x86 Atom System Image” untuk versi API yang ingin digunakan. Jangan menggunakan file system image versi “Atom_64”  karena Intel HAXM hanya mendukung system image yang 32-bit saja, bukan yang 64-bit.

Untuk memastikan bahwa Intel HAXM berfungsi saat menjalankan emulator Android melalui AVD Manager di Android Studio, periksalah pesan yang muncul di Android Studio ketika sedang menjalankan emulatornya sebagai berikut:

Akselerasi Android Emulator dengan Intel HAXM 7

Bila muncul pesan “HAX is working and emulator runs in fast virt mode” maka emulator Android sedang menggunakan akselerasi melalui Intel HAXM agar berjalan dengan lebih cepat dan lancar.

Selamat mencoba!

Andrian The

Instruktur Senior