Workshop MetaROUTER Mikrotik – Virtualisasi dengan Mikrotik

Workshop MetaROUTER Mikrotik – Virtualisasi dengan Mikrotik

Pada saat mengkonfigurasi jaringan, ada kalanya kita menemui berbagai macam user dengan kebutuhan yang berbeda-beda, Beberapa user yang cukup advance dan sudah mengenal MikroTik terkadang menginginkan akses secara penuh ke Mikrotik router , atau paling tidak mereka membutuhkan router lagi untuk bisa memanagemen jaringannya secara penuh. Dikasus yang lain, pada saat training misalnya, kita hendak melakukan lab jaringan yang membutuhkan lebih dari satu router padahal jumlah router yang kita punyai terbatas.
Salah satu solusi yang kita berikan adalah memberikan username full, atau memberikan hardware yang baru sebagai solusi pendeknya, namun akan berbahaya untuk jaringan kita dan juga membutuhkan biaya yang lebih besar. MetaROUTER adalah salah satu feature MikroTik yang memungkinkan untuk menjalankan Mikrotik OS baru secara virtual didalam mikrotik yang masih berjalan. tanpa harus membeli hardware tambahan

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

Kamis, 1 November 2018
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

Mikrotik Security : How to hardening Your Network with Mikrotik

Mikrotik Security : How to hardening Your Network with Mikrotik

Mikrotik merupakan salah satu brand yang sering di gunakan untuk jaringan dalam skala medium to small, atau bahkan enterprise untuk beberapa bagian jaringannya. Pentingnya kesadaran akan pentingnya infrastruktur jaringan dan munculnya berbagai macam serangan dibutuhkan dalam managemen pengelolaan jaringan. Serangan seperti, cdp flooding, dhcp starvation, arp poisioning, netcut, WEP/WPA Cracking dll, Menjadi salah satu isu yang sering ditemu di jaringan.
Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cari kita untuk dapat bertahan dan melindungi jaringan kita dari serangan yang ada. Dalam Community Day ini, akan dibahas bagaimana bertahan dari serangan serangan tersebut dengan menggunakan Mikrotik, dan melihat peran mikrotik untuk dapat menghadapi serangan tersebut sesuai kebutuhan keamanan jaringan.

     REGISTRASI     

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

4 Oktober 2018
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

Workshop “Mengelola Jaringan Wireless dengan CAPsMAN”

Workshop “Mengelola Jaringan Wireless dengan CAPsMAN”

Bayangkan jika Anda memiliki jaringan dengan puluhan atau bahkan ratusan jumlah Access Point, meski hanya mengkonfigurasi parameter SSID itu sangat mudah, akan menjadi mimpi buruk karena harus dilakukan berulang kali sebanyak jumlah AP yang anda punya. Belum lagi kesalahan yang mungkin terjadi, baik penamaan SSID, pemilihan channel, dan paling krusial pengaturan security semisal password.

Oleh karenanya pengelolaan jaringan dengan jumlah AP yang banyak dibutuhkan teknik pengelolaan (management) terpadu supaya lebih efektif dan akurat. Teknik ini sebenarnya telah umum diimplementasikan dan dijalankan di berbagai vendor. Wireless Controller, atau alat pengontrol Access Point ini pun bentuknya berbeda-beda. Ada yang dengan PC (install software ke PC), ada juga yang cukup dengan Router Gateway.

CAPsMAN hadir dengan menawarkan Wireless Controller yang ditempatkan di dalam Router yang selama ini kita pakai. Nah bagaimana kemudahannya?

Jika mengutak-atik Access Point sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Anda, yuk ikuti workshop “Mengelola Jaringan Wireless Dengan CAPsMAN” yang diadakan oleh Inixindo Jogja. Dalam workshop ini peserta akan  :

  1. Mengenal berbagai topologi Jaringan Wireless yang umum digunakan
  2. Mengenal istilah Basic Service Set dan Extended Service Set
  3. Perbedaan CAPsMAN dan CAP
  4. Konfigurasi simple CAPsMAN

 

Daftar Sekarang

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

20 September 2018 14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

Mendalami Sertifikasi IT : Jaringan

Mendalami Sertifikasi IT : Jaringan

Di dunia profesional, seringkali HRD perusahaan bersusah payah dalam menentukan apakah calon pelamar memiliki kompetensi dalam suatu keahlian atau tidak. Hal ini juga sering dijumpai di perusahaan-perusahaan IT. Terlebih lagi banyaknya kosentrasi bidang di dunia IT lumayan banyak dan setiap konsentrasi belum tentu dipahami oleh orang yang berkecimpung di konsentrasi yang berbeda. Mungkin akan berbeda ceritanya jika perusahaan mencari software developer. Perusahaan tersebut dapat mengambil keputusan berdasarkan portfolio yang dimiliki. Walaupun tentu saja menilai orang dari portfolio yang dimiliki tidak semudah yang kita bayangkan.

Karena hal tersebut, lahirlah sertifikasi di bidang IT. Tidak jarang perusahaan yang membutuhkan tenaga di jaringan komputer kemudian mensyaratkan sertifikasi sebagai syarat untuk melamar pekerjaan di perusahaannya. Tentunya banyak sekali sertifikasi di konsentrasi dan spesialisasi masing-masing. Di artikel kali ini kita akan fokus di masalah jaringan komputer. Kenapa jaringan? Ya karena memang jaringan komputer adalah bidang yang paling membutuhkan sertifikasi. Perusahaan umum tidak mungkin menyelenggarakan tes praktek langsung untuk calon karyawan IT dengan spesialisasi jaringan karena menyiapkan alat-alatnya saja sudah cukup merepotkan.


 

Jenis-Jenis Sertifikasi Jaringan Komputer

Secara umum, sertifikasi jaringan dibagi menjadi dua yaitu vendor specific certification dan vendor neutral certification. Vendor specific certification adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh vendor. Dalam hal ini tentu saja siapa lagi kalau bukan Cisco, Mikrotik, Juniper, dsb. Sedangkan untuk vendor neutral certification, penyelenggara sertifikasi untuk jaringan bisa dibilang sangat jarang. Yang cukup dikenal oleh kalangan profesional adalah CompTIA. Sebenarnya ada satu lagi yaitu EC Council tapi EC Council lebih dikenal sebagai lembaga yang mengeluarkan sertifikasi di bidang keamanan informasi. Dan memang yang sering banyak digunakan oleh perusahaan adalah sertifikasi vendor specific. Untuk itu, yuk kita bahas secara mendalam tentang macam-macam vendor specific certification!

Sertifikasi Cisco

Siapa yang tak kenal dengan Cisco? Orang bukan dengan latar belakang IT pun banyak yang mengetahui Cisco. Bagi yang belum mengetahui Cisco dan untuk menghindari kebingungan antara Cisco dan Disco jenis musik, kami akan menjelaskan sedikit tentang brand vendor ini.

Cisco didirikan tahun 1984 oleh mahasiswa Stanford. Karena menggunakan fasilitas Universitas untuk proyek ini, Cisco pernah dituntut oleh Stanford atas pencurian hak kekayaan intelektual walaupun pada tahun 1987 akhirnya Stanford University memberikan lisensi router beserta software-nya kepada Cisco.Pada saat demam dot-com di tahun 2000-an, Cisco pernah menduduki the most valuable company. Cisco memang manaruh effort yang tinggi untuk pelatihan dan sertifikasi teknisinya secara global.

Secara umum ada empat tingkatan dalam sertifikasi Cisco yaitu

  1. CCENT (Cisco Certified Entry Network Technician)
  2. CCNA (Cisco Certified Network Associate)
  3. CCNP (Cisco Certified Network Professional)
  4. CCIE (Cisco Certified Network Expert)

Masing-masing tingkatan setelah CCENT mempunyai spesialisasi masing-masing yaitu :

  • Industrial/IoT Network Engineer
  • Network Designer
  • Wireless Network Engineer
  • Network Security Engineer
  • Network Engineer (routing & switching)
  • Collaboration Architect/Engineer
  • Data Center Engineer
  • Cloud Network Engineer
  • Service Provider Network Engineer

Mendalami Sertifikasi IT : Jaringan 1

Tingkatan di masing-masing spesialisasi tersebut merupakan pre requirement yang artinya jika seseorang mempunyai sertifikasi CCNA wireless network, orang tersebut tidak bisa langsung mengambil CCNP untuk spesialisasi cloud network. Untuk spesialisasi industrial/IoT hanya satu tingkatan saja yaitu CCNA. Khusus untuk spesialisasi Network Designer kata network pada tingkatan sertifikasi diganti dengan network. Contoh : CCNA (Cisco Certified Network Associate) diganti dengan CCDA (Cisco Certified Designer Associate).

Sertifikasi MikroTik

Di awal berdirinya, Mikrotik merupakan perusahaan penyedia router dan ISP system. Perusahaan ini menyediakan hardware maupun software untuk konektivitas internet dalam skala global.  Di Indonesia sendiri, penggunaan software maupun hardware Mikrotik sudah cukup populer. Alasannya? Apalagi selain harganya yang terjangkau bila dibandingkan dengan saingannya yaitu Cisco.

Perbedaan sertifikasi MikroTik dengan sertifikasi Cisco terletak pada jalur yang lebih singkat bila dibandingkan dengan sertifikasi milik Cisco. Kemiripannya adalah sertifikasi MikroTik juga dimulai dari satu titik yaitu MTCNA (MikroTik Certified Network Associate). Setelah memiliki sertifikasi MTCNA, seorang teknisi jaringan baru bisa memilih spesialisasinya seperti :

 

Mendalami Sertifikasi IT : Jaringan 2

  • MTCRE (MikroTik Certified Routing Engineer)
  • MTCWE (MikroTik Certified Wireless Engineer)
  • MTCTCE (MikroTik Certified Traffic Control Engineer)
  • MTCUME (MikroTik Certified User Management Engineer)
  • MTCIE (MikroTik Certified IPv6 Engineer)

Khusus untuk MTCRE masih ada sertifikasi lanjutan yaitu MTCINE (MikroTik Certified Inter-Networking Engineer).

Juniper

Produsen perangkat networking ini sebenarnya lebih dikenal di dunia dibandingkan dengan MikroTik terlebih lagi di level service provider. Level yang disediakan oleh Juniper juga hampir mirip dengan kepunyaan Cisco. Perbedaannya adalah jalur sertifikasi Juniper ini lebih spesifik dan tidak dimulai di titik yang sama. Untuk routing dan switching misalnya, Juniper membagi 2 jalur yaitu enterprise dan service provider. Untuk jelasnya dapat dilihat gambar di bawah ini :

 

Mendalami Sertifikasi IT : Jaringan 3

 


 

Bagaimana? Sudah siap untuk mengambil sertifikasi? Sebelum terburu-buru mendaftar ada baiknya jika kita mempersiapkan diri terlebih dahulu. Biaya untuk setiap sertifikasi tidak semurah membeli jajanan di kantin kampus atau warung penyetan di dekat kos karena sertifikasi IT untuk spesialisasi jaringan biasanya bersifat internasional. Artinya, sertifikasi ini berlaku di mana pun di seluruh dunia. Untuk sertifikasi CISCO misalnya, calon peserta tes sertifikasi harus membayar uang hingga jutaan rupiah. Jika dalam tes tersebut Anda gagal, Anda tidak bisa meminta kembali uang yang sudah Anda bayar. Jika Anda ingin mengulangi ujian Anda harus membayar lagi.

Banyak pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga yang berpartner dengan vendor sertifikasi seperti Inixindo Jogja (kunjungi halaman Sertifikasi di Bidang IT/TIK untuk melihat sertifikasi pada spesialisasi lainnya). Selain membantu Anda mempersiapkan diri dalam mengikuti ujian, pelatihan tersebut juga dapat menambah pengetahuan Anda tentang jaringan komputer.

 

WhatsApp Chat via Whatsapp