Penasaran Dengan Penjaga Data Center Milik Google?
Siapa sih yang tak tahu perusahaan search engine raksasa seperti Google? Kita pastinya membayangkan sebuah bangunan raksasa yang dipenuhi dengan rak server canggih mirip dengan yang ditampilkan di film-film sci-fi.
Yup! Anda memang tidak salah. Google memang memiliki jaringan yang terdiri dari beberapa data center yang tersebar di berbagai belahan dunia. Salah satu dari beberapa data center tersebut terletak di Negara Bagian North Carolina, Amerika Serikat.
Jika Anda mengira bahwa data center merupakan tempat yang tertutup dengan pengamanan yang berlapis-lapis, tidak halnya dengan data center milik Google di kota Lenoir ini. Google memperbolehkan media atau orang umum untuk datang berkunjung dan sekedar melihat-lihat apa yang ada di dalam fasiltas raksasa ini.
Tidak hanya itu saja, bagi Anda yang tidak mau bersusah payah untuk naik pesawat selama 12 jam hanya untuk ingin tahu apa saja yang ada di dalam data center tersebut, Anda bisa melihat bagian dalam data center milik Google melalui Streetview. Coba saja klik link ini, Anda akan diarahkan langsung ke halaman website data center milik Google dan dapat langsung mengulik dalaman dari data center itu.
Walaupun Google membuka isi dari data center miliknya, hal ini tidak membuat data center milik Google lepas dari pengawasan. Selalu ada pendukung teknis atau yang bahasa kerennya disebut sebagai technical support.
Di dalam tampilan Streetview ini kita juga bisa berjumpa dengan salah satu penjaga data center.

Tapi tunggu! Sepertinya yang ada di tampilan Streetview tersebut adalah Stormtrooper. Benar-benar candaan khas Google. Mereka sengaja melindungi privasi dan keamanan pegawainya dengan cara yang unik.
Orang-orang yang menjaga server milik Google 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu ini bertugas memastikan semua berjalan lancar, mulai dari suhu, sirkulasi udara, kelistrikan, ataupun kondisi hardware. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki tugas berat ini harus memiliki sertifikasi khusus di bidang data center seperti CDCP (Certified Data Center Professionals).
Jika Anda berminat untuk menjadi profesional di bidang data center layaknya Storm Trooper di Google Data Center, Anda bisa mendapatkan training untuk sertifikat CDCP di Inixindo Jogja. Anda bisa melihat silabus pelatihan CDCP di sini.



Pertama, pemimpin harus memahami bagaimana teknologi mempengaruhi bisnis mereka. Ini tidak berarti hanya satu ide untuk aplikasi baru atau situs web baru. Ini berarti benar-benar memahami bagaimana teknologi mengalir secara organik melalui bisnis. Carilah solusi yang bisa dengan baik mengintegrasikan kelompok bisnis Anda.
Para pemimpin perusahaan juga harus memahami bahwa teknologi tidak hanya mempengaruhi bisnis mereka sendiri, tetapi juga pelanggan mereka. Pemimpin perusahaan harus merancang rencana bisnis berdasarkan bagaimana pelanggan mereka menyesuaikan diri dan menggunakan teknologi.
Saat ini, manusia menggunakan media sosial untuk melampiaskan segala hal, mulai dari ketidakpuasan pelayanan yang mereka alami hingga politik. Namun kelemahannya adalah, penggunaan media sosial semacam ini sering kali menyerupai aliran stress yang tiada akhir. Pada tahun 2015, para peneliti di Pew Research Center yang berbasis di Washington DC berusaha untuk mengetahui, apakah media sosial malah memproduksi lebih banyak stress daripada menguranginya?
Pada tahun 2014, periset di Austria menemukan bahwa partisipan melaporkan suasana hati yang lebih buruk setelah menggunakan Facebook selama 20 menit dibandingkan dengan mereka yang hanya melihat-lihat internet. Studi tersebut menyebutkan, orang merasa demikian karena mereka menganggapnya sebagai pemborosan waktu.
Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara depresi dan penggunaan media sosial. Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 700 siswa, ditemukan bahwa gejala depresi seperti suasana hati yang buruk, perasaan tidak berharga serta tidak berdaya, terkait dengan kualitas interaksi online. Periset menemukan tingkat gejala depresi yang lebih tinggi di antara mereka yang memiliki banyak interaksi negatif
Manusia biasanya menghabiskan malam dalam suasana gelap. Tapi saat ini, kita dimudahkan dengan banyaknya penerangan buatan baik siang ataupun malam. Penelitian menemukan, cahaya berlebihan pada malam hari, dapat menghambat produksi hormon melatonin tubuh.