Cara Membuat NFT Sendiri dan Menjualnya di OpenSea

Cara Membuat NFT Sendiri dan Menjualnya di OpenSea

Belakangan ini, penjualan NFT menjadi trending di dunia maya, dan sudah banyak yang menjualnya melalui platform OpenSea. Bagaimana Cara membuat dan menjual NFT di OpenSea?

NFT atau Non Fungible Token sempat menjadi bahan pembicaraan setelah seseorang bernama Ghozali Everyday meraup keuntungan besar dari penjualan NFT-nya. NFT sendiri mrupakan aset digital yang menggambarkan obyek asli seperti karya seni, musik, atau item yang terdapat pada game dan video.

Sederhananya, NFT mengubah karya seni digital dan jenis barang koleksi lainnya menjadi satu-satinya, sehingga karya seni tersebut bisa diverifikasi keasliannya dan mudah diperdagangkan melalui blockchain.

Belakangan ini, penjualan NFT menjadi trending di dunia maya, dan sudah banyak yang menjualnya melalui platform OpenSea.Bahkan penjualan NFT ini mampu memberikan keuntungan yang fantastis secara instan.

Tertarik untuk menjual NFT di platform OpenSea? Berikut cara yang bisa kamu lakukan:

Membuat Wallet di OpenSea

Sebelum menjual NFT, tentunya kita perlu memiliki wallet terlebih dahulu di OpenSea. Ada beberapa step yang harus kamu lakukan, diantaranya:

  • Install MetaMask
    Pertama-tama kamu harus membuka situs OpenSea.io melalui browser, kemudian klik MetaMask. Kemudian pilih metode instalasi MetaMask, dan install Metamask ke perangkat.
  • Buat Wallet
    Untuk menjual NFT di OpenSea, kamu perlu membuat wallet. Caranya adalah klik Create Wallet, lalu klik I Agree. Kemudian set password dengan minimum 8 karakter. Kemudian centang tulisan ‘I have read and agree to the Terms of Use’, lali klik tombol ‘Create’. Klik ‘Next’ di laman Secure your wallet. Setelahnya, buat ‘Secret Recovery Phrase’ lalu klik ‘Next’ lalu masukkan Recovery Phrase yang kamu pilih, dan klik ‘All Done’.
  • Kembali ke OpenSea
    Jika sudah memiliki Wallet, maka buka situs OpenSea.io melalui browser dan klik ‘MetaMask’. Kamu akan melihat jendela baru ‘MetaMask’, klik ‘Next’ dan selanjutnya ‘Connect’. Jika kamu berhasil masuk ke situs OpenSea, maka kamu akan melihat profilmu bernama ‘Unnamed’.

Cara Membuat NFT di OpenSea

  • Pilih Item
    Untuk membuat NFT, klik ‘Create Item’ kemudian pilih item yang ingin kamu jual. Item yang dipilih bisa berupa karya seni digital, musik, foto, 3D model, atau video. Pilih item demgan file ekstensi JPG, PNG, GIF, SVG, MP4, WEBM, MP3, WAV, OGG, GLB, GLTF dengan ukuran maksimum 100 MB, kemudian isi seluruh deskripsi yang diperlukan.
  • Siapkan mata uang ETH
    Selanjutnya yang perlu disiapkan adalah mata uang kripto Etherium atau ETH. ETH digunakan sebagai mata uang untuk melakukan transaksi jual beli di OpenSea. Kemudian hubungkan dengan wallet.

Cara Menjual NFT di OpenSea

  • Masuk ke laman penjualan
    Kamu perlu masuk ke akun, kemudia pada bagian kanan atas klik ‘Profile’, selanjutnya pilih NFT atau aset digital yang ingin kamu jugal dari wallet. Masuk ke halaman penjualan, lalu pilih jenis dan harga jual, dengan menetapkan harga tetap atau lelang dan masukkan durasi penjualan, kemudian klik ‘Complete Listing’.
  • Verifikasi wallet
    Untuk menjual NFT, kamu perlu menyelesaikan transaksi untuk melakukan verifikasi, caranya adalah dengan menginisialisasi akun untuk penjualan, lalu memberikan akses item ke OpenSea saat berlangsungnya proses penjualan.
  • Konfirmasi
    Setelah kamu menjual NFT, kamu perlu mengkonfirmasi rincian penjuala kemudian mengunggah NFT di OpenSea. Selanjutnya, masukkan ke dalam kolom ‘Activity’. Jika item kamu ada di laman tersebut, maka aset digital dalam proses jual.

Dapatkan Artikel Ekslusif tiap Jum’at Pukul 07:09 langsung ke email kamu.

Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Bagaimana Cara Menjaganya?

Pentingnya Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Bagaimana Cara Menjaganya?

Di era digital, keamanan data pribadi adalah salah satu hal yang perlu dijaga. Bagaimana caranya? 

Data pribadi menjadi salah satu hal yang sangat penting dan perlu dijaga dengan baik.Terlebih di era digital seperti saat ini, data pribadi bisa diakses dengan mudah dengan adanya internet dan sosial media, namun siapa sangka data pribadi bisa disalahgunakan dan bisa saja menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.

Pencurian data pribadi adalah hal yang paling sering terjadi, baik secara besar-besaran maupun dalam skala kecil sekalipun.Biasanya, hasil dari pencurian data pribadi ini akan dijual di dark web.Apapun motif pencurian data pribadi ini, tentunya akan memberikan dampak buruk untuk pemiliknya.

Sepenting apa data pribadi?

Dilansir dari Katadata.id, Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Samuel Abrijani Pengarepan mengatakan Indonesia belum memahami pentingnya melindungi data pribadi.

Selain itu, Semuel juga menjelaskan bahwa ada berbagai alasan mengapa kita perlu menjaga data pribadi.

Pertama, perlindungan data pribadi dibutuhkan untuk menghindari ancaman pelecehan seksual, perundungan online, hingga Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Kedua, perlindungan data pribadi perlu dilakukan untuk mencegah oknum atau pihak tidak bertanggungjawab dan menghindari potensi pencemaran nama baik.

Kemudian alasan terkhir adalah untuk memberikan hak kendali atas data pribadi kita.

Lalu, apa saja cara yang bisa diupayakan untuk menjaga keamanan data pribadi?

Cara Menjaga Data Pribadi di Era Digital

Seperti dilansir dari Tirto.id, Menurut Kemenkominfo dan Siberkreasi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga data pribadi agar tetap aman di era digital, diantaranya:

• Menggunakan kata sandi sosial media yang sulit dan menggantinya secara berkala.

• Menggunakan kata sandi berbeda untuk tiap akun sosial media agar ketika salah satu akun diretas, akun yang lain tidak mudah diretas juga.

• Tidak menampilkan informasi pribadi di media sosial untuk menghindari penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

• Memerhatikan alamat URL dari lampiran email dan situs yang dikunjungi supaya tidak memasuki situs palsu yang ingin mencuri data pribadi.

• Memerhatikan izin akses yang diminta aplikasi saat ingin menginstal aplikasi baru demi menghindari akses data yang tidak dibutuhkan dalam aplikasi tersebut.

• Atur pengaturan privasi di akun sosial media yang kita gunakan untuk menentukan siapa saja yang dapat mengakses profil dan postingan kita.

• Berhati-hati dengan tidak membagikan informasi probadi saat menggunakan koneksi publik karena rawan peretasan.

Dapatkan Artikel Ekslusif tiap Jum’at Pukul 07:09 langsung ke email kamu.

Webinar Building a Usable, Flexible, Long-Lasting Web API

Inixindo Live Webinar

Building a Usable, Flexible, Long-Lasting Web API

Web API (application programming interfaces) adalah cara utama dan paling penting bagi pengembang untuk mengakses dan berinteraksi dengan aplikasi Anda. API juga penting bagi perusahaan modern, mulai dari menghubungkan beberapa layanan, integrasi data, hingga sampai ke strategi partneship. Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa sebagian besar perusahaan sudah bukan level apa ingin menggunakan API atau tidak, tetapi bagaimana melakukannya, dengan baik.

Program API yang efektif harus dibangun di atas strategi perusahaan menyeluruh organisasi dan berkontribusi pada tujuannya. Paling tidak ada 3 kriteria yang bisa diambil dalam membangun sebuah web API yaitu dapat digunakan dengan baik, mudah disesuaikan, dan bertahan lama.

Ingin tahu bagaimana membangun Web api yang usable, Flexible, Long-Lasting? Daftar dan ikuti webinar ini bersama narasumber dari IT Professional yang berpengalaman dan bersertifikasi internasional. 

Waktu

3  Februari 2022

Mulai

14.00

Waktu Indonesia Barat

Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!

Dapatkan Info Promo dan Event Langsung ke Email Anda.

Mau Bikin NFT? Ini Aturan yang Perlu Kamu Ketahui

Mau Bikin NFT? Ini Aturan yang Perlu Kamu Ketahui

NFT disebut-sebut sebagai cara baru untuk menghasilkan uang di era digital. Ternyata, ada beberapa aturan yang perlu ditaati terkait pembuatan dan penjualan NFT. 

NFT atau Non-Fungible Token menjadi populer di Indonesia setelah seorang pemuda bernama Ghozali meraup banyak keuntungan. Ghozali Everyday menjual foto selfienya sebagai NFT, dari foto selfienya tersebut, ia berhasil meraih keuntungan hingga milyaran rupiah. Setelah kabar Ghozali Everyday mencuat, NFT dan OpenSea menjadi trending dan banyak dibicarakan oleh netizen Indonesia.

NFT disebut-sebut sebagai cara baru untuk menghasilkan uang di era digital. Banyak orang beramai-ramai membuat NFT untuk kemudian menjualnya di marketplace seperti OpenSea.Tidak hanya OpenSea, masih ada marketplace lain yang khusus digunakan untuk jual beli NFT. Penjualan produk NFT memang tidak dilarang oleh pemerintah, namun ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan.

Aturan terkait penjualan NFT

Pemerintah tidak melarang untuk menjual NFT di OpenSea maupun platform lain. Namun, Kementerian Telekomunikasi dan Informatika mengingatkan untuk tidak melanggar aturan yang ada.

Kominfo juga mengingatkan para platform transaksi NFT untuk memastikan bahwa platformnya tidak memfasilitasi penyebaran konten yang melanggar peraturan perundang-undangan, baik berupa perlindungan data pribadi , hingga hak kekayaan intelektual.

Dalam Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transakasi Elektronik serta perubahaannya dan peraturan pelaksananya, mewajibkan seluruh penyelenggaraan sistem elektronik (PSE) untuk memastikan platformnya tidak digunakan untuk tindakan yang melanggaran peraturan perundang-undangan.

Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut bisa dikenakan sanksi adminstratif, termasuk diantaranya pemutusan akses platform bagi pengguna dari Indonesia. Kominfo juga mengeluarkan siaran pers terkait fenomena trendingnya NFT akhir-akhir ini.

“Kominfo mengimbau masyarakat untuk dapat merespon tren transaksi NFT dengan lebih bijak sehingga potensi ekonomi dari pemanfaatan NFT tidak menimbulkan dampak negatif maupun melanggar hukum, serta terus meningkatkan literasi digital agar semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif, dan kondusif,” bunyi siaran pers Kominfo, 16 Januari 2022.

Kementerian Kominfo juga akan mengambil tindakan tegas dengan koordinasi dengan Bappebti, Kepolisian, dan Kementerian atau Lembaga lainnya untuk melakukan tindakan tegas untuk pengguna platform transaksi NFT yang melanggar aturan.

Dapatkan Artikel Ekslusif tiap Jum’at Pukul 07:09 langsung ke email kamu.

Webinar Implementasi Web Token untuk Authentication dan Authorization

Inixindo Live Webinar

Implementasi Web Token untuk Authentication dan Authorization

Protokol HTTP sangatlah bermasalah ketika menyangkut otentikasi pengguna, masalah ini membuat banyak developer yang jengkel.

Sebagai pengembang kadang kita ingin memakluminya dan berdamai dengan masalah tersebut: beberapa mendapatkan hasil yang baik, dan tidak sedikit yang terganggu.

Kemudian, sekelompok pengembang menyadari bahwa sudah saatnya berhenti berjuang dengan “masalah” dan move-on dengan menggunakan metode baru bernama web token yang kemudian dikembangkan menjadi JSON Web Token (JWT). Banyak keunggulan yang bisa didapatkan dari penggunaan web token ini. Salah satunya adalah token ini dapat dipercaya dan dapat diverifikasi karena sudah signed secara digital.

Ingin tahu lebih jauh tentang web token ini dan bagaimana implementasinya dalam otentikasi? Daftar dan ikuti webinar ini bersama narasumber dari IT Professional yang berpengalaman dan praktisi yang mengimplementasikan web token ini.

 

 

Waktu

27  Januari 2022

Mulai

14.00

Waktu Indonesia Barat

Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!

Dapatkan Info Promo dan Event Langsung ke Email Anda.