Bagaimana Strategi untuk Menghadapi Transformasi Digital? Berikut Tipsnya

Saat ini, dunia digital mengalami perubahan yang sangat cepat. Namun hal ini tidak menghalangi sebagian pelaku usaha untuk berinovasi dan menerapkan strategi digital agar usaha mereka semakin kompetitif.

Mesi begitu, tidak sedikit pula yang masih merasa ragu dan khawatir dengan konsekuensi dari penerapan strategi ini.

Nah, jika Anda salah satu dari pelaku usaha yang mungkin masih ragu dan takut untuk mulai transformasi digital, simak bagaimana strategi untuk menghadapi transformasi digital berikut ini:

1. Buat rencana digital dengan komprehensif

Tiap-tiap organisasi yang menginginkan kesuksesan dalam menghadapi transformasi digital, dirasa perlu membuat rencana digital dengan lebih rinci dan komprehensif.

Sebab, dibuatnya rencana tersebut bertujuan untuk memuat tujuan akhir yang ingin dicapai, target jangka panjang maupun jangka pendek, serta matriks yang dipergunakan untuk mengukur efektivitas strategi digital yang dijalankan.

Seluruh aspek perencanaan tersebut harusnya bisa berjalan beriringan dengan aspek lain dari organisasi tersebut.

Adanya perencaanan yang matang bisa membantu organisasi agar tetap berada di jalur yang tepat sepanjang perjalanan digital mereka.

 

2. Merekrut SDM yang tepat

Strategi untuk menghadapi transformasi digital selanjutnya, tidak lepas dari perlunya perusahaan untuk mengimbangi perkembangan dunia digital yang sangat cepat. Itulah mengapa perusahaan Anda membutuhkan SDM yang punya skill dan kemampuan mumpuni.

Proses perekrutan SDM yang punya skill dalam hal penguasaan AI atau kecerdasan buatan, kemampuan dalam hal programming robotic, maupun kemampuan teknis lain seperti pengembangan model analitik, tentunya sangat perlu dilakukan untuk memastikan organisasi tersebut tidak ketinggalan dalam aspek digital.

 

3. Memanfaatkan data real time

Penggunaan teknologi digital memungkinkan Anda sebagai pelaku usaha dan pemilik usaha, bisa mendapatkan data secara real time.

Apa fungsi data tersebut? Data ini bisa Anda manfaatkan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat berdasar hasil asesmen terhadap dampak yang mungkin terjadi, resiko yang harus dihadapi, dan waktu yang tepat untuk melaksanakan keputusan tersebut.

 

4. Penggunaan teknologi tepat guna

Dengan memanfaatkan teknologi dalam operasional usaha Anda, bisa menjadi salah satu  strategi dalam menghadapi transformasi digital.

Contoh dari pemanfaatan teknologi ini yaitu penggunaan program RPA untuk menjalankan tugas rutin seperti pengambilan data, penggunaan kecerdasan buatan untuk melakukan tes populasi, serta juga menggunakan Internet of Things (IoT) dalam melakukan asesmen terhadap resiko yang dapat muncul tiap saat di dalam proses operasional usaha.

 

5. Menciptakan komunikasi antar pengambil keputusan dengan pelaku dunia digital

Strategi untuk menghadapi transformasi digital pada akhirnya bisa diterapkan ketika telah mendapat persetujuan dari para pengambil keputusan.

Itulah mengapa, perlu dibangun komunikasi antara para pengambil keputusan dan para pelaku dunia digital dalam organisasi yang sama.

Komunikasi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, dimulai dari bekerja sama dalam mengembangkan strategi risiko maupun memberi laporan berkala mengenai risiko dari setiap strategi digital yang akan diambil.

 

6. Penerapan matriks risiko yang tepat

Strategi untuk menghadapi transformasi digital yang diterapkan dalam sebuah organisasi memiliki risiko masing-masing.

Itulah mengapa, sebuah matriks risiko yang tepat akan menjadi hal krusial, khususnya untuk melihat seberapa besar risiko yang dihadapi.

Jika sudah memahami risiko yang ada, para pengambil kebijakan bisa menjadi lebih proaktif dalam mengambil tindakan pencegahan atau penanggulangan risiko tersebut.

Jika dilihat dari berbagai strategi untuk menghadapi transformasi digital di atas, sebenarnya bisa disimpulkan jika transformasi digital adalah hal yang pasti terjadi.

Organisasi yang tidak siap dalam menghadapi transformasi tersebut akan menghadapi masalah besar di masa yang akan datang. Itulah mengapa, setiap organisasi sangat perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan tersebut dengan strategi untuk menghadapi transformasi digital yang tepat.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Apa Manfaat TIK di Bidang Pendidikan? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini, bisa memberi banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Ditambah, semakin majunya TIK tersebut bisa memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Mengutip modul Pemanfaatan Internet untuk Pembelajaran (Dasar) (Kemdikbud 2015), adanya perkembangan di bidang TIK telah mengubah paradigma manusia dalam mendapatkan informasi serta komunikasi.

Proses transfer informasi dan komunikasi juga dapat berlangsung sangat cepat dan bisa dilakukan kapan saja di mana saja.

Kemudian, terdapat juga manfaat TIK di bidang pendidikan yang membuat sistem pembelajaran tidak lagi hanya fokus pada tatap muka. Bahkan pembelajaran jarak jauh sudah menjadi hal yang sangat umum saat ini.

Manfaat TIK di bidang pendidikan menjadi solusi dalam kegiatan belajar distance learning, web-based education, dan e-learning yang memungkinkan transfer ilmu bisa dilakukan di mana saja selama ada koneksi internet.

Manfaat TIK di bidang pendidikan, membuat bidang pendidikan tidak lagi jalan di tempat. Adanya internet dan piranti komputer kekinian juga menjadi solusi kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Cukup dengan memanfaatkan berbagai software aplikasi konferensi di komputer atau ponsel pintar ditunjang akses internet, pembelajaran tetap bisa dilangsungkan meski ada kendala berkumpul tatap muka di kelas.

Manfaat TIK di Bidang Pendidikan?

Lantas, apa saja manfaat TIK di bidang pendidikan yang mungkin bisa lebih jauh didapatkan? Berikut teah dikutip dari laman Sumber Belajar Kemdikbud, mengenai apa saja manfaat TIK di bidang pendidikan yang perlu Anda ketahui, antara lain:

1. Informasi makin cepat diperoleh dan diakses untuk tujuan pendidikan pendidikan.

2. Munculnya inovasi e-learning membuat pembelajaran berkembang dan menunjang kemudahan proses pendidikan.

3. Dengan menguasai TIK, terjadi kesetaraan untuk mengakses informasi atau ilmu sebagaimana yang dimiliki oleh siswa-siswa di negara maju.

4. Materi tentang pelajaran dapat dibuat lebih menrik dan interaktif. Kini makin mudah untuk mengakses informasi berkenaan dengan hasil penelitian orang atau pihak lain.

5. Pelajar dapat dengan mudah untuk memperoleh bahan ilmu pengetahuan untuk mengerjakan tugas makalah, paper, dan sebagainya.

6. Sebagai bagian dari kemajuan TIK, internet menawarkan perpustakan digital terbesar saat ini yang sangat mudah diakses.

7. TIK membantu sistem informasi lembaga pendidikan sehingga proses menajemen kesiswaan semakin mudah dilakukan dan lancar.

8. Siswa menjadi lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja saat mampu menguasai komputer dan penggunaannya.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Apa Manfaat Penggunaan TIK di Bidang Perdagangan?

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membuat perubahan pada cara manusia dalam memeroleh informasi serta cara berkomunikasi. Hingga di masa seperti saat ini, proses komunikasi tidak lagi dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu.

Kehadiran TIK menjadi alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu informasi dengan lebih cepat, lengkap, akurat, transparan, dan mutakhir.

Sangat banyak bidang atau sektor yang pada akhirnya merasakan dampak positif dari perkembangan TIK, seperti dalam bidang pendidikan, pemerintahan, perbankan, kesehatan, juga perdagangan.

Bidang perdagangan menjadi salah satu bidang yang mengalami perubahan besar kerena perkembangan TIK.

Sebagai gambaran nyata, dahulu saat ingin berbelanja, Anda sebagai pembeli harus pergi ke pusat perbelanjaan. Sangat beda dengan masa sekarang, Anda cukup memesan barang melalui internet atau sering dikenal dengan Electronic Commerce (e-commerce), maka barang yang Anda inginkan bisa langsung dikirimkan langsung ke rumah Anda.

Seperti yang dikutip dari laman Indonesia.go.id, tren belanja melalui e-commerce di Indonesia akhirnya membuat bisnis perdagangan menjadi digital.

Diproyeksikan, perdagangan secara digital ini akan tumbuh 33,2 persen dari tahun 2020, dari angka Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun pada tahun 2021.

Selanjutnya, dilansir dari laman Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), melalui penggunaan TIK di bidang perdagangan, pada pedagang maupun perusahaan bisa mendapatkan kemudahan atau keuntungan yang turut membantu dalam meningkatkan jumlah laba yang didapatkan.

Manfaat Penggunaan TIK di Bidang Perdagangan

Lalu, apa saja manfaat penggunaan TIK di bidang perdagangan tersebut? Manfaat penggunaan TIK di bidang perdagangan ada beberapa, di mana hal ini terbagi menjadi dua sudut pandang, dari sudut pandang penjual dan pembeli.

Dari sudut pandang penjual antara lain:

  1. Perusahaan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini karena pembeli yang tidak dibatasi tempat maupun waktu.
  2. Kemudian, perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi.
  3. Terdapat pengeluaran yang lebih sedikit karena tidak butuh karyawan yang begitu banyak.
  4. Harga barang jadi lebih murah, ini karena biaya operasional yang bisa ditekan dan lebih murah.

Sedangkan dari sisi pembeli, turut merasakan keuntungan karena adanya perkembangan TIK dalam bidang perdagangan, seperti:

  1. Pembeli tidak perlu ke toko untuk membeli barang yang dibutuhkan.
  2. Dengan begitu, maka pembeli bisa menghemat waktu serta biaya perjalanan.
  3. Bahkan, pembeli juga bisa membeli barang dari luar negeri dengan lebih murah.
  4. Kemudian, para pembeli juga bisa membandingkan harga melalui internet.

Namun, kemudahan-kemudahan yang bisa dirasakan saat ini tidak luput dari masalah. Sebab, rendahnya literasi digital masyarakat menjadi hal yang cukup berperan terhadap timbulnya masalah-masalah tersebut. Itulah mengapa dibutuhkan pemahaman lebih dalam lagi mengenai literasi digital dan seluruh aspek-aspek yang ada di dalamnya.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Kenapa Tata Kelola TIK Penting bagi Pengelolaan Pemerintahan?

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, penting bagi pemerintahan untuk mampu meresponnya dengan tepat. Salah satunya dengan tata kelola TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang baik. Hal ini untuk mendukung tercapainya tujuan dari institusi tersebut.

Melansir Antara News, Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mariam F Barata mengatakan, tata kelola TIK penting untuk mewujudkan pengelolaan pemerintahan yang gesit (agile) serta adaptif.

“Tata kelola TIK adalah struktur kebijakan atau prosedur dan kumpulan proses yang bertujuan untuk memastikan kesesuaian penerapan TIK dengan dukungannya terhadap pencapaian tujuan institusi, dengan cara mengoptimalkan keuntungan dan kesempatan yang ditawarkan TIK, mengendalikan penggunaan terhadap sumber daya TI dan mengelola risiko-risiko terkait TIK,” ujar Mariam.

Kemudian, menurut beliau tata kelola TIK bukan bidang yang terpisah dari pengelolaan pemerintahan, melainkan sebuah komponen pengelolaan pemerintahan secara keseluruhan, dengan tanggung jawab utama antara lain:

1. Memastikan kepentingan stakeholder diikutsertakan ke dalam penyusunan kebijakan.

2. Memberikan arahan kepada proses yang menerapkan strategi kebijakan.

3. Memastikan proses tersebut menghasilkan keluaran yang terukur.

4. Memastikan adanya informasi mengenai hasil yang diperoleh dan mengukurnya.

5. Memastikan kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan harapan.

Dasar Hukum Tata Kelola TIK

Lebih lanjut mengenai tata kelola TIK, Mariam menjelaskan jika tata kelola TIK memiliki dasar hukumnya sendiri.

Sebelumnya tata Kelola TIK diatur dalam PERMEN Nomor 41 Tahun 2007 tentang Panduan Umum Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional.

Panduan tersebut adalah standar tata kelola yang resmi dan bisa dijadikan acuan seluruh instansi pemerintah di semua level, baik kementerian atau LPND di tingkat pusat, provinsi, serta kabupaten/kota. Akan tetapi, pada tahun 2018 Permen tersebut dicabut.

Kemudian, pada saat ini dasar hukum yang digunakan untuk Tata Kelola TIK adalah UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE, UU nomor 11 tahun2020 tentang Cipta kerja, PP 71 tahun 2019 Tentang PSTE, PP 80 tahun 2019 tentang PMSE, PP 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, dan Pepres nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE.

“Dengan mengacu pada peraturan tersebut, saat ini sedang disusun beberapa peraturan Menteri Kominfo sebagai petunjuk pelaksanaan,” imbuhnya.

Dirinya juga menambahkan, pada lingkungan yang sudah memanfaatkan TIK, tata kelola TIK menjadi hal sangat penting dan harus diperhatikan. Hal tersebut tidak lepas karena ekspektasi dan realitas kerap tidak sesuai.

“Pihak shareholder pemerintah selalu berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi TIK dengan kualitas layanan yang bagus, tepat waktu, dan sesuai dengan anggaran,” jelas Mariam.

“Lalu menguasai dan menggunakan TIK untuk seluruh layanannya, dan menerapkan TIK untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas sambil menangani risiko TIK,” pungkasnya.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

9 Manfaat TIK di Bidang Kesehatan, SDM jadi Faktor Penunjang

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan istilah TIK atau Teknologi Informasi dan Komunikasi. Istilah tersebut merujuk pada semua kegiatan yang meliputi pemrosesan, pengelolaan, penyampaian dan pemindahan informasi antar-sarana atau media.

Dengan kehadiran dan semakin majunya TIK tersebut, menjadi angin segar salah satunya bagi sektor kesehatan.

Dilansir dari laman Kemkes, penerapan TIK di bidang kesehatan bisa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penerapan TIK untuk manajemen kesehatan serta penerapan TIK untuk pelayanan kesehatan.

Proses integrasi antara kelompok pemanfaatan TIK dengan manajemen kesehatan dilakukan melalui sistem pelaporan terpadu.

Penggunaan sistem tersebut, bisa membuat proses pengambilan keputusan dan alokasi sumber daya kesehatan akan lebih tepat.

Manfaat TIK di bidang kesehatan bisa mendukung layanan kesehatan agar lebih efisien. Kemudian, manfaat TIK di bidang kesehatan juga dapat membantu mengatasi masalah langkanya tenaga ahli di daerah dengan menerapkan pengobatan jarak jauh, seperti tele-medicine, tele-consultation, serta tele-radiology.

Apa Saja Manfaat TIK di Bidang Kesehatan?

Melansir Tirto.id terdapat beberapa manfaat TIK di bidang kesehatan yang patut diketahui, khususnya bagi perusahaan baik swasta maupun milik negara yang bergerak di industri kesehatan, antara lain:

1. Manfaat TIK di bidang kesehatan, bisa membantu pelaksanaan surveilans epidemiologi penyakit atau pengamatan kejadian penyakit dari hari ke hari. Sehingga kejadian tidak terduga dari penyakit bisa diantisipasi dengan lebih cepat.

2. Kemudian, manfaat TIK di bidang kesehatan, bisa membantu deteksi berbagai problematika kesehatan seperti peningkatan gizi buruk, peningkatan penderita malaria, diare, demam berdarah, dengan lebih dini.

3. Dengan TIK, maka penyakit pasien bisa dideteksi lebih detail.

4. Selanjutnya, manfaat TIK di bidang kesehatan bisa membantu deteksi berbagai macam jenis penyakit cukup melalui internet.

5. Baik puskesmas, laboratorium, apotek maupun praktek swasta, mampu melakukan transfer data pasien secara elektronik.

6. Bahkan, manfaat TIK di bidang kesehatan bisa membantu untuk mengetahui macam-macam jenis obat hanya melalui internet.

7. Dengan TIK, diagnostik, terapi, perawatan (monitoring status pasien) bisa lebih mudah.

8. TIK juga bisa mengubah pola juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien. Sebab saat ini ada sistem smart card yang dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit. Kartu tersebut bisa membantu juru medis mengetahui riwayat penyakit pasien secara otomatis.

9. Kemudian, kehdiran produk kemajuan TIK seperti robot, juga membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi yang mampu menunjukkan letak tumor di dalam tubuh pasien.

Langkah Pemerintah untuk Mempercepat Penerapan TIK di Bidang Kesehatan

Untuk mendorong percepatan penerapan TIK di bidang kesehatan, maka pemerintah akan menerapkan tiga strategi yang terdiri dari:

1. Penguatan kebijakan serta perencanaan terkait penerapan TIK.

2. Pengintegrasian sistem-sistem informasi.

3. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya SDM yang berprofesi sebagai tenaga pengelola sistem informasi kesehatan.

Dari poin terakhir sebenarnya bisa disimpulkan, bahwa pengembangan SDM khususnya pada sistem informasi, menjadi salah satu faktor kunci agar manfaat TIK di bidang kesehatan bisa dirasakan dengan segera secara merata di seluruh Indonesia.

Sebab tanpa SDM yang mumpuni, sebaik-baiknya infrastruktur TIK yang sudah ada, tidak akan memberi manfaat siginifikan.

Maka dari itu, dibutuhkan pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan SDM tersebut.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.