5 Tools AI LLM Open Source yang Mengubah Cara Manusia Berinteraksi dengan Teknologi

Dalam era digital yang semakin canggih, teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian integral dalam berbagai aspek kehidupan kita. Salah satu bidang yang paling menonjol dalam perkembangan AI adalah Large Language Models (LLM), yang mampu memodelkan dan memproses bahasa manusia dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. 

Namun, tidak semua LLM dapat diakses secara bebas karena banyak diantaranya merupakan properti perusahaan besar seperti OpenAI dan Google. Oleh karena itu, munculnya LLM open-source telah menjadi titik balik penting dalam sejarah teknologi AI.

Sejauh ini, ada 5 tools AI LLM yang open-source dan berpotensi besar dalam mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi. 

Masing-masing dari mereka memiliki kekuatan dan kemampuan unik yang dapat membantu meningkatkan inovasi dan demokratisasi akses ke teknologi AI.

Perkembangan ini tidak hanya membuka pintu bagi para peneliti dan pengembang untuk menggali lebih dalam seluk-beluk teknologi AI, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi AI tidak harus dipungut oleh perusahaan besar saja. Masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung dalam mengembangkan teknologi yang lebih demokratis dan lebih inklusif.

Llama 3

Llama 3 dari Meta adalah salah satu contoh yang paling menonjol dalam dunia LLM open-source. Dengan skala parameter yang mencapai 8B dan 70B, Llama 3 merupakan lompatan besar ke depan dalam jajaran model bahasa sumber terbuka. 

Sebagai penerus Llama 2 yang dirilis pada tahun 2023, Llama 3 tidak hanya menawarkan pembaruan tambahan, tetapi juga kemajuan transformatif yang akan memungkinkan pengembang membangun aplikasi bahasa alami yang mutakhir.

Llama 3 dilatih pada kumpulan data besar yang berjumlah lebih dari 15 triliun token dari sumber yang tersedia untuk umum. Data ini mencakup kode yang 4 kali lebih banyak daripada Llama 2, serta cakupan signifikan lebih dari 30 bahasa untuk meletakkan dasar bagi versi multibahasa di masa depan. 

Pemfilteran ekstensif digunakan untuk mengkurasi data ini, memastikan Llama 3 hanya belajar dari sumber dengan kualitas terbaik.

Meta juga telah mengembangkan versi Llama 3 dengan lebih dari 400B parameter yang tidak hanya lebih besar tetapi juga multibahasa dan multimodal. Pengujian awal menunjukkan model berskala ultra besar ini memberikan hasil yang menjanjikan dan bersaing dengan sistem kepemilikan terbaik.

Masa depan cerah untuk seri Llama, dan Meta telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan teknologi AI yang lebih transparan dan aksesibel.

Bloom AI

BLOOM

BLOOM atau Big Science Large Open-science Open-access Multilingual Language Model merupakan buah inisiasi dari co-founder Hugging Face yang melibatkan lebih dari 1000 peneliti di bidang AI. D

ibuat berbasis open-source, BLOOM juga dilihat sebagai alternatif terbaik dari GPT-3. Ukuran model LLM ini sebanyak 176 miliar parameter data, atau 1 miliar lebih banyak dari model GPT-3. Dengan kata lain, training dataset yang dimiliki BLOOM yakni hasil olah data pre-processed text sebanyak 1,6 Terabyte. 

BLOOM berpeluang dalam memproses 46 bahasa, termasuk Perancis, Vietnam, Mandarin, Indonesia, hingga 13 bahasa native India yakni Hindi 20 bahasa rumpun Afrika. 

Dengan konsepnya sebagai open-source, maka pengguna dapat mengunduhnya secara gratis untuk menggunakannya.

Gopher

Gopher adalah model LLM yang dikembangkan oleh DeepMind dengan dataset sebesar 280 miliar parameter. Model ini memiliki spesialisasi dalam menjawab pertanyaan humaniora dan sains. 

Gopher dilatih dalam lingkup Massive Text (kumpulan data teks besar berbahasa Inggris dari halaman web, buku, artikel berita, dan kode pemrograman).

Fungsi pipeline Gopher mencakup filter kualitas teks, penghapusan teks berulang, deduplikasi dokumen serupa, dan penghapusan dokumen dengan dataset pengujian yang tumpang tindih. 

DeepMind juga meluncurkan versi Gopher yang lebih kecil dengan 44 juta parameter data yang ditujukan untuk penelitian sederhana.

Megatron-Turing NLG

Megatron-Turing Natural Language Generation (NLG) dikembangkan oleh NVIDIA dan Microsoft. Model ini dilatih pada superkomputer Selene berbasis NVIDIA DGX SuperPOD dengan dataset sebesar 530 miliar parameter. 

Megatron-Turing NLG pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2021 sebagai penerus model Turing NLG 17B dan Megatron-LM.

Megatron-Turing NLG dapat melaksanakan berbagai penugasan NLP seperti prediksi penyelesaian, pemahaman bacaan, penalaran, simpulan bahasa alami, dan disambiguasi kata. 

Dengan kemampuan yang sangat luas, Megatron-Turing NLG telah menjadi salah satu contoh yang paling menonjol dalam bidang NLP.

Bert AI

BERT

BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers) dikembangkan oleh Google dengan menggunakan teknik berbasis neural network. 

Model ini memiliki dua versi, yaitu Bert Base yang memiliki 110 juta parameter yang dapat dilatih, dan Bert Large yang memiliki 340 juta parameter.

BERT digunakan dalam berbagai aplikasi AI, termasuk pengenalan bahasa alami, klasifikasi teks, dan pengolahan bahasa alami. 

Dengan kemampuan yang sangat kuat dalam memahami konteks teks, BERT telah menjadi salah satu model yang paling populer dalam komunitas AI.

Kesimpulan

Dalam era digital yang semakin kompleks, teknologi AI telah menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi. 

LLM open-source seperti Llama 3, BLOOM, Gopher, Megatron-Turing NLG, dan BERT telah membuka jalan bagi para peneliti dan pengembang untuk menggali lebih dalam seluk-beluk teknologi AI. 

Dengan akses yang lebih luas dan transparansi yang lebih tinggi, masyarakat dapat berkontribusi lebih aktif dalam mengembangkan teknologi yang lebih baik.

Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa generasi AI tidak harus dipungut oleh perusahaan besar saja. 

Masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung dalam mengembangkan teknologi yang lebih demokratis dan lebih inklusif. Oleh karena itu, mari kita terus mendukung dan mengembangkan teknologi AI yang lebih transparan dan aksesibel bagi semua.

[mecdivi_MECShortcodes shortcode_id=”31023″ _builder_version=”4.24.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/mecdivi_MECShortcodes]

5 Prompt AI yang Bisa Mempermudah Pekerjaanmu, dari Menulis Email hingga Coding

Artificial Intelligence telah banyak merubah cara manusia melakukan sesuatu, termasuk cara manusia bekerja. Pemanfaatan teknologi AI bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Munculnya generative AI tentu membuat semua orang kini bisa memanfaatkan AI. Berbagai pekerjaan kini menjadi semakin mudah berkat adanya generative AI yang bisa digunakan siapa saja. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan generatif AI agar lebih optimal.

Salah satu cara terbaik untuk mengoptimalkan penggunaan AI adalah dengan memanfaatkan “Prompt AI” atau perintah-perintah AI yang dirancang khusus.

Prompt AI adalah perintah atau instruksi yang diberikan kepada model kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan output tertentu. Prompt ini dapat berupa teks, pertanyaan, atau kalimat yang digunakan untuk memandu AI dalam menghasilkan tanggapan yang diinginkan.

Ada berbagai Prompt AI yang bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaanmu, berikut ulasannya:

Menulis Email

Menulis email bisa menjadi tugas yang memakan waktu, terutama ketika harus merespon banyak email setiap hari. 

Menggunakan Prompt AI, kamu bisa dengan cepat menghasilkan respon email yang personal dan relevan bagi penerima. 

Misalnya, kamu bisa menggunakan prompt seperti, “Buatkan draft email untuk [Nama Penerima] mengenai [Topik Spesifik atau Permintaan].” Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan produktivitas.

Coding

Bagi mereka yang bekerja di bidang pemrograman, AI bisa menjadi asisten virtual yang sangat berguna. 

Dengan Prompt AI, kamu dapat dengan cepat menghasilkan potongan kode untuk membantu menyelesaikan masalah pemrograman. 

Contoh prompt yang bisa digunakan adalah, “Bantu saya memahami potongan kode ini: [Masukkan Kode Di Sini].” Ini dapat membantu mempercepat proses debugging dan pengembangan aplikasi

Brainstorming

AI juga dapat digunakan untuk brainstorming ide, baik untuk kampanye pemasaran, pengembangan produk, maupun pembuatan konten. 

Misalnya, kamu bisa menggunakan prompt seperti, “Berikan sepuluh ide kreatif untuk [Proyek atau Masalah Spesifik].” Dengan cara ini, kamu bisa mendapatkan banyak inspirasi dalam waktu singkat.

Ilustrasi Artificial Intelligence

Penulisan Konten

AI dapat membantu dalam penulisan dan penyuntingan konten untuk berbagai keperluan. 

Kamu bisa menggunakan prompt seperti, “Proofread teks ini untuk kesalahan gramatikal dan keterbacaan: [Masukkan Teks Di Sini],” atau “Ringkas artikel ini: [Masukkan Tautan atau Teks Di Sini].” 

Hal ini sangat berguna untuk memastikan konten yang dihasilkan berkualitas tinggi dan bebas dari kesalahan.

Optimasi SEO

Dalam dunia digital, optimasi SEO (Search Engine Optimization) sangat penting untuk meningkatkan visibilitas konten. 

Kamu bisa menggunakan AI untuk memberikan tips optimasi SEO dengan prompt seperti, “Berikan lima tips untuk meningkatkan SEO situs web saya.” 

Prompt AI ini bisa membantu kamu memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk membuat konten lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari

[mecdivi_MECShortcodes shortcode_id=”31023″ _builder_version=”4.24.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/mecdivi_MECShortcodes]

Fitur dan Kekurangan 3 Jawara Chatbot AI, dari ChatGPT, Gemini AI, hingga Perplexity

Artificial Intelligence atau AI menjadi salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, kecanggihan AI telah memberikan berbagai manfaat dan perubahan di berbagai sektor industri. Tidak hanya industri saja, AI juga memberikan perubahan pada pekerjaan seseorang.

Awal mencuatnya AI adalah ketika chatbot AI mulai diluncurkan. Banyak orang yang mencoba dan membicarakan chatbot AI ini. Selain itu, tidak sedikit pula yang skeptis terhadap kehadiran chatbot AI. 

Namun, chatbot AI telah menjelma menjadi fenomena yang tak terelakkan. Kemampuan mereka dalam memahami bahasa manusia dan menghasilkan teks layaknya manusia membuka gerbang baru dalam interaksi, kreativitas, dan akses informasi.

Diantara banyaknya chatbot AI yang bermunculan, salah satu yang paling populer adalah ChatGPT. Saat pertama kali muncul di publik, ChatGPT sangat populer hingga menjadi bahan pembicaraan semua orang, baik di dunia maya maupun dunia nyata.

Selain ChatGPT, ada dua chatbot AI yang memiliki fitur serupa, namun diklaim lebih canggih daripada ChatGPT, yakni Gemini AI dan Perplexity AI.

Tiga chatbot AI ini dinilai sebagai jawara chatbot AI yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, baik untuk pekerjaan maupun personal.

ChatGPT, Gemini AI, dan Perplexity AI adalah tiga jawara yang menonjol dengan kekuatan dan keistimewaan masing-masing. Artikel ini akan menjelaskan ketiga jawara chatbot AI ini, mulai dari fiturnya, hingga kelemahannya.

Ilustrasi Chat GPT

ChatGPT

ChatGPT menjadi salah satu chatbot AI yang paling populer. Namanya sudah tenar bahkan sejak pertama kali dikenalkan pada publik. Sebagai chatbot AI, ChatGPT bisa digunakan untuk mencari informasi apapun, kapanpun, dan dimanapun.

Bagi para kreator konten, ChatGPT adalah asisten setia yang bisa digunakan untuk mencari inspirasi kapan saja.

Selain bisa digunakan untuk proses kreatif, ChatGPT juga mampu menjawab pertanyaan yang informatif. ChatGPT juga dapat menjelajah dan memproses informasi dari berbagai sumber dan menghadirkan jawaban yang komprehensif serta relevan.

Namun sebagai teknologi AI yang terus dikembangkan, ChatGPT juga memiliki keterbatasan tersendiri.

ChatGPT memiliki keterbatasan dalam menghadapi tugas-tugas kompleks yang membutuhkan penalaran mendalam. ChatGPT juga masih dalam tahap pengembangan, sehingga terkadang menghasilkan teks yang kurang akurat atau menyesatkan.

Ilustrasi Gemini AI

Gemini AI

Gemini AI, chatbot yang sebelumnya dikenal sebagai Bard, merupakan model AI tercanggih yang dikembangkan oleh Google. 

Dirilis pada Maret 2023, Gemini AI menawarkan berbagai fitur menarik yang memungkinkan interaksi yang lebih alami dan cerdas dengan pengguna.

Salah satu keunggulan utama Gemini AI adalah kemampuannya dalam memahami dan memproses informasi dari berbagai format, termasuk teks, gambar, audio, dan video. 

Hal ini memungkinkan Gemini AI untuk memberikan jawaban yang lebih komprehensif dan akurat, serta memungkinkan interaksi yang lebih intuitif dan menarik.

Selain itu, Gemini AI juga dilengkapi dengan kemampuan penalaran dan penjelasan yang mumpuni. Gemini AI dapat memberikan alasan dan bukti yang mendukung jawabannya, sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna terhadap AI. 

Kemampuan ini memungkinkan Gemini AI untuk digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pendidikan dan penelitian, di mana penting untuk memahami bagaimana kesimpulan tertentu dicapai.

Namun, Gemini AI memiliki keterbatasan teknis yang dimiliki semua model AI. Gemini AI masih dalam tahap pengembangan dan memiliki potensi untuk membuat kesalahan, menghasilkan informasi yang tidak akurat, atau bias

Ilustrasi Perplexity AI

Perplexity AI

Perplexity AI adalah salah satu platform chatbot berbasis AI yang semakin populer di kalangan penggunanya. Perplexity AI sedang banyak dibicarakan oleh pengguna chatbot AI karena kemampuannya yang sangat mendalam. 

Perplexity AI menawarkan berbagai fitur canggih yang memudahkan interaksi antara manusia dengan AI.

Salah satu fitur unggulan dari Perplexity AI adalah pemahaman bahasa alami yang kuat. Perplexity AI menggunakan model bahasa yang canggih, yang memungkinkan chatbot AI memahami dan merespon berbagai pertanyaan dengan akurasi yang tinggi. Teknologi ini membuat interaksi AI dengan manusia menjadi lebih alami dan intuitif.

Selain itu, Perplexity AI memiliki kemampuan pembelajaran yang adaptif. Chatbot AI ini dapat belajar dari interaksi sebelumnya dan memperbaiki respons di masa mendatang. Hal ini memungkinkan peningkatan kualitas layanan seiring berjalannya waktu, memberikan pengalaman yang lebih baik kepada penggunanya.

Perplexity AI juga mendukung integrasi dengan berbagai aplikasi dan layanan dengan mudah, seperti CRM, e-commerce, dan sistem manajemen konten atau CMS. Hal ini tentu memudahkan bisnis dalam mengimplementasikan chatbot AI ke dalam teknologi yang sudah ada.

Namun seperti Chatbot AI lainnya, Perplexity AI juga memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah dalam hal pemahaman konteks yang kompleks. Sebagai platform AI yang terus dikembangkan, Perplexity AI memiliki kesulitan dalam menangani konteks yang rumit atau percakapan yang sangat teknis. Hal ini mengakibatkan respons yang kurang akurat dalam situasi tertentu.

Keterbatasan yang kedua adalah, Sebagai chatbot, Perplexity AI sangat bergantung pada data pelatihan. Perplexity AI memiliki kualitas respons yang sangat bergantung pada data pelatihan yang digunakan. Jika data pelatihan tidak mencakup variasi bahasa atau situasi yang luas, Perplexity AI mungkin tidak bisa memberikan respon yang akurat.

5 Istilah dalam Artificial Intelligence atau AI yang Perlu Kamu Ketahui

Artificial Intelligence atau AI terus berkembang pesat. Berbagai jenis AI kini sudah mulai bisa digunakan masyarakat luas untuk membantu pekerjaan mereka. Salah satu jenis AI yang paling populer adalah AI Chatbot.

AI Chatbot pertama kali mencuat setelah OpenAI merilis ChatGPT. Chat GPT memiliki kemampuan luar biasa dalam menjawab pertanyaan yang diajukan penggunanya. Dari situlah, Chat GPT menjadi salah satu tools berbasi AI yang sangat populer.

Kini perkembangan AI semakin pesat, dan sebagian besar orang di luar industri teknologi mulai membicarakan AI. AI pun bukan menjadi hal yang baru lagi, beberapa perusahaan IT besar dunia mulai mengembangkan AI yang digunakan untuk internalnya.

Semakin populernya AI di kalangan umum, maka semakin banyak pula istilah-istilah baru yang berkaitan dengan AI. Lalu apa saja istilah-istilah baru terkait AI yang perlu diketahui orang awam sekalipun?

Ilustrasi OpenAI

Istilah-istilah AI yang perlu diketahui

Machine Learning

Machine Learning adalah sistem yang dapat mempelajari pola dan membuat sebuah prediksi. Dengan cara kerja ini, misalnya, salah satu program AI seperti chatbot yang telah dilatih dengan sekumpulan data besar dapat belajar untuk menghasilkan jawaban yang lebih akurat.

Chatbot

Chatbot adalah program komputer yang dirancang untuk bisa bersimulasi seperti percakapan dengan manusia. Chatbot banyak digunakan untuk layanan pelanggan atau teman virtual.

Deep Learning

Deep learning adalah sub-bidang pembelajaran mesin yang menggunakan jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) yang terinspirasi oleh struktur otak manusia. Jaringan saraf tiruan mampu belajar dari data yang kompleks dan non-linear, seperti gambar dan suara, dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Natural Language Processing (NLP)

Pemrosesan bahasa alami adalah bidang AI yang memungkinkan komputer untuk memahami dan memproses bahasa manusia. Teknologi ini memungkinkan sistem AI untuk menerjemahkan bahasa, mengenali ucapan, dan menghasilkan teks yang mirip dengan bahasa manusia.

Big Data

Big data mengacu pada kumpulan data yang sangat besar dan kompleks yang sulit untuk diproses dengan metode tradisional. Big data sering kali memiliki volume, kecepatan, dan variasi yang tinggi, yang membuatnya menantang untuk dianalisis. Namun, big data juga mengandung informasi yang sangat berharga yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dalam berbagai bidang.

Artificial Intelligence atau AI Mulai Digunakan di BUMN, Bagaimana Regulasinya?

Artificial Intelligence atau AI adalah teknologi yang disebut-sebut dapat membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Kini AI sudah digunakan tidak hanya personal saja, namun juga perusahaan-perusahaan besar dunia. Bahkan, AI juga sudah digunakan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.

Secara umum, penggunaan AI di BUMN Indonesia telah meningkat sejak beberapa tahun terakhir. BUMN telah menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kualitas layanan, dan meningkatkan keamanan. 

Beberapa contoh penggunaan AI di BUMN Indonesia antara lain:

  • Penggunaan AI untuk Analisis Data: BUMN telah menggunakan AI untuk menganalisis data yang terkumpul dari berbagai sumber. Dengan demikian, BUMN dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.
  • Penggunaan AI untuk Automasi Proses: AI telah digunakan untuk mengotomatisasi proses operasional di BUMN, seperti pengolahan data, pengiriman informasi, dan pengawasan kualitas.
  • Penggunaan AI untuk Meningkatkan Keamanan: AI telah digunakan untuk meningkatkan keamanan di BUMN, seperti deteksi ancaman, pengawasan akses, dan pengawasan aktivitas.

Meski mampu mempermudah pekerjaan dan meningkatkan efisiensi perusahaan, penggunaan AI di lingkungan BUMN tetap memiliki regulasi dan aturan yang perlu dipatuhi.

Regulasi Penggunaan AI di Indonesia

Regulasi AI di Indonesia masih dalam tahap pengembangan dan perumusan. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk menerbitkan peraturan khusus terkait penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, telah membocorkan kisi-kisi regulasi AI yang akan segera diterbitkan. Regulasi ini diharapkan dapat meminimalkan dampak-dampak negatif AI dan memastikan penggunaan AI yang lebih bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Regulasi ini juga akan berfokus pada mengatur penggunaan AI dibandingkan mengatur teknologinya, dengan tujuan melindungi hak fundamental, pencegahan penyalahgunaan teknologi, aturan hukum, dan melindungi demokrasi, serta mendorong investasi dan inovasi.

Regulasi yang sedang dibahas di Indonesia tentang penggunaan AI meliputi beberapa undang-undang dan peraturan yang relevan dengan pemanfaatan teknologi AI. Beberapa di antaranya adalah:

  • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)
  • Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP)
  • Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSE)
  • Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat (Permen PSE)
  • Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta)

Selain itu, pemerintah Indonesia sedang mengembangkan strategi nasional kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dan berdimensi, dengan pendekatan horizontal, vertikal, dan sektoral untuk mengatur penggunaan AI di Indonesia.