Pusat Data di Perbankan dan Sektor Finansial, Seberapa Penting?

Perbankan dan sektor finansial menjadi salah satu industri yang sangat bergantung pada perkembangan teknologi. Terlebih di era digital seperti sekarang, perbankan dan sektor finansial perlu menggunakan teknologi informasi untuk tetap bertahan dan bersaing. 

Segala kegiatan perbankan dan sektor finansial kini dilakukan secara digital. Data-data nasabah dan transaksi pun disimpan oleh perbankan dan sektor finansial di data center atau pusat data.

Data center adalah fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen terkait, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Di dalamnya terdapat server, penyimpanan, dan infrastruktur jaringan yang memungkinkan pengelolaan data dalam skala besar. 

Bagi sektor perbankan dan finansial, data center bukan hanya sebuah tempat untuk menyimpan data, tetapi juga pusat dari berbagai aktivitas penting yang mencakup pemrosesan transaksi, analisis risiko, dan pengelolaan portofolio nasabah.

Data center atau pusat data memainkan peran yang krusial dalam memastikan kelancaran operasional, keamanan data, dan inovasi teknologi di perbankan dan sektor finansial. 

Ilustrasi Pusat Data

Pentingnya Data Center untuk Perbankan dan Sektor Finansial

Keamanan Data

Keamanan data menjadi prioritas yang paling utama dalam perbankan dan sektor finansial.Pengelolaan pusat data yang baik tentu akan meningkatkan perlindungan informasi sensitif pelanggan dan data finansial dari berbagai ancaman siber. 

Data center yang dikelola dengan standar tinggi dilengkapi dengan lapisan keamanan seperti firewall, enkripsi data, dan sistem deteksi intrusi yang terus menerus memantau aktivitas mencurigakan.

Berbagai ancaman siber seperti hacking, malware, dan serangan-serangan lainnya dapat menimbulkan kerugian yang besar untuk perbankan dan sektor finansial. 

Maka perbankan dan sektor finansial perlu pengelolaan pusat data yang komprehensif, mencakup implementasi protokol keamanan yang ketat dan pemantauan real-time untuk mencegah terjadinya serangan-serangan siber.

Selain itu, pusat data yang aman dan memastikan data nasabah tetap terlindungi akan menjaga kepercayaan dan reputasi instansi.

Ilustrasi pusat data

Kepatuhan terhadap regulasi

Selain keamanan, kepatuhan akan regulasi menjadi salah satu alasan penting yang menekankan pentingnya pengelolaan pusat data. Perbankan dan sektor finansial diatur oleh berbagai peraturan ketat, sebab sektor ini adalah sektor yang paling rawan. 

Di Indonesia sendiri, ada beberapa aturan terkait perbankan dan sektor finansial yang perlu dipatuhi, seperti Peraturan Bank Indonesia No. 19/12/PBI/2017 tentang Penyediaan Infrastruktur Teknologi Informasi oleh Bank, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 38/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum, dan masih banyak regulasi-regulasi lainnya.

Pengelolaan data center yang tepat memastikan bahwa semua data disimpan dan diproses sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

Kepatuhan ini tidak hanya melindungi instansi dari denda dan sanksi, tetapi juga memastikan bahwa operasi berjalan sesuai dengan norma hukum yang berlaku. Tentu pemenuhan regulasi juga akan meningkatkan kepercayaan nasabah akan layanan perbankan dan sektor finansial.

Ilustrasi pusat data

Keberlanjutan Operasional

Keberlanjutan operasional merupakan aspek penting yang memastikan bahwa layanan perbankan dan sektor finansial tetap tersedia tanpa gangguan. 

Data center yang dikelola dengan baik menyediakan infrastruktur yang redundant, yang berarti ada sistem cadangan yang siap digunakan jika terjadi kegagalan sistem utama. Hal ini mencakup penyediaan listrik cadangan, pendinginan yang efektif, dan jaringan komunikasi yang handal.

Prosedur pemulihan bencana juga merupakan bagian integral dari pengelolaan pusat data. Dalam kasus bencana alam atau kegagalan teknis besar, pusat data harus dapat memulihkan operasional dengan cepat untuk meminimalisir downtime dan kerugian finansial. 

Dengan demikian, pengelolaan pusat data yang efektif memastikan bahwa bank dan institusi finansial dapat beroperasi secara terus-menerus dan melayani pelanggan tanpa henti.

Keandalan dan ketersediaan

Keandalan dan ketersediaan data merupakan aspek penting lainnya dalam pengelolaan pusat data. Layanan perbankan dan finansial harus tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. 

Data center yang dikelola secara profesional memastikan uptime yang tinggi dan pemantauan terus-menerus untuk mencegah downtime.

Keandalan pusat data mencakup penggunaan perangkat keras yang berkualitas tinggi, pemeliharaan rutin, dan pemantauan sistem secara real-time. Ini memastikan bahwa semua komponen infrastruktur berfungsi optimal dan siap menangani lonjakan beban kerja kapan saja. 

Memahami SNI 8799 tentang Pusat Data dan Standar-Standar Lainnya

Di era digital yang kian berkembang pesat, data bagaikan emas yang sangat berharga untuk berbagai sektor. Dari data pribadi, transaksi keuangan, hingga informasi bisnis yang sensitif, semuanya tersimpan rapi di dalam pusat data (data center). Pusat data menjadi garda terdepan dalam melindungi aset digital yang tak ternilai harganya.

Meski demikian, dibalik perannya yang krusial, pusat data tak luput dari berbagai potensi risiko. Kebocoran data, downtime, hingga serangan siber dapat merugikan bagi sebuah organisasi. 

Maka dari itu, standar-standar pusat data hadir sebagai panduan penting untuk memastikan keamanan, keandalan, dan efektivitas infrastruktur data.

Standar-standar ini tak hanya menjadi acuan bagi para pengelola pusat data, tetapi juga memberikan jaminan bagi para pengguna layanannya. 

Dengan memenuhi standar yang ditetapkan, pusat data menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kelancaran akses informasi bagi para pengguna.

Standar-standar untuk pusat data

Standar pusat data bagaikan kompas yang mengarahkan pengelola infrastruktur data dalam membangun dan mengoperasikan fasilitas yang aman, andal, dan efisien. 

Standar ini bukan sekadar aturan baku, melainkan pedoman yang teruji dan diakui secara global untuk memastikan kelancaran operasi dan terjaganya aset digital berharga.

Berikut beberapa standar yang digunakan dalam pusat data:

Uptime Institute (TI) Data Center Tier

Klasifikasi tingkat keandalan dan ketahanan pusat data berdasarkan infrastruktur dan sistem yang digunakan. Terdiri dari empat tingkatan (Tier I-IV), dengan Tier IV menjadi yang tertinggi, menandakan kemampuan pusat data untuk beroperasi tanpa henti bahkan di tengah kondisi terburuk.

ISO/IEC 27001

Standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi (ISMS) yang membantu mengidentifikasi, mengelola, dan meminimalkan risiko keamanan data. Standar ini mencakup aspek-aspek seperti kontrol akses, manajemen risiko, dan pelatihan karyawan.

Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS)

Standar keamanan data untuk industri kartu pembayaran yang memastikan kerahasiaan dan integritas data kartu. Dibuat oleh Dewan Industri Pembayaran Kartu (PCI Council), standar ini wajib diterapkan oleh semua organisasi yang memproses, menyimpan, atau mentransmisikan data kartu pembayaran.

BS 25700

Standar praktik terbaik untuk manajemen fasilitas pusat data, termasuk desain, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan. Standar ini membantu memastikan bahwa pusat data dirancang dan dioperasikan dengan cara yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Indonesia: SNI 8799

SNI 8799 adalah standar nasional Indonesia yang mengatur tentang manajemen pusat data. 

Standar ini dikembangkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan diadopsi dari berbagai standar internasional, termasuk ISO/IEC 27001, Uptime Institute, dan TIA-942.

 

SNI 8799 tentang Pusat Data

SNI 8799, atau Standar Nasional Indonesia (Indonesian National Standard) 8799, adalah serangkaian pedoman yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk memastikan keselamatan dan keamanan pusat data. 

Standar ini bertujuan memberikan kerangka kerja untuk desain, konstruksi, dan operasi pusat data, sehingga pusat data tersebut memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk keamanan data dan integritas.

 

 
Ilustrasi pusat data

Komponen Utama SNI 8799

Standar SNI 8799 terdiri dari beberapa komponen utama yang harus dipenuhi oleh pusat data:

  1. Keselamatan Fisik: Standar ini menekankan pentingnya langkah-langkah keselamatan fisik, termasuk pengawasan akses, sistem pengawasan, dan fasilitas penyimpanan yang aman.
  2. Keselamatan Jaringan: SNI 8799 memerlukan pusat data untuk mengimplementasikan langkah-langkah keselamatan jaringan yang solid, seperti firewall, sistem deteksi intrusi, dan enkripsi.
  3. Backup dan Recovery Data: Standar ini menekankan pentingnya backup data reguler dan rencana recovery bencana untuk memastikan kontinuitas bisnis dalam event bencana.
  4. Sistem Listrik dan Pendingin: SNI 8799 memerlukan pusat data untuk memiliki sistem listrik dan pendingin yang reliabel untuk memastikan operasi peralatan yang lancar.
  5. Kontrol Lingkungan: Standar ini menekankan pentingnya pusat data untuk mempertahankan lingkungan yang dikontrol, termasuk suhu, kelembaban, dan kualitas udara.

Manfaat SNI 8799

Pelaksanaan SNI 8799 menawarkan beberapa manfaat bagi pusat data, termasuk:

  1. Peningkatan Keselamatan Data: Standar ini memastikan pusat data memiliki langkah-langkah keselamatan yang solid untuk melindungi data sensitif.
  2. Peningkatan Kontinuitas Bisnis: SNI 8799 memerlukan pusat data untuk memiliki rencana recovery bencana, memastikan kontinuitas bisnis dalam event bencana.
  3. Peningkatan Efisiensi: Standar ini mempromosikan penggunaan sistem listrik dan pendingin yang efisien, mengurangi konsumsi energi dan biaya.
  4. Kemampuan Kompatibilitas dengan Peraturan: SNI 8799 memastikan pusat data memenuhi peraturan dan standar yang relevan, mengurangi risiko denda dan sanksi.

SNI 8799 adalah standar yang sangat penting bagi pusat data di Indonesia, memberikan kerangka kerja untuk memastikan keselamatan dan keamanan pusat data. 

Dengan memahami komponen utama dan manfaat SNI 8799, pusat data dapat memastikan keterlaksanaan standar dan memberikan lingkungan yang aman dan reliabel untuk operasionalnya.

Bagaimana Cara Membangun Infrastruktur Data Center yang Baik? Ketahui Tipsnya Berikut Ini

Supaya perusahaan bisa bersaing di era transformasi digital seperti saat ini, sangat memerlukan adanya data center.

Mengapa? Sebab, data center tersebut mampu mendukung sebuah bisnis melalui penyimpanan, komputasi, dan jaringan.

Data center bisa menyediakan ruang penyimpanan dan pengelolaan data pada sebuah bisnis serta dilengkapi dengan berbagai metode pencadangan serta pemulihan.

Kemudian, terdapat juga memori dan processing power yang berguna untuk mengelola aplikasi dan transaksi bisnis perusahaan.

Data center juga menawarkan layanan konektivitas bagi penggunanya melalui interkoneksi antar komponen serta penyebaran di banyak jaringan.

Data center di berbagai skala perusahaan

Kehadiran data center ini bagi perusahaan besar dan mapan, dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan dan kestabilan operasi dalam operasional bisnis.

Sebuah perusahaan yang memiliki ribuan aplikasi bisnis dan jutaan pertukaran data setiap harinya, tentu membutuhkan satu atau lebih data center untuk menangani beban kerja yang besar.

Tidak hanya bagi perusahaan besar saja, sebab perusahaan kecil membutuhkan data center untuk mengelola aktivitas perkembangan bisnis mereka.

Cara membangun infrastruktur data center

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun data center yang baik, antara lain:

1. Pastikan sumber energi cadangan yang memadai

Cadangan listrik adalah salah satu poin penting dalam membangun data center. Lama waktu operasional sebuah data center menjadi salah satu tolak ukur tier dari data center tersebut.

 

2. Membiat lapisan arsitektur data center

Ada tiga lapisan arsitektur yang cukup penting, yaitu lapisan bisnis, servis, serta infrastruktur IT.

Pada lapisan bisnis ada enterprise resource planning serta aplikasi lainnya. Kemudian, pada lapisan servis meliputi mail services, print services, dan lain-lain.

Selanjutnya, pada lapisan infrastruktur IT terdapat server, ruang penyimpanan, perangkat jaringan, lalu sumber energi dan perangkat pendingin.

 

3. Pengaturan tata letak perangkat data center dengan tepat

Usahakan sistem UPS ditempatkan jauh dari server agar terhindar dari paparan elektromagnetik. Kemudian, perhatikan jarak antara bagian depan rak (cold aisle) maupun jarak bagian belakang rak (hot aisle) dan lain sebagainya.

 

4. Gunakan sistem pendingin hemat energi

Mengingat sebuah data center aktif selama 24 jam, serta perangkatnya akan mengeluarkan panas terus menerus, maka dibutuhkan sistem pendingin pada data center.

Usahakan untuk memilih sistem pendingin yang hemat dan memanfaatkan sirkulasi hot and cold aisle agar biaya listrik lebih hemat.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

FGD Sinkronisasi Infrastruktur , Jaringan, Dan Integrasi Data SKPD Provinsi Jawa Tengah

FGD Sinkronisasi Infrastruktur , Jaringan, Dan Integrasi Data SKPD Provinsi Jawa Tengah

Pada hari Selasa, tanggal 10 April 2018 kemarin, Inixindo Jogja hadir memenuhi undangan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah. Bapak Andi Yuniantoro menjadi pembicara di acara ini. Bertempat di Best Western Hotel, Sukoharjo, dihadiri oleh Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh Perangkat Daerah Kota/Kabupaten di Jawa Tengah. Acara ini dibuka oleh Bapak H. Wardoyo Wijaya, S.H., M.H. selaku Bupati Sukoharjo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi membuat jajaran pemerintahan terus mengoptimalkan penggunaannya untuk perbaikan pelayanan masyarakat. Kendati begitu, aplikasi yang dibuat jangan hanya menggantungkan pada pihak ketiga.

“Kode sumber atau kode program dan database tetap harus menjadi milik kita,” imbuh Bupati Sukoharjo ini.

FGD Sinkronisasi Infrastruktur , Jaringan, Dan Integrasi Data SKPD Provinsi Jawa Tengah 9Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kominfo Kabupaten / Kota. Dengan begitu, peran dan keberadaan infrastruktur teknologi informasi mampu meningkatkan kinerja pemerintah pada umumnya melalui pemanfaatan intranet dan internet, data center, DRC dan jaringan fiber optic yang terintegrasi dalam mendukung terwujudnya smart city menuju smart province.

“Kondisi yang terjadi pada saat ini tiap SKPD seolah belomba–lomba membangun sistem informasi / aplikasi tetapi tidak merencanakan kebutuhan bandwidthserver maupun kebutuhan jaringannya dengan baik. Sehingga sistem tersebut tidak dapat digunakan secara optimal,” ungkapnya.

FGD Sinkronisasi Infrastruktur , Jaringan, Dan Integrasi Data SKPD Provinsi Jawa Tengah 10

Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah daerah di Indonesia berlomba-lomba untuk melakukan transformasi ke arah smart city ataupun smart province. Oleh karena itu, sinkronisasi infrastruktur, jaringan, dan integrasi data harus direncanakan dengan seksama sejak awal.