ADSION by SANDEC – Event Recap

ADSION by SANDEC - Event Recap 1

ADSION by SANDEC – Event Recap

Semarang (9/03), Inixindo jogja yang diwakili oleh Yanuar Hadiyanto pada acara ADSION yang bekerja sama dengan SANDEC (Semarang Android Developer Center) memberikan pemaparan dikalangan komunitas dan mahasiswa yang mempunyai ketertarikan pada dunia Android.

Yanuar, membahas tentang Kotlin for Android atau bahasa pemograman yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android. Lalu menjelaskan bagaimana cara kerja, kelebihan, serta perbandingan Kotlin dengan bahasa pemograman lainnya. Kotlin bahasa pemograman yang cukup baru diluncurkan oleh Jetbrains. Kotlin sendiri dikembangkan untuk menggabungkan pemrograman yang berorientasi pada objek dengan fitur fungsional dan telah terintegrasi dengan Android Studio, para developer yang terbiasa dengan Java tidak perlu khawatir karena penggunaan kotlin mirip dengan bahasa pemrograman Java sehingga mudah digunakan.

 

ADSION by SANDEC - Event Recap 2
ADSION by SANDEC - Event Recap 3
ADSION by SANDEC - Event Recap 4

Membangun Digital Skill pada Aparatur Sipil Negara

Membangun Digital Skill pada Aparatur Sipil Negara

Rabu, 13 Maret 2019. Memasuki era disrupsi, kewajiban bertransformasi secara digital tidak hanya harus dilakukan oleh pelaku bisnis dan perusahaan melainkan juga kewajiban bagi pemerintah guna melayani masyarakat serta menunjang performa internal organisasi.

Andi Yuniantoro, Direktur PT. Inixindo Jogja dalam kegiatan penguatan soft skill di lingkungan BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan bahwa kemampuan digital menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah untuk bertransformasi digital dalam melayani masyarakat, dan dalam internal organisasi. Dengan adanya kemampuan digital tersebut pemerintah dapat memanfaatkan peluang-peluang yang terbuka lebar dalam dunia digital. Kemampuan digital yang wajib dimiliki oleh para aparatur sipil negara (ASN) saat ini seperti communicate and collaborate, find and use, serta teach and learn.  

Dari kemampuan tersebut salah satunya diharapkan para ASN dapat menggunakan aplikasi yang ada di Cloud tanpa perlu melakukan instalasi aplikasi di pc atau laptop. Sebagai contoh seperti mendesain publikasi dengan aplikasi Canva (canva.com), mengedit video dengan Wevideo (wevideo.com), menggunakan video conference dengan hangout atau skype, serta pemanfaatan google doc, google sheet dan google form, dalam melakukan kolaborasi dengan rekan kerja untuk menyelesaikan pekerjaan.

Sesi paparan tentang Digital Skill pada ASN ini diharapkan membuka wawasan dan pengetahuan tentang manfaat dan pentingnya penguasaan keterampilan digital untuk membantu menyelesaikan pekerjaan sehari-hari ASN secara cepat dan efektif.

ComDay Recap : “Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini”

ComDay Recap : “Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini”

Apa yang baru dari teknologi web setelah HTML5, CSS3, ES6? Bagi yang sering update informasi teknologi pastinya langsung menjawab “PWA!” PWA yang merupakan singkatan dari Progressive Web Application memang bukan teknologi yang benar-benar baru tapi penerapan PWA pada web masih bisa dibilang jarang. Padahal bila dibandingkan dengan native mobile apps di Android dan IOS, PWA memiliki beberapa kelebihan seperti jangkauan user yang lebih luas dan SEO.

Itulah yang disampaikan oleh Umar Affandi dalam Community Day Kamis lalu tanggal 14 Maret 2019 di Inixindo Jogja. Lelaki yang kerap disapa Mas Umar ini juga menyampaikan bagaimana PWA memiliki probabilitas untuk menggantikan mobile native apps di masa depan. Prediksi ini didasari atas data penggunaan mobile apps dan mobile web di mana PWA dapat menutupi kekurangan di native mobile apps dan mobile web. Acara ini dihadiri berbagai kalangan seperti mahasiswa, developer dari berbagai perusahaan swasta, dan juga dari kalangan Aparatur Sipil Negara.

ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 5  ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 6ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 7

Selain Umar Affandi, acara ini juga sempat diisi oleh programmer dari Inixindo Jogja, Aldino Kemal. Kemal menjelaskan beberapa hal teknis yang membedakan antara PWA dan web apps biasa seperti adanya service worker hingga penjelasan mengenai push notification yang bisa muncul di desktop dan perangkat mobile secara bersamaan.

Jika Anda tertarik tentang bagaimana membangun sebuah progressive web app Anda dapat mengunjungi laman berikut untuk informasi dan pendaftaran kelas pelatihan PWA di Inixindo Jogja

Kolaborasi dan Integrasi Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintahan

Kolaborasi dan Integrasi Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintahan

 

Indonesia termasuk negara yang konsumsi internetnya tinggi yakni sebesar 150 juta penduduk atau sekitar lebih dari 50% juta penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, rata-rata penduduk Indonesia mengakses internet sekitar 8 jam dalam sehari. Besarnya jam akses penduduk Indonesia terhadap internet membuat banyak sekali bermunculan bisnis-bisnis baru yang memanfaatkan data yang tersimpan di cloud.

 

Kolaborasi dan Integrasi Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintahan 8

 

Tingginya akses tersebut membuat Pemerintah harus memanfaatkan teknologi digital untuk pelayanan, proses internal organisasi dan model organisasi. Keharusan digitalisasi Pemerintah tertuang dalam Perpres No.95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam kegiatan Rakor Diskominfo Se-Provinsi Lampung, Andi Yuniantoro selaku Direktur Inixindo Jogja mengatakan bahwa ada tiga komponen yang berperan penting dalam menunjang digitalisasi Pemerintah, diantaranya People, process, dan TechnologyPeople dimaksudkan bagaimana para ASN dapat memanfaatkan cloud untuk communicate dan collaborate seperti edit foto dan edit video, google sheet dan google doc untuk mengerjakan pekerjaan bersama, dan menggunakan skype untuk melakukan teleconference. Dalam process, bagaimana pengelolaan kinerja organisasi agar setiap kegiatan yang ada diorganisasi tersebut dapat terintegrasi untuk mengurangi double data dan keambiguan. Terakhir technology, bagaimana pemerintah dapat mendigitalisasi seluruh kegiatan pelayanan agar menciptakan layanan yang optimal untuk masyarakat.

 

Kolaborasi dan Integrasi Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintahan 9

 

Penerapan SPBE menurut lelaki yang akrab disapa Andi dapat terwujud apabila ada  visi, misi, strategi, dan inisiatif dari pemerintah daerah sudah sesuai dengan indeks penilaian SPBE yang telah ditetapkan oleh pemerintah diantaranya keberhasilan Pemerintah dalam mengintergrasikan kebijakan, tata kelola dan penyelenggaraan.  Integrasi dan kolaborasi yang dilakukan Pemerintah akan mempercepat proses penerapan SPBE, sehingga mempermudah Provinsi tersebut menjadi Smart Province.

Teknologi Web Yang Akan Menjadi Tren di Tahun 2019

 

Beberapa waktu yang lalu, kami sempat mempos di media sosial tentang tingkat popularitas bahasa pemrograman di tahun 2018 lalu. Dalam pos tersebut, kita dapat melihat bahwa Javascript (yang seharusnya secara resmi disebut ECMAScript) sebagai bahasa pemrograman web mengalami peningkatan, sementara bahasa pemrograman Java yang digunakan dalam pengembangan aplikasi Android justru menurun. Padahal, saat ini hampir semua orang memiliki smartphone di mana Android menguasai sistem operasi perangkat mobile jika dilihat jumlah penggunanya.

Jika kita menilik kembali 5 tahun belakangan ini, perkembangan teknologi web semakin cepat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Framework-framewok pengembangan aplikasi web pun tumbuh cepat apalagi sejak hadirnya node.js di mana Javascript dapat digunakan sebagai bahasa pemrograman back-end. Belum lagi Google perusahaan teknologi yang memang dulunya lahir sebagai aplikasi web menambahkan banyak fitur dalam Chrome agar para pengembang web dapat mendobrak batasan-batasan dalam aplikasi web.

Beberapa tahun yang lalu kita juga mengenal istilah responsive design yang sering dibawa-bawa oleh pengembang web dalam menawarkan jasanya. Responsive design waktu itu memang suatu yang sebaiknya dimiliki oleh website. Sekarang? Website bisa dikatakan ketinggalan jaman, jadul, atau bahkan bisa disangka artefak jika desainnya tidak responsif. Di tahun 2019 tren teknologi web sudah beralih ke teknologi yang lebih canggih dari sekedar desain yang responsif. Berikut ini adalah tren teknologi web yang bisa Anda bangga-banggakan dalam portfolio Anda sebagai pengembang web.

 

Progressive Web App

Progressive Web App mungkin adalah teknologi yang paling berpengaruh dalam pengembangan aplikasi web. Secara singkat, Progressive Web App (PWA) adalah aplikasi web yang memiliki experience layaknya aplikasi native baik mobile atau desktop. Experience ini dapat berupa push notification, dapat dibuka secara offline, serta akses terhadap hardware yang ada di device seperti GPS, kamera, dan sensor-sensor yang lain.

Teknologi ini diinisiasi oleh Google. Seperti yang kita ketahui bahwa selain Android, Google juga memiliki operating system yang dipakai di laptop dengan harga terjangkau yaitu Chrome OS. Pada dasarnya Chrome OS ini adalah sebuah browser yang dijadikan operating system dengan kernel Linux di dalamnya. Jadi agar environment Chrome OS ini tidak miskin aplikasi Google berusaha mendorong para web developer untuk menjadikan PWA sebagai standar aplikasi web. Selain itu, kabarnya Google juga sedang mengembangkan Fuchsia OS (sebuah operating system mirip Chrome OS tapi untuk perangkat mobile) yang disiapkan untuk menggantikan Android.

 

Teknologi Web Yang Akan Menjadi Tren di Tahun 2019 10

 

Contoh beberapa aplikasi terkenal yang sudah menggunakan teknologi PWA antara lain:

  • Alibaba
  • Twitter
  • The Washington Post

Anda bisa mengikuti Pelatihan Progressive Web App (PWA) dari Inixindo Jogja jika Anda ingin bisa mengembangkan web dengan teknologi ini.

Accelerated Mobile Pages

Siapa yang tak kenal Google News? Aplikasi milik Google yang tersedia di Android dan iOS ini memiliki fungsi membagikan berita ke pengguna sesuai dengan minat dari penggunanya. Konten yang dibagikan oleh Google News tersebut merupakan konten yang telah mendukung format Accelerated Mobile Pages (AMP). Accelerated Mobile Pages (AMP) adalah sebuah framework pengembangan web minimalis. Hanya HTML dan CSS saja dalam halaman web AMP tidak ada Javascript.

Misi dari AMP ini adalah me-load halaman web dalam waktu kurang dari dua detik. Oleh karena itu, penggunaan AMP cocok untuk halaman berita dan blog di mana konten artikel atau foto menjadi elemen utama. Selain itu, keuntungan sebuah halaman web yang mendukung format AMP adalah SERP. Ya! AMP ini sangat berpengaruh terhadap ranking halaman web di Google Search. Bukan rahasia lagi jika algoritma web crawler yang dimiliki Google sekarang lebih mengutamakan performa web sebuah eksternal link.

Anda bisa melihat dokumentasi dari AMP Project di sini.

 

Voice Search Optimization

Voice search memang fitur yang masih jarang dimanfaatkan oleh orang Indonesia. Home speaker pintar dari Amazon, Apple, atau Google bukan barang yang dicari. Memang fitur Google Assistant atau SIRI terpasang secara default di perangkat Android atau iPhone tapi karena terkendala oleh masalah bahasa masih jarang juga orang Indonesia yang memakai fitur ini. Walaupun begitu, seiring dengan berjalannya waktu, AI dari masing-masing voice assistant tentunya akan semakin pintar karena terus akan mempelajari bahasa selain Bahasa Inggris.

Voice search optimization merupakan metode optimasi halaman web agar pengguna dapat melakukan interaksi dengan halaman web tersebut melalui suara. Sebenarnya Voice Search Optimization memiliki tujuan yang mulia yaitu agar sebuah web dapat menjangkau siapa saja termasuk tuna netra. Dalam voice search API terdapat dua komponen yaitu speech recognition dan speech synthesis. Untuk melihat dokumentasinya Anda bisa klik di sini.

 

API First Development

Konektivitas antar aplikasi tentunya sudah menjadi suatu hal yang semestinya di jaman di mana hampir semua orang menggunakan aplikasi dalam aktivitas sehari-hari. Integrasi antar dua aplikasi atau lebih ini biasanya sering dimanfaatkan oleh website e-commerce dengan melakukan integrasi pembayaran, pengiriman, lokasi, ataupun kurs mata uang. Semuanya memanfaatkan teknologi yang disebut application programming interfaces (API).

API memang bukan teknologi baru yang baru di sini adalah development yang berbasis API. Apa bedanya? Biasanya pengembangan aplikasi atau web tidak terfokus pada API. Pengembangan API sering kali dianggap sebagai proyek sampingan yang tidak memiliki proses desain, pengembangan, dan testing yang baik.

Pada development tradisional proses yang biasanya terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Tim R&D menciptakan desain aplikasi
  2. Tim back-end developers mengerjakan prototype sementara tim yang lain seperti QA dan front end menunggu.
  3. Setelah prototype jadi tim QA dan front-end mendapatkan akses dan langsung bekerja
  4. Jika terdapat bugs, penambahan fitur, atau pun improvement, siklus di atas akan berulang.

Teknologi Web Yang Akan Menjadi Tren di Tahun 2019 11

Sedangkan pada API first development, suatu tim tidak harus menunggu tim yang lain menyelesaikan sebuah pekerjaannya. API first development menggunakan API mocking (baca di sini untuk mengetahui apa itu API mocking) sehingga QA, back-end, dan front-end bisa bekerja secara simultan.

Teknologi Web Yang Akan Menjadi Tren di Tahun 2019 12

***

Itulah tadi teknologi web yang akan menjadi tren di 2019. Bagi kalian yang ingin membuat project web app tidak ada salahnya untuk belajar lebih dalam mengenai teknologi yang sudah disebutkan tadi.