Webinar Peran Digital Leadership dalam Kesuksesan di Era Digital

Webinar Peran Digital Leadership dalam Kesuksesan di Era Digital

Dalam dekade ini kita hidup dalam fasilitas digital yang sangat membantu kita mulai dari kehidupan pribadi hingga prodiktivitas kita di pekerjaan. Namun masih banyak dari kita yang masih tidak bisa memanfaatkan kemajuan digital sebagai alat untuk mencapai pertumbuhan. Ini sering terjadi karena jiwa leadership yang berperan sebagai pemegang keputusan, memotivasi, membuat visi kolektif belum mampu memanfaatkan aspek digital untuk membuat sebuah lingkungan dimana orang-orang didalamnya dapat tumbuh dan sukses.

Dalam webinar ini kita akan mengetahui bagaimana peran digital leadership sangat berpengaruh dalam kesuksesan baik pribadi maupun perusahaan di era digital.

Pendaftaran

Biaya

Free*

* Kuota Terbatas

Kenapa Perencanaan IT Perusahaan Penting Dilakukan? Ketahui Alasannya Berikut Ini

Sebuah perusahaan ada baiknya tidak gegabah mengeluarkan investasi besar-besaran untuk implementasi teknologi informasi.

Mengapa begitu? Ini tidak lepas dari perhitungan cost dan benefit yang harus dilakukan.

Coba bayangkan, ketika perusahaan Anda sudah terlanjur membeli berbagai peralatan teknologi informasi. Tapi, ternyata alat-alat tersebut tidak sesuai kebutuhan. Bahkan, banyak peralatan yang sia-sia karena tidak terpakai.

Maka dari itu, perusahaan sangat membutuhkan semacam blueprint yang sering disebut sebagai Perencanaan IT sebagai dasar perusahaan dalam melakukan implementasi teknologi informasi.

Inti dari perencanaan IT pada sebenarnya berisi mengenai rencana strategis perusahaan dalam mengimplementasikan dan membangun sistem informasi di perusahaan.

Teknologi informasi sendiri sebenarnya merupakan sebuah tools untuk membantu perusahaan supaya mencapai visi dan misinya.

Apa Manfaat dari Perencanaan IT?

Sebenarnya ada sangat banyak manfaat yang bisa diambil dari perencanaan IT, antara lain:

Informasi Dasar sebelum Investasi

Penerapan perencanaan IT bisa menjadi dasar bagi perencanaan perusahaan, khususnya ketika akan melakukan investasi dan implementasi teknologi informasi.

Menekan Risiko

Dengan perencanaan IT, perusahaan Anda bisa mengurangi beberapa risiko yang timbul dari implentasi teknologi informasi.

Mengontrol Performa

Dan yang terakhir, sebuah perencanaan IT bisa menjadi alat kontrol sekaligus parameter yang efektif untuk mereview performa serta kesuksesan dari adanya implementasi teknologi informasi pada suatu perusahaan.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

DevOps Engineer, Profesi yang Makin Banyak Dibutuhkan Perusahaan

Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, perusahaan perlu berinovasi dan merespon kemajuan teknologi tersebut dengan cepat juga tepat.

Tidak hanya dari sisi perangkat saja yang perlu diperhatikan. Perusahaan juga harus memastikan sudah memiliki aset berupa sumber daya manusia yang mampu membantu perusahaan untuk menghadapi kemajuan di bidang IT.

Salah satu posisi yang sedang banyak dibutuhkan perusahaan untuk menyambut era digital adalah DevOps Engineer. Posisi ini merupakan pekerjaan di bidang IT yang terus berkembang.

DevOps sendiri merupakan singkatan dari ‘Software Development’ dan ‘IT Operations’. Posisi ini biasanya terdiri dari tim.

Tapi, ada kemampuan yang diperlukan oleh seorang DevOps Engineer, antara lain:

1. Mampu komunikasi dan kolaborasi dengan baik

Kenapa seorang DevOps Engineer perlu memiliki kemampuan tersebut? Alasan terpenting mengapa seorang DevOps Engineer wajib memiliki komunikasi dan kolaborasi dengan baik, karena mereka akan bekerja sama dalam tim.

Kemampuan komunikasi tersebut harus mencakup secara lisan maupun secara tulisan. Dengan begitu, komunikasi dan kolaborasi bisa membuat tim jadi lebih mudah menyelesaikan suatu kasus atau masalah karena akan lebih banyak otak yang ikut berpikir.

 

2. Paham metodologi DevOps dan Agile

Untuk membantu kerja DevOps Engineer, metodologi DevOps dan Agile sangat dibutuhkan dalam bekerja. Ini karena metodologi Agile bisa memberi kecepatan pada proyek pengujian.

Sedangkan DevOps, mampu membantu kerja tim lintas fungsi langsung dari pengembangan, analisis, dan menghasilkan produk akhir dengan lebih berkualitas.

Dengan mempelajari metodologi ini, akan memungkinkan tim untuk memperhatikan pengembangan bertahap pada sistemnya.

 

3. Terampil mengembangkan perangkat lunak dan keamanan

Jika Anda ingin menjadi seorang DevOps Engineer, maka Anda harus memiliki pengetahuan berbagai macam bahasa pemrograman serta familiar dengan konsep dasar dari Linux.

Di sisi lain, keamanan dari sebuah sistem juga menjadi sangat penting. Menciptakan keamanan sistem bisa karena beberapa hal, seperti kerahasiaan, integritas, ketersediaan, autetintikasi data, serta akses kontrol.

 

4. Bisa coding dan scripting

Anda juga harus mengerti cara coding dan scripting. Sebab, kedua bahasa pemrograman ini yang akhirnya sering dipakai dalam keseharian pekerjaan Anda sebagai DevOps Engineer.

Ini dikarenakan Anda mungkin akan melihat kode-kode coding dan scripting. Ada beberapa jenis coding seperti HTML dan CSS. Sedangkan scripting seperti PHP, Ruby, dan JavaScript.

 

5. Paham tentang otomatisasi teknologi dan alat

Sebagai DevOps Engineer, Anda harus siap apabila sewaktu-waktu diminta untuk mengotomatisasi dan mengontrol big data yang digunakan membangun pipeline.

Selain itu, ada tugas lain juga seperti untuk mengembangkan aplikasi dan sistem manajemen, mengimplementasikan sistem manajemen yang sudah diotomatisasi, serta mencari kegagalan pada sistem.

 

6. Mampu melakukan testing

Dengan melakukan testing, sebagai DevOps Engineer Anda bisa mengetahui sejauh mana software mampu bertahan.

Anda bisa melihat pada titik mana website atau sistem yang digunakan akan berjalan dengan baik atau mungkin akan down.

Jika tidak dilakukan testing, Anda tidak akan bisa mengoptimalkan kerja dari DevOps. Hal ini juga bisa berdampak dan berisiko kepada pengalaman user ketika menggunakan program.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

Bagaimana Peluang Karir Quality Assurance? Ketahui Penjelasannya Berikut Ini

Anda punya latar belakang di dunia IT tapi masih bingung pekerjaan seperti apa yang punya jenjang karir menjanjikan? Tidak perlu khawatir, Anda bisa menjadi seorang Quality Assurance.

Pekerjaan sebagai Quality Assurance merupakan profesi dengan tanggung jawab sangat besar. Sebab, seorang Quality Assurance menjadi barisan paling akhir dari proses pengembangan sebuah produk seperti software.

Tapi, seperti apa peluang karir seorang Quality Assurance sebenarnya? Ini penjelasan lengkapnya.

Jenjang Karir Quality Assurance

1. Product Manager

Salah satu profesi yang cukup erat hubungannya dengan Quality Assurance adalah Product manager.

Sebab, seorang Quality Assurance terbiasa dengan proses analisis, mengaudit, serta memberikan solusi pada sebuah produk.

Dengan kata lain, seorang Quality Assurance sudah dijamin memiliki skill problem-solving yang matang.

 

2. DevOps

DevOps adalah serangkaian praktik yang mengotomatiskan proses antara pengembangan aplikasi serta tim pengembang.

Tujuannya supaya mereka bisa melakukan proses build, test, serta release perangkat lunak dengan lebih cepat dan lebih handal.

Mengapa pekerjaan DevOps ada hubungannya dengan Quality Assurance? Sebab, bisa dibilang kedua profesi ini melakukan kegiatan uji coba terlebih dahulu sebuah produk sebelum dipublikasikan kepada publik.

Tapi, tentu ada perbedaannya. Sebab, dalam DevOps Anda harus memiliki kemampuan bahasa pemrograman.

Jadi, jika saat ini Anda merupakan seorang Quality Assurance dan ingin menjadi seorang DevOps, Anda bisa mendalami terlebih dahulu bahasa pemrograman dan juga tools yang akan digunakan.

 

3. Customer Experience Leader

Sebagai seorang Quality Assurance yang baik, Anda harus mengetahui dan fokus pada customer. Seorang Quality Assurance perlu mengutamakan sudut pandang customer ketika review sebuah produk.

Itulah mengapa, karena memiliki kepekaan pada customer, seorang Quality Assurance juga bisa menjadi seorang Customer Experience yang mampu memenuhi ekspektasi customer.

 

4. IT Management

Selanjutnya juga tidak kalah menarik. Seorang Quality Assurance memiliki satu skill yang didapatkan dalam bekerja. yaitu skill berpikir secara kritis dan bisa menggambarkan suatu keadaan dalam gambaran yang besar.

Bahkan bisa dibilang jika salah satu tugas Quality Assurance adalah memberikan training untuk para junior yang akan memegang kendali sebuah produk.

Quality Assurance juga sudah terbiasa untuk melakukan pekerjaannya dengan runut sehingga saat mengendalikan sebuah manajemen bukan hal yang sulit.

Tapi, untuk mencapai jenjang karir tersebut, sangat akan dibutuhkan pengembangan kemampuan yang lebih tinggi lagi.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

Bagaimana Cara Membangun Infrastruktur Data Center yang Baik? Ketahui Tipsnya Berikut Ini

Supaya perusahaan bisa bersaing di era transformasi digital seperti saat ini, sangat memerlukan adanya data center.

Mengapa? Sebab, data center tersebut mampu mendukung sebuah bisnis melalui penyimpanan, komputasi, dan jaringan.

Data center bisa menyediakan ruang penyimpanan dan pengelolaan data pada sebuah bisnis serta dilengkapi dengan berbagai metode pencadangan serta pemulihan.

Kemudian, terdapat juga memori dan processing power yang berguna untuk mengelola aplikasi dan transaksi bisnis perusahaan.

Data center juga menawarkan layanan konektivitas bagi penggunanya melalui interkoneksi antar komponen serta penyebaran di banyak jaringan.

Data center di berbagai skala perusahaan

Kehadiran data center ini bagi perusahaan besar dan mapan, dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan dan kestabilan operasi dalam operasional bisnis.

Sebuah perusahaan yang memiliki ribuan aplikasi bisnis dan jutaan pertukaran data setiap harinya, tentu membutuhkan satu atau lebih data center untuk menangani beban kerja yang besar.

Tidak hanya bagi perusahaan besar saja, sebab perusahaan kecil membutuhkan data center untuk mengelola aktivitas perkembangan bisnis mereka.

Cara membangun infrastruktur data center

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun data center yang baik, antara lain:

1. Pastikan sumber energi cadangan yang memadai

Cadangan listrik adalah salah satu poin penting dalam membangun data center. Lama waktu operasional sebuah data center menjadi salah satu tolak ukur tier dari data center tersebut.

 

2. Membiat lapisan arsitektur data center

Ada tiga lapisan arsitektur yang cukup penting, yaitu lapisan bisnis, servis, serta infrastruktur IT.

Pada lapisan bisnis ada enterprise resource planning serta aplikasi lainnya. Kemudian, pada lapisan servis meliputi mail services, print services, dan lain-lain.

Selanjutnya, pada lapisan infrastruktur IT terdapat server, ruang penyimpanan, perangkat jaringan, lalu sumber energi dan perangkat pendingin.

 

3. Pengaturan tata letak perangkat data center dengan tepat

Usahakan sistem UPS ditempatkan jauh dari server agar terhindar dari paparan elektromagnetik. Kemudian, perhatikan jarak antara bagian depan rak (cold aisle) maupun jarak bagian belakang rak (hot aisle) dan lain sebagainya.

 

4. Gunakan sistem pendingin hemat energi

Mengingat sebuah data center aktif selama 24 jam, serta perangkatnya akan mengeluarkan panas terus menerus, maka dibutuhkan sistem pendingin pada data center.

Usahakan untuk memilih sistem pendingin yang hemat dan memanfaatkan sirkulasi hot and cold aisle agar biaya listrik lebih hemat.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448