1. Bentuk Tim Scrum Pertama Anda
Dalam satu tim memiliki anggota dengan bermacam-macam kompetensi yang bisa mencakup developer, penguji, pendukung, perancang, analisis bisnis, dan lain-lain.
2. Tentukan Durasi Sprint
Sprint merupakan tenggang waktu yang berlangsung antara 7-30 hari. Anda dan tim bisa menentukan tenggang waktu Sprint dalam meeting perencanaan, dan tim Anda harus berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
Selanjutnya pada akhir Sprint, ada baiknya Anda mengadakan sebuah review hasil kerja.
3. Pilih Seorang Master Scrum
Master Scrum merupakan seorang katalisator dalam sebuah tim Scrum. Master Scrum memastikan bahwa tim Scrum bekerja dengan efektif dan progresif.
Apabila ada hambatan, Master Scrum yang bertanggung jawab menindaklanjuti dan menyelesaikan masalah tim tersebut.
Sebenarnya, Master Scrum layaknya manajer proyek dalam sebuah tim. Master Scrum juga membantu tim dalam merencanakan Sprint yang akan dikerjakan.
4. Tentukan Product Owner
Product Owner merupakan orang yang bisa bertanggung jawab dalam memastikan tim menghasilkan sebuah produk yang bisa dipresentasikan dan dipasarkan ke sebuah bisnis, klien atau siapa saja yang menginginkan hasil dari proyek tersebut (pembeli akhir).
Biasanya Product Owner menuliskan persyaratan sehubungan dengan apa yang diinginkan dari produk tersebut ke dalam bentuk cerita. Kemudian Product Owner memprioritaskan item-item dalam proses pembuatan, dan memasukkannya ke backlog.
5. Buat Backlog dari Produk Awal
Backlog Produk yaitu seluruh daftar keinginan yang isinya berupa semua cerita pengguna, dan diharapkan bisa dibuat dan diselesaikan dalam proyek tersebut.
Sebuah cerita yang paling penting harus ada di urutan teratas dari daftar. Agar simpanan dapat tersusun secara teratur berdasar kepentingan dari cerita.
Selanjutnya, sebuah simpanan biasanya berisi dua jenis item:
Epics
Merupakan cerita tingkat tinggi yang sketsanya sangat kasar tanpa banyak detail.
Stories
Sebuah persyaratan lebih rinci untuk apa yang harus dilakukan atau mungkin dilakukan.
Kemudian, sebuah Epics sendiri biasanya akan dibagi menjadi beberapa Stories. Dan sebuah Stories biasanya akan dipecah menjadi beberapa tugas terpisah sehingga tim dapat bekerja dan melaporkan progressnya nanti.
Stories juga bisa memiliki beberapa tipe seperti development, bug, tugas, dan lain sebagainya
Selanjutnya sebuah Stories baru bisa ditulis dan ditambahkan ke backlog produk kapan saja dan oleh siapa saja.