Apa Itu ETL? Ketahui Berbagai Proses di Dalamnya

Jika Anda sedang menggeluti dunia data science, mungkin pernah mendengar istilah ETL. Tapi sudahkah Anda memahami apa itu ETL?

ETL merupakan singkatan extract, transform, dan load. Di dalam ETL, data akan dikombinasikan dari berbagai sumber. Kemudian data tersebut disimpan dalam data warehouse.

Tapi, kenapa ETL menjadi sangat penting?

Sebenarnya ini sangat berkaitan dengan penerapan data science di dalam sebuah bisnis.

Sebab, di masa dengan kemajuan teknologi seperti saat ini, big data adalah unsur yang penting untuk perusahaan. Hampir semua pihak sangat butuh data tersebut.

Sebagai contoh, data diperlukan departemen sales jika ingin tahu informasi soal pelanggan potensial. Kemudian, departmen pemasaran juga bisa menggunakan data jika ingin mengetahui conversion rate dari sebuah campaign.

Dengan ETL bisa membantu seluruh departemen tersebut. Adanya berbagai informasi, dapat diambil dan dimanfaatkan.

Apa untungnya? Hal ini akan membantu pengambilan keputusan dalam sebuah bisnis dapat lebih tepat. ETL juga memungkinkan perusahaan melakukan data governance. Di mana, informasi bisa terkumpul jadi satu dan tidak tercecer.

Proses dalam ETL

Setelah memahami apa itu ETL, Anda juga perlu mengetahui apa saja proses di dalam ETL itu sendiri. Perlu diingat, proses ETL sendiri terdiri dari extracting, transforming, loading, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Extract

Proses Extract adalah proses memilih serta mengambil data dari satu atau beberapa sumber dan membaca atau mengakses data yang dipilih.

Di dalam proses ini bisa menggunakan query atau aplikasi ETL. Tapi, ada baiknya sebelum proses Extract dilakukan, akan lebih mudah jika user sudah mendefinisikan seperti apa sumber data yang dibutuhkan.

 

2. Transform

Dalam proses Transform, data yang sudah diambil pada proses extract akan dibersihkan dan mengubah data dari bentuk asli ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan data warehouse.

Kendala yang umumnya terjadi pada proses transform yaitu sulitnya menggabungkan data dari beberapa sistem yang harus dibersihkan, sehingga data memiliki sifat konsisten.

 

3. Load

Selanjutnya, proses Load adalah proses terakhir yang punya fungsi untuk memasukkan data ke dalam target akhir, yaitu data warehouse.

Kemudian, cara untuk memasukkan data dengan menjalankan SQL script secara periodik. Dalam proses ini akan mengubah data ke dalam bentuk Dimensional Data Store, supaya format data cocok untuk diterapkan pada proses analisis dan sudah terintegrasi dengan beberapa sumber data.

Proses Load akan menciptakan berbagai output yang sesuai dengan skemanya. Terdiri dari proses load-up data (lodupd), load-insert data (lodins), dan load bulk data (lodbld).

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

4 Model Cloud Computing, Gunakan Sesuai Kebutuhan Anda

Setelah mengetahui apa itu cloud computing dan manfaat cloud computing bagi perusahaan. Mungkin Anda sedikit bertanya-tanya, apa saja sebenarnya model-model cloud computing itu sendiri.

Ternyata, ada beberapa model cloud computing yang perlu Anda pahami sebelum mulai benar-benar digunakan.

Mengapa perlu memahami model cloud computing? Hal ini tidak lepas dari tujuan penggunaan cloud computing itu sendiri.

Sebab, tiap model dari cloud computing memiliki tujuan penggunaan yang berbeda-beda dan sangat perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

Bayangkan saja apabila model cloud computing yang digunakan ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja jadi tidak efetif dan efisien.

Agar penggunaan cloud computing bisa lebih tepat guna, maka di bawah ini ada beberapa model cloud computing beserta penjelasan lengkapnya yang perlu Anda ketahui.

 

1. Private Cloud

Private Cloud merupakan model cloud computing yang hanya digunakan oleh satu organisasi atau perusahaan saja secara private. Artinya sumber daya cloud-nya digunakan bagi satu organisasi tertentu saja tidak dibagi ke pengguna atau organisasi lain.

Biasanya Private Cloud sendiri sangat banyak digunakan untuk tujuan interaksi bisnis, di mana sumber daya cloud-nya dapat diatur, serta dioperasikan hanya oleh organisasi atau perusahaan yang sama.

Metode ini biasanya lebih banyak digunakan untuk interaksi semacam intra-bisnis. Di mana sumber daya cloud-nya bisa diatur, dimiliki, dan dioperasikan oleh organisasi satu yang sama.

 

2. Community Cloud

Community Cloud banyak digunakan oleh komunitas, institusi maupun organisasi. Model cloud computing ini bisa dikelola oleh pihak internal maupun pihak ketiga atau untuk eksternal dan internal.

Keuntungan tersebut bisa meminimalisir biaya pembayaran yang akan ditanggung oleh kedua belah pihak.

 

3. Public Cloud

Public Cloud ini adalah layanan yang menggunakan model publik, sehingga siapa saja bisa mengakses layanan ini.

Model cloud computing ini tidak perlu biaya dan gratis. Akan tetapi ada juga yang berbayar dengan harga tertentu.

Keuntungan dari model cloud computing ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya. Tapi, tentunya Public Cloud memiliki kelemahan, yaitu perihal keamanan data.

 

4. Hybrid Cloud

Hybrd Cloud sendiri adalah gabungan dari layanan private Cloud dan Public Cloud. Itulah mengapa, hanya institusi tertentu yang bisa mengaplikasikan model cloud computing ini.

Model cloud computing ini memiliki interaksi B2B (Business to Bussines) atau B2C (Business to Consumer).

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

4 Manfaat Cloud Computing untuk Perusahaan Anda, Mampu Menjamin Kemanan Data

Sudahkah Anda mengetahui manfaat cloud computing? Di era digital seperti saat ini dengan berbagai manfaat cloud computing, menjadi salah satu alasan mengapa tekonologi ini semakin banyak digunakan.

Bahkan, seiring dengan perkembangan zaman dan didukung juga dengan infrastruktur yang memadai diseluruh wilayah di Indonesia, manfaat cloud computing akan lebih besar lagi untuk masyarakat modern seperti saat ini.

Tapi apakah Anda sudah seperti apa manfaat cloud computing tersebut dalam bisnis Anda?

Manfaat cloud computing ternyata sangat besar jika diterapkan dalam sebuah bisnis. Sebut saja seperti bisnis yang ada di bidang perbankan, finance, serta jenis bisnis lainnya. Manfaat cloud computing bisa membantu perusahaan Anda agar lebih efektif dan efisien.

Untuk mengetahui manfaat cloud computing secara lebih lanjut, simak pembahasannya berikut ini.

Manfaat Cloud Computing bagi Perusahaan

Ada beberapa manfaat cloud computing bagi perusahaan yang patut Anda perhitungkan, antara lain:

1. Media Penyimpanan Terpusat pada Server

Manfaat cloud computing bisa memudahkan pengguna dalam menyimpan data secara terpusat di satu server sesuai layanan yang sudah di sediakan oleh cloud computing.

Dampaknya bagi perusahaan Anda, yaitu dari segi infrastruktur, di mana perusahaan tidak perlu lagi menyediakan seperti data center atau media penyimpanan, karena sudah tersedia secara virtual oleh cloud computing.

2. Menjamin Keamanan Data

Selanjutnya, manfaat cloud computing dari sisi kemanan. Di mana penyedia cloud computing telah menjamin kemanan data, sehingga data perusahaan Anda tidak mudah corrupt atau rusak.

Tentu, dengan manfaat cloud computing ini, akan membuat data dan informasi dalam perusahaan Anda bisa lebih aman dan terjaga, jika dibanding metode konvesional yang digunakan oleh kebanyakan orang saat ini.

3. Lebih Murah

Kemudian, manfaat cloud computing juga bisa dilihat dari penghematan biaya. Mengapa? Sebab cloud computing tidak memerlukan media penyimpanan storage pada hard disk eksternal, karena sudah ada media penyimpanan terpusat pada server.

Hal tersebut bisa menghemat pengeluaran untuk membeli perangkat keras yang diperlukan tentunya.

4. Lebih Tahan Lama

Manfaat cloud computing ini sebenarnya masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Sebab, penggunaan hard disk masih rentan terhadap kerusakan.

Dengan menggunakan cloud computing, data Anda akan terjamin lebih lama tanpa perlu khawatir alat yang digunakan mengalami kerusakan.

Sebab, hampir semua produk hardware atau fisik memiliki masa pemakaian. Yang mana, setelah masa pemakaian tersebut, biasanya akan terjadi beberapa kerusakan serta berfungsi tidak optimal juga sering timbul eror.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

Apa Itu Cloud Computing? Pahami Cara Kerjanya Terlebih Dahulu

Mungkin Anda sudah akrab dengan cloud computing. Tapi, apakah Anda sudah tahu apa itu cloud computing?

Cloud computing sendiri bisa membuat semua pekerjaan serba praktis dan tidak perlu menggunakan Infrastruktur yang besar.

Bahkan, cloud computing juga dapat meminimalisir biaya pengeluaran dalam perusahaan. Tanpa Anda sadari, di dalam kehidupan sehari-hari, Anda telah bertukar informasi dan data menggunakan cloud computing.

Semakin penasaran megenai apa itu cloud computing, lalu bagaimana cara kerja dari tekonologi ini? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Cloud Computing

Cloud computing adalah istilah dari cloud diartikan sebagai internet. Sedangkan computing diartikan juga sebagai komputer.

Jika didefinisikan lebih dalam cloud computing adalah sebuah proses pengolahan daya komputasi melalui jaringan internet yang memiliki fungsi agar dapat menjalankan program melalui komputer yang telah terkoneksi satu sama lain dalam waktu bersamaan.

Cloud computing sendiri menjadikan internet sebagai pusat server yang tujuannya untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Kemudian, cloud computing juga bisa memudahkan penggunanya untuk menjalankan program tanpa harus menginstall aplikasi terlebih dahulu serta memudahkan pengguna untuk mengakses data serta informasi melalui internet.

Bagaimana Cara Kerja Cloud Computing?

Mengingat cloud computing menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelelola data. Maka, hal tersebut bisa memudahkan pengguna untuk login ke internet supaya bisa mendapat akses untuk menjalankan program atau aplikasi tanpa harus melakukan install aplikasi tersebut.

Dikarenakan tidak perlu melakukan instalasi pada aplikasi, maka media penyimpanan data dari pengguna juga akan disimpan secara virtual sehingga tidak terbebani dengan adanya penggunaan memori yang ada di dalam komputer.

Selanjutnya, perintah-perintah yang digunakan oleh pengguna tadi akan dilanjutkan ke server aplikasi.

Lalu setelah perintah diterima oleh sever aplikasi, maka data akan diproses dan akhirnya pengguna bisa menerima halaman yang telah diperbarui sesuai perintah yang telah diberikan sebelumnya.

Perintah yang diberikan dalam aplikasi tersebut akan terintegrasi secara langsung pada sistem Cloud computing yang ada di komputer.

Itulah mengapa, pengguna hanya perlu jaringan internet supaya bisa menjalankan aplikasi tersebut tanpa harus melakukan instalasi.

Fungsi Cloud Computing

Penggunaan komputer saat ini sudah semakin banyak. Dengan begitu, membuat pengguna harus menggunakan media penyimpanan lebih besar dan menjadi prioritas di segala  bidang.

Belum lagi, pada sektor bisnis yang perlu teknologi berkapasitas tinggi dengan biaya mahal.

Jadi tidak heran, apabila cloud computing menjadi solusi dari permasalahan ini. Mengingat cloud computing adalah teknologi yang bagus dan murah.

Cloud computing punya media penyimpanan, fleksibel serta efisien untuk diterapkan pada sektor bisnis.

Selain itu, cloud computing bisa menjadi solusi untuk menurunkan permintaan hardware dan software pengguna.

Dengan begitu, cloud computing bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan IT yang tepat.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

Menjadi Pemimpin di Era Digital Tidak Mudah, Miliki Kriteria Berikut Ini

Sebagai seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan, Anda tentu harus memiliki kemampuan untuk memimpin karyawan agar mampu mencapai produktivitas yang tinggi.

Namun, tantangan yang dihadapi seorang pemimpin kian hari akan bertambah dan diperlukan pengembangan kemampuan lebih dalam.

Hal ini tidak lain karena perkembangan teknologi yang begitu pesat telah mendorong terjadinya digitalisasi di semua aspek kehidupan, termasuk dunia kerja.

Teknologi bisa memberikan banyak kemudahan terhadap aktivitas orang dalam bekerja, terutama untuk generasi milenial yang lebih terbuka akan pemanfaatan teknologi di dalam kesehariannya.

Lalu, apa hubungannya tekonologi dengan kepemimpinan? Hal ini karena ada perubahan dari sisi langkah pengelolaan dan integrasi pada generasi milenial dengan Baby Boomer dan Generasi X.

Tujuannya tidak lain untuk menghindari konflik antar generasi yang ada di tempat kerja.

Bagaimana solusinya? Tentunya Anda sebagai seorang pemimpin haruslah memiliki kriteria-kriteria tertentu.

Kriteria Pemimpin di Era Digital

Melansir Bisnis.com di era yang serba digital ini, seorang pemimpin harus memiliki kriteria-kriteria berikut untuk menunjang kemajuan sebuah perusahaan atau organisasi, antara lain:

1. Mampu berkomunikasi

Dalam era digital ini, pemimpin dituntut mampu berkomunikasi tidak hanya secara fisik dengan tatap muka, tapi juga piawai dalam berkomunikasi melalui berbagai saluran berbasis teknologi yang dapat menunjang efektivitas dan efisiensi, seperti melalui email, aplikasi, atau bahkan chat messenger seperti WhatsApp.

 

2. Punya pikiran terbuka

Karena digitalisasi turut mendorong pemanfaatan teknologi dalam bekerja, saat ini tenaga kerja terutama generasi milenial, punya metode dan caranya sendiri dalam bekerja.

Dalam hal, ini sebagai seorang pemimpin haruslah memiliki pemikiran yang terbuka untuk memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk melakukan pekerjaannya dengan metode sesuai dengan budaya dan cara kerjanya masing-masing.

Tapi yang perlu diingat, hasil yang disampaikan harus tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan tersebut.

 

3. Tanggap terhadap perubahan

Pemimpin dalam era digital harus memiliki kepekaan dan kecepatan untuk melihat dan menilai suatu perubahan serta mengintegrasikan informasi tersebut menjadi keputusan dalam menjalankan perusahaannya.

Sebab, perkembangan teknologi yang pesat ini telah juga ikut mengubah kebiasaan serta perilaku pasar.

 

4. Berani ambil resiko

Saat ini, perubahan terjadi sangat cepat. Itulah kenapa, perusahaan harus turut bertransformasi dalam rangka beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Maka dari itu, saat ini seorang pemimpin perusahaan harus berani mengambil resiko dengan bereksperimen mencoba cara baru serta menilai dengan komprehensif mana cara yang paling efektif untuk diterapkan perusahaan.

Kepemimpinan yang baik dan ideal tumbuh tidak hanya berdasar dari lama pengalaman kerja yang dimiliki seorang pemimpin. Tapi juga bagaimana seorang pemimpin bisa memanfaatkan setiap potensi yang adad di dalam dirinya, memiliki perilaku serta sikap dan gaya kerja yang kompeten dalam menghadapi era digital.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448

Kenapa QA Penting dalam Pengembangan Software? Ketahui Apa Saja Kemampuan yang Dibutuhkan

Bagaimana jika software perusahaan Anda mengalami kendala saat sudah terlanjur diluncurkan? Hal tersebut bisa memengaruhi kepercayaan konsumen pada produk Anda tentunya. Jika sudah begitu, produk buatan Anda akan dengan cepat ditinggalkan dan dilupakan.

Itulah mengapa, dalam proses pembuatan software, para developer tidak bekerja sendirian. Sebab, terdapat tim khusus untuk uji coba yang akrab disebut dengan Quality Assurance (QA).

Tapi apa fungsi dari QA? Tim tersebut membuat daftar apa saja yang harus diperbaiki, diulang, bahkan apa yang tidak layak diluncurkan.

Atau dengan kata lain, Quality Assurance bertanggung jawab untuk memastikan software atau aplikasi yang diciptakan oleh perusahaan bisa bekerja dengan baik.

Proses Kerja QA

Proses kerja dari QA dimulai saat Software Developer selesai dalam proses pembuatan. Para QA kemudian mencoba menjalankan software tersebut untuk dilakukan uji coba terlebih dahulu.

Sebab, terkadang sebuah software bisa saja mendadak tidak bekerja dengan baik. Ada berbagai macam, seperti freeze, bug, atau masalah pada operating system bisa saja terjadi.

Mungkin beberapa orang ada yang menganggap bahwa Quality Assurance sama dengan Quality Control. Tapi, pada kenyataannya dua pekerjaan ini adalah pekerjaan yang cukup berbeda.

Quality Control bertugas untuk memantau dan memastikan standar kualitas yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Sedangkan Quality Assurance hanya memastikan bahwa produk sudah benar-benar bekerja dengan baik dan memaparkan masalah apa saja yang perlu diperbaiki.

Tugas dan Tanggung Jawab QA

Sebenarnya ada beberapa tugas dan tanggung jawab penting seorang QA, seperti:

  1. Membuat draft, mengintepretasikan, dan mengimplementasikan standar QA dan standar prosedur untuk organisasi.
  2. Catat seluruh hasil audit sebagai referensi termasuk dengan statistik data tentang kualitas dari produk.
  3. Kembangkan proses pelatihan untuk masing-masing individu yang terlibat atau berinteraksi dengan produk.
  4. Evaluasi regulasi baru dan regulasi yang sudah ada untuk memastikan protokol QA sesuai dengan persyaratan.
  5. Pastikan kembali kualitas produk setelah selesai diedit dan diuji coba.

Syarat Kemampuan Seorang QA

Dari penjelasan di atas, Anda bisa tahu bahwa QA memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan penting bagi kesuksesan sebuah software.

Itulah mengapa, jika Anda punya keinginan berkarir di bidang ini, Anda harus memiliki pengalaman. Tentunya, akan lebih baik jika Anda memang punya latar belakang pendidikan yang sesuai.

Tapi, selain dua hal di atas, menurut Northeastern University, ada sejumlah skill yang perlu dipenuhi oleh seorang Quality Assurance, antara lain:

  1. Bisa memahami, menginterpretasi, serta berkomunikasi dengan data.
  2. Paham secara menyeluruh mengenai industri yang digeluti.
  3. Paham bagaimana produk bisa memengaruhi kehidupan manusia.
  4. Punya keahlian manajemen proyek yang baik.

Mau Belajar Lebih Lanjut?

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik dapat lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Email:

marketing@inixindojogja.co.id

Telp / Whatsapp:

+62-274-515448