9 Javascript Animation Library Yang Akan Memudahkan Pekerjaan Front End

Siapa di antara kita yang membombardir web portfolio kita dengan animasi memukau agar dilirik oleh HRD atau project manager? Front end kah? Back end kah? Semuanya? Pada kenyataannya semua developer (mungkin juga termasuk developer perumahan) menghendaki web portfolio mereka memiliki tampilan cantik dan manja. Hal ini tentunya disebabkan karena tampilanlah yang pertama kali dapat dinilai. Para back end sebenarnya tersadar bahwa tidak ada HRD yang dapat melihat betapa efisien dan elegannya kode di belakang layar kecuali jika mereka menaruh kode mereka di GitHub. Dan walaupun begitu siapa yang mau membaca ribuan baris kode dari puluhan pelamar.

 

Front-End : Gampang Tapi Ribet

Di artikel ini penulis tak akan membahas tentang front end vs backend karena sudah pernah dibahas sebelumnya. Artikel ini ditujukan bagi para back-end yang ingin memikat para klien atau recruiter di perusahaan (yang jika di LinkedIn mungkin disebut talent acquisition, head hunter, atau semacamnya). Selain itu, artikel ini juga ditujukan untuk front-end yang selalu mengeluh bahwa menjadi front-end itu gampang tapi kerjanya ribet karena harus mengurus setiap pixel yang terkadang bandel dan susah diatur.

 

Solusi Untuk Sejuta Permasalahan.

Kita cukupkan saja acara mengeluhnya dan langsung mencari solusi untuk permasalahan bagaimana caranya membuat tampilan web yang memukau tanpa harus repot-repot memikirkan gerakan setiap piksel animasi untuk web kita. Bagi front-end tentu sudah akrab dengan yang namanya Javascript dengan segala kelengkapan library-nya. Karena terlalu banyak, mereka kadang bingung untuk memilih. Berikut ini adalah daftar library Javascript yang dapat membantu front-end untuk mempercantik tampilan web yang sedang ditangani. Daftar ini juga bisa membantu back-end ketika jiwa ‘seni’ mereka sedikit terusik.

 

Three JS

Three JS merupakan library animasi Javascript yang paling populer di antara yang lain dengan jumlah kontributor sebanyak lebih dari 9000. Tentu saja umur Three JS yang sudah 8 tahun turut menyumbang andil terhadap kepopulerannya. Menggunakan WebGL sebagai engine-nya Three JS merupakan andalan para 3D artist yang ingin memajang karyanya di web. Beberapa fitur andalan dari Three JS adalah efek anaglyphs, kamera perspektif dan orthographic, beberapa tools geometri seperti membentuk kubus, bola, dan plane. Kelemahan dari library ini adalah performanya yang dirasa kurang.

Instalasi :

npm install three

 

Anime JS

Anime JS menduduki tempat kedua sebagai Javascript library untuk animasi yang populer. Javascript library ini digadang-gadang menjadi pengganti dari Three JS karena performanya yang cepat. Anime JS berjalan lancar hampir di seluruh platform browser (Chrome, Firefox, Safari, Opera, Edge). Memang animasi yang tersedia hanya sebatas 2D tapi untuk kebanyakan website project, Anime JS sudah cukup untuk membuat pengunjung terkesan.

Instalasi :

npm install animejs

 

Particle JS

Particle JS merupakan library yang spesifik untuk membuat garis dan titik yang terhubung. Jika Anda pernah melihat template-template yang digunakan untuk menggambarkan kata ‘networking’, ‘neuron’, ‘connection’, dan sebagainya, Anda pasti bisa membayangkan apa yang dapat dilakukan oleh Particle JS. Jadi para front end tidak lagi bingung jika klien memberi mandat “Itu lho Mas, yang titik banyak ada garisnya bisa gerak-gerak sendiri.”

Instalasi :

npm install particlesjs

 

Scrollreveal JS

Sama seperti Particle JS, Scrollreveal merupakan library yang spesifik untuk tampilan suatu website. Scrollreveal menampilkan konten ketika user menscroll halaman. Library ini sangat berguna karena memang javascript tidak memiliki object event yang dapat memberi tahu bagian konten mana yang sedang dilihat oleh user.

Instalasi :

npm install scrollreveal

 

Velocity JS

http://velocityjs.org/Library ini merupakan library yang cocok digunakan untuk UI/UX designer. Dengan Velocity JS kita dapat dengan mudah membuat animasi lewat HTML dan SVG. Library ini terbebas dari dependency jQuery walaupun menggunakan API yang sama dengan jQuery seperti $.animate().

Instalasi :

npm install velocity-animate

 

Popmotion JS

Popmotion JS adalah sebuah library yang dapat membantu front-end menciptakan animasi simpel tapi indah. Library ini dapat diintegrasikan langsung ke dalam framework javascript seperti React, React Native, ataupun Vue.

Instalasi :

npm install popmotion

 

Mo JS

Library ini mirip dengan Popmotion JS dalam hal simpel dan indah. Terlebih lagi, Mo JS cocok untuk digunakan oleh pemula karena hadir dengan tutorial dan demo. Walaupun begitu, Mo JS juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi yang cukup rumit.

Instalasi :

npm install mo-js

 

Vivus JS

Jika Anda melihat dunia dengan perspektif titik-titik polygon yang memiliki nilai angka mirip seperti properti dalam SVG, tentu anda akan menyukai library ini. Vivus JS merupakan library yang ringan, mudah digunakan, dan tidak memiliki dependency.

Instalasi :

npm install vivus

 

Greensock JS

Greensock JS juga sering disebut GSAP (Greensock Animation Platform). Cepat dan efisien merupakan kelebihan yang dimiliki oleh Greensock JS. Library ini bisa berjalan hampir di semua browser.

Instalasi :

npm install gsap

 

****

Itu tadi 9 Javascript library untuk membuat animasi berbasis web yang paing populer hingga saat ini. Semua library tersebut sudah memiliki basis komunitas yang cukup di Github jadi kita tidak perlu khawatir terhadap error di masa mendatang.

 

Segala Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Chipset di Smartphone Anda

Bagi seseorang yang pernah membeli smartphone, tentu saja kita pernah dipusingkan oleh spesifikasi smartphone kita. Pilihan antara kamera dengan kualitas top, layar beresolusi tinggi, dan tentu saja fitur canggih seperti face recognition (pengenalan wajah) ataupun sensor sidik jari yang terintegrasi langsung dengan layar. Spesifikasi canggih tersebut tentunya berpengaruh terhadap seberapa dalam kocek yang kita rogoh.

Pengaruh spesifikasi smartphone terhadap keputusan produk mana yang akan kita pilih tentunya akan berbeda-beda. Bagi para gamer dan techno junkies mungkin yang paling berpengaruh dalam memilih smartphone adalah prosesor. Segmen pengguna smartphone ini sangat haus akan performa dari smartphone mereka. Walaupun begitu, banyak di antara mereka yang masih bingung dengan prosesor perangkat mobile. Banyaknya terminologi teknis juga tidak membantu para pengguna dalam mengenali perangkat yang mereka gunakan. Karena kami baik hati dan tidak sombong, kami akan memberikan sedikit pencerahan tentang prosesor yang ada di perangkat mobile yang Anda pakai sehari-hari.

 

System on Chip (SoC)

Penyebutan prosesor untuk perangkat mobile sebenarnya agak ambigu karena spesifikasi yang biasa disebutkan di dalam kardus unit smartphone adalah sistem chipset. Yang dimaksud chipset sendiri adalah rangkaian integrated circuit (IC)  elektronik yang mengatur data flow antara prosesor, memori, GPU, dan lain-lain. Dalam System on Chip (SoC), chipset terangkai menjadi satu dengan beberapa komponen yang terdiri dari:

  • CPU (Central Processing Unit),
  • GPU (Graphic Processing Unit),
  • Connectivity (mobile network, Wi-Fi, Bluetooth, dsb)
  • DSP (Digital Signal Processor)
  • Image Sensor Processor
  • Location (GPS, GLONASS, dsb)

Banyak, kan? Semua jenis chip ini terkumpul menjadi satu komponen yang disebut system on chip. Memang waktu generasi awal smartphone, rangkaian chip ini terpisah dan tren smartphone yang semakin tipis dan padatlah mengapa SoC sekarang dipakai di hampir semua perangkat smartphone dari kelas menengah sampai atas.

 

 

Segala Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Chipset di Smartphone Anda 1

 

 

CPU

CPU merupakan otak yang mengatur semua komponen yang ada di dalam smartphone. Jenis CPU pada smartphone yang paling populer adalah ARM based. ARM merupakan perusahaan arsitektur prosesor sama seperti Intel atau AMD. Bedanya ARM tidak memproduksi prosesornya sendiri melainkan diproduksi oleh beberapa vendor seperti Qualcomm, Apple, Samsung, dan MediaTek. Sama seperti desktop, performa CPU untuk perangkat mobile ditentukan dari jenis arsitektur, kecepatan clock (dalam Hz), dan jumlah core. Bedanya dengan prosesor desktop adalah prosesor pada perangkat mobile harus mempertimbangkan penggunaan daya baterai, panas yang dihasilkan dan banyaknya aplikasi yang berjalan secara bersamaan. Oleh karena itu, para vendor lebih memilih untuk menggunakan arsitektur terbaru dan jumlah core yang tinggi sehingga mampu untuk menghemat daya baterai dan lebih efisien jika digunakan untuk multitasking. Di bagian inilah vendor seperti Qualcomm biasanya menentukan konfigurasi kustom untuk CPU-nya yang dinamai Kryo.

Arsitektur yang paling terbaru dari ARM sampai artikel ini diturunkan adalah Cortex A76. Prosesor ini merupakan prosesor 64-Bit yang menggunakan teknologi 7 nM  dengan kecepatan clock sebesar 3 GHz. Yup! Cortex A76 digadang-gadang sebagai prosesor smartphone yang dapat menyaingi performa laptop. Walaupun begitu, belum ada vendor dan OEM yang menggunakan arsitektur prosesor ini dan mungkin baru akan meluncur di 2019 nanti.

 

GPU

Seperti yang kita ketahui, Graphic Processing Unit berfungsi untuk memproses tampilan visual di layar smartphone. Semakin tinggi performa GPU semakin tinggi pula kualitas tampilan visual di layar. Pada desktop, parameter kualitas tampilan visual ini biasanya ditentukan dari jumlah FPS (frame per second) yaitu jumlah gambar yang dapat ditampilkan setiap detiknya. Semakin banyak jumlah FPS-nya, semakin halus pula gerakan dan animasi yang ada di layar.

Jika kita pengguna yang hanya menggunakan smartphone untuk media sosial dan browsing, kita tak akan bisa membedakan mana Graphic Processing Unit dengan performa tinggi dan mana yang memiliki performa rendah. Lagipula, perbedaan performa antara GPU satu dengan yang lain pada smartphone tidak seberapa signifikan bila dibandingkan GPU pada desktop. Apalagi dengan adanya SoC membuat pengguna tak mempunyai banyak pilihan. Mau tak mau untuk mendapatkan GPU performa tinggi seseorang harus membeli smartphone dengan SoC seri tertinggi seperti Snapdragon 845 yang di dalamnya terdapat GPU Adreno 630.

 

Connectivity

Hal yang paling mudah dilakukan untuk membandingkan chipset ini adalah dengan melihat fiturnya. Chipset yang diproduksi beberapa vendor seperti Qualcomm, Huawei, atau Intel ini memang tidak seberapa diperhatikan oleh penggunanya kecuali jenis jaringan mobile-nya (3G, 4G, atau 5G). Versi bluetooth juga jarang diperhatikan oleh pengguna dari Indonesia karena perangkat wireless seperti smartwatch atau headphone wireless juga tidak seberapa populer. Salah satu fitur yang mungkin diperhatikan adalah VoLTE (Voice over LTE) karena ada satu operator seluler yang sudah menggunakan teknologi ini sepenuhnya dan meninggalkan jaringan tradisional sehingga tanpa dukungan VoLTE pengguna tak bisa menerima telpon dan SMS.

 

DSP

Digital Signal Processor adalah komponen yang mengubah sinyal analog menjadi digital. Seperti yang kita ketahui bahwa smartphone yang kita pegang memiliki banyak sensor seperti sensor cahaya, jarak, suhu, microphone, gyroscope, dan bahkan kamera pun termasuk kategori sensor yang menangkap sinyal analog. Tugas dari DSP ini adalah mengubah semua sinyal tersebut menjadi data digital secara terus menerus tanpa terputus jika dibutuhkan dan sebaliknya yaitu mengubah sinyal digital (untuk video dan audio) ke analog sehingga bisa ditangkap oleh indera manusia. Tugas ini sebenarnya bisa dilakukan oleh jenis chipset yang lain. Para vendor chipset kemudian memisahkan fungsi ini karena jauh lebih efisien dalam pemakaian daya baterai.

 

Image Sensor Processor

Ini adalah prosesor yang diciptakan khusus untuk mengolah sinyal gambar yang ditangkap oleh kamera. ISP ini sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas gambar dari foto-foto yang kita ambil menggunakan kamera smartphone kita. Produsen SoC biasanya sudah memasukkan komponen ISP ini ke dalam produknya. Akan tetapi, produsen smartphone tidak puas dengan kualitas yang dihasilkan dan memodifikasi chip ISP ini. Google misalnya, mereka mendesain chip ISP sendiri yang disebut Pixel Visual Core untuk smartphone mereka yaitu Pixel 2 dan memang gambar yang dihasilkan menjadi tajam. Dengan memadukan Pixel Visual Core dengan chip artificial intelligence juga disandingkan dengan SoC-nya, Pixel 2 bahkan bisa menghasilkan foto bokeh dengan hanya satu kamera saja. Walaupun begitu, kita tak perlu menghiraukan spesifikasi dari ISP ini. Kita tinggal melihat hasil review kualitas gambarnya dan memberikan penilaian sendiri.

 

Location

Dalam SoC juga terdapat chipset untuk pelacakan posisi. Saat ini ada dua jenis metode positioning yaitu GPS yang sudah kita kenal dan GLONASS, sistem positioning dari Rusia yang baru 2011 kemarin melengkapi satelitnya menjadi 24 satelit. Perbedaan keduanya sebenarnya hanya terletak pada posisi satelitnya saja. Secara umum GPS lebih akurat tapi jika kita berada dekat dengan kutub utara atau selatan, GLONASS sedikit lebih akurat. Chipset yang baru biasanya sudah menggabungkan dua metode ini.

 

*****

 

Itu tadi sekilas tentang serba-serbi chipset yang ada di smartphone kita. Komponen-komponen yang disebut di atas sebenarnya masih belum mencakup semuanya. Tapi karena komponen yang lain dirasa tidak pernah menjadi deal breaker bagi orang yang akan membeli smartphone, maka kami cukupkan dengan 6 komponen penyusun SoC saja.

Memahami Apa Itu Teknologi Blockchain

Tahukah Anda tren teknologi di tahun 2016-2017 kemarin yang sempat dibenci oleh para gamer hardcore? Ya! Tren cryptocurrencies dan para miner-nya yang membuat harga GPU (graphics processing unit bukan Gosok-Pijat-Urut)  melambung tinggi dengan memborong semua stok GPU di toko komputer sebagai komponen utama untuk dijadikan “mesin penambang” cryptocurrencies. Cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, atau Litecoin digadang-gadang akan menjadi alat tukar masa depan dengan sistem desentralisasi yang menggunakan teknologi blockchain.

Jika Anda bingung dengan kalimat terakhir di paragraf sebelum ini, jangan sedih!. Anda bukan satu-satunya orang yang tidak mengerti istilah “sistem desentralisasi” apalagi “blockchain”. Bahkan para miner sendiri pun banyak yang tidak mengerti apa yang dilakukan ‘mesin penambangnya’ hingga bisa menghasilkan sebuah ‘koin digital’. Daripada membuat gamer lebih emosional lagi karena lama menunggu artikel yang tidak kunjung memberikan penjelasan tentang apa itu blockchain, yuk kita bahas blockchain sebuah teknologi yang melatarbelakangi cryptocurrency.

 

Apa Itu Blockchain?

Secara teknis, blockchain adalah rangkaian block yang tersusun di dalam jaringan non-trusted peers. Setiap block adalah mereferensi block sebelumnya yang berisi data, kode hash di block itu sendiri, dan kode hash di block sebelumnya. Bagaimana? Sudah jelas? Santai saja! Kami akan menjelaskan setiap bagian dari blockchain yang memang bikin pusing.

Block

Setiap unit data yang tersimpan di dalam blok bisa merepresentasikan nilai apapun tergantung tipe dari blockchain tersebut. Setiap blok bisa menyimpan data tentang jumlah uang yang beredar, kepemilikan saham, sertifikat digital kepemilikan suatu barang, atau jumlah suara pada pemilihan umum.

Data di dalam block berisi informasi mengenai siapa saja yang berinteraksi dengan data tersebut. Misal Si Joni mengirimkan uang dua puluh dollar ke Jono. Kedua informasi tentang Agus dan Budi ini disimpan dalam block. Informasi itu tentunya sudah terenkripsi terlebih dahulu dengan hash SHA256. Sebenarnya untuk cryptocurrency yang tersimpan bukanlah informasi mengenai nama seperti contoh di bawah tapi berupa seri public key dari wallet (media penyimpanan uang digital) masing-masing.

Di dalam block ini, juga terdapat kode hash. Hash merupakan baris karakter acak yang tercipta dari sebuah fungsi matematika. Satu karakter yang berubah di data dalam block akan mengubah hash sehingga tampak sama sekali berbeda. Hash di dalam block ini ada dua, yaitu hash dari block sebelumnya untuk proses verifikasi dan hash dari block tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari gambar di bawah ini.

 

Memahami Apa Itu Teknologi Blockchain 2

 

Blockchain

Block yang tercipta ini kemudian akan diteruskan ke block selanjutnya ada ataupun tidak ada perubahan data di dalamnya dan tentu saja dengan kode hash yang baru. Proses ini akan berjalan terus menerus. Untuk menambah 1 blok dibutuhkan daya komputasi yang sangat tinggi karena cara yang paling memungkinkan untuk bisa memecahkan kode hash adalah dengan melakukan brute force. Sebagai informasi, brute force merupakan usaha untuk memecahkan enkripsi dengan cara mencoba memasukkan kombinasi karakter satu per satu untuk melihat apakah verifikasi berhasil atau tidak. Jenis prosesor yang paling tepat untuk melakukan brute force ini adalah prosesor dengan tingkat flops (floating operation) tinggi seperti GPU. Inilah mengapa tren cryptocurrency membuat kantong para gamer yang ingin mengupgrade hardware menjadi tipis, setipis lapisan silikon pada microchip.

 

Memahami Apa Itu Teknologi Blockchain 3

Seperti yang dapat kita lihat bahwa setiap blok memuat kode hash dari blok sebelumnya kecuali pada block pertama. Inilah mengapa sistem ini disebut blockchain

 

Blockchain Network

Blockchain yang terdapat dalam suatu sistem biasanya tidak hanya terdiri dari satu rangkaian saja. Begitu ada transaksi, perubahan data langsung didistribusikan ke seluruh peer yang ada di suatu sistem.  Jika ada perbedaan informasi antara blockchain peer dalam suatu sistem yang akan dipakai adalah blockchain yang terpanjang. Seandainya memang ada yang nekat ingin memanipulasi data transaksi di suatu blok maka dia harus mengubah seluruh blok yang ada setelahnya dengan kecepatan melebihi nodes yang lain. Tentu saja ini membutuhkan daya yang sangat besar untuk bisa mengalahkan seluruh peer yang ada di jaringan blockchain.

 

****

 

Itulah gambaran singkat mengenai blockchain beserta elemen-elemen yang ada di dalamnya. Jika ada kesempatan, kami akan menjelaskan bagaimana konsep proof of works dan proof of stakes melatarbelakangi munculnya para ‘miner’ dalam cryptocurrency.

Mengenal Ethical Hacker, Profesi Seorang Hacker Berhati Baik

Hacker, sebuah sebutan atau mungkin sebuah profesi bagi sebagian orang di bidang keamanan informasi yang paling populer di telinga orang awam. Film-film sci-fi dan action pun ikut-ikutan latah dengan memasukkan karakter seorang hacker di setiap skenarionya seolah-olah masa depan ada di tangan seorang hacker.

Sayangnya, konotasi yang melekat pada profesi ini selalu negatif karena sering dikaitkan dengan cybercrime.  Pencurian data yang bersifat rahasia, penyalahgunaan informasi kartu kredit, atau pemalsuan identitas adalah segelintir aktivitas yang memperburuk citra hacker. Belum lagi teror yang dimotori oleh seorang hacker di film-film action.

Sebenarnya ada ada beberapa jenis hacker di dunia ini. Yang paling sering kita dengar adalah black hat dan white hat hacker. Black hat hacker adalah sebutan untuk hacker nakal dan jahat yang sudah dibahas sebelumnya. Jika diibaratkan penyihir, merekalah penyihir ilmu hitam yang suka mengutuk orang dari yang paling ringan seperti kutukan tidur puluhan tahun sampai yang paling berat yaitu kutukan buruk rupa sehingga korban tak kunjung mendapatkan jodoh selama ratusan tahun. Black hat hacker menjebol suatu sistem informasi tanpa sepengetahuan orang atau organisasi yang memiliki otoritas berkaitan dengan sistem informasi tersebut. Mereka memanfaatkan celah di sistem tersebut untuk kepentingan pribadi baik itu kepentingan ideologi atau pun komersial.

Sebaliknya, white hat hacker adalah hacker yang memilki hati bersih nan mulia. Mereka menjebol sistem keamanan informasi dengan tujuan agar sistem tersebut agar perancang sistem keamanan dapat mengevaluasi kembali sistem keamanan yang telah mereka buat. Ada lagi sebutan untuk white hat hacker ini yaitu ethical hacker yang secara konsep hampir sama dengan white hat hacker.

 

Apa Yang Sebenarnya Yang Dilakukan Ethical Hacker?

EC-Council lembaga sertifikasi untuk  menyatakan bahwa ethical hacker adalah seseorang yang dipekerjakan dan dipercaya oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk mecoba menembus sistem jaringan di organisasi/perusahaan tersebut dengan metode yang sama dengan metode yang dipakai oleh hacker. Jika berhasil menembus sistem keamanan, ethical hacker wajib menjelaskan metode yang dipakai agar dapat menjadi evaluasi perancang sistem.

Selain gambaran umum yang telah disebutkan di atas, inilah beberapa aktivitas ethical hacking yang dilakukan oleh seorang ethical hacker:

  • Memindai port menggunakan tools seperti Nmap ata Nessus untuk mencari port yang terbuka.
  • Meneliti setiap patch instalasi dan mencoba mengeksploitasi celah yang ada.
  • ‘Mengais sampah’ dari jejak digital karyawan perusahaan/organisasi seperti trash bin, sticky notes, dan bahkan media sosial mereka untuk mencari informasi yang menyangkut sistem keamanan. Hal ini sering disebut dengan dumpster diving.
  • Melakukan percobaan melewati IDS (Intrusion Detection System), IPS (Intrusion Prevention System), atau pun firewall.

 

 

Siapa Yang Cocok Untuk Menjadi Ethical Hacker?

Di film silat, yang namanya pendekar putih harus memiliki hati yang bersih. Tak berbeda dengan ethical hacker yang harus mempunyai keinginan yang tulus untuk membangun suatu sistem keamanan menjadi lebih baik. Itulah mengapa untuk mengambil sertifikasi CEH dari EC-Council kita harus mengambil sertifikasi CND (Certified Network Defender) terlebih dahulu (sertifikasi ethical hacker akan dibahas pada sub-bagian berikutnya).

Kebanyakan orang justru termotivasi untuk menjadi hacker karena ‘kepo’ dengan orang yang mereka taksir atau melampiaskan kesedihan yang mendalam terhadap mantan pacar dengan meng-hack akun media sosial mereka. Motivasi-motivasi seperti ini tentu saja akan memalukan dunia per-hacking-an. Selain karena alasan yang terlalu personal, meng-hack akun media sosial seseorang bertentangan dengan filosofi hacker beretika itu sendiri.

Selain hati yang bersih, seorang ethical hacker juga harus memiliki pemahaman tentang jaringan dan pemrograman sekaligus. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa seorang hacker harus tahu seluk-beluk suatu sistem operasi. Bahkan banyak di antara hacker yang sudah expert memahami bahasa Assembly, bahasa yang digunakan dalam arsitektur hardware. Tapi jangan khawatir, karena semua skill yang disebutkan tadi masih dapat dipelajari.

 

 

Sertifikasi Ethical Hacker

Ethical hacker bagaimanapun juga merupakan sebuah profesi yang jarang apalagi di Indonesia. Hacker memang banyak tapi sebagian besar dari mereka menempuh jalan kegelapan dengan menjadi black hat hacker.

Kepercayaan untuk mempekerjakan seorang ethical hacker tentunya sangat dibutuhkan suatu perusahaan atau organisasi. Hal inilah yang mendasari sertifikasi untuk seorang ethical hacker. Selain alasan kepercayaan hacker tidak membocorkan rahasia perusahaan, sertifikasi juga dibutuhkan untuk mengukur skill dari hacker itu sendiri.

Sertifikasi untuk ethical hacker yang paling umum di Indonesia adalah dari EC-Council. Sama seperti sertifikasi jaringan macam CISCO dan MikroTik, sertifikasi EC-Council juga mengenal jalur tingkatan yang sebentar lagi akan kita bahas.

 

Certified Network Defender (CND)

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ethical hacker harus meningkatkan pertahanan terlebih dahulu sebelum menyerang. Sertifikasi ini bertujuan untuk menciptakan network administrator yang terlatih dalam menjaga, mendeteksi, dan merespon setiap ancaman keamanan jaringan. Seorang network administrator biasanya akrab dengan komponen jaringan, traffic, performa dan utilisasi, topologi jaringan, dll. Dengan sertifikasi  CND, network administrator akan mendapatkan pemahaman bagaimana mendesain keamanan jaringan yang lebih canggih dan perencanaan respon terhadap serangan.

Lihat selengkapnya di silabus pelatihan sertifikasi Certified Network Defender.

 

Certified Ethical Hacker (CEH)

Jika sudah paham tentang bagaimana pertahanan, saatnya negara api menyerang. Sertifikasi CEH ini bertujuan membentuk mindset seorang hacker ke seseorang yang telah memiliki sertifikat CND. Dalam CEH, Certified Network Defender akan mempelajari bagaimana meningkatkan sistem keamanan informasi yang telah dibuat sendiri dengan cara mencoba membajaknya sendiri.

Lihat selengkapnya di silabus pelatihan sertifikasi Certified Ethical Hacker.

 

EC-Council Certified Security Analyst (ECSA)

Sertifikasi ECSA ditujukan untuk seorang ethical hacker bersertifikasi yang sudah berpengalaman dan mungkin bisa memindai jaringan sambil tidur. Sertifikasi ini akan melatih seorang yang bersertifikat CEH menjadi seorang analis yang benar-benar memahami penetrasi keamanan ke berbagai sistem dan perangkat.

Lihat selengkapnya di silabus pelatihan sertifikasi EC-Council Certified Security Analyst.

 

***

Itu tadi informasi singkat tentang ethical hacker yang bisa berikan. Bagaimana? Tertarik untuk menjadi hacker jagoan yang akan membanggakan dunia per-hacking-an profesional?

Quantum Computer dan Segala ‘Ketidakjelasannya’

Kata quantum atau kuantum jika diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia sempat populer di beberapa dekade terakhir. Yang paling terkini adalah istilah quantum computer yang sempat diprediksi menjadi konsep komputasi masa depan. Google dan IBM merupakan dua perusahaan raksasa yang rela melakukan investasi besar-besaran dalam riset dan pengembangan komputer kuantum ini.

 

Salah Kaprah Tentang Kata Kuantum

Secara awam, mungkin kata kuantum kerap dikaitkan dengan hal-hal yang ajaib seperti supernatural, sihir, atau yang lebih parah lagi, klenik. Hal ini merupakan salah kaprah yang sering terjadi di masyarakat Indonesia. Jika benar, tentu saja bengkel body repair bakal mengganti nama metodenya dari ‘ketok magic’ menjadi ‘ketok quantum’.

Mari kita akhiri basa-basi garingnya dan langsung menuju ke pembahasan yang tajam, singkat, dan lebih serius. Seserius balet!

Kata ‘quantum’ berasal dari istilah fisika yang berarti jumlah minimum dalam suatu entitas fisik. Contohnya photon merupakan sebuah kuantum dari cahaya atau radiasi elektromagnetik yang lain. Jika masih bingung, bayangkan saja atom dengan elektron yang mengitari intinya. Inilah kemungkinan penyebab mengapa kuantum kerap disalahartikan dengan sesuatu yang ghaib karena kuantum merupakan hal yang tak kasat mata.

 

Lalu Apa Yang Dimaksud dengan Komputer Kuantum?

Komputer tradisional yang kita kenal sampai saat ini didasari pada bilangan biner yaitu 0 dan 1. Ada atau tidak ada arus. Jadi untuk menciptakan 8 data yang berbeda kita harus menggunakan 3 karakter bit.

Dalam komputer kuantum dikenal istilah quantum bit atau sering disingkat dengan qubits. Jika satu bit ditentukan dari ada atau tidaknya arus, nol atau satu, qubits ditentukan dari arah pergerakan partikel sub-atom. Arah perputaran partikel ini memiliki suatu posisi yang disebut dengan superposition di mana setiap arahnya dapat direpresentasikan dengan bilangan yang berbeda.

Quantum Computer dan Segala 'Ketidakjelasannya' 4

Mirip seperti bumi yang dikelilingi oleh satelit. Arah satelit ini tidak hanya terbatas pada searah jarum jam atau berlawanan dengan jarum jam saja, tapi juga bisa ke depan, ke belakang, ataupun ke arah di antara yang telah disebutkan di atas tadi.

Akan tetapi, tantangan dalam mengembangkan komputer kuantum ini sangatlah besar. Mengukur arah perputaran partikel tidaklah semudah mengukur putaran bola hasil tendangan bebas Christiano Ronaldo. Ada banyak parameter yang dapat mengacaukan pengukuran ini salah satunya gelombang elektromagnetik.

Walaupun banyak metode yang digunakan dalam komputer kuantum, hampir semuanya menggunakan perangkat yang terisolasi dari radiasi elektromagnetik. Hal ini tentunya membutuhkan tempat yang tidak kecil, mungkin hampir seukuran kamar kos-kosan mahasiswa teknologi informasi di Indonesia. Belum lagi harus menjaga suhu partikel tersebut serendah mungkin.

 

Sejauh mana teknologi komputer kuantum telah dikembangkan?

Sejauh artikel ini ditulis, Google mengklaim telah mengembangkan mesin komputer kuantum 72 qubit miliknya yang disebut Bristlecone. Tapi jangan dikira komputer kuantum ini sudah memiliki kemampuan super sehingga bisa menguasai dunia seperti Skynet di film Terminator. Komputer kuantum ini masih jauh dari kata stabil karena hanya mampu mempertahankan ‘quantum microstate’ tidak sampai 1 detik. Ini berarti segala proses data harus selesai dalam waktu kurang dari itu. Proses data yang panjang tidak mungkin berjalan dengan benar apalagi untuk penyimpanan data.

Inovasi juga datang dari perusahaan komputer legendaris seperti IBM. Perusahaan ini telah mengembangkan komputer kuantum dan menawarkan kepada para peneliti  untuk bereksperimen dengan komputer kuantum 20 bit miliknya melalui cloud sejak tahun 2017.

 

Penerapan Komputer Kuantum Bila Dibandingkan Dengan Komputer Tradisional

Komputer kuantum memiliki sistem yang berbeda dari komputer tradisional sekarang sehingga cocok untuk memecahkan masalah matematika seperti mencari bilangan prima dengan jumlah yang besar. Bilangan prima merupakan komponen penting yang digunakan dalam kriptografi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan istilah ‘ketok quantum’ yang telah disebutkan di atas.

Kemampuan komputer kuantum ini memunculkan istilah ‘quantum hacking’ yang secara teori bisa menembus sebagian besar sistem keamanan informasi yang ada sekarang. Tapi tenang saja, sampai sekarang komputer kuantum masih jauh dari tahapan itu. Lagipula para peneliti sedang berusaha keras untuk mengembangkan sistem keamanan informasi yang bisa mengatasi masalah ini.

Selain untuk memecahkan masalah matematika, komputer kuantum juga berpotensi untuk menciptakan model reaksi kimia yang sangat kompleks. Tahun 2016, Google berhasil membuat model molekul hidrogen untuk pertama kali dan IBM bahkan telah membuat model perilaku molekul yang lebih rumit lagi.

Itu tadi penjelasan secara singkat tentang komputer kuantum. Kami harap para gamer yang suka membeli hardware canggih terbaru yang cukup menguras isi kantong dan ATM untuk tidak terburu-buru membeli komputer kuantum. Karena selain harganya tak terjangkau, komputer kuantum ini belum bisa diajak untuk bermain game, bahkan untuk game sesimpel Pacman.

Fuchsia OS : Sistem Operasi yang Mungkin akan Menggantikan Android dan Chrome OS

Hampir setahun sudah Google merilis Fuchsia OS. Fuchsia OS merupakan sistem operasi open source besutan Google yang menggunakan micro kernel ‘Zircon’. Hal ini berbeda dengan OS yang dilahirkan Google sebelumnya yaitu Android dan Chrome OS yang  menggunakan kernel Linux.

Jika dilihat dari user interface-nya yang berupa card atau widget, Fuchsia OS merupakan universal device OS. Ini berarti Fuchsia dapat dipasang di smartphones, tablet, ataupun komputer. Dan jika dilihat secara arsitektural, Fuchsia akan mendukung sepenuhnya bahasa-bahasa pemrograman dari ekosistem Google seperti Go, Dart, Rust, Kotlin, dan menggunakan Flutter sebagai framework-nya. Tetapi Google juga tidak menutup diri terhadap bahasa pemrograman di ekosistem Apple yaitu Swift.

Keputusan Google mengembangkan OS baru ini bukan didasari pada keisengan mereka saja. Banyak developer yang sudah memprediksi bahwa cepat atau lambat, Google akan menciptakan OS baru karena beberapa faktor berikut.

 

Fuchsia OS : Sistem Operasi yang Mungkin akan Menggantikan Android dan Chrome OS 5

 

Satu OS untuk Semua

Baru-baru ini Google mengizinkan aplikasi Android untuk diinstall di Chrome OS. Walaupun begitu, fitur ini masih belum berjalan sempurna. Masih banyak aplikasi yang belum mendukung untuk dipasang di Chrome OS. Permasalahan ini dapat terpecahkan jika seandainya mempunyai satu OS yang dapat dijalankan diberbagai platform perangkat. Bahkan kabarnya, para developer Fuchsia ingin OS ini dapat menjalankan Home Speaker keluaran Google dalam 3 tahun mendatang.

 

Selamat Tinggal Java

Sebagian kode pada Android mengandung kode Java di dalamnya. Bahkan pada saat awal pengembangan awal Android, Google menggunakan memasang JVM (Java Virtual Machine) di dalam Android. Maka tidak heran jika dulu aplikasi Android dapat dipasang di ponsel berbasis Java atau sebaliknya. Selain itu, Android Studio juga menggunakan Java sebagai bahasa resmi yang digunakan. Hal ini memicu kekhawatiran Google karena mereka tidak bisa benar-benar berkuasa atas sistem operasinya sendiri.

 

Kernel Yang Lebih Sering Diperbarui

Android dan Chrome OS menggunakan Linux sebagai kernelnya yang berarti sangat bergantung pada usaha OEM untuk membuat dan mengupdate patch. Padahal, kita tahu sendiri OEM sangat malas mengupdate patch apalagi menyentuh bagian yang terlalu dalam seperti kernel sehingga rentan terhadap eksploitasi pihak yang tak bertanggung jawab. Dengan kernel kustom yang dinamai Zircon, aplikasi dalam Fuchsia terisolasi dalam mengakses kernel secara langsung. Beberapa layer keamanan yang didesain untuk rutin diperbarui membuat Fuchsia jauh lebih aman.

 

Ramah Terhadap AI

Secara mendasar, Fuchsia didesain untuk mengakomodasi Google Assistant. Apapun yang nampak di layar atau apapun yang dilakukan pengguna pada perangkatnya bisa dilihat dan dimengerti oleh Assistant. Fitur ini sebenarnya sudah ada di Android Oreo di mana saat kita menekan dan menahan tombol home maka AI akan membaca informasi pada recent apps. Dengan Fuchsia, Assistant diberikan akses yang lebih dalam lagi. AI ini dapat mengakses segala entitas data seperti orang di kontak, history di browser yang kita pakai, event di kalender, atau konsep lain yang akan berusaha dipelajari oleh Assistant.

***

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan para pengamat teknologi informasi berpendapat bahwa Fuchsia akan menggantikan Android dan Chrome OS. Walaupun begitu Google  sempat membantah pernyataan CNET bahwa Fuchsia OS akan menggantikan Android dan Chrome OS dalam jangka waktu lima tahun. Google hanya menyatakan bahwa Fuchsia merupakan salah satu dari sekian banyak project eksperimen yang dilakukan Google.

Update 2 Juli 2019 :

Google akhirnya merilis website untuk development Fuchsia OS yang berisi dokumentasi.