Kolaborasi dan Integrasi Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintahan

Kolaborasi dan Integrasi Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintahan

 

Indonesia termasuk negara yang konsumsi internetnya tinggi yakni sebesar 150 juta penduduk atau sekitar lebih dari 50% juta penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, rata-rata penduduk Indonesia mengakses internet sekitar 8 jam dalam sehari. Besarnya jam akses penduduk Indonesia terhadap internet membuat banyak sekali bermunculan bisnis-bisnis baru yang memanfaatkan data yang tersimpan di cloud.

 

Kolaborasi dan Integrasi Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintahan 1

 

Tingginya akses tersebut membuat Pemerintah harus memanfaatkan teknologi digital untuk pelayanan, proses internal organisasi dan model organisasi. Keharusan digitalisasi Pemerintah tertuang dalam Perpres No.95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam kegiatan Rakor Diskominfo Se-Provinsi Lampung, Andi Yuniantoro selaku Direktur Inixindo Jogja mengatakan bahwa ada tiga komponen yang berperan penting dalam menunjang digitalisasi Pemerintah, diantaranya People, process, dan TechnologyPeople dimaksudkan bagaimana para ASN dapat memanfaatkan cloud untuk communicate dan collaborate seperti edit foto dan edit video, google sheet dan google doc untuk mengerjakan pekerjaan bersama, dan menggunakan skype untuk melakukan teleconference. Dalam process, bagaimana pengelolaan kinerja organisasi agar setiap kegiatan yang ada diorganisasi tersebut dapat terintegrasi untuk mengurangi double data dan keambiguan. Terakhir technology, bagaimana pemerintah dapat mendigitalisasi seluruh kegiatan pelayanan agar menciptakan layanan yang optimal untuk masyarakat.

 

Kolaborasi dan Integrasi Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintahan 2

 

Penerapan SPBE menurut lelaki yang akrab disapa Andi dapat terwujud apabila ada  visi, misi, strategi, dan inisiatif dari pemerintah daerah sudah sesuai dengan indeks penilaian SPBE yang telah ditetapkan oleh pemerintah diantaranya keberhasilan Pemerintah dalam mengintergrasikan kebijakan, tata kelola dan penyelenggaraan.  Integrasi dan kolaborasi yang dilakukan Pemerintah akan mempercepat proses penerapan SPBE, sehingga mempermudah Provinsi tersebut menjadi Smart Province.

ComDay Recap : “Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini”

ComDay Recap : “Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini”

Apa yang baru dari teknologi web setelah HTML5, CSS3, ES6? Bagi yang sering update informasi teknologi pastinya langsung menjawab “PWA!” PWA yang merupakan singkatan dari Progressive Web Application memang bukan teknologi yang benar-benar baru tapi penerapan PWA pada web masih bisa dibilang jarang. Padahal bila dibandingkan dengan native mobile apps di Android dan IOS, PWA memiliki beberapa kelebihan seperti jangkauan user yang lebih luas dan SEO.

Itulah yang disampaikan oleh Umar Affandi dalam Community Day Kamis lalu tanggal 14 Maret 2019 di Inixindo Jogja. Lelaki yang kerap disapa Mas Umar ini juga menyampaikan bagaimana PWA memiliki probabilitas untuk menggantikan mobile native apps di masa depan. Prediksi ini didasari atas data penggunaan mobile apps dan mobile web di mana PWA dapat menutupi kekurangan di native mobile apps dan mobile web. Acara ini dihadiri berbagai kalangan seperti mahasiswa, developer dari berbagai perusahaan swasta, dan juga dari kalangan Aparatur Sipil Negara.

ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 3  ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 4ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 5

Selain Umar Affandi, acara ini juga sempat diisi oleh programmer dari Inixindo Jogja, Aldino Kemal. Kemal menjelaskan beberapa hal teknis yang membedakan antara PWA dan web apps biasa seperti adanya service worker hingga penjelasan mengenai push notification yang bisa muncul di desktop dan perangkat mobile secara bersamaan.

Jika Anda tertarik tentang bagaimana membangun sebuah progressive web app Anda dapat mengunjungi laman berikut untuk informasi dan pendaftaran kelas pelatihan PWA di Inixindo Jogja

Membangun Digital Skill pada Aparatur Sipil Negara

Membangun Digital Skill pada Aparatur Sipil Negara

Rabu, 13 Maret 2019. Memasuki era disrupsi, kewajiban bertransformasi secara digital tidak hanya harus dilakukan oleh pelaku bisnis dan perusahaan melainkan juga kewajiban bagi pemerintah guna melayani masyarakat serta menunjang performa internal organisasi.

Andi Yuniantoro, Direktur PT. Inixindo Jogja dalam kegiatan penguatan soft skill di lingkungan BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan bahwa kemampuan digital menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah untuk bertransformasi digital dalam melayani masyarakat, dan dalam internal organisasi. Dengan adanya kemampuan digital tersebut pemerintah dapat memanfaatkan peluang-peluang yang terbuka lebar dalam dunia digital. Kemampuan digital yang wajib dimiliki oleh para aparatur sipil negara (ASN) saat ini seperti communicate and collaborate, find and use, serta teach and learn.  

Dari kemampuan tersebut salah satunya diharapkan para ASN dapat menggunakan aplikasi yang ada di Cloud tanpa perlu melakukan instalasi aplikasi di pc atau laptop. Sebagai contoh seperti mendesain publikasi dengan aplikasi Canva (canva.com), mengedit video dengan Wevideo (wevideo.com), menggunakan video conference dengan hangout atau skype, serta pemanfaatan google doc, google sheet dan google form, dalam melakukan kolaborasi dengan rekan kerja untuk menyelesaikan pekerjaan.

Sesi paparan tentang Digital Skill pada ASN ini diharapkan membuka wawasan dan pengetahuan tentang manfaat dan pentingnya penguasaan keterampilan digital untuk membantu menyelesaikan pekerjaan sehari-hari ASN secara cepat dan efektif.

ADSION by SANDEC – Event Recap

ADSION by SANDEC - Event Recap 6

ADSION by SANDEC – Event Recap

Semarang (9/03), Inixindo jogja yang diwakili oleh Yanuar Hadiyanto pada acara ADSION yang bekerja sama dengan SANDEC (Semarang Android Developer Center) memberikan pemaparan dikalangan komunitas dan mahasiswa yang mempunyai ketertarikan pada dunia Android.

Yanuar, membahas tentang Kotlin for Android atau bahasa pemograman yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android. Lalu menjelaskan bagaimana cara kerja, kelebihan, serta perbandingan Kotlin dengan bahasa pemograman lainnya. Kotlin bahasa pemograman yang cukup baru diluncurkan oleh Jetbrains. Kotlin sendiri dikembangkan untuk menggabungkan pemrograman yang berorientasi pada objek dengan fitur fungsional dan telah terintegrasi dengan Android Studio, para developer yang terbiasa dengan Java tidak perlu khawatir karena penggunaan kotlin mirip dengan bahasa pemrograman Java sehingga mudah digunakan.

 

ADSION by SANDEC - Event Recap 7
ADSION by SANDEC - Event Recap 8
ADSION by SANDEC - Event Recap 9

Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah

Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah 10

Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah

Mengacu pada Peraturan Presiden No. 95 tahun 2018 mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan kebijakan untuk mewujudkan Pemerintahan yang bersih, efektif dan transparan. Tujuan dengan adanya SPBE, semua sistem tata kelola pemerintah diharapkan dapat terintegrasi secara digital di seluruh OPD mulai dari Kabupaten/Kota hingga ke Pusat Pemerintahan. Untuk mewujudkan Perpres No.95, Kominfo dalam hal ini berperan untuk bersosialisasi dan mendukung pemerintah daerah untuk mewujudukan pemerintahan yang terintegrasi secara digital. Kesuksesan SPBE dalam Pemerintahan, diukur melalui sistem index yang masing-masing levelnya dilihat dari keberhasilan Pemerintah dalam mengintegrasikan kebijakan, tata kelola, dan penyelanggaraan. Poin tertinggi dari penilaian sistem index SPBE terletak pada bagaimana pemerintah melakukan implementasi atau penyelenggaraan SPBE dengan porsi 50% dibandingkan dengan tata kelola dan kebijakan.

 

Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah 11
Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah 12
Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah 13

 

“Index SPBE tertinggi jika mengacu pada Perpres No.95 tahun 2018 berada dilevel 5. Pada level ini seluruh tata kebijakan, tata kelola manajemen dan penyelenggaraan sudah berjalan optimal, terukur dan terintegrasi digital secara keseluruhan” Andi Yuniantoro, Direktur PT. Inixindo Widya Iswara Nusantara (Inixindo Jogja) dalam RAKORTEK DISKOMINFO Provinsi Jateng di Surakarta.

Untuk mengetahui seberapa digital Pemerintah Kabupaten/Kota, Andi dalam kegiatan ini mengajak peserta yakni Diskominfo seluruh Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta mengisi voting secara online sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui peran TIK di Pemerintahan tersebut akan menjadi support, enabler, atau driver.

(Ditulis oleh : Alisa Martiyana)