Community Day : Meningkatkan Integritas, Kapabilitas dan Kredibilitas IT Support

Community Day : Meningkatkan Integritas, Kapabilitas dan Kredibilitas IT Support

Apakah Anda seorang IT Support? Atau pernah menjadi seorang IT Support? Ataukah Anda memiliki karyawan IT Support yang tidak cakap?

Jika iya, maka biasanya ada dilema yang mungkin pernah dialami, seperti :

  1. Tugas kerja yang tidak definitif/tidak terpola. Muncul istilah PALUGADA, Copang, Master IT, Dewa IT, “Kamu kan IT!”, dan sebagainya.
  2. Load kerja yang tinggi.
  3. Permasalahan yang terus muncul yang mungkin membuat Anda stress dan capek (biasanya karena masalahnya itu-itu saja).
  4. Dipandang sebelah mata oleh pengelola keuangan, karena seringnya/besarnya biaya yang dikeluarkan untuk keperluan IT.
  5. Sering menjadi kambing hitam atas sebuah masalah yang sebenarnya permasalahannya dimulai oleh User/Client atau faktor eksternal.
  6. dan lain sebagainya.

Namun begitu, tidak semua IT Support mengalami hal di atas terus menerus. Ada masa di mana mereka menemukan titik suksesnya dengan meningkatnya integritas, kapabilitas dan kredibilitas nya di mata perusahaan.

Bagaimana caranya? ikuti Community Day Inixindo Jogja kali ini

This form does not exist

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

Kamis, 8 November 2018
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

Smart Farming : Industri Agrikultur di Masa Depan

Agrikultur mungkin merupakan sektor industri tertua yang pernah diciptakan oleh manusia. Kita tentu berpikiran industri ini adalah industri yang paling sederhana. Tinggal tanam, melamun di gubuk tengah sawah dan mengusir hama sembari mengupil, lalu kemudian panen. Tak ada masalah selain faktor cuaca dan hama.

Jika Anda berpikiran seperti itu, Anda tidak salah tapi juga tidak sepenuhnya benar.  FAO memprediksi bahwa pada tahun 2050 jumlah penduduk dunia akan menjadi 9,6 Milyar. Itu berarti produksi pertanian harus meningkat sebesar 70% pada tahun tersebut demi mencukupi kebutuhan penduduk dengan jumlah yang telah disebutkan tadi. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa ada yang namanya masalah ‘klasik’ pangan yaitu jumlah penduduk meningkat tapi jumlah lahan pertanian semakin menyempit.

Belakangan kita sering mendengar istilah urban farming dimana kita dapat memanfaatkan area perkotaan untuk dijadikan lahan pertanian. Walaupun cukup membantu, hasil pertanian urban farming saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di masa mendatang karena pada dasarnya solusi yang ditawarkan urban farming secara konsep sama dengan menambah lahan. Lalu bagaimana meningkatkan hasil pertanian tanpa menambah lahan?

Meminjam istilah ‘smart’ dalam smart city, smart farming yang pada awalnya disebut ‘precision agriculture’ digadang-gadang akan menjadi konsep wajib pertanian di masa depan karena keterbatasan lahan. Smart farming memanfaatkan teknologi seperti big data, machine learning, dan Internet of Things (IoT) demi meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi dalam industri agrikultur. Hal seperti ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh tech startup di tanah air yang kebanyakan hanya menjadi penyalur barang dan jasa dengan ‘menggelar lapak’ di dunia digital.

Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan teknologi informasi pada smart farming. Kami berharap contoh penerapan teknologi pada smart farming ini dapat dijadikan referensi oleh para penggiat tech startup di tanah air.

 

Prediksi Hasil Panen

Menggunakan model matematika untuk menganalisa data hasil panen sebelumnya, cuaca, kandungan kimiawi, kondisi daun, dan biomassa, seorang petani dapat memprediksi hasil pertanian. Peran machine learning dapat dilibatkan di sini dalam pencarian insight maupun pengambilan keputusan. Sedangkan sensor IoT yang diletakan di lahan pertanian akan memudahkan kita dalam mengumpulkan data dan juga akan meningkatkan akurasi data.

Dengan prediksi semacam ini para petani akan tahu apa yang akan ditanam, di mana, dan kapan untuk mencapai hasil panen yang maksimal. Menurut International Journal of  Computers and Mathematical Science prediksi hasil pertanian seperti ini dapat meningkatkan produksi pertanian di daerah yang laju pertumbuhan penduduknya tinggi seperti India.

 

Manajemen Resiko

Tak ada bidang lain yang begitu diuntungkan dengan hadirnya jaringan perangkat yang terhubung dan algoritma selain manajemen resiko. Dan sekarang giliran para petanilah yang diuntungkan dari manajemen resiko ini karena sekarang petani dapat menggunakan big data untuk mengetahui seberapa besar resiko gagal panen di musim ini.

Contoh kasus nyata terjadi di Kolombia pada tahun 2014 lalu. Sebagian besar petani di sana mengikuti saran dari International Center for Tropical Agriculture yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian setempat untuk menunda waktu tanam. Hasilnya para petani dapat mencegah kerugian senilai 3 Juta Dolar untuk bibit dan pupuk karena terjadi perubahan iklim.

 

Keamanan Pangan dan Pencegahan Hama

Kemajuan teknologi pada saat ini memungkinkan petani untuk mendeteksi hama dan beberapa kontaminasi eksternal. Pengumpulan data seperti kelembaban udara, temperatur, dan kadar keasaman tanah dapat membantu petani terutama petani organik dalam memonitor lahan pertaniannya. Jika ingin termonitor lagi, petani bisa menempatkan wireless CCTV dengan solar panel di beberapa titik di lahannya. Akan tetapi solusi ini mungkin agak sedikit ekstrim untuk petani Indonesia karena selain ukuran lahan yang tidak seberapa luas, harga perangkat CCTV model ini juga terlalu mahal untuk petani di Indonesia.

 

Manajemen Operasional

Penerapan teknologi informasi manajemen operasi pada pertanian mungkin akan banyak berkutat di peralatan pertanian seperti traktor. Produsen mesin pertanian di Amerika Serikat, John Deere telah berhasil menambah fitur IoT di beberapa mesin pertaniannya. Dari data-data yang dikumpulkan oleh sensor-sensor di semua mesin yang dijual atau disewakan oleh John Deere, kita dapat menentukan berapa liter bahan bakar yang diperlukan untuk membajak setiap meter persegi lahannya. Kita juga dapat mengetahui kapan dan bagaimana membajak lahan pertanian agar lebih efisien dan memang mereka telah berhasil mengotomatisasi beberapa traktor yang mereka produksi. Belum diketahui seberapa banyak data yang mereka kumpulkan dari mesin-mesin pertaniannya. Mereka hanya mengatakan bahwa data yang dikumpulkan cukup besar tapi tak sebesar Wallmart ataupun Amazon dan mereka menggunakan bahasa pemrograman R untuk mengolah data-data tersebut. Mereka juga membuat banyak aplikasi canggih yang dapat dipakai oleh pelanggannya untuk memantau dan menjalankan operasional pertanian dari layar smartphone.

***

 

Itulah tadi beberapa contoh penerapan teknologi di industri agrikultur yang disebut precision agriculture atau dalam bahasa kekinian sering disebut smart farming. Mungkin pendapat Anda di awal artikel memang benar, di masa depan bertani itu mudah semudah bermain Farmville di layar smartphone.

Workshop : “Performance Monitoring & Tuning with SQL Server”

Workshop : “Performance Monitoring & Tuning with SQL Server”

Seorang Database Administrator (DBA) menghabiskan banyak waktunya untuk memonitor segala aktivitas di dalam database. Selain itu, DBA juga harus mendiagnosa permasalahan serta mengidentifikasi perubahan utilitas sumber daya yang dibutuhkan oleh server. SQL Server sebenarnya sudah menyediakan tools dan fungsi yang dapat digunakan untuk memonitor aktivitas terkini serta dapat juga merekam detail dari aktivitas sebelumnya.

Akan tetapi, meskipun memonitor matriks performa server merupakan cara yang dapat dibilang tepat untuk menilai performa database secara umum, ada beberapa kebutuhan yang menuntut seorang DBA untuk melakukan analisis yang lebih detail seperti aktivitas yang terjadi di setiap instance di dalam SQL server. Analisis seperti ini dibutuhkan untuk dapat melakukan troubleshoot dan menemukan cara-cara yang efektif dalam meningkatkan performa database.

Di dalam workshop kali ini, akan digambarkan bagaimana menggunakan SQL Server Profiler untuk mendapatkan informasi tentang kondisi server dan menggunakan informasi tersebut sebagai acuan dalam melakukan troubleshooting dan optimalisasi beban kerja SQL Server.

Workshop ini akan membahas:

  1. Pertimbangan untuk melakukan monitoring SQL Server
  2. Menggunakan Performance monitor
  3. Melakukan trace terhadap aktivitas database
  4. Menggunakan hasil trace untuk melakukan troubleshoot dan optimalisasi performa database

This form does not exist

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

25 Oktober 2018
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Inixindo Jogja
Jalan Kenari No.69 Mujamuju, Umbulharjo,
Yogyakarta 55165

Workshop MetaROUTER Mikrotik – Virtualisasi dengan Mikrotik

Workshop MetaROUTER Mikrotik – Virtualisasi dengan Mikrotik

Pada saat mengkonfigurasi jaringan, ada kalanya kita menemui berbagai macam user dengan kebutuhan yang berbeda-beda, Beberapa user yang cukup advance dan sudah mengenal MikroTik terkadang menginginkan akses secara penuh ke Mikrotik router , atau paling tidak mereka membutuhkan router lagi untuk bisa memanagemen jaringannya secara penuh. Dikasus yang lain, pada saat training misalnya, kita hendak melakukan lab jaringan yang membutuhkan lebih dari satu router padahal jumlah router yang kita punyai terbatas.
Salah satu solusi yang kita berikan adalah memberikan username full, atau memberikan hardware yang baru sebagai solusi pendeknya, namun akan berbahaya untuk jaringan kita dan juga membutuhkan biaya yang lebih besar. MetaROUTER adalah salah satu feature MikroTik yang memungkinkan untuk menjalankan Mikrotik OS baru secara virtual didalam mikrotik yang masih berjalan. tanpa harus membeli hardware tambahan

This form does not exist

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

Kamis, 1 November 2018
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

SPBE Sebagai Katalis Smart City

SPBE Sebagai Katalis Smart City

“SPBE Sebagai Katalis Menuju Smart City” merupakan sebuah acara seminar dan diskusi tentang kaitan antara Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan konsep Smart City sebagai bentuk pendampingan kepada pemerintah daerah dalam perencanaan Smart City. Acara ini mengundang pengambil keputusan ( Kepala Dinas /Kepada Bidang ) di instansi terkait yaitu Diskominfo dan Bappeda, khususnya seluruh kabupaten /kota di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia pada umumnya.
Benefit yang akan Anda dapatkan dalam acara ini adalah :
  • Diskusi langsung dengan pembicara mengenai problem dan kendala pelaksanaan Smart City
  • Gratis Sertifikasi LSP BNSP Pengelolaan Layanan TIK pada tanggal 19 Oktober 2019.*
  • Mendapatkan diagram Arsitektur Smart City (Aplikasi, Infrastruktur,SDM, Kebijakan, Lembaga).
  • Mendapatkan matriks Daftar Resiko Smart City.
  • Mendapatkan diagram Linked RPJMD dan 6 Dimensi Smart City.
  • Mendapatkan demo Implementasi Smart City.
  • Mendapatkan sertifikat seminar

*) untuk 25 undangan pertama yang mengkonfirmasi.

Event Poster

SPBE Sebagai Katalis Smart City 1

This form does not exist

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

18 Oktober 2018
08.00 – 17.00 WIB

LOCATION

Ballroom Sahid Jaya Hotel & Convention Yogyakarta
Jalan Babarsari,  Sleman, DIY