[SharingSession] Ramadhan Bulan Penuh Insight

[SharingSession] Ramadhan Bulan Penuh Insight

Ramadhan, bulan penuh hikmah bagi umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, Bulan Ramadhan tidak hanya membawa hikmah tapi juga berkah. Tingkat konsumsi masyarakat Indonesia selalu naik di bulan ini. Mulai dari makanan, pakaian, hingga barang elektronik dan gadget selalu menjadi buruan orang-orang di saat Bulan Ramadhan terutama saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Bagi pemasar dan pemilik bisnis, hal tersebut tentu merupakan suatu kesempatan yang besar. Tapi kesempatan yang besar tersebut akan lewat begitu saja jika kita tidak bisa menentukan strategi pemasaran yang tepat. Oleh karena itu, pemasar dan pemilik bisnis harus bisa membaca serta menganalisis perilaku dan selera konsumen di Bulan Ramadhan ini. Apakah perilaku konsumen di Bulan Ramadhan ini memiliki pola? Dan apakah kanal-kanal digital seperti jejaring sosial dapat digunakan sebagai media untuk menganalisis perilaku dan minat konsumen di Bulan Ramadan?

Ikuti sharing session dengan pembicara Samsul Arifin seorang digital chairman di salah satu agensi di Yogyakarta yang akan dilaksanakan pada :

Hari & Tanggal : Kamis, 26 April 2018
Pukul : 14.00 WIB
Tempat : Inixindo Jogja, Jl. Kenari No. 69 Yogyakarta.

Sharing session ini bersifat gratis. Karena tempat kami terbatas, silakan registrasi dengan mengklik tombol link di bawah ini.

This form does not exist

Event Story : Workshop Membuat REST API Dengan Menggunakan SLIM Micro Framework

Event Story : Workshop Membuat REST API Dengan Menggunakan SLIM Micro Framework

Tempat apa yang selalu ramai pada hari Kamis? Kuburan? Tentu bukan. Jawaban yang tepat adalah EduparX yang ada di Inixindo Jogja. Dan pada hari Kamis kemarin tanggal 19 April 2018, Inixindo Jogja kembali mengadakan workshop dengan tema “Membuat REST API Dengan Micro Framework.” Di workshop kali ini tidak begitu banyak peserta yang hadir tapi justru membuat workshop ini semakin terasa intensif.

Event Story : Workshop Membuat REST API Dengan Menggunakan SLIM Micro Framework 1

Miftakh, programmer di Inixindo Jogja adalah orang yang berkesempatan mengisi workshop kali ini. Dengan semangat, pria berkacamata ini menjelaskan mulai dari pemahaman mendasar tentang API itu sendiri hingga kelebihan SLIM sebagai micro framework. Dia juga telah mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari materi yang mudah dipahami beserta source code bila ada yang membutuhkan.Setelah menjalaskan secara fundamental apa itu API, REST API, dan SLIM micro framework, Miftakh pun mengajak peserta ‘mengotori tangan’ mereka untuk langsung menulis kode pemrograman.

Event Story : Workshop Membuat REST API Dengan Menggunakan SLIM Micro Framework 2

Setelah acara yang berakhir terlihat ada beberapa peserta yang masih tinggal di EduparX untuk mendalami materi tentang SLIM micro framework ini. Jika Anda sudah mendaftar tapi melewatkan acara ini Anda bisa mengunduh materi workshop di link di bawah ini serta nantikan obrolan IniXTalks bersama Miftakh di channel Youtube kami.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=EliJoAwukK4[/embedyt]

[wpdm_package id=’14746′]

Microsoft Membuat OS Berbasis Linux untuk IoT

Microsoft Membuat OS Berbasis Linux untuk IoT

Pada tahun 2001, Steve Ballmer CEO perusahaan software raksasa Microsoft saat itu pernah mengeluarkan pernyataan yang dianggap sebagai penabuh genderang perang antara Microsoft dan Linux. Dia mengatakan bahwa Linux itu bagaikan kanker yang menggerogoti sistem hak kekayaan intelektual di setiap hal yang berhubungan dengan kernel tersebut. Kalimat inilah yang kemudian menimbulkan sentimen negatif pada pengguna masing-masing OS.

Hampir dua dekade berlalu dan kita dikejutkan dengan peluncuran Microsoft Azzure Sphere pada hari Senin kemarin. Microsoft Azure Sphere adalah sebuah chip Micro Controller Unit (MCU) yang didesain sendiri oleh Microsoft untuk peralatan-peralatan Internet of Things (IoT). Microsoft Azure Sphere sendiri akan menggunakan Azure Sphere OS yang menggunakan kernel Linux yang telah dikustomisasi.

“Memang kita adalah perusahaan yang membuat Windows, tapi kita menyadari bahwa solusi terbaik untuk komputer seukuran mainan anak-anak bukanlah versi penuh dari Windows,” kata Brad Smith, presiden dan sekaligus Chief Legal Officer (CLO) Microsoft saat diwawancarai CNBC di acara tersebut.

Jika kita mengikuti berita teknologi, keputusan Microsoft untuk menggunakan kernel Linux sebenarnya tidak seberapa mengagetkan lagi. Tahun 2016 lalu Microsoft resmi terdaftar dalam Linux Foundation, sebuah organisasi pendanaan untuk proyek open source Linux. Selain itu, Microsoft juga mengubah nama layanan cloud yang semula dinamai Windows Azure menjadi Microsoft Azure dan mengeluarkan versi Linux untuk software database SQL Server mereka.

Selain itu, bulan lalu telah terjadi reorganisasi besar-besaran di tubuh Microsoft yang menyebabkan beberapa petinggi dari divisi Microsoft’s Windows kehilangan kursi di tim senior leadership. Hal ini bisa dijadikan pertanda bahwa visi Microsoft ke depannya lebih terfokus pada layanan cloud.

Microsoft Membuat OS Berbasis Linux untuk IoT 3

Microsoft sendiri ‘menggratiskan’ lisensi desain arsitektur dari chip Azure Sphere ini. Microsoft juga menggandeng MediaTek untuk menjadi produsen pionir chip Azure Sphere ini. Fokus Microsoft Azure Sphere beserta OS-nya ini adalah keamanan karena Microsoft Azure Sphere akan memungkinkan setiap peralatan elektronik terhubung dengan jaringan internet.

Kehadiran Azure Sphere ini melengkapi portfolio Microsoft di platform infrastruktur layanan cloud yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Microsoft juga membebaskan penyedia layanan cloud yang lain seperti Google, IBM, dan Amazon untuk memanfaatkan teknologi ini.

Dalam waktu dekat memang belum ada produk yang bisa dinikmati oleh end-user tapi banyak perwakilan dari produsen elektronik yang menyatakan tertarik untuk menerapkan konsep IoT ke peralatan yang dibuatnya.

[Workshop] Membuat REST API dengan SLIM Micro Framework

[Workshop] Membuat REST API dengan SLIM Micro Framework

Teknologi web service merupakan salah satu cara setiap fungsi bisnis untuk berkomunikasi. Web service menyediakan business logic, proses, dan data dalam antarmuka pemrograman antar jaringan

RESTful API atau REST API merupakan implementasi dari API (Application Programming Interface). REST (Representional State Transfer) adalah suatu arsitektur metode komunikasi yang menggunakan protokol HTTP untuk pertukaran data dan sering diterapkan dalam pengembangan aplikasi.

Slim sebagai micro framework fokus kepada kebutuhan pokok yang diperlukan sebuah aplikasi web dan sering dipakai di industri. Kita bisa membangun sebuah API yang lebih cepat, ringan, dan efisien dengan menggunakan Slim.

Waktu & Pelaksanaan Event

Waktu          : Kamis, 19 April 2018 (14.00 – selesai)
Tempat       : Inixindo Jogja (Jalan Kenari No. 69, Mujamuju, Yogyakarta)
Biaya           : Gratis*

*Tempat terbatas

This form does not exist

Poster

[Workshop] Membuat REST API dengan SLIM Micro Framework 4

Materi Praktek

[wpdm_package id=’14749′]

Comday Journal : Pentingnya Standar Operasional Data Center

Comday Journal : Pentingnya Standar Operasional Data Center

Tanggal 12 April 2018 Inixindo Jogja kembali mengadakan Community Day. Acara yang rutin diadakan setiap minggunya ini bertempat di EduparX Inixindo Jogja Jalan Kenari No. 69 Yogyakarta. Comday kali ini bertema “Pentingnya Standar Operasional Data Center.” Tiga puluh sembilan peserta yang hadir membuat EduparX terasa cukup padat.

Comday Journal : Pentingnya Standar Operasional Data Center 5

Comday Journal : Pentingnya Standar Operasional Data Center 6Comday Journal : Pentingnya Standar Operasional Data Center 7

 

Pembicara di acara ini, Moses Huwae menyampaikan aspek-aspek penting dalam operasional data center. “Tidak hanya uptime saja yang harus diperhatikan, tapi faktor-faktor yang lain seperti keamanan, efesiensi, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Peserta yang hadir cukup tertarik oleh topik data center kali ini. Mereka beberapa kali mengajukan pertanyaan yang bisa dibilang spesifik ke permasalahan teknis operasional data center. Sebagian besar peserta datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika tetapi ada juga yang datang dari perusahaan swasta yang memiliki wacana untuk membangun data center-nya sendiri.

Bagi yang belum berkesempatan datang di Comday ini, Anda dapat mengunduh file materi tentang standar operasional data center di link di bawah ini.

Download Materi