Penerapan Tata Kelola Keamanan Informasi Perbankan

Penerapan Tata Kelola Keamanan Informasi Perbankan

Penggunan TI dalam bidang perbankan sudah terbukti dapat meningkatkan kemampuan bank dalam memberikan layanan kepada nasabah. Pemrosesan data secara on-line dan real time telah mempercepat proses transaksi nasabah. Selain manfaat, penggunaan TI juga membawa risiko pada bank. Bank Indonesia, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 9/15/PBI/2007 membuat peraturan tentang penerapan manajemen risiko dalam penggunaan TI oleh Bank Umum. Salah satu aspek dari peraturan tersebut adalah audit terhadap pengamanan informasi ditujukan untuk memastikan bahwa bank melakukan pengelolaan keamanan informasi sebagai aset bisnis yang penting.

Pelatihan ini akan memberikan kepada peserta pemahaman yang komprehensif tentang penerapan tata kelola keamanan sistem informasi berdasarkan peraturan Bank Indonesia dalam pedoman untuk menerapkan manajemen resiko penggunaan TI dan disesuaikan dengan kriteria audit yang menggunakan standar ISO 27001.

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan :

  • Mampu menguasai konsep, pendekatan, standar, metode dan teknik dalam pengelolaan yang efektif di sistem manajemen keamanan informasi
  • Mampu memperoleh keahlian untuk mendukung sebuah organisasi dalam melaksanakan, mengelola dan memelihara sistem manajemen keamanan informasi sebagaimana ditentukan dalam ISO/IES 27001:2005
Silabus This form does not exist

Machine Learning, Bagaimana Internet Lebih Mengerti Anda

Machine Learning, Bagaimana Internet Lebih Mengerti Anda

 

Data di atas cukup memberikan informasi bahwa Indonesia adalah pasar sangat potensial dengan segala yang bisa dilakukan di internet. E-commerce, social media branding, digital marketing dan machine learning akan sangat mencintai bumi Indonesia. Kali ini saya akan membicarakan machine learning.

Machine Learning, Bagaimana Internet Lebih Mengerti Anda 1

Terdapat aplikasi aplikasi popular yang biasa digunakan oleh mobile user di Indonesia, antara lain :

  1. Traveloka , kita pakai untuk memesan tiket pesawat dan hotel saat kita berpergian
  2. Spotify, kita pakai untuk mendengarkan musik
  3. Lazada, untuk membeli barang barang secara online
  4. Gmail, email untuk konektifitas dan berita
  5. Whatsapp, aplikasi untuk ­chat dan messenger
  6. Google Maps,aplikasi untuk melihat arah jalan dan kemacetan
  7. Go-Jek , aplikasi untuk moda transportasi dan beli makanan
  8. Youtube, aplikasiuntuk melihat video dan live streaming

Mungkin sebagian mobile user,di dalam smartphonenya terinstall setengah lebih dari daftar aplikasi di atas. Bagi pengguna Android, identitas kita dalam smartphone, selain nomor HP , juga terdapat email kita. Identitas ini mewakili kita di dunia internet. Bahwa Andi Yuniantoro identik dengan 0818xxxxx dan identik dengan  andi@gmail.com.  Layaknya sebuah entitas dalam pemahaman object oriented. Setiap object akan memiliki attribute yang berasal dari behavior atau perilakunya. Perilaku tersebut terekam dalam aplikasi yang digunakan. Contoh perilaku yang dapat terekam adalah :

  • Perilaku berpergian, dapat dilihat dari transaksi di tarveloka, sering bepergian ke mana, kapan dan menginap di mana
  • Perilaku selera musik, dapat dilihat dari Spotify , suka musik apa, angkatan berapa, jam berapa sering mendengar musik
  • Perilaku keseharian, bisa dilihat dari google map, jam berapa berangkat kerja, pulang kantor jam berapa, sering pergi ke mana, naik mobil atau motor
  • Perilaku belanja, dapat dilihat dari transaksi di Lazada, suka beli apa, kapan waktu beli (setelah gajian atau waktu yang lain), dikirim ke alamat mana, senang diskon atau tidak
  • Perilaku kesenangan, dapat dilihat youtube yang sering dibuka, apakah tentang ceramah agama, apakah film Hollywood, apakah highlight goal sepakbola, atau konser musik

Perilaku di atas adalah sebagian kecil yang terekam sebagai attribute kita dalam sebuah object. Yang kalau dapat kita gambarkan sebagai berikut :

Machine Learning, Bagaimana Internet Lebih Mengerti Anda 2

Semua perilaku kita dalam object ( Andi Yuniantoro/0818xxxxx/andi@gmail.com) dapat dipelajari oleh sebuah mesin. Mesin ini akan mempelajari seluruh data perilaku kita yang terekam. Tujuan dari mesin ini adalah memberikan prediksi akan perilaku kita, memberikan saran kepada kita untuk mengambil sebuah keputusan. Dengan sebuah algoritma, mesin ini dapat menjadi cerdas dan menawarkan solusi yang seusai dengan kebutuhan object-nya. Inilah machine learning.

Apakah Anda merasakan hal hal ini :

  • Kok Spotify tau ya, lagu lagu yang saya suka, sehingga spotify memberi paket lagu khusus buat kita (daily mix song)
  • Kok Gmail tau ya, saya baru cari cari laptop, tiba tiba diemail penawaran laptop murah
  • Kok Youtube tau ya, saya suka Mr.Big, page awal youtube saya selalu berisi konser Mr.Big
  • Kok Go-Jek tau ya, saya suka makan es teller, sehingga ada promo promo khusus es teller

Kalau Anda merasakan itu, selamat datang di era machine learning dan kita adalah object. Machine learning mengetahui apa yang kita butuhkan, apa yang kita mau. Tidak ada rahasia antara Anda dan internet.

Andi Yuniantoro

Direktur Inixindo Jogja

End User Awareness of Ransomware

End User Awareness of Ransomware

Ancaman keamanan terhadap sistem informasi semakin meningkat, dari waktu ke waktu berbagai jenis malware telah dikembangkan dan menyerang sistem operasi komputer yang dimiliki oleh berbagai institusi. Sebagai contoh yang paling populer pada saat ini adalah serangan ransomware “wannacry” yang banyak menyerang rumah sakit.

Serangan cyber semacam ini sebenarnya bukan hal baru di dunia maya, tetapi kesadaran pengguna komputer di Indonesia terhadap keamanan komputer terbilang masih rendah.

Untuk mengantisipasi ancaman keamanan serupa terulang diperlukan kesadaran dan pengetahuan bagi pengguna komputer di suatu instansi. Inixindo Jogja sebagai penyedia layanan dalam bidang pengembangan SDM TIK menawarkan solusi dalam menyiapkan SDM untuk menghadapi ancaman keamanan cyber di perusahaan.

Setelah mengikuti pelatihan ini :

  • Peserta akan memahami konsep – konsep security
  • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan informasi di perusahaan
  • Peserta akan mampu mengenali ancaman dalam menggunakan komputer
  • Peserta akan memahami langkah mengantisipasi dan menanggulangi serangan pada komputer
Silabus This form does not exist

Tema dan Indikator Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia

Tema dan Indikator Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia

Saat ini hampir seluruh pemerintah daerah membicarakan smart city, yang dalam Bahasa Indonesia adalah kota cerdas. Dalam artikel ini saya akan menggunakan istilah kota cerdas. Kota cerdas pada awalnya identik dengan apa yang dilakukan Pak Ahok dengan E-budgeting, Clue di provinsi DKI Jakarta, lalu dengan apa yang dilakukan oleh Pak Ridwan Kamil dengan Command Center-nya di kodya Bandung dan oleh Bu  Risma dengan Smart Traffic Light serta E-Pengaduan di kodya Surabaya. Kota cerdas langsung meroket popular seiring popularitas Pak Ahok, Pak Kamil dan Bu Risma. Dampak dari program di masing-masing daerah tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Daerah lain mencoba meniru dengan tagline smart city. Lalu bagaimana model kota cerdas di daerah lain? Apakah yang dilakukan oleh Pak Ahok, Pak Kamil dan Bu Risma, dapat ditiru dan diterapkan di daerah lain?

Setiap daerah memiliki permasalahan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Namun kota cerdas akan selalu memiliki makna yang sama, jika kita memaknai kota cerdas tidak dengan teknologi-teknologi yang digunakan. Namun kota cerdas dimaknai dengan kata “cerdas”, yaitu cerdas masyarakatnya dan cerdas dalam cara menyelesaikan bidang permasalahannya.

Lalu bagaimana sebuah daerah dapat memulai sebuah program kota cerdas?

Tema dan Indikator Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia 3

Terdapat 5 tema dasar dalam merencanakan atau menerapkan kota cerdas. Tentunya kedepan tidak hanya 5 tema, namun dapat lebih sesuai kebutuhan daerah. Kita memerlukan fondasi untuk  sebuah kota cerdas, 5 tema berikut dapat dijadikan sebuah acuan untuk memulai.

  • Smart People
  • Smart Energy
  • Smart Economy
  • Smart Infrastructure
  • Smart Services

Tema dan Indikator Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia 4

Setelah menentukan 5 tema dasar dalam kota cerdas, langkah selanjutnya adalah menentukan indikator cerdas dari setiap tema. Indikator ini akan menjadi target yang harus dicapai untuk mencapai istilah “cerdas” dalam sebuah tema.

Tema dan Indikator Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia 5

Indikator smart economy antara lain :

  • Touchpoint, adanya titik temu antara produsen dan konsumen , baik secara digital ataupun tradisional
  • Ekspansi pasar, adanya perluasan pasar untuk produk produk daerah
  • Adanya kanal distribusi
  • Biaya operasi yang rendah
  • Rantai pasokan

Indikator tersebut menjadi sebuah target untuk dicapai dengan suatu cara cara yang cerdas. Tentunya kalau ada target , pastinya ada baseline atau kondisi aktual atau problem. Di mana selisih antara target dan baseline akan melahirkan inisiatif-inisiatif program.

Langkah awal memulai kota cerdas adalah susun Masterplan Smart City dan peningkatan kualitas SDM bidang Teknologi Informasi.

Andi Yuniantoro

Direktur Inixindo Jogja

Disaster Recovery Plan

Disaster Recovery Plan

Mengacu pada PBI nomor 9/15/PBI/2007 ruang lingkup audit penggunaan TI oleh bank juga meliputi Disaster Recovery Plan (DRP). DRP adalah salah satu persyaratan yang wajib dimiliki perbankan untuk mengurangi kerugian yang mungkin timbul akibat bencana. Dengan adanya DRP, perbankan diharapkan mampu menyediakan keamanan yang cukup untuk menjaga kepentingan nasabahnya. Perbankan juga diharapkan dapat mengurangi resiko keterlambatan dalam menyediakan jasa kepada nasabah, terutama pada saat terjadinya bencana.

Pelatihan ini memberikan cara-cara dalam mengidentifikasi kerentanan dan penanggulangan secara tepat untuk mencegah dan mengurangi risiko kegagalan yang disebabkan oleh kejadian bencana dalam suatu organisasi. Topik materi pelatihan meliputi landasan serta prinsip-prinsip pemulihan bencana, termasuk rencana pemulihan bencana, pengukuran risiko, pengembangan kebijakan serta prosedur, dan pemahaman peran serta hubungan berbagai pihak dalam organisasi pada saat terjadi bencana dan dalam masa pemulihan bencana. Pelatihan ini untuk membangun kesiapan organisasi dalam menghadapi bencana yang mengganggu layanan IT sehingga dapat meminimalisir kerugian.

Silabus This form does not exist