Webinar Perlindungan Privasi dan Keamanan Data
Inixindo Live Webinar
Privasi dan Keamanan Data
Waktu
23 Desember 2021
Mulai
14.00
Waktu Indonesia Barat
Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!
Waktu Indonesia Barat
Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!
Di masa pandemi yang masih belum usai, segala aktivitas seperti bekerja dan belajar bisa dilakukan dari rumah masing-masing.
Tentunya hal ini bisa dilakukan dengan dukungan teknologi yang sudah tersedia seperti sekarang, sehingga proses belajar tidak perlu dilakukan di sekolah maupun perguruan tinggi.
Belajar dari rumah juga bisa dilakukan dengan sangat fleksibel, dan sesuai dengan skill apa yang ingin dipelajari.
Tidak ada salahnya untuk belajar hal-hal baru yang bisa meningkatkan skillmu dan membuat kemampuannu menjadi lebuih baik.
Agar proses belajar online berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan skill, tentunya ada berbagai tips yang bisa dilakukan.
Berikut 5 Tips efektif belajar online di masa pademi untuk meningkatkan skill:
Meski belajar online terkesan fleksibel dan bisa dilakukan dari mana saja, kamu tetap perlu mengatur jadwal belajarmu.
Cobalah untuk mengatur jadwalmu belajar dan aktivitas lainnya agar tidak bertabrakan dan membuatmu kelelahan.
Berbagai hal yang perlu kamu atur adalah waktu bangun, waktu mandi, waktu makan, dan waktu beristirahat.
Rutinitas yang diatur dalam jadwal mampu membuatmu terbiasa, dan otak akan merekamnya menjadi sebuah kebiasaan.
Dengan begitu, belajar online di rumah akan menjadi menyenangkan dan bisa dilaksanakan secara efektif.
Meski belajar online bisa dilakukan dimana saja, bukan berarti kamu bisa melakukannya di tempat yang kurang nyaman.
Sebisa mungkin, pilihlah tempat yang lebih nyaman untuk belajar online agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan.
Cobalah buat area belajar yang menyenangkan dan nyaman, selain itu, kurangi pula tekanan belajar agar kamu tetap focus dengan apa yang sedang kamu pelajari.
Meski belajar secara online bisa kamu lakukan sendirian, kamu perlu tetap bersosial dengan orang lain.
Luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan orang sekitarmu atau sekedar menghubungi temanmu melalui sosial media.
Bersosial dengan orang lain akan membuatmu melepas stres sejenak dan siap untuk belajar lagi jika waktu istirahat sudah cukup.
Terkadang belajar dari rumah membuat aktivitas fisik menjadi jarang dilakukan, hal ini bisa bepengaruh pada kondisi kesehatanmu.
Cobalah untuk beristirahat sejenak dan lakukan aktivitas fisik ringan seperti berdiri atau sekedar berjalan-jalan.
Jika perlu, keluarlah dari ruangan dan hirup udara segar agar pikiran menjadi semakin fresh.
Untuk meningkatkan skill melalui belajar online, tentunya diperlukan platform belajar online yang mudah digunakan dan menyediakan kelas yang berkualitas.
Salah satu platform yang bisa kamu pilih untuk belajar online, khususnya di bidang IT adalah Eduparx.
Eduparx merupakan platform training IT yang disediakan oleh Inixindo Jogja untuk siapapun yang ingin belajar IT secara online, dari manapun dan kapanpun.
Tidak hanya untuk training secara online, Eduparx juga menyediakan sertifikasi di bidang IT mulai dari sertifikasi LSP hingga sertifikasi Internasional.
Dengan Eduparx, kamu bisa belajar langsung dengan Instruktur yang sudah ahli di bidangnya, dan dipastikan kamu bisa menguasai skill baru di bidang IT.
Tunggu apa lagi? Yuk segera daftarkan dirimu di Eduparx untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi IT terbaik.
Waktu Indonesia Barat
Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!
Artificial Intelligence atau AI sedang menjadi perbincangan hangat di Tanah Air, setelah Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan bahwa dirinya akan segera mengganti tenaga kerja PNS dengan tenaga robot AI.
Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa struktur Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dipangkas menjadi dua tingkat, yakni eselon I dan II, kemudian untuk eselon III dan IV akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Hal ini bakal dilakukan tahun depan atau tahun 2022, berdasarkan pernyataanya dalam acara Kompas CEO 100 Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.
“Yang Eselon III dan IV akan kami potong,” ujar Presiden RI Joko Widodo.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tugas administratif yang dipegang oleh jabatan tersebut akan digantikan oleh teknologi AI, agar proses birokrasi Indonesia menjadi lebih cepat.
Lalu, apa itu teknologi Artificial Intelligence (AI) yang disebut-sebut bakal menggantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan ASN?
Dilansir dari Stanford Computer Science, Artificial Intelligence merupakan kecerdasan buatan manusia, yang diciptakan berdasarkan ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas.
Dalam pembuatannya, melibatkan berbagai mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan komputer.
Artificial Intelligence merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sistem komputer, perangkat lunak, program, dan robot melakukan pekerjaan manusia, dan berpikir secara cerdas layaknya manusia.
Tentunya kecerdasan buatan ini dibuat oleh manusia melalui algoritma pemograman yang kompleks dan tingkat tinggi.
Weak AI merupakan sistem AI yang dirancang dan dilatih untuk tugas tertentu. Contoh Weak AI adalah asisten virtual pribadi seperti Apple Siri, Amazon Alexa, dan lain-alainnya.
2. AI Kuat atau Strong AI
Strong AI juga dikenal sebagai kecerdasan buatan umum, dimana AI ini memiliki kecerdasan yang hampir menyerupai manusia, dengan kemampuan kognitif yang sangat baik. Dalam mengerjakan tugasnya, Strong AI akan menemukan solusi tanpa campur tangan manusia.
Dilansir dari Science in the News, kemunculan konsep Artificial Intelligence pertama kali ditemukan setelah Perang Dunia II oleh seorang matematikawan dan filusuf muda bernama Alan Turing, pada tahun 1947 silam.
Alan beranggapan bahwa, apabila manusia bisa mengolah informasi dan memecahkan masalah, serta membuat keputusan dari informasi tersebut, maka mesin juga bisa melakukannya.
Dari kerangka pemikiran tersebut, kemudian Alan Turing membuat suatu makalah pada 1950 tentang bagaimana membangun mesin yang memiliki kecerdasannya sendiri.
Sejak saat itu, Artificial Intelligence mulai dikembangkan dan menemui perkembangan yang sangat pesat sekarang ini.
Saat ini, komputer telah menggunakan kecerdasan buata beradasaran pemrograman logika, dimana komputer bisa mengolah stimulasi yang diberikan manusia menjadi suatu keputusan berdasarkan ahli.
Artificial Intelligence terus berkembang dengan tujuan menciptakan kecerdasan yang mirip dengan manusia.
Dilansir dari Brookings, Artificial Intelligence bekerja sesuai dengan algoritma pemrograman pada sistem komputer yang diberikan dalam proses pembuatannya.
Algoritma kemudian akan digunakan Artificial Intelligence dalam memproses berbagai jenis data.
Untuk membedakan pola yang berbeda, algoritma pemrograman Artificial Intelligence memerlukan data yang banyak dan kuat.
Dengan banyaknya data yang didapatkan dan algoritma yang kompleks, mesin seakan-akan dapat berpikir dengan sendirinya, membuat keputusan, belajar, bahkan beradaptasi dengan kondisi tertentu.
Artificial Intelligence tentunya memiliki berbagai dampak yang sangat baik untuk pekerjaan manusia, sebab manusia akan sangat dipermudah oleh hadirnya teknologi Artificial Intelligence.
Pekerjaan dengan teknologi Artificial Intelligence tentunya cenderung lebih cepat, mudah, akurat, dan minim kesalahan yang diakibatkan oleh kelelahan.
Namun, Artificial Intelligence mungkin juga dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif untuk umat manusia, sebab banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh kecerdasan buatan ini.
Tentunya segala dampak negatif maupun positif terkait penggunaa Artificial Intelligence ini sangat bergantung pada penggunaan dan pemanfaatnya.
Nick Bostrom, seorang professor dari Oxford sekaligus penulis buku berjudul Superinelligence: Paths, Dangers, Strategies menjelaskan bahwa ada berbagai hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari adanya Artificial Intelligence.
Dilansir dari Forbes, Nick Bostrom menjelaskan bahwa masa depan teknologi AI dan keberlangsungan manusia tidak bisa diprediksi.
Namun jika umat manusia dan AI bisa bekerja secara beriringan dan teknologi AI digunakan secara bijaksana, maka semakin banyak peluang untuk hasil yang lebih bermanfaat.
“Pengaruh jangka pendek Artificial Intelligence sangat positif. Jangka panjangnya adalah pertanyaan terbuka dan sangat sukar diprediksi. Jika kita melakukan tugas kita dan bekerja sama sebagai sebuah dunia dan spesies, semakin baik persiapan kita, makin bagus pula peluang untuk hasil yang bermanfaat,” ujar Bostrom seperti dilansir dari Forbes.
Dalam rangka menyongsong transformasi digital dalam pemerintahan, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Banjarmasin menggelar FGD terkait rencana aksi terpadu Smart City pada Kamis (18/11/2021)
FGD ini dihadiri oleh Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina, S.Pi., M.Si, sejumlah perwakilam OPD serta perwakilan dari Inixindo Jogja.
Dalam pertemuan FGD tersebut, Diskominfo Pemkot Banjarmasin membahas terkait penyusunan masterplan Smart City.
Adanya pertemuan FGD ini sekaligus sebagai brainstorming untuk mendapatkan inovasi-inovasi dari OPD yang ada di wilayah Kota Banjarmasin.
Peremuan FGD pertama yang digelar oleh Pemkot Banjarmasin ini juga sebagai tahapan awal dalam penyusunan dokumen revisi masterplan Smart City.
Dalam pertemuan tersebut, Inixindo Jogja hadir sebagai konsultan dalam rencana penyusunan masterplan Smart City.