Program Smart City, Menunjang Kemajuan dan Pembangunan Kota

Program smart city menjadi sebuah upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota, dengan tujuan untuk mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia serta komunitas setempat.

Dilansir dari aptika.kominfo.go.id, Kementerian Kominfo melalui Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) bersama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PUPR, Kantor Staf Presiden, Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, dan Kementerian PANRB menginisiasi penyelenggaraan Gerakan Menuju 100 Smart City.

Bahkan Menteri Kementerian Kominfo, Johnny G. Plate turut mengapresiasi penyelenggaraan gerakan ini.

“Saya melihat Gerakan Menuju 100 Smart City merupakan awal yang baik untuk mewujudkan mimpi bangsa ini menjadi digital nation,” ujarnya.

Menkominfo turut berpesan, bahwa masih ada pekerjaan rumah selanjutnya untuk memperluas cakupan inovasi smart city ke kota dan kabupaten yang belum terpilih pada gerakan ini.

Itulah mengapa, sangat diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku industri.

Pilar-pilar dalam Smart City

Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menganggap program smart city sebagai ajang menggalang kemampuan anak bangsa untuk ikut berpartisipasi dalam mengatasi masalah yang kerap timbul di perkotaan.

Untuk membangun sebuah smart city dapat tercapai, terdapat ada enam pilar, yaitu smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding.

Tidak sampai di situ saja, Kemkominfo saat ini juga memiliki tugas untuk mengembangkan kota pintar pada kawasan wisata prioritas dan pedesaan.

“Kami bangun kota pintar pada kawasan wisata prioritas sesuai dengan enam pilar smart city,” ungkap Direktur LAIP Kemkominfo, Bambang Dwi Anggono.

Smart City di Kawasan Wisata dan Pedesaan

Melansir aptika.kominfo.go.id terdapat enam pilar dalam pembangunan smart city di kawasan wisata prioritas, yaitu:

  1. Smart environtment: Menyiapkan kawasan wisata prioritas menjadi kawasan yang bersih, bebas sampah, dan tertib, tanpa meninggalkan unsur tradisionalnya;
  2. Smart economy: Memastikan implementasi TIK dalam proses transaksi (cashless) berlangsung di kawasan wisata prioritas dan pemerintah daerah sekitarnya;
  3. Smart branding: Membantu pemerintah daerah pada kawasan wisata prioritas dalam meningkatkan kunjungan wisata;
  4. Smart government: Memastikan pemerintah daerah pada kawasan wisata prioritas menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara berkualitas dalam upaya pelayanan publik yang baik;
  5. Smart society: Memastikan masyarakat tujuan wisata prioritas dan kawasan sekitarnya memiliki kapasitas unggul dan mampu menjadi tuan rumah yang baik; dan
  6. Smart living: Mendorong situasi kawasan wisata prioritas yang kondusif dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan, melalui penyediaan transportasi, logistik yang tentram, aman, dan ramah

Kemudian, dari dalam rangka mencapai smart village yang bertujuan membangun desa dan kawasan yang cerdas, terdapat enam hal harus dilakukan, antara lain:

  1. Branding desa: Mengembangkan brand desa sebagai motivasi dengan menciptakan potensi lokal berkelas global;
  2. Hunian sehat: Terwujudnya hunian yang sehat untuk menghasilkan keluarga yang bahagia, sehat, dan cerdas;
  3. Lingkungan sehat: Membangun tata lingkungan desa dan kawasan yang cerdas dan dikelola dengan baik dalam harmoni, merubah bencana menjadi manfaat;
  4. Pemerintah desa cerdas: Membangun sistem penyelenggara administrasi pemerintahan yang cerdas;
  5. Masyarakat cerdas: Pengembangan tata kemasyarakatan yang harmonis, cerdas, guyub, bahagia; dan
  6. Ekonomi cerdas: Tata ekonomi masyarakat desa yang tangguh, cerdas, dan sejahtera. Mengembangkan tatanan ekonomi yang kemasyarakat dan badan usaha yang tangguh.

Diperlukan Kerjasama Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi

Direktur LAIP yang akrab disapa Ibenk menyampaikan, perlu adanya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi, harus membangun sebuah konsep dan memadukan proses bersama.

“Peran pemerintah memberikan kepastian hukum, tidak memberikan pajak yang memberatkan, dan mendorong terwujudnya masyarakat menggunakan cashless,” jelasnya.

Begitu juga dengan dunia usaha yang diharapkan bisa mendorong kolaborasi dengan masyarakat sehingga bisa mendorong kerja sama serta pemberdayaan UMKM.

Sedangkan dari sisi akademi sendiri, hendaknya bisa menghasilkan penelitian-penelitian yang bermanfaat, mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui e-literasi.

“Dengan demikian akan muncul berbagai peran dan aktivitas yang menghasilkan sebuah atmosfer smart economy bagi suatu daerah yang sangat luar biasa,” ujar Ibenk.

Kemudian, jika melihat dari sisi teknologi, pemerintah daerah hendaknya punya keberanian mendorong dunia usaha serta masyarakat untuk menggunakan teknologi-teknologi seperti QR code, e-banking, dan e-wallet.

Di sinilah Peran kepala daerah menjadi vital untuk membangun sebuah atmosfer yang baik bagi agar program smart city di daerahnya bisa tercapai.

“Semua kembali kepada pimpinan di daerah, di mana amanat rakyat ditumpukan kepada mereka untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemudahan mengatasi masalah yang ada,” pungkas Ibenk.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

279 Juta Data BPJS Bocor Bisa Berakibat Fatal, Ini Potensi Bahayanya

Data BPJS bocor beberapa waktu lalu cukup mengejutkan seluruh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, diperkirakan data sekitar 279 juta warga Indonesia termasuk yang sudah meninggal dunia, turut diretas dan dijual di forum daring.

Dilansir dari Republika.co.id, Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Anton Setiawan mengatakan, ada sejumlah potensi bahaya jika benar data BPJS bocor dan diperjualbelikan, antara lain:

– Mengganggu akurasi dari layanan kesehatan nasional.

– Selanjutnya, penyalahgunaan data dan kejahatan, seperti penipuan dan pemalsuan.

– Kebocoran data juga melanggar aspek privasi dari para peserta BPJS Kesehatan.

– Apabila data tersebut dijual secara daring, bisa menimbulkan risiko digunakan untuk hal yang tak baik oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

– Kemudian data BPJS bocor ini bisa merambat ke sistem elektronik atau layanan yang lain.

Hingga saat ini, tim dari BSSN dan BPJS Kesehatan masih melakukan verifikasi data peserta berdasarkan sampel yang ada. Kedua tim juga telah melakukan langkah-langkah untuk merespon dugaan kebocoran tersebut.

“Memastikan data yang dieksfiltrasi oleh pelaku dan sistem elektronik lain yang mungkin terdampak dan melakukan atribusi pelaku untuk keperluan penegakan hukum,” ujar Anton.

Upaya untuk Mengatasi Data BPJS Bocor

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan bahwa saat ini BPJS Kesehatan telah bergerak melakukan tindak lanjut dugaan kebocoran data yang mirip data BPJS Kesehatan tersebut.

Beliau menjelaskan, BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cybercrime Mabes Polri, Pusat Pertahanan Siber Kementerian Pertahanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Kemudian dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta pihak-pihak lain dalam rangka memastikan kebenaran berita tersebut, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

BPJS Kesehatan juga mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus data BPJS bocor ini kepada Bareskrim Polri mengingat adanya dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan kerugian karena data BPJS bocor.

Sebenarnya BPJS Kesehatan sudah menerapkan keamanan data berlapis dengan sistem keamanan data sesuai dengan standar ISO 27001 yang sudah terverifikasi.

“Untuk memastikan keamanan data, kami melakukan kerja sama strategis dengan BSSN dan lembaga/pihak profesional, serta mengembangkan dan mengimplementasikan sistem keamanan data yang sesuai dengan standar ISO 27001 (certified), Control Objectives for Information Technologies (COBIT) serta mengoperasionalkan Security Operation Center (SOC) yang bekerja 24 jam 7 hari,” jelas Ghufron.

Ghufron menjelaskan, sistem keamanan teknologi informasi di BPJS Kesehatan sudah berlapis-lapis. Meski sudah melakukan sistem pengamanan sesuai standar yang berlaku, akan tetapi masih mungkin data BPJS bocor karena diretas, mengingat sangat dinamisnya dunia peretasan.

“Walaupun BPJS telah melakukan pengamanan sesuai standar yang berlaku, namun masih dimungkinkan terjadinya peretasan, mengingat masih dinamisnya dunia peretasan,” pungkasnya dalam keterangan pers, Selasa (25/5).

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Apa Penyebab Transformasi Digital?

Transformasi digital adalah istilah yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Bahkan, transformasi digital adalah hal yang wajib dipahami di era digital seperti sekarang.

Belum lagi, dengan kehadiran pandemi virus corona covid-19 yang saat ini adalah salah satu penyebab transformasi digital harus dilakukan lebih cepat.

Tapi, sebenarnya masih terdapat beberapa faktor utama yang menjadi penyebab tranformasi digital harus dilakukan, khususnya bagi perusahaan atau organisasi.

Apa saja penyebab transformasi digital tersebut? Berikut ini ada beberapa faktor penyebab transformasi digital dalam sebuah bisnis, antara lain:

Inovasi Teknologi

Maksud dari inovasi teknologi tidak merujuk pada penemuan teknologi baru, melainkan pengembangan teknologi yang diharapkan bisa memberi dampak lebih besar dari sebelumnya.

Hal yang perlu diingat adalah transformasi digitial tidak sepenuhnya dikarenakan pengaruh teknologi. Justru pendorong transformasi digital adalah tentang cara pengunaan dan pengadopsian teknologi oleh pelanggan, mitra, pesaing, dan berbagai pemangku kepentingan.

Terdapat beberapa teknologi dengan potensi bisnis cukup besar seperti IoT, kecerdasan buatan (AI), edge computing, virtual reality, augmented reality, serta blockchain.

Namun, potensi hebat ini dapat terjadi ketika mereka digabungkan dan mengaktifkan berbagai aplikasi baru seperti yang kita lihat dalam konvergensi AI, IoT, dan analitik data besar. Dalam transformasi industri, konvergensi TI dan OT juga sangat berpengaruh.

 

Penemuan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan

Adanya pendekatan yang baru terhadap tantangan manusia dan bisnis, serta inovasi serta penemuan yang menciptakan realitas baru, baik dalam sains, bisnis, teknologi, atau bahkan konteks non-teknologi dari inovasi sejati, ternyata bisa berpengaruh terhadap transformasi itu sendiri.

Contohnya seperti penemuan obat-obatan yang mengubah pelayanan kesehatan, mesin cetak, kereta api, serta masih banyak hal lain.

Seluruh hal tersebut akan akan berpengaruh pada tranformasi digital, sehingga akan bermanfaat dalam ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi yang bisa mengubah kebiasaan juga pola pikir manusia.

 

Pengaruh Ekosistem

Perubahan ekonomi, tuntutan mitra yang ingin perusahaan atau organisasi Anda untuk beradaptasi, evolusi menuju kolaborasi dalam ekosistem bisnis transformasional, perubahan peraturan dan regulasi dari pemerintah pusat, perubahan geo-politik, pergeseran sosial, peristiwa yang tidak terduga seperti bencana alam atau bahkan pandemi seperti covid-19, ternyata sangat berpengaruh pada bisnis dan kebiasaan masyarakat secara keseluruhan.

Perilaku dan Tuntutan Pelanggan

Sebenarnya transformasi digital yang disebabkan pelanggan tidak selalu berkaitan dengan teknologi. Akan tetapi, teknologi kerap kali memungkinkan atau berdampak pada transformasi digital saat diadopsi dan diubah jadi sebuah tantangan bisnis.

Contoh kekuatan yang mendorong transformasi digital serta tidak disebabkan faktor teknologi, seperti permintaan pelanggan akan kemudahan penggunaan dan kesederhanaan dalam sebuah proses bisnis.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Apa Itu Transformasi Digital? Ketahui Penjelasannya Berikut Ini

Pandemi virus corona covid-19 yang menyerang seluruh dunia, memaksa banyak perusahaan putar otak. Tujuannya tidak lain agar perusahaan tetap bertahan dan terhindar dari kebangkrutan.

Maka dari itu, adaptasi sangat diperlukan, salah satunya dengan dilakukannya transformasi digital. Sebagai salah satu faktor utama berjalannya sebuah bisnis agar terus berjalan, transformasi digital adalah hal yang penting dilakukan, apalagi di saat pandemi virus corona covid-19.

Melansir Republika.co.id berdasar data dari survei bisnis yang dilakukan IDG Research pada bulan Juli tahun 2020, sebanyak lima puluh sembilan persen dari 373 pakar TI mengatakan, bahwa tekanan yang berasal dari pandemi mempercepat upaya transformasi digital mereka. 

Tapi, terlepas dari kekhawatiran anggaran yang dipicu karena adanya pandemi COVID-19, dari sisi pengeluaran global untuk teknologi serta layanan transformasi digital justru meningkat sebanyak 10,4 persen pada tahun 2020 menjadi 1,3 triliun dollar AS.

Kemudian, berdasar data IDC yang diterbitkan bulan Mei tahun 2020, pengeluaran untuk alat transformasi digital belum sebanyak TI lainnya, karena sebagian besar proyek berskala besar yang sedang berjalan memiliki peran penting dalam strategi bisnis yang lebih luas.

Pengertian Transformasi Digital

Jadi, apa itu transformasi digital? Transformasi digital adalah proses dalam menggunakan teknologi digital untuk menciptakan hal baru atau memodifikasi proses bisnis, budaya, serta pengalaman pelanggan yang ada untuk memenuhi perubahan model bisnis dan kebutuhan pasar.

Bahkan, munculnya konsep baru sebuah bisnis di era digital ini juga merupakan salah satu akibat dari adanya transformasi digital.

Transofrmasi digital juga bisa mengubah organsiasi bisnis untuk melampaui peran bisnis konvensional seperti penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan.

Begitu juga sebaliknya, transformasi digital dimulai dan diakhiri dengan bagaimana cara Anda memikirkan, dan terlibat dengan pelanggan Anda.

Sebagai contoh ketika Anda beralih dari bentuk kertas ke aplikasi pintar untuk mengelola bisnis, Anda memiliki kesempatan untuk menjalankan bisnis dan melibatkan pelanggan dengan menggunakan teknologi digital.

Walau transformasi digital sebagian besar digunakan dalam konteks bisnis, transformasi digital juga memiliki dampak pada organisasi lain seperti institusi pemerintah, lembaga publik, serta organisasi yang terlibat dalam mengatasi tantangan sosial seperti polusi dan populasi dalam suatu daerah. Tentunya dengan memanfaatkan satu atau lebih dari teknologi yang sudah ada dan yang baru muncul.

Maka, sebuah transformasi digital tidak hanya tentang teknologi dalam bentuk fisik saja. Sebab, transformasi digital adalah tentang nilai, pengoptimalan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat saat diperlukan melalui penggunaan teknologi dan informasi yang cerdas.

 

Sudah sangat banyak negara seperti Jepang, di mana transformasi digital adalah sebuah tujuan untuk memengaruhi semua aspek kehidupan dengan inisiatif Society 5.0 yang diimplementasikan negara tersebut.

Jika ditarik kesimpulan secara sederhana, transformasi digital adalah transformasi mendalam dari bisnis dan aktivitas organisasi yang mencangkup proses, kompetensi serta model bisnis untuk sepenuhnya memanfaatkan perubahan dan peluang dari perpaduan teknologi digital dan dampaknya yang semakin cepat di seluruh masyarakat dengan cara yang strategis serta diprioritaskan, tentunya dengan perubahan saat ini dan di masa depan.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Penerapan TIK Mampu Efisienkan Layanan Kesehatan, Ketahui Tantangannya

Menteri Kesehatan Republik (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan meningkatkan efisiensi layanan kesehatan di Tanah Air.

Sehingga di depan nanti, para peneliti dan profesional kesehatan bisa lebih fokus pada tugas kognitif serta perawatan pasien.

Seperti yang dilansir dari Investor.id, hal tersebut disampaikan oleh Menkes sebagai pembicara utama (keynote speaker) dalam webinar bertema ‘Membangun dan Meningkatkan Layanan Kesehatan Digital di Era Pandemi’ yang digelar oleh Asosiasi Cloud Computing Indonesia bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Rabu (17/3).

Bahkan, Menkes Budi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah melaju dengan pesat.

Adanya TIK bisa membantu umat manusia saling terhubung tanpa mengenal batas wilayah negara dan juga menjadi salah satu pendorong globalisasi.

Inovasi-inovasi TIK di Bidang Kesehatan

Inovasi teknologi juga semakin tumbuh pesat dengan berkembangnya cyber physical system, internet of thing (IoT), cloud computing, kecerdasan buatan (artifisial intelligence/AI), cyber security, serta big data analytics.

Di dalam bidang kesehatan sendiri, seluruh inovasi di bidang TIK tersebut akhirnya melahirkan beragam produk, seperti sistem manajemen kesehatan (health management), information system electronic medical, atau health surveillance system, hingga pada akhirnya berfungsi untuk mendesain layanan kesehatan bergerak/digital (mobile health) dan lain sebagainya.

“Kecerdasan buatan (AI) juga akan membawa dunia medis ke tingkat selanjutnya, walaupun masih terdapat permasalahan menyangkut data privasi, potensi kesalahan mesin, dan penerapan regulasi yang tepat,” jelas Menkes Budi.

Dengan adanya teknologi digital, bisa membebaskan para peneliti, dokter, atau perawat, supaya lebih banyak mencurahkan energi dan mentalnya pada tugas-tugas kognitif tingkat tinggi dan peningkatan perawatan pasien.

“Kita menyadari bahwa inovasi teknologi memiliki potensi yang tinggi untuk membantu bidang kesehatan. Para profesional medis pun nantinya tidak perlu lagi menghafal banyak hal, termasuk istilah-istilah dalam bidang kesehatan,” lanjut Budi.

Beliau juga menekankan perlunya peran kepemimpinan inovatif untuk membangun tim kesehatan yang terintegrasi, sehingga layanan kesehatan dapat berkembang serta berkontribusi lebih baik untuk pembangunan nasional.

Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Dosen dan peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Anis Fuad menjelaskan, bahwa tingkat adopsi layanan kesehatan berbasis digital (telemedicine) di Indonesia berkembang pesat, khususnya pasca adanya pandemi Covid-19.

Mengacu pernyataan Presiden Joko Widodo, tepatnya pertengahan April 2020, pemanfaatan layanan telemedicine yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan oleh masyarakat Indonesia, mulai naik pesat menjadi 15 juta. Angka ini meningkat dibandingkan sebelum pandemi yang hanya sekitar 4 juta.

“Waktu itu, Presiden menyampaikan ada sekitar 15 juta pengguna telemedicine dari sebelumnya masih 4 juta. Ini catatan menariknya. Artinya, kita bisa melihat dalam kurun waktu 1-2 bulan pacsapandemi, ada peningkatan akses terhadap fasilitas kesehatan digital sekitar 7 juta per bulan,” ungkap Anis.

Menurut Anis, ke depan nanti cloud computing memiliki peran penting dalam layanan kesehatan digital.

Jadi tidak heran, apabila Kementerian Kesehatan dirasa perlu memperkuat regulasi yang kuat serta melindungi profesional kesehatan maupun pasien.

Tantangan Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Memang seiring dengan penerapan TIK di bidang kesehatan, proses pelayanan seharusnya lebih praktis dan efisien, serta bisa menekan biaya, baik untuk lembaga layanan kesehatan atau bahkan masyarakat.

Meski begitu, masih terdapat tantangan yang perlu dihadapi. Sebab, layanan kesehatan digital perlu sinkronisasi data yang berasal dari berbagai lembaga. Tujuannya agar platform dapat memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya.

Selain itu, dari segi infrastrukturnya juga harus dikelola dengan enkripsi end-to-end. Hal ini agar data pribadi pengguna senantiasa terjamin keamanannya.

Perlunya Pengembangan SDM

Kemudian untuk mewujudkan layanan kesehatan yang optimal dengan bantuan TIK, diperlukan SDM yang kompeten.

Infrastruktur TIK yang bagus sekalipun, tidak bisa memberi dampak signifikan apabila SDM dalam organisasi tersebut tidak mampu memanfaatkan infrastruktur tersebut.

Itulah mengapa, pengembangan SDM diperlukan dalam rangkan mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan organisasi.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.

Bagaimana Strategi untuk Menghadapi Transformasi Digital? Berikut Tipsnya

Saat ini, dunia digital mengalami perubahan yang sangat cepat. Namun hal ini tidak menghalangi sebagian pelaku usaha untuk berinovasi dan menerapkan strategi digital agar usaha mereka semakin kompetitif.

Mesi begitu, tidak sedikit pula yang masih merasa ragu dan khawatir dengan konsekuensi dari penerapan strategi ini.

Nah, jika Anda salah satu dari pelaku usaha yang mungkin masih ragu dan takut untuk mulai transformasi digital, simak bagaimana strategi untuk menghadapi transformasi digital berikut ini:

1. Buat rencana digital dengan komprehensif

Tiap-tiap organisasi yang menginginkan kesuksesan dalam menghadapi transformasi digital, dirasa perlu membuat rencana digital dengan lebih rinci dan komprehensif.

Sebab, dibuatnya rencana tersebut bertujuan untuk memuat tujuan akhir yang ingin dicapai, target jangka panjang maupun jangka pendek, serta matriks yang dipergunakan untuk mengukur efektivitas strategi digital yang dijalankan.

Seluruh aspek perencanaan tersebut harusnya bisa berjalan beriringan dengan aspek lain dari organisasi tersebut.

Adanya perencaanan yang matang bisa membantu organisasi agar tetap berada di jalur yang tepat sepanjang perjalanan digital mereka.

 

2. Merekrut SDM yang tepat

Strategi untuk menghadapi transformasi digital selanjutnya, tidak lepas dari perlunya perusahaan untuk mengimbangi perkembangan dunia digital yang sangat cepat. Itulah mengapa perusahaan Anda membutuhkan SDM yang punya skill dan kemampuan mumpuni.

Proses perekrutan SDM yang punya skill dalam hal penguasaan AI atau kecerdasan buatan, kemampuan dalam hal programming robotic, maupun kemampuan teknis lain seperti pengembangan model analitik, tentunya sangat perlu dilakukan untuk memastikan organisasi tersebut tidak ketinggalan dalam aspek digital.

 

3. Memanfaatkan data real time

Penggunaan teknologi digital memungkinkan Anda sebagai pelaku usaha dan pemilik usaha, bisa mendapatkan data secara real time.

Apa fungsi data tersebut? Data ini bisa Anda manfaatkan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat berdasar hasil asesmen terhadap dampak yang mungkin terjadi, resiko yang harus dihadapi, dan waktu yang tepat untuk melaksanakan keputusan tersebut.

 

4. Penggunaan teknologi tepat guna

Dengan memanfaatkan teknologi dalam operasional usaha Anda, bisa menjadi salah satu  strategi dalam menghadapi transformasi digital.

Contoh dari pemanfaatan teknologi ini yaitu penggunaan program RPA untuk menjalankan tugas rutin seperti pengambilan data, penggunaan kecerdasan buatan untuk melakukan tes populasi, serta juga menggunakan Internet of Things (IoT) dalam melakukan asesmen terhadap resiko yang dapat muncul tiap saat di dalam proses operasional usaha.

 

5. Menciptakan komunikasi antar pengambil keputusan dengan pelaku dunia digital

Strategi untuk menghadapi transformasi digital pada akhirnya bisa diterapkan ketika telah mendapat persetujuan dari para pengambil keputusan.

Itulah mengapa, perlu dibangun komunikasi antara para pengambil keputusan dan para pelaku dunia digital dalam organisasi yang sama.

Komunikasi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, dimulai dari bekerja sama dalam mengembangkan strategi risiko maupun memberi laporan berkala mengenai risiko dari setiap strategi digital yang akan diambil.

 

6. Penerapan matriks risiko yang tepat

Strategi untuk menghadapi transformasi digital yang diterapkan dalam sebuah organisasi memiliki risiko masing-masing.

Itulah mengapa, sebuah matriks risiko yang tepat akan menjadi hal krusial, khususnya untuk melihat seberapa besar risiko yang dihadapi.

Jika sudah memahami risiko yang ada, para pengambil kebijakan bisa menjadi lebih proaktif dalam mengambil tindakan pencegahan atau penanggulangan risiko tersebut.

Jika dilihat dari berbagai strategi untuk menghadapi transformasi digital di atas, sebenarnya bisa disimpulkan jika transformasi digital adalah hal yang pasti terjadi.

Organisasi yang tidak siap dalam menghadapi transformasi tersebut akan menghadapi masalah besar di masa yang akan datang. Itulah mengapa, setiap organisasi sangat perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan tersebut dengan strategi untuk menghadapi transformasi digital yang tepat.

Ingin Lebih Dalam Memahami Topik di Atas?

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut dan mendalam mengenai topik di atas, ikuti training di Inixindo Jogja.

Dalam training tersebut, Anda bisa mendapat pendampingan instruktur sehingga proses pemahaman terhadap topik tersebut lebih cepat.

Menariknya lagi, Anda juga bisa memiliki sertifikasi dari topik yang sudah diikuti. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah benar-benar paham dan ahli di bidang terkait.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki sertifikasi juga menjadi modal besar untuk perkembangan karir Anda.

Tunggu apalagi? Langsung saja hubungi kami melalui kontak tertera di bawah ini.