Ketahui Tiga Metode Penetration Test yang Bermanfaat untuk Bisnis Anda

Dalam kehidupan manusia, jaminan rasa aman menjadi hal yang sangat penting. Tentunya Anda tidak mau aktivitas sehari-hari dihantui rasa was-was, kan?

Begitu juga dengan sistem dan jaringan pada komputer, yang saat ini sudah menjadi barang umum di kehidupan manusia.

Padahal, di dalamnya terdapat banyak sekali data yang bisa saja sangat berharga dan menjadi sasaran tindak kriminal.

Itulah alasan, mengapa Anda perlu menerapkan Pentest (Penetration Test). Ini merupakan sebuah metode yang dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dari sebuah sistem dan jaringan komputer.

Proses evaluasi dilakukan dengan cara melakukan sebuah simulasi serangan. Hasil dari pentest dijadikan sebuah feedback bagi pengelola sistem untuk memperbaiki tingkat keamanan sistem komputer.

Penerapan Pentest dalam Bisnis

Seiring perkembangan dan kemajuan teknologi, semakin beragam juga tindak kejahatan siber yang harus diwaspadai.

Sebaga contoh, perusahaan-perusahaan besar yang menyimpan data sensitif seperti Bank, tentu tidak ingin jaringannya dibobol orang tidak bertanggung jawab dan akhirnya bisa mengambil alih kontrol jaringan. Jika kebobolan, maka bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Itulah mengapa, perusahaan menginvestasikan dana untuk memperkuat sistem jaringannya. Salah satunya dengan metode pentest.

Dengan melakukan pentetst, lubang keamanan yang berisiko disusupi hacker bisa diketahui dan diperbaiki secepatnya.

Di sinilah tugas dari seorang Pentester harus mampu menyimulasikan serangan yang dilakukan, menjelaskan risiko yang akan terjadi, dan melakukan perbaikan sistem tanpa merusak infrastruktur jaringan perusahaan tersebut.

Kemudian, untuk melakukan pentest, ada beberapa metode yang bisa digunakan yaitu recorder (Black Box), Grey Box, dan White Box.

Metode dalam Penetration Test

1. Metode Black Box

Pada metode black box, tester tidak dibekali informasi apapun tentang sistem yang akan diuji, baik infrastruktur atau pun source code yang digunakan.

Tester diposisikan layaknya hacker yang harus mengeksploitasi sistem untuk mencari celah keamanan yang bisa diretas.

Di sinilah tester harus mencoba untuk menggali dari awal semua informasi yang diperlukan kemudian melakukan analisis serta menentukan jenis attack yang akan dilakukan.

Tester dengan metode black box harus kenal dengan alat pemindaian otomatis dan metodologi pentest manual.

Mereka juga harus memiliki kemampuan untuk membuat map dari sistem yang diuji berdasar observasi yang sudah dilakukan.

Lamanya pengujian tergantung kemampuan tester untuk menemukan dan mengeksploitasi sistem. Apabila penguji tidak memiliki kemampuan yang baik, maka kerentanan sistem akan sulit ditemukan dan diperbaiki.

 2. Metode White Box

Pada White Box Testing, seorang tester sudah mengetahui semua informasi yang diperlukan untuk melakukan penetration test, karena sudah diberi akses penuh.

Maka tantangan dalam metode White Box Testing adalah meneliti, memilah-milah semua data yang diterima tersebut dan mengalokasikan celah pada tiap titik yang dianggap.

Inilah yang membuat metode White Box Testing bisa memakan waktu paling lama dibanding dua metode di atas.

3. Metode Grey Box

Metode Grey Box akan memberikan penilaian keamanan yang lebih efisien dibandingkan Black Box. Dengan memiliki sejumlah informasi, tester bisa menguji sistem keamanan dan mensimulasikan serangan.

Metode Grey Box juga memungkinkan penguji bisa melakukan pengujian secara lebih fokus untuk mengeksploitasi kerentanan dengan risiko yang lebih besar.

Tertarik Belajar Cyber Security Lebih Lanjut?

Jika Anda tertarik belajar Cyber Security lebih dalam lagi, Anda bisa mencoba untuk mengikuti workshop.

Dalam workshop tersebut, Anda akan didampingi instruktur yang bisa membantu pembelajaran dan penerapan topik tersebut. Caranya dengan klik tombol di bawah ini:

 

 

Kemudian, Anda juga bisa mengikuti webinar gratis untuk membantu pengembangan karir IT.

Dalam webinar tersebut, akan hadir narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya, sehingga memudahkan Anda mendapat jawaban dari masalah yang sedang dihadapi.

Jadi, tunggu apalagi? Langsung saja klik tombol berikut ini:

 

 

Dan, supaya tidak kelewatan informasi mengenai artikel terbaru dari kami, Anda juga bisa berlangganan dengan mengisi data pada form berikut:

 

Kurangnya SDM Indonesia yang Berpengalaman di Bidang Kecerdasan Buatan, Peluang Besar untuk Karir Anda

Ternyata penerapan kecerdasan buatan di Indonesia masih mengalami hambatan. Salah satunya dari sisi sumber daya manusia yang ada.

Bahkan pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut, apabila sumber daya manusia (SDM) dan data menjadi kendala yang menghambat penerapan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Melansir dari CNN Indonesia, Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Michael Andreas Purwoadi mengatakan, jika ketersediaan infrastruktur AI di Indonesia sudah cukup bagus.

Hal ini ditunjang dengan banyaknya perusahaan yang memakai AI untuk urusan administrasi. Bahkan pemerintah juga menggunakan AI, seperti High Performance Computing (HPC) milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat AI milik BPPT.

Ketersediaan Data Masih Kurang

Selanjutnya, Indonesia terkendala ketersediaan data yang masih kurang. Michael mengatakan Indonesia harus mampu menyiapkan data-data supaya bisa membuat algoritma yang bisa mengajari AI untuk membuat suatu proses berjalan.

Supaya pengumpulan data lintas sektor dan pemerintah semakin mudah, dibutuhkan Perpres No.39 Tahun 2019.

Perpres No. 39/2019 membentuk dewan pengarah satu data yang bertugas melakukan koordinasi, memantau dan mengevaluasi, serta melaporkan pelaksanaan satu data.

Satu Data Indonesia

Satu data Indonesia adalah kebijakan tata kelola data pemerintah antar instansi pusat dan daerah.

Kemudian data-data yang terkumpul dari berbagai sumber harus memenuhi standar data, metadata, interoperabilitas data, dan menggunakan kode referensi, dan data induk.

Michael mengatakan AI membutuhkan satu data yang benar. Sebab, saat ini masih banyak data-data mengenai suatu informasi yang sama terkumpul di berbagai perusahaan dan pemerintah.

Banyak data yang merupakan riset masing-masing instansi, berbeda satu sama lain.

Pengembangan SDM untuk Penunjang Kecerdasan Buatan

Michael juga mengatakan bahwa SDM di Indonesia masih belum memiliki pengalaman untuk menerapkan kecerdasan buatan.

Dengan begitu, diperlukan pelatihan-pelatihan lebih lanjut agar semakin banyak SDM yang mampu mendorong penggunaan kecerdasan buatan.

Tertarik Belajar Cloud dan Big Data Lebih Lanjut?

Jika Anda tertarik belajar Cloud dan Big Data lebih dalam lagi, Anda bisa mengikuti workshop.

Dalam workshop tersebut, Anda akan didampingi instruktur yang akan membantu pembelajaran dan penerapan topik tersebut.

Caranya dengan klik tombol di bawah ini:

 

 

Anda juga bisa mengikuti webinar gratis untuk membantu pengembangan karir IT.

Akan dihadirkan narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya, sehingga memudahkan Anda mendapat jawaban dari masalah yang dihadapi.

Jadi, langsung saja klik tombol berikut:

 

 

Supaya tidak kelewatan informasi mengenai artikel terbaru dari kami, Anda dapat berlangganan dengan mengisi data pada form berikut ini:

 

Cara Proteksi Dokumen Microsoft Excel yang Mudah Kamu Lakukan

Penggunaan Microsoft Excel sudah sangat umum, salah satunya untuk membuat dokumen penting seperti laporan keuangan perusahaan.

Sebagai pemilik dokumen, pasti kamu pernah merasa khawatir dengan kemanan dokumen Microsoft Excel tersebut.

Tapi, sebenarnya ada cara yang bisa kamu lakukan supaya dokumen Microsoft Excel milikmu tetap aman dari orang tidak bertanggung jawab.

Microsoft Excel sendiri punya beberapa metode proteksi yang bisa dipakai. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Metode Pertama

Metode yang pertama, proteksi menggunakan password. Metode ini membuat seluruh dokumen tidak bisa diakses tanpa password. Berikut langkahnya:

  1. Buka dokumen Excel yang ingin diproteksi, kemudian klik File – Info – Protect Workbook – Encrypt with Password.
  2. Akan muncul jendela pop-up kecil di mana kamu diminta memasukkan password sebanyak dua kali.
  3. Klik OK jika sudah.
  4. Selesai dan sekarang dokumen Microsoft Excel sudah otomatis terlindungi oleh password. Sehingga, siapa saja yang tidak punya password dipastikan tidak bisa membukanya.

Metode Kedua

Selanjutnya, metode proteksi Microsoft Excel yang kedua bertujuan untuk mencegah modifikasi dengan fungsi tertentu.

Maksudnya, dokumen bisa dibuka tapi fungsi tertentu dilindungi oleh password. Berikut langkahnya:

  1. Caranya, klik File – Info – Protect Workbook – Protect Current Sheet.
  2. Tentukan dulu password-nya.
  3. Kemudian beri tanda centang pada fungsi yang ingin dibatasi. Boleh beberapa atau bahkan semua fungsi.
  4. Klik OK untuk menyimpan perubahan.

Tertarik Belajar Cyber Security Lebih Lanjut?

Jika Anda tertarik belajar Cyber Security lebih dalam lagi, Anda bisa mengikuti workshop.

Dalam workshop tersebut, Anda akan didampingi instruktur yang akan membantu pembelajaran dan penerapan topik tersebut.

Caranya dengan klik tombol di bawah ini:

 

 

Anda juga bisa mengikuti webinar gratis untuk membantu pengembangan karir IT.

Akan dihadirkan narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya, sehingga memudahkan Anda mendapat jawaban dari masalah yang dihadapi.

Jadi, langsung saja klik tombol berikut:

 

 

Supaya tidak kelewatan informasi mengenai artikel terbaru dari kami, Anda dapat berlangganan dengan mengisi data pada form berikut ini:

 

Kamu Harus Tahu, Flutter Developer Wajib Punya Tiga Soft Skill Ini

Kamu masih bingung karir seperti apa yang menjadi tujuanmu? Mungkin kamu bisa menjadi Flutter Developer.

Kenapa? Karena saat ini, kehadiran Flutter Developer makin dibutuhkan perusahaan untuk mengembangkan aplikasi di berbagai sistem operasi.

Sebagai gambaran, saat ini terdapat sekitar 2,5 juta aplikasi yang tersedia di Play Store, dan 1,8 juta aplikasi yang tersedia di App Store.

Ini menunjukkan bahwa terdapat minat yang tinggi dari berbagai bisnis untuk membuat aplikasi.

Selain itu, persaingan aplikasi juga semakin ketat, sehingga startup perlu membuat aplikasi yang menarik sekaligus fungsional.

Kehadiran Flutter, proses pengembangan aplikasi akan lebih mudah dan dapat diletakkan di Play Store maupun App Store.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, diperlukan orang yang handal.

Jadi tidak heran apabila Flutter developer semakin dibutuhkan oleh perusahaan dan bisa menjadi salah satu pilihan bagi karirmu.

Tapi jangan lupa, kamu harus memiliki soft skill yang bisa menunjang pekerjaanmu sebagai Flutter Developer.

Soft Skill yang Wajib Dimiliki Flutter Developer

1. Kreatif

Flutter Developer sangat erat dengan UI. Jadi tidak heran apabila Flutter developer harus memiliki kreativitas agar dapat mengembangkan aplikasi dengan menarik.

2. Punya Kemampuan Komunikasi

Flutter Developer tentu juga akan bekerja sama dengan divisi lain. Itulah mengapa kamu harus memiliki kemampuan komunikasi untuk menyampaikan berbagai hal yang diperlukan. Tujuannya agar tidak ada salah paham pada produk yang dikembangkan.

3. Skill Pemecahan Masalah

Kemudian, seorang Flutter developer harus mampu memecahkan permasalahan yang terjadi. Hal ini sangat dibutuhkan, khususnya saat terjadi kendala dalam pengembangan produk.

Tertarik Belajar Software Development Lebih Lanjut?

Jika Anda tertarik belajar Software Development lebih dalam lagi, Anda bisa mengikuti workshop.

Dalam workshop tersebut, Anda akan didampingi instruktur yang akan membantu pembelajaran dan penerapan topik tersebut.

Caranya dengan klik tombol di bawah ini:

 

 

Anda juga bisa mengikuti webinar gratis untuk membantu pengembangan karir IT.

Akan dihadirkan narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya, sehingga memudahkan Anda mendapat jawaban dari masalah yang dihadapi.

Jadi, langsung saja klik tombol berikut:

 

 

Supaya tidak kelewatan informasi mengenai artikel terbaru dari kami, Anda dapat berlangganan dengan mengisi data pada form berikut ini:

 

5 Cara Monitoring Jaringan yang Wajib Anda Ketahui

Kondisi operasional bisnis yang kerap menghadapi hambatan, sebenarnya bisa diatasi dengan penggunaan monitoring jaringan.

Sebab monitoring jaringan bisa membantu memperlancar bisnis Anda dan mempermudah pekerjaan tim IT Anda.

Selain itu, di era digital seperti sekarang ini yang hampir semuanya menggunakan jaringan internet. Sehingga sangat diperlukan kemampuan perusahaan dalam monitoring jaringan.

Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk monitoring jaringan tersebut, antara lain:

1. Deteksi Intrusi

Cara pertama dengan mendeteksi intrusi. Maksudnya adalah deteksi intrusi jaringan area lokal untuk akses yang tidak sah oleh peretas.

Umumnya para profesional IT menggunakan cara ini untuk mendeteksi virus dan malware, kerentanan jaringan, dan masih banyak lagi.

Cara ini bisa menghasilkan laporan setelah dilakukan pemeriksaan sistem sehingga mampu mengatasi beragam masalah yang dihadapi perusahaan.

 

2. Vulnerability Scanning

Vulnerability Scanning atau pemindaian kerentanan, bisa memindai jaringan untuk mengetahui kerentanan dan kelemahan yang membuka potensi eksploitasi.

Cara ini bervariasi atau berbeda dari metode pertama yaitu deteksi intrusi, karena bisa mendeteksi kelemahan sebelum serangan yang terjadi pada jaringan.

 

3. Packet Sniffing

Ini adalah program yang memberikan setiap paket informasi yang melewati jaringan. Tujuannya untuk mendeteksi perangkat lunak monitoring jaringan tidak sah yang bisa saja diinstal peretas untuk memata-matai aktivitas bisnis serta proses informasi.

Dengan kata lain, cara ini bisa melindungi aktivitas bisnis Anda dari orang yang tidak bertanggung jawab.

 

4. Firewall Monitoring

Cara selanjutnya ini bisa digunakan untuk melacak aktifitas dari firewall. Ini untuk memastikan proses penyaringan untuk koneksi masuk dan keluar dapat berfungsi dengan aman dan baik.

 

5. Penetration Testing

Cara terakhir sering digunakan peretas untuk menembus jaringan, dan digunakan juga oleh IT professional.

Meski begitu, tujuannya tentu berbeda. Para IT professional menggunakan metode ini untuk menjamin keamanan sistemengan mencari kelemahan yang bisa disusupi peretas.

Tertarik Belajar IT Management Lebih Lanjut?

Jika Anda tertarik belajar IT Management lebih dalam lagi, Anda bisa mengikuti workshop.

Dalam workshop tersebut, Anda akan didampingi instruktur yang akan membantu pembelajaran dan penerapan topik tersebut.

Caranya dengan klik tombol di bawah ini:

 

 

Anda juga bisa mengikuti webinar gratis untuk membantu pengembangan karir IT.

Akan dihadirkan narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya, sehingga memudahkan Anda mendapat jawaban dari masalah yang dihadapi.

Jadi, langsung saja klik tombol berikut:

 

 

Supaya tidak kelewatan informasi mengenai artikel terbaru dari kami, Anda dapat berlangganan dengan mengisi data pada form berikut ini:

 

Tiga Tantangan Digitalisasi Perbankan di Indonesia, Sudah Siapkah Anda?

Era digital bukan lagi pembahasan baru di Indonesia. Bahkan, pemerintah sangat merespon dengan cepat perihal digitalisasi tersebut, salah satunya pada industri perbankan.

Ini terlihat dengan semakin masifnya Digitalisasi Perbankan yang terjadi akhir-akhir ini. Meski demikian, digitalisasi perbankan di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan.

Dilansir dari IDX Channel, Pengamat Tren Telekomunikasi Moch S Hendrowijono mengatakan, setidaknya ada tiga tantangan dalam digitalisasi perbankan di Indonesia, antara lain:

1. Sumber Daya Manusia

Digitalisasi menyebabkan efisiensi di perbankan, dan bisa mengurangi SDM yang dipekerjakan. Ini karena makin sedikit kantor cabang yang dibangun atau dibutuhkan.

Ditambah, dengan bank data yang kuat dan sistem digitalisasi yang didukung unsur telekomunikasi makin canggih, orang bisa melakukan transaksi dengan jumlah tanpa batas.

2. Infrastruktur Telekomunikasi Tidak Memadai

Selanjutnya, masalah pada infrastruktur telekomunikasi tidak memadai juga menjadi tantangan bagi digitalisasi perbankan.

Keuangan adalah hal yang sangat sensitif, sehingga infrastruktur telekomunikasi harus segera dibenahi.

Bank data membutuhkan jaringan telekomunikasi yang kuat dan berkapasitas besar serta aman. Ini tidak bisa dipenuhi jika kemampuan operator telko masih berkutat di layanan 2G, 3G, atau 4G LTE.

Di sisi lain, layanan berteknologi 5G masih belum aman untuk transaksi sensitif seperti perbankan.

Sebab, generasi-generasi telko tersebut masih bisa dibobol.

Selain masalah kekuatan jaringan, infrastruktur telekomunikasi tersebut harus merata ke seluruh Nusantara.

Saat ini saja dari 83.218 desa di seluruh Tanah Air, ada 22.548 desa yang belum terlayani oleh telko. Jangankan 4G, layanan generasi pertama saja mereka belum punya.

3. Perlindungan Data Pribadi Belum Dijamin UU

Selanjutnya, tantangan ketiga adalah perlindungan data pribadi yang belum dijamin undang-undang. Hal ini bisa memengaruhi kepercayaan konsumen pada bank digital.

Kendala-kendala tadi yang harus mulai dipikirkan dan diselesaikan pemerintah.

Tertarik Belajar IT Management Lebih Lanjut?

Jika Anda tertarik belajar IT Management lebih dalam lagi, Anda bisa mengikuti workshop.

Dalam workshop tersebut, Anda akan didampingi instruktur yang akan membantu pembelajaran dan penerapan topik tersebut.

Caranya dengan klik tombol di bawah ini:

 

 

Anda juga bisa mengikuti webinar gratis untuk membantu pengembangan karir IT.

Akan dihadirkan narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya, sehingga memudahkan Anda mendapat jawaban dari masalah yang dihadapi.

Jadi, langsung saja klik tombol berikut:

 

 

Supaya tidak kelewatan informasi mengenai artikel terbaru dari kami, Anda dapat berlangganan dengan mengisi data pada form berikut ini: