Workshop Kotlin Dalam Pengembangan Aplikasi Android

12 JULI 2018

Workshop Kotlin Dalam Pengembangan Aplikasi Android

FREE

This form does not exist

This form does not exist

About this Event

Topic: Kotlin Dalam Pengembangan Aplikasi Android

Seperti yang kita ketahui, bahasa ibu bagi developer Android di seluruh jagat raya adalah Java. Mobile OS yang paling populer ini memakai Java untuk pengembangan aplikasi yang diterjemahkan ke dalam DEX bytecode dan kemudian dieksekusi oleh ART atau DVM (versi di bawah 5.0). Pada tahun 2016 penantang baru Java yaitu Kotlin resmi dirilis dan pada konferensi Google I/O 2017, Google mengumumkan bahwa Android Studio 3.0 mendukung penuh Kotlin. Bahasa pemrograman open source yang dipelopori oleh JetBrains ini dinilai lebih singkat dan padat bila dibandingkan dengan Java. Walaupun begitu, Kotlin dapat dikombinasikan dengan Java dalam penggunaannya. Para developer bisa menggunakan Java Framework dalam Kotlin atau bahkan memasukkan perintah Java dalam kode Kotlin.

Inilah beberapa alasan yang membuat Kotlin digandrungi oleh banyak developer :

  • Memiliki ‘smart extension’ yang akan membantu kita membuat API yang bersih
  • Kotlin memiliki ‘null’ dalam type system-nya yang akan memecahkan masalah ‘nullability’ yang sering dijumpai developer Android yang menggunakan Java.
  • Developer dapat terbantu dengan hadirnya library seperti Anko dan 2000 Kotlin project di GitHub.

Jika Anda mulai bosan dengan Java atau mencari pilihan lain untuk pengambangan aplikasi Android, Anda dapat mengikuti workshop ‘Kotlin Dalam Pemrograman Android’ yang diadakan Inixindo Jogja

DATE AND TIME

12 Juli 2018
14.00 WIB – End

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

EduparX - Inixindo Jogja

EduparX – Inixindo Jogja

Scrum! Sebuah Framework Project Management Pendobrak Tradisi

Istilah scrum mulai mencuat sejak tren digital meningkat tajam. Banyaknya tech start up yang lahir menuntut pengembangan produk piranti lunak dilakukan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya dan dengan tim yang seramping-rampingnya. Walaupun begitu, masih belum banyak yang belum mengetahui apa arti sebenarnya dari scrum yang sering digembar-gemborkan oleh pelaku tech start up ini.

 

Berawal Dari Agile

Scrum merupakan sebuah framework project management yang bermula dari metode agile. Bagaikan pasangan yang baru 12 jam pacaran, hubungan agile dan scrum tak terpisahkan. Atau jika ingin mencari perumpamaan yang lebih akurat lagi, agile bisa diumpamakan sebagai bahasa pemrograman php dan scrum adalah Laravel. Scrum sendiri merupakan framework yang paling populer dalam agile (baca artikel “Agile: Project Management yang Fokus ke Pengguna“) jauh mengungguli kanban dan iterative development.

Metode agile mengharuskan sebuah pekerjaan dalam suatu project dibagi hingga bagian yang lebih kecil lagi dan sering disebut sprints oleh para pengguna scrum. Metode ini memungkinan sebuah pengembangan produk piranti lunak berjalan tanpa adanya project manager. Karena bagian pekerjaan dipecah menjadi beberapa bagian kecil, setiap bagian dari tim sudah mengetahui apa dan kapan sprints masing-masing harus dikerjakan. Bahkan dengan metode agile, sebuah tim dapat mengetahui workflow dari tim lain sehingga memudahkan setiap bagian dari organisasi untuk berkolaborasi.

 

Sejarah Scrum

Scrum diperkenalkan pertama kali pada tahun 1986 oleh Hirotaka Takeuchi dan Ikujiro Nonaka dalam sebuah artikel di The Harvard Business Review yang berjudul “The New Product Development Game.” Mereka menggunakan metafora untuk menggambarkan dua pendekatan yang berbeda. Sebagian tim seperti pelari estafet yang berlari secara bergantian dengan mengoper tongkat estafet dan berada dalam satu jalur. Tim yang lain bagaikan tim rugby yang bermain secara bersamaan, saling mengoper satu sama lain jika dibutuhkan, dan disatukan oleh kesamaan objective untuk mencetak skor sebanyak mungkin.

Takeuchi dan Nonaka beranggapan bahwa tim ‘pelari estafet’ tersebut ketinggalan jaman dan percaya bahwa cara ‘tim rugby’ akan memberikan perusahaan sebuah kekuatan untuk bersaing di dunia bisnis multinasional.

Lalu beberapa tahun setelahnya, John Sutherland, John Scumniotales, dan Jeff McKenna mengatakan bahwa mereka telah mencoba scrum di Easel Corp pada tahun 1993. Pada tahun 1995, Ken Schwaber dan Sutherland berkolaborasi dengan beberapa orang (ternasuk McKenna dan Scumniotales) mempresentasikan sebuah paper di OOPSLA yang berjudul “SCRUM Development Process.” Hasilnya? Scrum membuat para developer mempertanyakan efektivitas dari metode klasik ‘waterfall.’

 

Prinsip dan Komponen Scrum

Ada beberapa nilai di dalam scrum yang menjadikan framework ini paling populer di antara metode agile. Beberapa nilai tersebut adalah :

  • Commitment
    Sebuah tim dalam scrum mengarahkan dan mengawasi dirinya sendiri. Setiap anggota tim berarti telah mengerti dengan tanggung jawabnya dan mendedikasikan dirinya untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan yang telah disepakati bersama.
  • Courage
    Sebuah tim merupakan satu entitas di mana gagal atau berhasilnya sebuah ide beserta eksekusinya ditanggung bersama.
  • Focus
    Prinsip scrum yang paling terasa adalah fokus. Metode scrum membatasi distraksi sehingga setiap anggota tim akan lebih berkonsentrasi pada pekerjaan yang harus diselesaikan pada hari itu.
  • Openness
    Sebuah tim diberikan kesempatan untuk berkumpul dan berbagi agar setiap anggotanya dapat menyampaikan ide, permasalahan, atau pun pandangannya tentang sebuah pekerjaan.
  • Respect
    Setiap tim terdiri dari anggota yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap kelebihan dan kekurangan tersebut harus dihormati agar tidak saling menyalahkan jika membahas suatu kendala atau kegagalan.

 

Selain prinsip tersebut, Scrum juga memiliki beberapa komponen yang membedakannya dari framework manajemen yang lain. Komponen itu adalah product owner, scrum master, dan scrum development team.

  • Product Owner
    Anggota tim ini berperan sebagai perantara antara customer atau klien dan tim development. Product owner bertanggung jawab untuk memastikan produk akhir sesuai dengan ekspektasi klien atau customer dan memastikan bahwa ekspektasi klien sesuai dengan kemampuan development team.
  • Scrum Master
    Scrum master merupakan seorang fasilitator bagi seluruh anggota tim agar sistem scrum dapat berjalan semestinya. Kebanyakan peran scrum master ini disalahartikan sebagai ‘supervisor’ yang mengawasi setiap anggota tim. Padahal seperti yang telah disebutkan di atas, scrum mewajibkan anggota timnya untuk mengawasi dirinya sendiri. Peran scrum master hanyalah menjadwalkan seluruh ritual dari scrum dan menjadi moderator di dalamnya.
  • Scrum Development Team
    Tim inilah yang bertanggung jawab membuat, menguji, dan mengembangkan suatu produk.

 

Sebuah Framework Dengan Ritual

Dalam prosesnya, scrum mengajak para praktisinya untuk secara terus-menerus mengevaluasi bagian mana dari pekerjaan kita yang berhasil dan mana yang tidak. Dalam scrum, komunikasi adalah bagian penting dari sebuah proses. Oleh karena itu, scrum memiliki beberapa ritual meeting yang disebut dengan event. Beberapa event itu adalah :

 

Daily Scrum

Daily scrum merupakan rapat berdiri yang sangat singkat yang dilakukan setiap hari. Pada setiap kali pertemuan, anggota tim membahas tentang pekerjaan yang telah selesai di hari sebelumnya dan merencanakan pekerjaan apa yang harus selesai dalam waktu 24 jam ke depan. Dalam kesempatan inilah, setiap anggota tim bisa mengungkapkan masalah yang mungkin akan timbul dalam pengerjaan suatu project.

 

Sprint Planning Meeting

Sprint sebenarnya merujuk pada pekerjaan mana yang harus diselesaikan dalam satuan waktu. Waktu untuk setiap sprint berbeda-beda. Di meeting inilah tim merencanakan dan  mensinkronisasi semua sprint dalam jangka waktu seminggu ataupun sebulan tergantung dari jenis project.

 

Sprint Review

Di dalam meeting inilah semua pihak yang terlibat dalam sebuah project bertemu untuk meninjau sebuah sprint yang telah dikerjakan. ‘Product owner’ bisa bertindak sebagai stakeholder yang memberikan pandangan tentang hasil produk final dari sebuah sprint, tapi alangkah baiknya jika stakeholder sendiri ikut dalam sprint review ini.

 

Sprint Retrospective

Sprint retrospective diadakan saat seluruh sprint sudah selesai dikerjakan. Di dalam ritual ini, anggota tim development mengevaluasi seluruh proses sprint. Fokus dari ritual ini adalah ‘bagaimana pekerjaan yang lalu dikerjakan’ bukan ‘apa yang telah dikerjakan.’ Jadi goal dari ritual ini adalah lebih ke pengembangan diri dari setiap anggota tim bukan produk karena  untuk evaluasi produk sudah dilakukan pada saat sprint review.

 

Scrum! Sebuah Framework Project Management Pendobrak Tradisi 1

 

Artefak Agar Tidak Lupa Dengan Sejarah

Salah satu kelebihan scrum adalah dokumentasi dari sebuah proses yang disebut dengan ‘artefak.’ Artefak ini membuat scrum menjadi sebuah framework yang membuat proses perencanaan, komunikasi, dan evaluasi menjadi mudah. Inilah jenis-jenis artefak dalam scrum :

  • Product Backlog
    Yang dimaksud dengan product backlog adalah bagian dari produk baik itu fungsi atau fitur dari suatu produk yang harus diselesaikan. Product backlog ini biasanya disusun oleh product owner bersama klien.
  • Sprint Backlog
    Sprint backlog adalah turunan dari product backlog yang disusun dalam sprint planning meeting. Sprint backlog ditujukan agar setiap tim dapat mengetahui bagian mana saja yang harus dia kerjakan dalam suatu product backlog.
  • Product Increment
    Product increment terdiri dari product backlog yang sudah selesai dikerjakan. Product increment ini mencerminkan sampai sejauh mana progres dari pengerjaan suatu product.
  • Burn Down
    Burn down adalah visualisasi data yang berisikan informasi pekerjaan yang belum terselesaikan dan waktu yang tersisa. Burn down menampilkan chart yang membandingkan linimasa pengerjaan ideal dengan linimasa pengerjaan aktual dari sebuah sprint.

 

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai scrum. Jika kita dapat melihat gambaran besarnya, kita akan mengetahui alasan mengapa tech startup kekinian memfavoritkan scrum sebagai framework kerja dalam pengembangan sebuah produk. Tentu saja framework ini bukan tanpa kelemahan. Banyak kendala untuk mentransformasikan sistem manajemen klasik ‘waterfall’ seperti SDM yang masih awam sampai kendala tim yang terlalu besar sehingga scrum tidak berjalan efektif. Solusi yang paling masuk akal untuk menerapkan pada bisnis yang sudah lama berdiri adalah dengan mengadaptasikan scrum secara pelan-pelan ke dalam konsep waterfall yang sudah mengakar dari lama.

Kota dan Kabupaten Di Jawa Tengah Saling Bekerja Sama Dalam Membangun Smart City

Kota dan Kabupaten Di Jawa Tengah Saling Bekerja Sama Dalam Membangun Smart City

 

Hari Selasa tanggal 5 Juni 2018 lalu, Pemkab Kendal yang diikuti oleh beberapa Pemkab lain di Provinsi Jawa Tengah menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang pengembangan dan implementasi aplikasi smart city dengan Pemerintah Kota Semarang. Perjanjian yang dilaksanakan di Situation Room Balai Kota Pemerintah Kota Semarang ini disaksikan oleh Wakil Walikota Semarang Ir. Hevearita Gunaryanti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri, ATD, MT, dan kepala Diskominfo Kota Semarang Dr. Ir. Nana Storada, SE. Selain itu, kota di Jawa Tengah yang ikut menandatangani Perjanjian Kerja Sama ini antara lain Demak, Blora, Kebumen dan Salatiga.

 

Kota dan Kabupaten Di Jawa Tengah Saling Bekerja Sama Dalam Membangun Smart City 2

Direktur PT Inixindo Widya Iswara, Bapak Andi Yuniantoro juga turut menghadiri acara Perjanjian Kerja Sama Pengembangan dan Implementasi Aplikasi Smart City.

 

Wawali Hevearita dalam sambutannnya berharap supaya Perjanjian Kerjasama tersebut bisa bermanfaat dalam upaya penguatan komitmen untuk membangun smart city dan penguatan komitmen Kota Semarang sebagai salah satu smart city di Indonesia.

“Kota Semarang walaupun telah menjadi kota cerdas namun tetap membutuhkan kerjasama dan koordinasi dengan Kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah. Hal ini penting. mengingat keberhasilan inovasi, program dan kegiatan tidak mungkin dicapai sendiri sebuah daerah. Sehingga perjanjian kerjasama yang kita tandarangai ini menjadi sebuah harapan besar bahwa kita bersama – sama dapat saling melengkapi,” beber Wakil Wali Kota.

“Berbagai program inovasi yang telah dilakukan Kota Semarang,” lanjut Hevearita. “Nantinya bakal ditularkan Diskominfo Kota Semarang pada kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.”

Orang nomor dua di Kota Semarang tersebut mengatakan bahwa berbagai aplikasi smart city yang diberikan tidak dipungut beaya alias gratis kepada kota dan kabupaten lain di Jawa Tengah. “Ini kita lakukan karena kita semua kabupaten dan kota bersaudara,” tandasnya.

Begitu pula, sambungnya, Kota Semarang bisa memperoleh aplikasi ciptaan kabupaten dan kota lain untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan Pemkot dan masyarakat.

Selain itu Wakil Wali Kota Semarang tersebut juga menawarkan para bupati dan walikota beserta jajarannya untuk belajar secara menyeluruh soal smart city tidak hanya di lingkup balai kota namun juga sampai ke OPD di Kota Semarang.

Lebih lanjut program smart city di Kota Semarang dibagi ke enam dimensi yang disebut six smart yakni smart government, smart economy, smart society, smart living, smart environment dan smart branding.

Sementara, Kadinas Kominfo Pemprov Dadang Somantri menyambut baik perjanjian kerjasama tersebut dan berjanji Pemprov Jateng menudkung penuh kerjasama samrt city tersebut.

 

sumber : jatengprov.go.id
foto       : Ruslie Inixindo Jogja

Membuat Single Page Aplication Menggunakan React

Membuat Single Page Aplication Menggunakan React

Belakangan ini cara pemrograman web berubah cukup signifikan. development menjadi lebih komplex dengan di baginya pengebangan menjadi dua sisi yang berbeda yaitu Front end, dan Back end. tuntutan pengembangan di sisi front end membuat keluar nya teknologi baru dalam pengembangan sebuah aplikasi web yang biasa disebut dengan Single Page Application.
Single Page Aplication merupakan sebuah terobosan baru dalam front end development. single page application mengutamakan pengambilan tampilan dari server secara dinamik, dibandingkan harus mengambil seluruh tampilan dari server.

Ada beberapa framework Front end yang berkembang saat ini diantaranya adalah React, VueJs, Angular. Tutorial kali ini kita akan menggunakan React sebagai framework front end. Alasan utama kenapa memilih react adalah pengguna react lebih besar dibandingkan framework lainya.

Membuat Single Page Aplication Menggunakan React 3

gambar diatas merupakan data statistic download dari website npm, menunjukkan bahwa jumlah download react jauh meninggalkan dua rival nya. Klik DIsini

pada tutorial kali ini kita akan mencoba membuat aplikasi spa (Single Page Application) sederhana menggunakan react yang kurang lebih hasil akhir nya nanti adalah seperti gambar di bawah ini :

Membuat Single Page Aplication Menggunakan React 4

A. Persiapan

Ada beberapa alat yang harus disiapkan sebelum kita bisa melakukan life codding.

  • install NPM (Node JS)

untuk menginstal Node JS bisa dilihat langsung ke websitenya nodejs

  • Install React App

buka command Prompt dan ketikkan perintah di bawah ini

npm install -g create-react-app

Proses instalasi react

  • Buat Project Baru

untuk membuat project baru, sangat disarankan utuk memilih direktori yang tidak terlalu dalam. dalam kasus ini kita akan membuat project baru di direktory D:. kita akan membuat project spa-inix. ketikkan perintah dibawah ini  untuk membuat project baru.

D:

create-react-app spa-inix

cd spa-inix

Membuat Single Page Aplication Menggunakan React 5

proses instalasi otomatis akan membuat folder dengan nama project di directory kita mengetikkan perintah. dalam kasus gambar diatas kita membuat project di D: maka otomatis akan dibuatkan folder spa-inix. cek folder D:\spa-inix\ lewat windows explorer. kurang lebih seperti gambar di bawah ini:

Membuat Single Page Aplication Menggunakan React 6

  • Install React Router

pastikan command prompt directory telah di ubah ke directory project D:\spa-inix> dengan mengetikkan perintah cd spa-inix, sebelum menginstall react router. react router merupakan salah satu komponen yang sangat penting, karena react router yang membaca url dan mengarahkan tampilan mana yang akan di load. untuk menginstall react router ketikkan perintah:

npm i react-router-dom --save

Membuat Single Page Aplication Menggunakan React 7

sampai disini proses persiapan selesai. kita bisa melihat hasil dari instalasi dengan menjalankan perintah npm start dan kemudian buka browser dengan mengakses http://localhost:3000/maka akan tampil halaman default react.

B. Coding

karena kita akan memulai tutorial ini dari scratch alias kosongan, supaya kita bisa lebih memahami bagai mana cara kerja react js maka sebelum kita memulai terlebih dahulu hapus semua isi file dalam folder public dan src. folder public cuma berisi file index.html dan folder development kita focus ke folder src.

1. Membuat File Index.html di folder public

setelah semua file didalam folder di hapus buat file index.html di folder public yang berisi coding seperti di bawah ini

  
    
    

 

2. Membuat File Index.js di folder src

buat file baru dengan nama index.jsdi folder src. nama file harus sama persis karena file tersebut adalah file yang pertama akan di jalankan. isikan coding di bawah ini.

import React from "react";
import ReactDOM from "react-dom";
import Main from "./Main";
 
ReactDOM.render(
  , 
  document.getElementById("root")
);

Inti dari codding disini file index.js memanggil Class Main.js yang merupakan inisialisasi awal aplikasi kita atau yang akan menjadi halaman router dari aplikasi kita. semua hasil routing yang ada akan di tampilkan atau diInjectkan ke element dengan id=’root’.

3. Membuat File Main.js

setelah file index dibuat selanjutnya kita membuat file Main.js sesuai yang telah kita deklarasikan di langkah 2. awal mula buat file Main.js dengan code seperti dibawah ini. kita akan banyak bekerja dengan file ini setelahnya.
/src/Main.js

import React, { Component } from "react";
 
class Main extends Component {
  render() {
    return (

 

INIX Simple SPA (Single Page Application)

 

 

 

 

 

 

); } } export default Main;

tidak ada yang istimewa dari coding diatas. jika dilihat di browser pun tampilan masih sangat sederhana tanpa styling. tapi dari kode diatas kita dapat belajar beberapa hal diantaranya adalah render() yang digunakan untuk menampikan output dari sebuah class.

Membuat Single Page Aplication Menggunakan React 8

4. Menambahkan Content

langkah selanjutnya setelah Main Class ter buat langkah selanjutnya adalah menentukan isi dari content ketika link di klik.
langkah selanjutnya buat file Home.js. untuk sementara kiti isi cotent text sederhana saja
/src/Home.js

import React, { Component } from "react";
class Home extends Component {
  render() {
    return (

 

Selamat Datang

 

Aplikasi Ini merupakan Contoh sederhana implementasi SPA (Singgle Page Aplication) menggunakan react JS. Langkah Step By Step dapat anda Lihat di website inixindojogja.co.id. inixindojogja adalah lembaga training IT profesional.

 

inixindojogja.co.id Didirikan sejak 1 Juli 2001 di Yogyakarta, Inixindo Jogja menjawab kebutuhan para pebisnis dan profesional IT akan lembaga pelatihan/training dan konsultan IT yang berkualitas dan kompeten. Kualitas para tutor (instructor) dengan keterampilan mengajar yang tinggi, bersertifikasi internasional, dan berpengalaman mengelola proyek IT yang luas, membuat Inixindo Jogja dipercaya oleh banyak perusahaan terkemuka dan instansi pemerintah, tidak hanya dalam hal peningkatan kemampuan individu maupun SDM TI, namun juga sebagai konsultan yang memberikan solusi lengkap dalam bidang Teknologi Informasi, mulai dari perencanaan, pembangunan, implementasi, dan evaluasi. Inixindo Jogja kini telah dipercaya sebagai konsultan Smart City di beberapa kota di Indonesia.

 

); } } export default Home;

langkah selanjutnya membuat About.js

import React, { Component } from "react";
 
class About extends Component {
  render() {
    return (

 

About Us

 

Inixindo Jogja mempunyai beberapa layanan utama diantaranya:

 

    1. Training IT Profesional

 

    1. Assesment Center

 

    1. Consultan Smart City

 

 

); } } export default About;

selanjutnya buat tampilan untuk Contact dengan membuat file Contact.js

import React, { Component } from "react";
class Contact extends Component {
  render() {
    return (

 

Ada Pertanyaan?

 

Jika ada pertanyaan silahkan kirim email ke wawan@inixindojogja.com dengan subject tanya SPA. atau hubungi marketing inixindojogja di https://inixindojogja.co.id/

 

); } } export default Contact;

setelah ketiga content telah kita buat langkah selanjutnya yaitu mengkonfigurasi react routing supaya dikenali ketika di klik link Home maka akan menampilkan Home.js, ketika di klik About maka akan di jalankan About.js, dan ketika di klik contact akan di jalankan Contact.js.

5. Menggunakan React Router untuk menghandle Link

sampai dengan langkah 4 ketika di klik link dia belum mengarah sesuai dengan keinginan. untuk mencapai tujuan tersebut kita perlu menggunakan react router.
langsung saja pada Main.js tambahkan script import menjadi seperti di bawah ini

import {
  Route,
  NavLink,
  HashRouter
} from "react-router-dom";
import Home from "./Home";
import about from "./About";
import Contact from "./Contact";

dalam script diatas kita mendeklarasikan bahwa kita akan menggunakan, fitur Route,
NavLink,
HashRouter
yang mana Route digunakan untuk membaca url dan uri NavLink digunakan untuk membuat Anchor atau Link.
HashRouter digunakan untuk menentukan content yang akan di routingkan.
cara kerja dari HashRouter adalah dengan menentukan area yang akan di jadikan HashRouter. maka sekali lagi tambahkan HashRouter di Main.js
hingga Main.js Secara Keseluruhan akan menjadi:

import React, { Component } from "react";
import {
  Route,
  NavLink,
  HashRouter
} from "react-router-dom";
import Home from "./Home";
import About from "./About";
import Contact from "./Contact";
class Main extends Component {
  render() {
    return (

 

INIX Simple SPA (Single Page Application)

 

    • Home

 

    • About

 

    • Contact

 

 

 

 

    );
  }
}
export default Main;

sampai disini maka seharusnya spa kita telah berjalan sesuai cuma tinggal satu langkah lagi yaitu menambahkan CSS sebagai styling supaya tampilan terlihat lebih cantik.

6. Menambahkan CSS

langkah terakhir dalam coding kita adalah menambahkan file index.css di folder src. tulis kan coding di bawah ini pada file index.css kita

body {
  background-color: #82BDFB;
  padding: 20px;
  margin: 0;
}
h1, h2, p, ul, li {
  font-family: sans-serif;
}
ul.header li {
  display: inline;
  list-style-type: none;
  margin: 0;
}
ul.header {
  background-color: #111;
  padding: 0;
}
ul.header li a {
  color: #FFF;
  font-weight: bold;
  text-decoration: none;
  padding: 20px;
  display: inline-block;
}
.content {
  background-color: #FFF;
  padding: 20px;
}
.content h2 {
  padding: 0;
  margin: 0;
}
.content li {
  margin-bottom: 10px;
}
.active {
  background-color: #0099FF;
}
/*347114000400801510*/

selanjutnya setelah file di buat langkah terakhir adalah include file index.css tersebut ke Main.js
dengan cara menambahkan kode seperti di bawah ini pada bagian import.

import "./index.css";

[Workshop]: “DIY IoT Using Arduino”

[Workshop]: “DIY IoT Using Arduino”

Dengan menyambungkan dunia nyata dan dunia virtual menggunakan peralatan elektronik yang tersebar di dalam rumah, kendaraan, jalanan, dan bangunan, IoT (Internet of Things) dapat memberikan banyak kegunaan terutama untuk sebuah smart city. Banyak contoh yang bisa kita ambil dalam pengaplikasian IoT ini seperti smart city dan smart home yang memiliki surveillance system dan dipantau di manapun kita berada atau sistem pendeteksi cuaca real-time yang dapat memberitahu kita bagian kota mana saja yang sedang hujan.

Masalahnya, banyak orang yang menganggap teknologi ini terlalu canggih untuk dipelajari. Padahal dengan Arduino sebagai controller board, orang dapat dengan mudah belajar tentang IoT dan bahkan merakit IoT dari nol.

Dalam workshop ini peserta akan mempelajari tentang :

  • Konsep IoT
  • Menyiapkan environment untuk bekerja dengan Arduino IoT
  • Memrogram running LED
  • Mengukur jarak
  • Mengukur suhu dan kelembaban ruangan

 

Pelaksanaan Event 

Workshop akan dilaksanakan pada:

Hari       : Kamis
Tanggal : 5 Juli 2018
Pukul     : 09.00 -15.00 WIB
Tempat  : Inixindo Jogja
Jalan Kenari No.69,Yogyakarta
Biaya     : Rp 500.000

 

Peserta akan mendapatkan :
  • perangkat Arduino board
  • sensor
  • sertifikat
  • lunch box
  • cash back Rp 100.000 (untuk pendaftaran sebelum tanggal 21 Juni 2018)

 

NB : Karena pihak penyelenggara harus menyiapkan perangkat dan peralatan yang akan digunakan dalam workshop ini, maka pendaftaran akan ditutup pada tanggal 29 Juni 2018. 

This form does not exist

 

Poster

[Workshop]: "DIY IoT Using Arduino" 9