Webinar Mobile Programming with Flutter

Inixindo Live Webinar

Mobile Programming with Flutter

Flutter menjadi framework pengembangan aplikasi mobile yang mengalami perkembangan sangat pesat akhir-akhir ini karena dapat di-compile secara native, punya UI yang sangat bagus, dan dukungan komunitas serta Google yang sangat aktif. Selain itu Flutter memberikan kemudahan karena sifatnya yang cross platform baik di Android maupun iOS.

Webinar ini akan memberikan anda bagaimana membangun aplikasi mobile yang bersifat cross platform dengan framework Flutter. Daftar sekarang dan dapatkan aksesnya!

Waktu

22 September 2021

Mulai

14.00

Waktu Indonesia Barat

Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!

Dapatkan Info Promo dan Event Langsung ke Email Anda.

Webinar NodeJS Backend Development

Inixindo Live Webinar

NodeJS Backend Development

NodeJs menjadi gamechanger dalam pemrograman javascript yang dulunya hanya digunakan untuk front-end dan hanya berjalan pada browser. Kini dengan hadirnya NodeJS, javascript dapat berjalan dalam berbagai platform dan dapat digunakan dalam pengembangan backend dengan performa tinggi, cepat, asynchronuous dan highly scalable.

Webinar ini akan memberikan anda bagaimana membangun backend yang mempunyai performa tinggi dengan menggunakan NodeJS. Daftar sekarang dan dapatkan aksesnya!

 

Waktu

1 Oktober 2021

Mulai

14.00

Waktu Indonesia Barat

Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!

Dapatkan Info Promo dan Event Langsung ke Email Anda.

VPN Yang Sering Disalah-artikan

VPN Yang Sering Disalah-artikan

VPN selalu diasosiasikan dengan hal-hal yang negatif padahal tujuan adanya VPN jauh dari itu.

Saat anda mendengar kata VPN apa yang anda pikirkan? Ya. Persis. Hasil pencarian saya di mesin pencari Google pun sama. Semua membahas kegunaannya yang bisa membuka situs-situs yang diblokir. Padahal jika kita mengeja kembali akronim VPN yaitu Virtual Private Network, kita mungkin merasa janggal, bukankah seharusnya private?
Mari kita bahas poin-poin dimana VPN sering disalah-artikan.

VPN digunakan untuk tujuan illegal

Jika kamu percaya akan hal ini, kamu mungkin sudah salah paham. Kita memang dapat menggunakan VPN untuk mengakses situs torrent atau situs yang diblokir secara publik. Tapi tujuan utama adanya VPN adalah mengenkripsi data dan memberikan perlindungan selama terhubung ke Internet. Misalnya, saat menggunakan fasilitas internet dari WIFI yang ada di tempat umum, kita bisa menggunakan VPN untuk mengamankan data kita. Beberapa perusahaan yang saat ini menerapkan WFH pun menerapkan penggunaan VPN kepada karyawan mereka untuk mengamankan data perusahaan.

VPN membuat internet lambat

VPN tidak membuat lambat, tetapi pilihan server anda mungkin kurang tepat. Banyak hal yang mempengaruhi kecepatan internet menggunakan VPN, ada lokasi server, ukurannya, dan kecepatan jaringan servernya. Itulah mengapa kita sering merasa internet kita lebih cepat ketika menggunakan server singapura.

Semua VPN sama aja

Tidak. Ungkapan ada harga ada rupa tidak pernah salah. VPN yang gratis tentu tidak dapat menjamin keamanan data kita, dan tentu saja kecepatannya sangat lambat.

Dengan VPN kita bisa semaunya

Tidak juga. Ada ancaman lain seperti phising, malware dan keylogger yang disebabkan oleh kelalaian pengguna itu sendiri. Selain teknologi canggih tentu pengguna harus dibekali pengetahuan dan awareness yang cukup tentang keamanan data.

Dapatkan Artikel Ekslusif tiap Jum’at Pukul 07:09 langsung ke email kamu.

Teknologi Blockchain dan Implementasinya di Dunia Karier

Teknologi Blockchain dan Implementasinya di Dunia Karier

Di era yang serba digital ini, teknologi Blockchain semakin populer baik di kalangan IT maupun orang awam.

Kepopuleran Blockchain tidak lepas dari berbagai manfaat yang dimilikinya.

Lalu, apa itu Blockchain dan bagaimana implementasinya di dunia karier?

Apa itu Blockchain? 

Blockchain secara umum didefinisikan sebagai buku besar digital, dan dalam setiap transaksi yang terjadi akan dicatat dan di amankan di banyak database yang tersedia dan tersebar luas di komputer.

Teknologi Blockchain tidak menggunakan pihak ketiga dalam proses pertukaran data ataupun transakasi, namun menggunakan banyak pihak (organisasi) atau jaringan.

Hal inilah yang Blockchain lebih aman karena bisa mencegah adanya pembobolan pada sistem.

Dalam teknologi ini, terdapat rantai blok urut yang dirangkai dan didistribusikan bersama, setiap blok terdiri dari ledger atau buku besar dan tiga elemen lainnya.

Ketiga elemen tersebut adalah data, hash, dan hash dari blok sebelumnya.

Data yang digunakan pada teknologi Blockchain sendiri bergantung pada tujuan penggunaanya.

Salah satu contoh yang paling banyak digunakan adalah dalam bitcoin.

Dalam bitcoin, data blok berisikan seluruh detail transaksi, dari jumlah koin, pengirim, hingga penerima. 

Dalam Hash terdapat data berupa sidik jari atau tanda tangan, dan digunakan untuk mengidentifikasi blok dan seluruh isinya dalam kode yang unik.

Sementara hash dari blok sebelumnya merupakan bagian yang membawa jejak informasi sebelumnya, sekaligus mengamankan rantau Blockchain.

Pemanfaatan Blockchain

Teknologi Blockchain bisa dimanfaatkan di berbagai aspek, namun yang paling banyak adalah di bidang keuangan.

Blockchain bisa berperan sebagai buku kas digital yang bisa diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun dengan mudah. 

Secara tidak langsung, teknologi Blockchain telah memudahkan seluruh proses transaksi.

Selain itu, proses transaksi juga lebih aman dan transparan, sehingga bisa meminimaliasi penyelewengan data seperti suap atau korupsi. 

Selain bidang finansial, Blockchain bisa dimanfaatkan di bidang telekomunikasi, properti, media, medis, dan pertanian.

Pada tahun 2018, McKinsey pernah merilis tabel peluang Blockchain yang bisa digunakan untuk berbagai bidang. 

Berdasarkan data Alibaba Damo Academy, setidaknya ada 10 teknologi digital yang banyak digunakan pada tahun 2020.

Salah satunya adalah Blockchain, dimana teknologi ini diprediksi akan diproduksi secra massal dalam Kegiatan bisnis Dunia. 

Beberapa industri mulai memanfaatkan Blockchain, dan 46% pengembangan Blockchain dikuasai oleh layanan finansial.

Produk industri dan manufaktur serta energi dan utilitas masing-masing juga menguasai 12% pengembangan tersebut. 

Teknologi Blockchain memiliki potensi untuk meraup pendapatan dari pasar global, yang proyeksinya terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Diprediksi pada tahun 2023, nilainya bisa mencapai USD 23,2 miliar atau setara dengan Rp 317,8 triliun.

Blockchain Developer

Seiring perkembangan teknologi Blockchain untuk berbagai aspek bisnis, permintaan pekerja Blockchain developer juga meningkat. 

Seorang Blockchain developer wajib memiliki keahlian dalam bahasa pemograman JavaScript, dimana bahasa pemrograman ini juga digunakan oleh para web developer dan software developer. 

Dalam dunia karier, Blockchain Developer memiliki peluang yang sangat besar untuk mendapatkan pekerjaan, sebab permintaan pekerja Blockchain Developer sangat tinggi sedangkan ketersediaannya sangat rendah.

Tak heran jika pendapatan seorang Blockchain Developer juga sangat tinggi. 

Berdasarkan situs pencarian kerja Glassdoor, pendapatan seorang Blockchain Developer di Amerika Serikat mulai dari USD 107.000 per tahun atau setara dengan Rp 1,5 Milyar.

Sedangkan untuk wilayah Asia, rata-rata gaji seorang Blockchain Developer berkisar antara Rp 10-25 juta per bulan. 

Untuk menjadi seorang Blockchain Developer, memang membutuhkan keahlian khusus, namun semua keahlian itu bisa dipelajari dengan mengikuti pelatihan atau training. 

Inixindo menyediakan Blockchain Developer Training & Certification untuk semua kalangan yang ingin menjadi seorang Blockchain Developer.

Bekerjasama dengan perusahaan Software Developer Coding Collective, pelatihan ini dilakukan secara intensif selama dua minggu, dengan silabus dan materi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Blockchain Developer.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Belajar User Experience Design dari Spotify

Belajar User Experience Design dari Spotify

Spotify mengubah konsumsi musik dari kumpulan lagu fisik menuju ke kumpulan lagu dalam playlist yang beragam.

Bagi saya, aplikasi yang harus ada dalam kondisi apapun adalah Spotify. Aplikasi ini menemani mulai dari mengawali pagi, memulai pekerjaan, menikmati sore, belajar sesuatu hal yang baru, berbagi daftar putar, hingga belajar hal baru dari sosok terkenal pun semua bisa dilakukan bersama Spotify. Dalam hal penggunaan pun saya sangat puas dengan pengalaman penggunaannya.
Ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari bagaimana Spotify mengembangkan User Experience Design layanan mereka dan bisa kita implementasikan ke project atau produk kita.

Dark Mode secara Default

Penggunaan Dark Mode dari awal merupakan pilihan yang bagus. Tulisan putih dengan background gelap lebih ramah dengan mata dibandingkan tulisan hitam dengan background terang.

Minimalist dan Lega

Dibandingkan dengan Apple Music, aplikasi mobile Spotify lebih lega. Ini bisa dilihat dari volume control yang terdapat pada Apple Music yang membuat sesak tampilan aplikasi padahal kebanyakan pengguna mengatur volume melalui tombol yang ada di samping smartphone.

Mobile First

Spotify mengedepankan penggunaan pada aplikasi mobile mereka. Bisa dilihat dari tombol Browse yang digabungkan dengan fitur Search untuk menyediakan alat navigasi utama pada halaman itu

Desain yang Konsisten

Konsistensi desain mereka membuat pengguna lebih mudah beradaptasi ketika ada perubahan dan penambahan fitur. Lihat saja betapa mereka konsisten dengan menampilkan gambar artis dengan bingkai bulat, sedang lagu dan album ditampilkan dalam bingkai kotak.

Algoritma

Algoritma menjadi salah satu kunci eksplorasi pengguna karena mereka akan terus mendapatkan rekomendasi berbasi dari fiter kolaboratif, analisis audio dan riwayat pengguna.

Dapatkan Artikel Ekslusif tiap Jum’at Pukul 07:09 langsung ke email kamu.