Banyak Dibutuhkan Perusahaan, Berapa Kisaran Gaji Data Scientist?

Banyak Dibutuhkan Perusahaan, Berapa Kisaran Gaji Data Scientist?

Di era yang serba digital seperti sekarang, karier Data Scientist diprediksi akan memiliki masa depan yang cerah.

Sebab, banyak perusahaan yang membutuhkan seorang Data Scientist, baik perusahaan multinasional maupun start up.

Tentunya semakin banyak perusahaan konvensional bertransformasi ke perusahaan yang berbasis IT, profesi Data Scientist juga semakin dibutuhkan.

Lalu, berapa gaji seorang Data Scientist?

Kisaran Gaji Seorang Data Scientist

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Indeed, Data Scientist memiliki peluang yang sangat besar untuk mendapatkan pekerjaan dan karier yang cemerlang.

Seorang Data Scientist juga bisa mendapatkan pendapatan yang sangat besar, yaitu sekitar 10 ribu dollar AS perbulan.

Bahkan, Data Scientist masuk kedalam daftar 100 pekerjaan berpengasilan tertinggi di Amerika Serikat

Riset PHI-Integration menunjukkan, gaji profesi Data Scientist untuk freshgraduate sudah mencapai sekitar Rp 12-15 juta, kemudian untuk profesional sendiri mendapat lebih dari Rp 20 juta.

Tentunya, sebanding dengan gajinya yang tinggi, Data Scientist juga punya tanggung jawab yang tinggi pula.

Tugas Data Scientist

Seorang Data Scientist tentunya harus siap dengan tugas-tugas yang berkaitan dengan kemajuan perusahaan.

Perusahaan sangat membutuhkan Data Scientist untuk menghasilkan analisa dan keputusan yang berpengaruh pada perusahaan.

Data Scientist bertugas mengolah data dalam jumlah besar atau dikenal dengan Big Data, sehingga menghasilkan informasi yang bergunabagi pengambilan keputusan.

Dalam proses pengolahan data, membutuhkan berbagai macam algoritma, tools, serta pemahaman akan proses kerja dari mesin.

Untuk meningkatkan skill, Data Scientist perlu menerapkan konsep akan ilmu data dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah dengan melihat tren yang sedang berkembang di masyarakat, sehingga mampu menghasilkan pengambilan keputusan yang tepat.

Berdasarkan data yang dimuat oleh Towards Data Science, seorang Data Scientist bertugas dalam menuliskan data yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya:

  1.  Memberikan penilaian pada kinerja perusahaan
  2. Memecahkan berbagai permasalahan yang sedang terjadi
  3. Meningkatkan customer experience
  4. Memahami tren, kondisi pasar, dan kompetisi yang ada
  5.  Dan lain-lain

Oleh karena itu, seorang Data Scientist sangat dibutuhkan oleh perusahaan manapun, dan hal ini membuat lapangan kerja yang begitu besar untuk profesi Data Scientist.

Semua orang dari latar belakang pendidikan apapun bisa menjadi seorang Data Scientist, namun perlu memiliki kemampuan dasarnya terlebih dahulu.

Kemampuan dasar untuk menjadi seorang Data Scientist bisa didapatkan dengan mengikuti pelatihan atau training.

Inixindo Jogja menyediakan pelatihan untuk menjadi seorang Data Scientist, mulai dari Python Programming for Data Science, Data Analytic with Machine Learning, hingga Data Visualization with Power BI.

Segera daftarkan diri melalui platform Eduparx untuk mendapatkan pelatihan Data Scientist.

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Webinar Mobile Frontend using Progressive Web Application

Inixindo Live Webinar

Mobile Frontend using Progressive Web Application

Progressive Web App (PWA), sebuah aplikasi hybrid yang dibangun dengan melakukan optimasi pada sebuah web dengan kenyamanan yang sama dengan penggunaan aplikasi yang ada pada ponsel atau tablet di berbagai platform.

Google menyebut kelebihan PWA dengan istilah FIRE (Fast, Integrated, Reliable, and Engaging) alias Cepat, Terintegrasi, Bisa Diandalkan dan Menarik. Membangun PWA memungkinkan kita untuk merancang tampilan aplikasi yang seragam di berbagai perangkat dengan berbagai ukuran layar baik ponsel maupun tablet.

Selain itu, kita bisa mengatur fungsi yang konsisten meskipun digunakan pada sistem operasi yang berbeda, seperti iOS, Android, ataupun Windows. Sudah banyak brand yang menggunakan PWA ini, ada OLX, Twitter, Trivago, Forbes, Starbucks, dan masih banyak lagi. Salah satu perusahaan diatas memberikan sebuah testimoni bahwa sejak membangun PWA, mereka mampu meraih beberapa pencapaian. Seperti tingkat engagement yang meningkat hingga 100% dan jumlah artikel yang dibaca per pengguna meningkat enam kali lipat.

Dalam webinar ini akan memberikan insight bagaimana PWA menjadi salah satu hal wajib ketika kita mengembangkan aplikasi terutama bagian frontend. Gabung sekarang dan dapatkan aksesnya!

Waktu

4 November 2021

Mulai

14.00

Waktu Indonesia Barat

Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!

Dapatkan Info Promo dan Event Langsung ke Email Anda.

Diskominfo Kabupaten Blitar Gelar Pertemuan Benchmarking Terkait Implementasi SPBE

Diskominfo Kabupaten Blitar Gelar Pertemuan Benchmarking Terkait Implementasi SPBE

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Blitar menggelar pertemuan benchmarking di Hotel Gallery Prawirotaman, Yogyakarta pada Kamis (28/10/2021) malam.

Dalam pertemuan benchmarking tersebut,  Diskominfo Kabupaten Blitar menghadirkan perwakilan dari Diskominfo Kabupaten Magelang dan Diskominfo Kabupaten Sleman sebagai narasumber. 

Pertemuan benchmarking tersebut membahas terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Smart City, dan Satu Data.

Benchmarking sendiri merupakan kegiatan untuk menetapkan standar, baik proses maupun hasil yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu.

Dengan kata lain, Diskominfo Kabupaten Blitar mengadakan benchmarking untuk membandingkan dan mengukur kegiatan yang ada dalam instansinya, terutama dalam hal implementasi SPBE.

Diskominfo Kabupaten Blitar Gelar Pertemuan Benchmarking Terkait Implementasi SPBE 1

Hadirkan Perwakilan dari Inixindo Sebagai Narasumber

Selain dihadiri oleh perwakilan dari Diskominfo Kabupaten Magelang dan Sleman, turut hadir perwakilan dari Inixindo, Andi Yuniantoro sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Andi menjelaskan terkait implementasi SPBE dan berbagai hal yang terkait didalamnya.

Salah satunya adalah SPBE dan SDM, dimana kedua hal ini tidak bisa terpisahkan, dimana dalam implementasi SPBE dibutuhkan kesiapan SDM.

Dalam pemaparannya, Andi menjelaskan terkait faktor kesiapan SPBE di daerah yang terdiri dari 4 hal, yakni komitmen pimpinan daerah, komitmen OPD, SDM yang terlatih, dan pendanaan yang baik dari pusat dan daerah.

Oleh karenanya, SDM perlu disiapkan dengan mengikuti pelatihan maupun sertifikasi.

Sejauh ini, Inixindo sebagai penyedia pelatihan dan sertifikasi untuk pengembangan SDM, periode 2019-2021 sudah melatih SPBE untuk ASN sebanyak 2879 orang di 29 provinsi.

Tentunya pelatihan dan sertifikasi ini mendukung keberlangsungan implementasi SPBE di masing-masing daerah, dengan memastikan ASN bisa melakukan berbagai hal, sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pelatihan dan sertifikasi, silahkan klik laman berikut ini.

 

 

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta

Webinar Continuous Everything in DevOps

Inixindo Live Webinar

Continuous Everything in DevOps

DevOps membawa kata “berkelanjutan” ke tengah-tengah panggung dunia agile development dalam bentuk integrasi berkelanjutan, pengujian berkelanjutan, pengiriman berkelanjutan, penerapan berkelanjutan, dan operasi berkelanjutan dengan fokus pada memberikan nilai berkelanjutan kepada pelanggan, dengan lebih cepat!

Dalam market saat ini, jika kita memiliki ide bagus untuk meluncurkan produk yang sukses, bisa dipastikan bahwa apa dan siapa yang pertama muncul akan mengusai hampir dari 80% dari pasar. Tapi saat ini, tanpa penerapan praktik DevOps, perusahaan tidak dapat bertahan dalam persaingan sengit saat ini dan pertempuran sengit di masa depan.

Perusahaan yang berfokus pada DevOps sebagai bagian dari tujuan strategis mereka telah mempercepat waktu secara signifikan dari ide hingga implementasi. Perusahaan seperti Netflix, Google, Amazon, dan Facebook adalah pionir dan terdepan. Menyadari manfaat DevOps, perusahaan-perusahaan besar kini telah memulai DevOps.

Dalam webinar ini akan memberikan insight bagaimana memberikan nilai berkelanjutan kepada pelanggan, dengan lebih cepat dengan menggunakan DevOps! Gabung sekarang dan dapatkan aksesnya!

Waktu

25 November 2021

Mulai

14.00

Waktu Indonesia Barat

Daftar gratis sekarang untuk mendapatkan aksesnya!

Dapatkan Info Promo dan Event Langsung ke Email Anda.

Yogya Semesta Gelar Dialog Terkait Rencana Gerakan 100 Smart City

Yogya Semesta Gelar Dialog Terkait Rencana Gerakan 100 Smart City

Bekerjasama dengan KADIN dan Resto Poenokawan, Yogya Semesta adakan Dialog Budaya dan Gelar Seni seri-143 yang bertajuk Rencana Aksi Gerakan Smart City di Yogyakarta.

Dialog Budaya dan Gelar Seni “Yogya Semesta” seri-143 digelar pada Selasa (16/10/2021) di Poenokawan Resto, dan dihadiri oleh sejumlah peserta.

Dialog Budaya dan Gelar Seni “Yogya Semesta” turut mengundang sejumlah narasumber yang memang berkompeten di bidangnya, diantaranya GKR Hayu yang merupakan Panghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang merupakan Wakil Wakil Walikota Yogyakarta, Rony Primanto Hari yang merupakan Kepala Diskominfo Yogyakarta, Andi Yuniantoro yang merupakan CEO Inixindo Jogja, dan Hari Dendi yang merupakan Pengasuh Komunitas Budaya Yogya Semesta.

Rencana Gerakan 100 Smart City di Yogyakarta

Dialog tersebut berlatar belakang Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan berusaha mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

Pemerintah daerah juga dituntut untuk mengimplementasikan konsep smart city di wilayah masing-masing.

Sebelumnya, program smart city sudah dicanangkan oleh Pemda DIY pada 2006 silam dengan program Jogja Cyber Province, dimana program ini digunakan untuk mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi seluas-luasnya untuk masyarakat dan pemerintah.

“Mulai tahun 2017 Jogja sudah memulai satu gerakan baru upaya untuk membawa pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih efisien melalui program smart city. Program smart city sejatinya diawali saat pemda DIY melalui Peraturan Gubernur 42 Tahun 2006 mencanangkan program Jogja Cyber Province inisiatif ini guna mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan interaksi sosial hingga terwujudnya peningkatan taraf hidup,” ujar GKR Hayu

Implementasi Smart City di Yogyakarta sendiri cenderung perlu dipercepat dengan mengembangkan visi, strategi, dan prioritas atas dasar potensi dan permasalahan, kesiapan infrastruktur dan tentunya kesiapan SDM.

“Smart city juga menuai kendala yang beragam SDM yang mumpuni masih menempati rangking atas penyediaan akses smart city baik yang menjalankan maupun pelaku masa depan, keamanan data juga menjadi isu sosial ancaman cyber juga menjadi acaman merusak sistem data jadi perlu ada tindakan preventif yang ekstra untuk melindungi data dari kebocoran dan penyalahgunaan, sinergi masyarakat dan pemerintah juga dibutuhkan untuk perwujudan smart city di Yogyakarta,” tambah GKR Hayu.

Smart City mempermudah masyarakat dan pemerintah

Sementara itu, Heroe Poerwadi menambahkan bahwa Smart City merupakan salah satu cara untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dari pemerintah.

“Upaya untuk mempermudah layanan untuk masyarakat, perizinan-perizinan juga sudah melalui smart service, jadi masyarakat tidak harus datang ke kantor untuk mendapatkan pelayanan kecuali untuk situasi tertentu yang mengakibatkan untuk ketemu orang yang meminimalkan ini untuk tatap muka,” terang Heroe Poerwadi.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga berupaya agar interaksi juga terjadi antar masyarakat, agar nantinya kehidupan sosial masyarakat tidak terkikis perkembangan zaman.

Berbagai inovasi program sudah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta agar masyarakat saling terlibat dalam interaksi, antara lain program Gandeng Gendong dan Gandhes Luwes.

“E-Government harus diikuti dengan smart briefing, smart environment, smart economy, smart tourism, smart culture dan semuanya, jadi kalau kita cuma memahami smart city pada perangkat kerasnya maka kita akan menghilangkan elemen-elemen itu yang sebenarnya semua ada pada posisi masyarakat,” jelas Heroe.

Perlunya transformasi

CEO Inixindo Jogja, Andi Yuniantoro menjelaskan bahwa untuk mencapai smart government, perlu dilakukan transformasi digital di berbagai aspek pemerintahan, termasuk Kabupaten dan Kota dalam sebuah Provinsi.

“Bahwa kita sudah masuk ke transformasi digitalisasi, literasi digital, fokus terhadap wadah platform setiap kabupaten untuk nantinya setiap daerah kabupaten dan provinsi akan mengambil data untuk nantinya data tersebut akan diproses menjadi smart government,” paparnya.

Simak video selengkapnya, Dialog Budaya dan Gelar Seni “Yogya Semesta” seri-143:

Contact

Phone

0274 515448

Email

marketing@inixindojogja.co.id

Address

Jalan Kenari 69 Yogyakarta