Agile Practice Guide in PMBOK 6

25 -27 Juni 2019

Agile Practice Guide

in PMBOK

 

 

 

 

 

 

Daftar Sekarang
Agile Practice Guide in PMBOK 6 1

 

Agile adalah metodologi dalam pengembangan software dengan proses-proses kecil yang berulang-ulang atau yang sering disebut dengan iterasi. Metode ini populer digunakan pada pengembangan software belakangan ini karena perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut pengembangan software untuk lebih peka terhadap perubahan.

Keuntungan Menggunakan Agile

 

Transparansi proses

Fitur diterima dengan cepat dan dapat diprediksi

Fokus terhadap business value dan pengguna

Meningkatkan kualitas software

Agile Practice Guide in PMBOK 6 2

 

PMBOK (Project Management Body of Knowledge) edisi ke 6 telah memuat metode agile. PMBOK 6th Edition dapat dijadikan panduan bagi para project manager, CEO, dan siapa pun bagi mereka yang menerapkan metode agile dalam suatu pengembangan software di perusahaan masing-masing.

Outline Pelatihan

Pengenalan terhadap Agile

  • Agile Manifesto
  • Kanban Method

Pemilihan Siklus Hidup

  • Karakteristik siklus hidup proyek
  • Menggabungkan pendekatan Agile
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi proyek

Implementasi Agile: Membuat Lingkungan Agile

  • Pola pikir Agile
  • Kepemimpinan berbasis Agile
  • Membentuk Komposisi tim

Implementasi Agile: Penyampaian dalam lingkungan Agile

  • Project Charter
  • Latihan Agile secara umum
  • Pengukuran performa proyek Agile

Pertimbangan Organisasi untuk kelincahan proyek

  • Mengorganisir Change Management
  • Budaya dalam organisasi
  • Pengadaan dan kontrak
  • Skalabilitas proyek
  • Agile dan PMO (Project Management Officer)

Ikuti Kelas Pelatihan “Agile Practice Guide in PMBOK 6th” selama 3 hari yang akan diadakan pada tanggal 25-27 Juni 2018! Klik tombol ‘minta penawaran’ agar sales representative kami dapat menghubungi Anda untuk informasi lebih detil atau pendaftaran.

This form does not exist

Pati Mengoptimalisasi Smart City dengan Meluncurkan Aplikasi TNDE (Tata Naskah Dinas Elektronik)

 

Untuk mendukung re-branding kota pati sebagai kota pensiun, pemerintah kota Pati melakukan launching aplikasi TNDE (Tata Naskah Dinas Elektronik) dan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Ruang Pragola Sekretariat Daerah Kabupaten Pati (21/05). Kegiatan ini didukung oleh Inixindo Jogja sebagai partner Pemkab Pati dalam membangun master plan Smart City untuk Kabupaten Pati.

Acara ini diharapkan agar Pati dapat terintegrasi sehingga bisa saling bersinergi. Saiful Arifin selaku Wakil Bupati mengatakan bahwa “Bagaimana aplikasi TNDE bisa digunakan untuk melayani masyarakat, untuk mendongkrak kemajuan Pati dengan Smartcity ini. Smartcity ini bisa menghilangkan julukan Pati yang dulunya julukan Pati Kota Pensiun, kini Pati sudah menjadi kota yang mengikuti perubahan jaman. Dengan Smartcity ini juga kita bisa mengiklankan produk produk unggulan Pati”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid e-Gov Diskominfo Kabupaten Pati, Lucky Pratugas yang menjadi pemimpin dalam FGD dalam rangka menyelaraskan pelaksanaan Smart city serta mempunyai pemahaman yang sama sesuai dengan Masterplan Smart City Kabupaten Pati yang telah disupport oleh Inixindo Jogja. Dalam penyampaian FGD lucky menjelaskan bahwa Index SPBE Kabupaten Pati saat ini berada di angka 2.76 dan ini termasuk dikategori cukup. Sehingga dengan adanya aplikasi TNDE menjadi salah satu upaya Pemkab Pati untuk meningkatkan index Kabupaten Pati. Rencananya aplikasi TNDE akan diujicobakan pada empat OPD dan satu kecamatan yakni Sekretariat Daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan, BKPP, Diskominfo dan Kecamatan Krayen.

 

Source : patikab.go.id

Comday Recap : Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi Aplikasi

Pada hari Kamis tanggal 16 Mei 2019 kemarin, Inixindo Jogja mengadakan acara Comday yang memiliki tema ‘Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi.’ Acara ini diisi oleh Yanuar Hadiyanto selaku instruktur di Inixindo Jogja. Sebagai pembukaan, Mas Yanuar menyampaikan tentang silo mentality dalam sebuah organisasi di mana antar departemen enggan untuk saling berbagi informasi. Kondisi ini dapat mengurangi efisiensi kerja dalam organisasi tersebut. Mas Yanuar kemudian menjelaskan bagaimana evolusi sistem informasi dapat menjembatani silo-silo antar departemen ini.

Dalam Comday ini, Mas Yanuar mengambil contoh kasus tentang banyaknya aplikasi yang dimiliki oleh pemerintah sehingga kita dapat membayangkan betapa repotnya pengguna ketika akan login untuk menggunakan semua aplikasi tersebut. Untuk itulah perlu dilakukan sebuah integrasi antar aplikasi tersebut. Tanpa berbasa-basi lagi Mas Yanuar langsung menjelaskan langkah-langkah yang perlu diambil untuk melakukan integrasi tersebut.

Comday Recap : Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi Aplikasi 3 Comday Recap : Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi Aplikasi 4 Comday Recap : Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi Aplikasi 5

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah yang dibahas dalam contoh kasus adalah dengan menggunakan OAuth2, sebuah standar teknologi yang dapat membuat pengguna mengakses informasi suatu aplikasi dengan proses otorisasi menggunakan service dari aplikasi lain. Contoh dari penggunaan OAuth2 yang sering kita jumpai adalah ketika sign in atau sign up ke sebuah aplikasi hanya dengan menggunakan akun Google atau Facebook kita. Mas Yanuar kemudian menjelaskan secara teknis tentang proses dan alur informasi dengan OAuth2 ini.

Acara ini dihadiri oleh kalangan pemerintah daerah terutama dari Dinas Komunikasi dan Informatika di daerah Jawa Tengah dan DIY.

#ComDay – Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi Aplikasi

#ComDay – Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi Aplikasi

#ComDay - Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi Aplikasi 6

Salah satu manfaat Sistem informasi adalah menghadirkan informasi dengan cepat dan akurat. Contohnya pengelolaan data kependudukan, jika dikerjakan secara manual, untuk mencari satu data saja bisa memakan waktu yang sangat lama dan kompleks. Adanya manfaat ini menjadi dorongan antusiasme bagi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membuat berbagai sistem informasi dalam rangka melayani masyarakat dengan lebih baik, cepat, dan akurat.

Namun maraknya pembuatan aplikasi ini, seringkali tidak didukung dengan konsep yang terintegrasi, baik dari sisi pemanfaatan data maupun pengelolaan keamanan seperti akses menuju data. Sehingga bagi pengguna sistem, semakin banyak sistem, semakin banyak juga username dan password yang harus mereka hafalkan untuk masuk ke dalam sistem-sistem tersebut.

Solusi untuk masalah ini adalah dengan memanfaatkan konsep Single Sign On (SSO). Dengan konsep ini pengguna sistem dapat mengurangi jumlah username dan password yang harus mereka hafalkan, bahkan ketika mereka mempergunakan perangkat pribadi, pengguna sistem tidak perlu mengisikan apapun untuk masuk ke dalam sistem-sistem tersebut.

OAuth merupakan salah satu protokol standar industri untuk proses otorisasi sehingga kita dapat menerapkan konsep Single Sign On. OAuth memiliki fokus pada penyederhanaan pengembangan aplikasi klien, juga memberikan aliran otorisasi khusus untuk aplikasi web, aplikasi desktop, ponsel, dan perangkat cerdas.

Lalu bagaimana jika aplikasi-aplikasi tersebut sudah terlanjur dibuat tanpa menggunakan SSO sebelumnya? Untuk tahu jawabannya ikuti Comday pada tanggal 16 Mei 2019 di Inixindo Jogja dengan tema “Menerapkan Single Sign On dengan OAuth untuk Integrasi Aplikasi.”

Dalam Comday ini akan dibahas tentang integrasi aplikasi dan analisis pemanfaatan OAuth sebagai teknologi untuk menerapkan Single Sign On di aplikasi-aplikasi yang sudah ada.

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

Kamis, 16 Mei 2019
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

Fundamental Digital Investigation and Mobile Forensic

Fundamental Digital Investigation and Mobile Forensic

28-29 Mei 2019

Dengan banyaknya kasus kejahatan komputer di dunia maya (Cyber Crime), dibutuhkan pengetahuan mengenai proses penanganan insiden Hacking dan Cyber Crime yang mencakup teknik investigasi komputer (Digital Investigation), baik itu pengumpulan dan pengamanan bukti, forensik digital, dan perangkat mobile.

Registrasi

Mengapa Mempelajarinya?

Dengan banyaknya kasus kejahatan komputer di dunia maya (Cyber Crime), dibutuhkan pengetahuan mengenai proses penanganan insiden Hacking dan Cyber Crime yang mencakup teknik investigasi komputer (Digital Investigation), baik itu pengumpulan dan pengamanan bukti, forensik digital, dan perangkat mobile. Teknik investigasi komputer tersebut bisa digunakan oleh instansi kepolisian, pemerintah, dan entitas perusahaan lokal/global untuk mengumpulkan bukti-bukti serta melakukan analisis forensik terhadap bukti-bukti tersebut sehingga dapat ditunjukkan dalam pengadilan untuk menangkap dan mempidanakan pelaku kejahatan komputer.

Fundamental Digital Investigation and Mobile Forensic 7

Apa Saja yang Dipelajari?

Peserta akan diajarkan untuk melakukan investigasi komputer dengan menggunakan teknologi Groundbreaking Digital Forensics. Selain menemukan bukti-bukti kejahatan, para peserta akan memahami penggunaan mobile forensic sebagai salah satu cara untuk mendapatkan barang bukti mobile.

Trend dan Kebutuhan Komputer Forensik

/

Proses Investigasi Komputer Forensik

Digital Evidence ( Barang Bukti Digital)

Lab Komputer Forensik

Akuisisi dan Duplikasi Data

Forensik Mobile

Biaya?

Daftar Segera!

Dapatkan harga spesial!

This form does not exist