Workshop Cloud Native

Workshop Cloud Native

Cloud native merupakan arsitektur pengembangan software yang membungkus setiap service ke dalam suatu kontainer. Kumpulan kontainer ini kemudian disatukan dan diatur oleh suatu teknologi yang disebut orchestration agar setiap kontainer dapat dikelola secara aktif dan otomatis dan sesuai dengan namanya cloud native architecture ini tentu saja berbasis cloud. 

Workshop Cloud Native 1

13 Mei 2019

Microservices

Anda akan memahami bagaimana menggunakan arsitektur microservices dalam pengembangan software. Seperti yang kita ketahui saat ini tren pengembangan software beralih dari yang semula memiliki arsitektur monolitik menjadi microservices. Konsep modular merupakan salah satu kelebihan utama dari arsitektur microservices.

Workshop Cloud Native 2

14 Mei 2019

Docker

Docker mengusung teknologi kontainer yang dapat mengemas suatu app dengan environment dan dependencies. Sistem di dalam kontainer ini terisolir sehingga environment dan dependencies suatu app tidak mengganggu app lain. Materi workshop ini akan memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memanfaatkan teknologi ini mulai dari instalasi sampai pengelolaan kontainer.

Workshop Cloud Native 3

15 Mei 2019

Kubernetes

Anda akan memahami bagaimana melakukan orchestration  kontainer Docker dengan menggunakan Kubernetes. Container orchestration adalah proses untuk mengotomatisasi deployment dari sebuah app yang berada dalam kontainer. Selain itu orchestration juga berguna dalam pengelolaan beberapa kontainer yang berada dalam sebuah mesin (fisik maupun virtual) host sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas sebuah app.

Workshop Cloud Native 4

Alacarte Menu

Program khusus Bulan Ramadan ini memberikan Anda pilihan untuk menentukan sendiri jalur pembelajaran yang akan Anda ambil sesuai dengan minat Anda dalam Development Operations (DevOps). Praktik pengembangan software DevOps bertujuan untuk mempersingkat siklus build-test-release dan mempermudah kolaborasi antara developer dan tim IT operations. Dengan hadirnya teknologi kontainer seperti Docker, praktik pengembangan DevOps menjadi tak serumit yang kita bayangkan.

Biaya Workshop

Workshop Cloud Native 5

Rp750.000,-

Anda bisa memilih topik yang sesuai dengan kubutuhan anda.
Apakah itu topik microservices saja, docker saja, atau kubernetes saja.

Workshop Cloud Native 6

Rp1.000.000,-

Anda bisa memilih 2 topik secara bersamaan. Antara topik Microservices + Docker atau Docker + Kubernetes

Workshop Cloud Native 7

Rp1.500.000,-

Anda bisa mengambil semua topik workshop ini dengan biaya lebih terjangkau Microservices + Docker + Kubernetes

Registrasi Sekarang!

Jangan sampai kesempatan ini karena program ini terbatas hanya untuk bulan ramadhan ini saja!

 

This form does not exist
Workshop Cloud Native 8

#Comday – Big Data & Visualization with Microsoft Azure

#Comday – Big Data & Visualization with Microsoft Azure

#Comday - Big Data & Visualization with Microsoft Azure 9

Selain aplikasi ride sharing seperti Go-Jek atau pun Grab, jenis aplikasi lain yang sedang naik daun belakangan ini adalah aplikasi booking tiket perjalanan. Seperti yang kita ketahui aplikasi pesan tiket perjalanan tersebut memanfaatkan API yang disediakan masing-masing maskapai penerbangan dalam menentukan harga yang bisa berbeda-beda tergantung tanggal atau waktu perjalanan. Hal ini dimungkinkan karena maskapai penerbangan telah memiliki data penjualan tiket selama beberapa tahun sehingga dengan data visualization kita dapat memprediksi kapan waktu peak season dan kapan waktu low season.

Lalu manfaat apa yang diberikan oleh aplikasi layanan penjualan tiket tersebut jika sebenarnya data harga tiket datang dari masing-masing maskapai? Tentu saja sorting dan filtering yang pada dasarnya merupakan fitur standar dari sebuah E-commerce biasa. Apakah hanya itu saja? Sebenarnya banyak yang bisa dimanfaatkan aplikasi tersebut seperti memprediksi ketepatan waktu keberangkatan penerbangan dengan memanfaatkan data jadwal penerbangan dan prediksi cuaca serta menggunakan model machine learning. Fitur ini bisa dengan mudah disediakan oleh penyedia layanan aplikasi tersebut dengan big data, visualisasi data, dan teknologi dari Microsoft Azure.

Penasaran? Ikuti Community Day dengan tema “Big Data & Visualization with Microsoft Azure” yang akan diselenggarakan pada Kamis 25 April 2019 pukul 14.00 WIB. Dalam Comday kali ini peserta akan mengetahui bagaimana mendeploy sebuah web apps yang dapat memprediksi seberapa lama delay suatu jadwal penerbangan yang akan datang menggunakan Microsoft Azure. Registrasi sekarang sebelum kuota penuh!

Biaya

Free (tempat terbatas)

DATE AND TIME

Kamis, 25 April 2019
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps

Company Visit : SMK Negeri 1 Purwokerto

Inixindo jogja kedatangan tamu siswa dan siswi dari SMKN 1 Purwokerto. Kedatangan siswa dan siswi tersebut untuk mempelajari tentang linux dan pemograman, serta untuk sesi siangnya mereka ingin mempelajari tentang software dan internet.

 

Company Visit : SMK Negeri 1 Purwokerto 10 Company Visit : SMK Negeri 1 Purwokerto 11 Company Visit : SMK Negeri 1 Purwokerto 12

 

Siswa dan siswi SMKN 1 purwokerto disambut oleh Citra Arfanudin selaku Instruktur Inixindo Jogja.  Pria yang akrab disapa Arfan ini menjelaskan tentang digital skill yang wajib dimiliki oleh siswa dan siswi jika ingin memasuki dunia industri. Digital skill yang dimaksud diantaranya seperti kemampuan untuk communication & collaborate seperti menggunakan google sheet untuk memudahkan berkolaraborasi dengan rekan kerja, create & innovate seperti memanfaatkan Canva untuk fitur desain grafis, identity and wellbeing seperti memanfaatkan media sosial untuk membentuk identitas diri secara online, serta tech and learn dimana siswa diharapkan juga mampu mempunyai skill dalam presentasi. Digital skill tersebut akan sangat berharga jika dimiliki saat ini, agar kedepannya siswa dapat menghadapi kuatnya arus perubahan digital dan siap memasuki dunia industri.

Comday Recap : Mengembangkan Microservice Menggunakan Docker

Masalah yang sering dialami dalam pengembangan microservices adalah saat microservices tersebut membutuhkan environment dan dependencies yang berbeda-beda. Inilah yang melatarbelakangi istilah ‘dependency hell’ di mana mengurusi dependencies agar tidak mengganggu service yang lain membuat kita merasa berada di neraka. Tentunya hal ini dapat menghambat produktivitas dari developer maupun sysadmin.

Poin itulah yang coba disampaikan Yanuar Hadiyanto selaku pembicara dalam acara Comday tanggal 11 April 2019 kemarin dengan tema”Mengembangkan Microservices Menggunakan Docker” di EduparX, Inixindo Jogja. Dalam acara ini, Yanuar mengenalkan teknologi Docker yang menggunakan konsep kontainer di mana sebuah software dikemas bersama dengan environment dan dependency-nya masing lalu diisolasi sehingga tidak mengganggu software lain yang berada dalam satu sistem.

 

Comday Recap : Mengembangkan Microservice Menggunakan Docker 13 Comday Recap : Mengembangkan Microservice Menggunakan Docker 14

 

“Fungsi Docker sebenarnya mirip dengan Virtual Machine (VM). Akan tetapi, Docker dapat menghemat penggunaan resource hardware karena tidak seperti VM yang berjalan dengan sistem operasi sendiri dan menggunakan virtualisasi hardware,” ujar lelaki yang juga merupakan instruktur di Inixindo Jogja ini.

Dalam mengenalkan teknologi Docker dalam pengembangan microservices ini, Yanuar juga melakukan sesi demo. Di sesi ini, Yanuar mengunduh kontainer yang telah dibuat oleh orang lain dan menjalankan beberapa kontainer tersebut dalam satu OS. Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab.

***

Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari Docker untuk menegembangkan microservices, Inixindo Jogja akan mengadakan kelas pelatihan “Microservices With Docker” pada bulan Mei mendatang. Nantikan informasi selanjutnya dari kami dengan mengaktifkan notifikasi untuk situs ini!

Pelatihan Progressive Web Application

Training Class

Progressive Web Application

Buat sebuah aplikasi dengan fitur dan tampilan seperti native tapi dalam bentuk web application, yang reliable, cepat, dan menawan.

Pelatihan Progressive Web Application 15

Dapatkan Sertifikat

Dapatkan sertikasi sebagai sebuah bukti anda sudah mengikuti pelatihan di Inixindo

Pelatihan Progressive Web Application 16

Best Practice

Setiap pelatihan di Inixindo diterapkan berdasarkan best practice

Pelatihan Progressive Web Application 17

Langsung dari Ahlinya

Pelatihan dipandu langsung oleh instruktur yang ahli di bidangnya

Apa itu PWA?

Berkembangnya smartphone dan device berbasis mobile berbanding lurus dengan banyaknya kebutuhan terhadap aplikasi berbasis mobile yang menimbukan banyak permasalahan, salah satunya adalah Multiplatform Support. Akhirnya Google membuat terobosan baru yaitu Progressive Web Apps (PWAs) untuk mensupport para developers web untuk membuat sebuah aplikasi dengan fitur dan tampilan seperti native tapi dalam bentuk web application, yang reliable, cepat, dan menawan.

WHY

Mengapa Progressive Web Application?

Pelatihan Progressive Web Application 18

Instant Loading

Dengan teknologi yang dinamakan service worker kita dapat mengkases aplikasi/website dengan Progressive Web Application meskipun dalam keadaan offline sekalipun.

Pelatihan Progressive Web Application 19

Fresh dan Safe

PWA lebih ringan dan dapat diakses dengan cepat selain itu aplikasi dengan PWA lebih aman karena menggunakan protokol HTTPS

Pelatihan Progressive Web Application 20

Connectivity Independent

Dengan teknologi Progressive Web Application ini dapat mempermudah kita mengakses di kondisi koneksi apapun

Pelatihan Progressive Web Application 21

Discoverable

PWA bisa teridentifikasi sebagai “aplikasi” oleh mobile device, dengan menggunakan W3C Web App Manifest dan Service Worker registration scope yang memungkian mesin pencari bisa menemukannya.

Pelatihan Progressive Web Application 22

App-like Mode

Dengan menggunakan PWA ,kita seolah membuat aplikasi native pada smartphone yang tidak harus diinstal pada smartphone kita. Ini memungkinkan karena PWA sendiri dibuat dengan model App Shell dalam full screen mode.

Pelatihan Progressive Web Application 23

Re-engageable, Installable, dan Linkable

PWA mempunyai fitur yang sangat beragam sehingga akan lebih praktis digunakan. seperti yang kita ketahui, saat kita mengakses suatu website yang terintegrasi dengan PWA, akan memunculkan notifikasi apakah kita ingin menambahkan ke Homescreen.

Dapatkan Penawaran Special Hari ini!

   Minta Penawaran   

CHOOSE US

Mengapa Inixindo?

Z

Berpengalaman Lebih dari 27 Tahun

Inixindo sudah berpengalaman dalam bidan Teknologi Informasi sejak 1991 bersamaan dengan kenaikan popularitas Open System di tahun 90-an

Z

Google Developers Authorized Training Partner

Inixindo merupakan Google Developers Authorized Training Partner. Google adalah perusahaan yang merupakan mengembangkan teknologi Progressive Web Application

Z

Belajar Langsung dari Ahlinya

Instructor kami merupakan fasilitator Google Developer KEJAR untuk program Mobile Web Specialist yang diselenggarakan oleh Google

Pelatihan Progressive Web Application 24

Dapatkan Penawaran & Silabus Sekarang!

Minta Penawaran