ComDay Recap : “Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini”

ComDay Recap : “Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini”

Apa yang baru dari teknologi web setelah HTML5, CSS3, ES6? Bagi yang sering update informasi teknologi pastinya langsung menjawab “PWA!” PWA yang merupakan singkatan dari Progressive Web Application memang bukan teknologi yang benar-benar baru tapi penerapan PWA pada web masih bisa dibilang jarang. Padahal bila dibandingkan dengan native mobile apps di Android dan IOS, PWA memiliki beberapa kelebihan seperti jangkauan user yang lebih luas dan SEO.

Itulah yang disampaikan oleh Umar Affandi dalam Community Day Kamis lalu tanggal 14 Maret 2019 di Inixindo Jogja. Lelaki yang kerap disapa Mas Umar ini juga menyampaikan bagaimana PWA memiliki probabilitas untuk menggantikan mobile native apps di masa depan. Prediksi ini didasari atas data penggunaan mobile apps dan mobile web di mana PWA dapat menutupi kekurangan di native mobile apps dan mobile web. Acara ini dihadiri berbagai kalangan seperti mahasiswa, developer dari berbagai perusahaan swasta, dan juga dari kalangan Aparatur Sipil Negara.

ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 1  ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 2ComDay Recap : "Progressive Web App (PWA), Sebuah Standar Web Masa Kini" 3

Selain Umar Affandi, acara ini juga sempat diisi oleh programmer dari Inixindo Jogja, Aldino Kemal. Kemal menjelaskan beberapa hal teknis yang membedakan antara PWA dan web apps biasa seperti adanya service worker hingga penjelasan mengenai push notification yang bisa muncul di desktop dan perangkat mobile secara bersamaan.

Jika Anda tertarik tentang bagaimana membangun sebuah progressive web app Anda dapat mengunjungi laman berikut untuk informasi dan pendaftaran kelas pelatihan PWA di Inixindo Jogja

Membangun Digital Skill pada Aparatur Sipil Negara

Membangun Digital Skill pada Aparatur Sipil Negara

Rabu, 13 Maret 2019. Memasuki era disrupsi, kewajiban bertransformasi secara digital tidak hanya harus dilakukan oleh pelaku bisnis dan perusahaan melainkan juga kewajiban bagi pemerintah guna melayani masyarakat serta menunjang performa internal organisasi.

Andi Yuniantoro, Direktur PT. Inixindo Jogja dalam kegiatan penguatan soft skill di lingkungan BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan bahwa kemampuan digital menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah untuk bertransformasi digital dalam melayani masyarakat, dan dalam internal organisasi. Dengan adanya kemampuan digital tersebut pemerintah dapat memanfaatkan peluang-peluang yang terbuka lebar dalam dunia digital. Kemampuan digital yang wajib dimiliki oleh para aparatur sipil negara (ASN) saat ini seperti communicate and collaborate, find and use, serta teach and learn.  

Dari kemampuan tersebut salah satunya diharapkan para ASN dapat menggunakan aplikasi yang ada di Cloud tanpa perlu melakukan instalasi aplikasi di pc atau laptop. Sebagai contoh seperti mendesain publikasi dengan aplikasi Canva (canva.com), mengedit video dengan Wevideo (wevideo.com), menggunakan video conference dengan hangout atau skype, serta pemanfaatan google doc, google sheet dan google form, dalam melakukan kolaborasi dengan rekan kerja untuk menyelesaikan pekerjaan.

Sesi paparan tentang Digital Skill pada ASN ini diharapkan membuka wawasan dan pengetahuan tentang manfaat dan pentingnya penguasaan keterampilan digital untuk membantu menyelesaikan pekerjaan sehari-hari ASN secara cepat dan efektif.

ADSION by SANDEC – Event Recap

ADSION by SANDEC - Event Recap 4

ADSION by SANDEC – Event Recap

Semarang (9/03), Inixindo jogja yang diwakili oleh Yanuar Hadiyanto pada acara ADSION yang bekerja sama dengan SANDEC (Semarang Android Developer Center) memberikan pemaparan dikalangan komunitas dan mahasiswa yang mempunyai ketertarikan pada dunia Android.

Yanuar, membahas tentang Kotlin for Android atau bahasa pemograman yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android. Lalu menjelaskan bagaimana cara kerja, kelebihan, serta perbandingan Kotlin dengan bahasa pemograman lainnya. Kotlin bahasa pemograman yang cukup baru diluncurkan oleh Jetbrains. Kotlin sendiri dikembangkan untuk menggabungkan pemrograman yang berorientasi pada objek dengan fitur fungsional dan telah terintegrasi dengan Android Studio, para developer yang terbiasa dengan Java tidak perlu khawatir karena penggunaan kotlin mirip dengan bahasa pemrograman Java sehingga mudah digunakan.

 

ADSION by SANDEC - Event Recap 5
ADSION by SANDEC - Event Recap 6
ADSION by SANDEC - Event Recap 7

Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah

Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah 8

Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah

Mengacu pada Peraturan Presiden No. 95 tahun 2018 mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan kebijakan untuk mewujudkan Pemerintahan yang bersih, efektif dan transparan. Tujuan dengan adanya SPBE, semua sistem tata kelola pemerintah diharapkan dapat terintegrasi secara digital di seluruh OPD mulai dari Kabupaten/Kota hingga ke Pusat Pemerintahan. Untuk mewujudkan Perpres No.95, Kominfo dalam hal ini berperan untuk bersosialisasi dan mendukung pemerintah daerah untuk mewujudukan pemerintahan yang terintegrasi secara digital. Kesuksesan SPBE dalam Pemerintahan, diukur melalui sistem index yang masing-masing levelnya dilihat dari keberhasilan Pemerintah dalam mengintegrasikan kebijakan, tata kelola, dan penyelanggaraan. Poin tertinggi dari penilaian sistem index SPBE terletak pada bagaimana pemerintah melakukan implementasi atau penyelenggaraan SPBE dengan porsi 50% dibandingkan dengan tata kelola dan kebijakan.

 

Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah 9
Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah 10
Pentingnya Digital Leadership Untuk Pemimpin Daerah 11

 

“Index SPBE tertinggi jika mengacu pada Perpres No.95 tahun 2018 berada dilevel 5. Pada level ini seluruh tata kebijakan, tata kelola manajemen dan penyelenggaraan sudah berjalan optimal, terukur dan terintegrasi digital secara keseluruhan” Andi Yuniantoro, Direktur PT. Inixindo Widya Iswara Nusantara (Inixindo Jogja) dalam RAKORTEK DISKOMINFO Provinsi Jateng di Surakarta.

Untuk mengetahui seberapa digital Pemerintah Kabupaten/Kota, Andi dalam kegiatan ini mengajak peserta yakni Diskominfo seluruh Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta mengisi voting secara online sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui peran TIK di Pemerintahan tersebut akan menjadi support, enabler, atau driver.

(Ditulis oleh : Alisa Martiyana)

Comday Recap: Membaca Masa Depan Dengan Machine Learning

Comday Recap: Membaca Masa Depan Dengan Machine Learning 12

Comday Recap: Membaca Masa Depan Dengan Machine Learning

Jika Anda dihadapkan pada kondisi di mana Anda harus mengambil keputusan penting, proses berpikir seperti apa yang Anda lakukan? Mencari data sebanyak mungkin, melakukan analisis, kemudian dengan yakin membuat keputusan? Menyingkat semua proses yang memakan waktu itu tadi dengan mempercayakan semuanya kepada intuisi Anda? Atau yang lebih parah lagi berspekulasi dengan cara melempar koin?

Masalah tersebut tidak hanya dialami oleh setiap divisi dalam suatu perusahaan/organisasi ataupun orang-orang yang berurusan dengan pengambilan keputusan secara cepat seperti para pialang saham, terlebih lagi sekarang kita hidup di era digital di mana semuanya berjalan secara cepat. Jika kita melihat start-up digital yang bermunculan akhir-akhir ini, strategi bisnis mereka terbilang cukup berani. Keberanian ini tidak lepas dari peran machine learning.

Inilah bahasan yang diangkat dalam Comday “Membaca Masa Depan Dengan Machine Learning” tanggal 28 Februari 2019. Dalam acara yang dihadiri oleh para akademisi, perusahaan teknologi, dan juga dari instansi pemerintah daerah ini. Ada yang spesial dari Comday kali ini, di mana ada dua pembicara. Acara dibuka oleh Andi Yuniantoro selaku direktur PT Inixindo Widya Iswara Nusantara. Beliau menyampaikan tentang bagaimana data menjadi ‘ladang minyak’ baru di era transformasi digital sekarang ini. Kreativitas sangat dibutuhkan oleh setiap organisasi ataupun perusahaan dalam menentukan data apa yang memberikan nilai bagi perusahaan atau organisasinya. Pria yang akrab dipanggil Pak Andi ini juga menjelaskan klasifikasi suatu  organisasi/perusahaan dipandang dari bagaimana dia dapat memanfaatkan data.

 

 

 

 

Di sesi kedua dalam acara ini diisi oleh Yanuar Hadianto seorang instruktur dari Inixindo Jogja yang memiliki sertifikat data science dari iTrain Asia. Mas Yanuar (panggilan akrabnya) menjelaskan pemahaman dasar dari machine learning. Beliau juga memberikan demo aplikatif bagaimana machine learning dapat mendeteksi gambar tangan ataupun gerakan tubuh. Mas Yanuar juga tak lupa untuk mengupas model yang dia buat untuk memprediksi seberapa besar potensi seorang nasabah perbankan tertarik dengan promosi yang ditawarkan lewat telepon.

***

Jika Anda tertarik untuk mempelajari machine learning dan bisa mengaplikasikan teknologi machine learning di organisasi/perusahaan Anda, ikuti Kelas Pelatihan Machine Learning oleh Inixindo Jogja.

DATE AND TIME

Kamis, 28 Februari 2019
14.00 WIB – Selesai

LOCATION

Eduparx – Inixindo Jogja
Jalan Kenari No 69 Yogyakarta
View Maps